This Crazy

This Crazy
TC chapter 21 {he's come back}



...Gue tau kalo lo cowok manis yang selalu bersikap romantis, tapi gue baru tahu kalo lo ternyata juga bisa bikin hati gue teriris....


...Akasia Violetta Joshua...


Nicko dan Aka sedang bersantai di kursi sebuah kursi di salah satu taman. Mereka sengaja mampir di taman setelah mengetahui kabar bahwa seluruh guru akan menghadiri rapat. Jadi walaupun Aka dan Nicko beda sekolah, mereka bisa pulang lebih awal bersama. Sambil menikmati yogurt, Aka mencoba mengusik Nicko.


“Diem aja lo dari tadi? Lagi sakit gigi? “ tanya Aka seenaknya sendiri.


“Nggak” jawab Nicko singkat. Aka gencar kembali mencari cara agar si alien es ini bicara.


“Gue ada pr, nanti lo kerjain ya? “ kata Aka lagi. Ya tentu ia punya pr biologi, tapi itu bukan bidang Nicko yang notabenya anak IPS.


“Pr apa? “ tanya Nicko sambil masih fokus menghabiskan yogurtnya.


“Pr biologi. Bab..... “ Aka terhenti karena Nicko menyela.


“lo kan pinter, ngapain pake minta gue yang ngerjain?” tanya Nicko ketus.


“Gue kan nggak tau” kata Aka polos.


“Nggak tau apa? “ tanya Nicko masih mengerutkan kening.


“Babnya belom di ajarin makanya Aka nggak tau” kata Aka sambil menggigit sendok yogurtnya.


“Makanya belajar biar bisa” kata Nicko kembali cuek. Aka sempat heran dengannya. Kadang baik, kadang cuek. Mirip cewek lagi PMS kan?.


“Tapi kan gue........... ” kata Aka terhenti kembali akibat Nicko menatapnya tajam.


“Tuh minum biar lo nggak kebanyakan ngomong “ kata Nicko sambil menyodorkan cup smoothie nya yang baru dia minum sedikit. Aka mematung seketika.


“Nicko mau ngajakin Aka ciuman nggak langsung? “ kata Aka dengan polosnya. Nicko tersentak kaget.


“Maksud lo?! “ tanya Nicko sambil membelalakan matanya. Ia hampir tersedak dengan ludahnya sendiri.


“Biasanya kalo di novel novel tuh kalo ada cowok yang ngasih minum yang sedotannya udah bekas bibirnya, itu namanya cowok itu ngajakin ciuman nggak langsung” kata Aka apa adanya.


“Lo kalo kebanyakan baca novel kayak gitu gue bakal buang semua novel lo!!! “ kata Nicko ketus. Ia tak habis fikir dengan apa yang difikirkan Aka saat ini.


“Iya iya nggak deh maap” kata Aka sambil mengedipkan matanya lucu. Nicko memalingkan muka, mencoba menyembunyikan pipinya yang mulai memerah. Ia juga bingung kenapa pikirannya mulai lari kemana mana.


“Eh bro lo lihat nggak tuh si pendek sama siapa” kata Keyro sambil menunjuk meja yang di tempati Aka dan Nicko. Hans segera melihat ke arah yang di tunjuk Keyro.


“Wuihhhhh enak banget ya?! Pulgas, siang siang ngedate sama cowok. Punya cowok juga si Aka ternyata” kata Hans sambil tersenyum licik. Keyro bingung sendiri dengan sikap Hans.


“Lo mau apa bro? “ tanya Keyro heran.


“Apa lagi, ngerjain dia lah!! Kayak gini tuh waktu yang tepat. Nggak boleh di sia sia in” kata Hans menggebu gebu. Keyro segera mencegah.


“Gue saranin jangan deh bro. Lo lihat aja, tuh cowok kayaknya serem banget” kata Keyro bergidik ngeri.


“Halah, Cuma gitu doang takut. Cemen lo!!! Lihat aja, habis ini bakal ada konten terbaru yang bakal viral di sekolah kita” kata Hans sambil melangkah meninggalkan Keyro. Keyro segera menyusulnya.


“Tungguin gue bro!!!! “ teriak Keyro.


“Aka..... “ panggil Hans yang sekarang tidak jauh dari Aka. Merasa namanya di panggil, ia segera menoleh dan Cekrek, suara kamera ponsel menangkap gambar. Aka yang sedang menggigit sendok yogurt kaget seketika. Ia tidak tau kalau ia akan di foto dengan pose yang begitu konyol dengan sendok yogurt yang mengantung di mulutnya.


“Nih lihat hasil jepretan gue. Makasih Aka yang pendek, sekarang gue jadi punya konten terbaru buat di posting” kata Hans sambil tertawa senang. Keyro mundur beberapa langkah setelah merasakan aura berbeda di sekitarnya. Yaitu aura Nicko yang mencekam.


“Hans!!! Lo jahil banget sih?! Buruan hapus foto gue!!!! “ kata Aka sambil mencoba meraih ponsel Hans yang di acungkan ke udara. Hans malah tertawa.


“Makanya tinggian dikit biar bisa” kata Hans sambil masih tertawa mengejek ketika Aka sibuk melompat lompat mencoba menggapai ponselnya.


“Hans!!! Buruan hapus foto gue sekarang!!!! “ jerit Aka kencang. Hans malah semakin senang.


“Coba aja kalo bisa. Pendek!!!!! “ ejek Hans lagi. Padahal kalau di fikir fikir, Aka memiliki tingginya lumayan untuk gadis seumurannya. Seratus lima puluh lima lumayan lah, tidak bisa di bilang pendek pendek juga. Hans saja yang keterlaluan.


Nicko tak tinggal diam. Ia segera beranjak dari tempatnya. Tawa Hans terhenti ketika ponselnya sudah raib dari tangannya.


“Yang cemen tuh elo apa Aka? Beraninya sama cewek, banci lo!!! “ kata Nicko ketus. Aka tak bisa mencegah. Ia juga ingin melihat ekspresi Hans yang ketakutan.


“Lo, lo siapa?! Nggak usah ikut ikutan “ kata Hans mulai gemetar.


“Gue pacarnya Aka!!!! Kenapa nggak terima lo?!!! “ kata Nicko mengancam. Ia mengotak atik ponsel Hans yang belum mati.


“Haha, Yang lihat nih, masak dia stalking lo sampai kayak gini” kata Nicko sambil menunjukkan galeri ponsel Hans pada Aka. Aka menduga apa yang akan terjadi pada Hans setelah ini.


“Lo kalo jadi stalker yang bener dikit dong!!! Pastiin kalo cewek yang lo stalkerin nggak punya cowok” kata Nicko ketus karena kaget di ponselnya banyak foto Aka yang di ambil dalam pose candid. Aura Nicko semakin membuat Hans menciut.


“Lo suka sama Aka? “ tanya Nicko mengintrogasi. Hans meneguk ludahnya susah payah. Ia mencoba berlari, tapi ia bingung bagaimana mengambil kembali ponselnya.


“Nggak!! Siapa juga yang suka sama cewek lo” kata Hans menyanggah. Tapi masih terdengar jelas ketakukan dalam nada suaranya.


“Oh bangus lah kalo gitu, Aka hanya milik gue. Dan nggak ada yang boleh ngerebut dia dari gue, paham lo!!! “ kata Nicko menakutkan.


“Pa paham” kata Hans terbata bata. Ia mencari cari keberadaan Keyro.


Sialan tuh anak!!! Bukannya nolongin gue, malah ngacir duluan. Batin Hans kesal.


“Lo mau ponsel lo balik? “ tanya Nicko sambil menggoyang goyangkan benda pipih itu di tangannya. Hans mengangguk pelan.


Nicko tersenyum sinis dan.......


BRAKKKKKK


Ponsel itu ia banting dengan kuat. Aka menutup mulutnya ngeri. Hans memandang miris ponselnya yang telah jatuh. Ia mengira ngira apa nanti ponselnya masih bisa di selamatkan atau sudah hancur sepenuhnya termasuk LCD nya.


GREPPP!!!


“Ini peringatan buat lo supaya lo nggak macem macem lagi sama cewek gue. Jangan lupa beritahu temen temen lo, anak buah lo, jangan ada yang berani gangguin Aka lagi. Kalau masih ada, entah gue tau langsung apa nggak, lo bakal ******!!! Ngerti lo?!!! “ kata Nicko mengeram menakutkan. Hans ketakutan setengah mati sampai ia mengompol di celana. Nicko segera melepaskan Hans karena jijik air seninya akan mengenai pakaiannya. Hans mengaduh kesakitan setelah merasa bokongnya terbentur tanah.


“Udah selesai Yang? “ tanya Nicko berubah menjadi manis kembali. Aka mengangguk polos dan Nicko segera menggandeng tangannya. Membawanya menjauh dari bau pesing yang mengganggu indra penciumannya. Ia juga menjatuhkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke tanah.


“Tuh buat ganti rugi. Sekalian lo harus beli celana buat ganti celana lo yang udah bau pesing itu. Sampahnya yang ada di meja itu lo bersiin juga sekalian Ok?!!! ” kata Nicko sambil melangkah pergi. Hans mengangguk ketakutan sambil mengerjakan apa yang di perintahkan Nicko kepadanya.


“Makasih ya” kata Aka saat sudah jauh dari taman. Nicko mengerutkan kening.


“Emang kenapa? “ tanya Nicko bingung.


“Ya tadi habis nolongin gue” kata Aka menjelaskan maksudnya.


“Oh itu, gue kira apaan. Biasa aja kalik. Anak anak kayak gitu emang harus di kasih pelajaran sekali kali harus di kasih pelajaran. Lo kan punya ilmu bela diri tuh, kenapa nggak di pake?” kata Nicko.


“Kata pelatih gue, kalo kita masih bisa ngelawan pake omongan, nggak perlu pake fisik. Fisik itu di pake kalo kita udah nggak bisa ngatasin pake cara lain. Fisik itu cuma di pake waktu kita udah nggak ada pilihan lain selain kemampuan fisik kita. Kalo kata orang Jawa itu, ojo tarung sak durunge geteh ngantur. Maksudnya itu, kita jangan bertarung sebelum kita berdarah” kata Aka menjelaskan.


“Jadi lo nungguin sampai di apa apain dulu gitu baru belain diri lo” kata Nicko ngawur.


“Ya bukan!!!!! Ih Nicko ini!!!!!!” teriak Aka merengek. Nicko tertawa lepas.


“Terus waktu lo dihadang sama anak buah gue kenapa lo langsung nyerang? “ tanya Nicko sambil menahan tawa. Aka terlihat manyun.


“Itu beda ceritanya Nicko!!!! Gue waktu itu terpaksa. Nggak ada pilihan lain” kata Aka menjelaskan. Nicko kembali tertawa.


“Lo terpaksa apa lo takut? “ tanya Nicko sambil melirik genit. Wajah Aka memerah seketika menahan marah.


“Sembarangan!!!!! “ teriak Aka geram.


“Aka penakut. Aka penakut” Nicko mengejek Aka habis habisan ia segera berlari. Aka terkejut dan segera mengejarnya.


“Nicko tunggu!!! Jangan lari lo!!!! Berhenti!!!!! “ teriak Aka kencang sambil mengejar Nicko. Aka mengejarnya tanpa henti. Nicko masih berlari dengan kencang, membuat Aka kehabisan tenaga. Akhirnya ia menyerah. Percuma ia mengejar Nicko, Nicko bukanlah tandingan untuk diajak lomba lari. Aka akhirnya berhenti dan mengatur nafas. Nicko menoleh ke belakang setelah merasa Aka sudah tidak meneriakki namanya lagi. Ia melihat dari kejahuan Aka sedang berjongkok sambil mengatur nafasnya. Nicko berlari mendekatinya dengan perasaan khawatir.


“Lo nggak papa Ka? “ tanya Nicko khawatir. Aka menengadahkan kepalanya ke atas. Dan seketika ia mencubit betis Nicko dan berlari lagi.


“Nicko jadi, Nicko jaga wekkkk” kata Aka sambil menjulurkan lidahnya mengejek. Nicko tersenyum dan segera mengejar Aka.


“Awas kamu ya Aka!!!! “ teriak Nicko dengan gemas.


“Kalo kamu ketangkep gue bakal buat lo pusing gara gara gue iket di ayunan” kata Nicko gemas. Aka hanya tertawa sambil melajukan larinya.


“Haha coba aja kalo bisa wekkk” kata Aka kembali mengejek. Nicko merasa kelelahan gara gara tadi ia terlalu semangat saat Aka mengejarnya. Nicko duduk di salah satu bangku di sisi jalan. Aka yang mengetahuinya segera duduk di sebelah Nicko.


“Pegel ya? “ ejek Aka sambil tertawa. Nicko mengeka keringat di kening Aka dengan tissu.


“Lo keterlaluan ya “ kata Nicko sambil tersenyum. Nicko segera menjatuhkan kepalanya di paha Aka.


“Hey jangan tidur dong!! “ kata Aka karena Nicko menutup matanya.


“Biarin, salahnya siapa lo bikin gue pegel “ kata Nicko menanggapi.


“Tapi gue nggak akan pernah lelah kok buat cinta sama elo “ kata Nicko pada akhirnya. Aka mencubit pipi Nicko gemas karena membuat pipinya memanas.


“Ah elo kebiasaan” kata Aka malu.


“Tersipu ya? “ kata Nicko sambil membuka sebelah matanya menggoda. Aka semakin tersipu.


“Udah ah jangan di lanjutin “ kata Aka sambil memalingkan muka. Nicko terkekeh renyah.


“Coba mana lihat wajah istri gue yang lagi malu” kata Nicko kembali. Aka malu sendiri. Aka mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Lo nggak pernah potong rambut apa? “ tanya Aka sambil memainkan rambut Nicko yang semakin panjang saja menurutnya. Aka berusaha mengalihkan pembicaraan dari pada jantungnya menggelinding gara gara sikap manis Nicko yang mampu membuat jantungnya berdebar debar.


“Nggak perlu, biar bisa lo mainin kan buat lo seneng. Gue nggak masalah kalo rambut gue sampai sepanjang punya elo. Kan kita nanti bisa couple “ kata Nicko sambil tersenyum.


Astaga!!! Kapan Nicko akan berhenti membuat jantung Aka berdebar debar dengan sikap manisnya?!!.


“Ih jangan!! Nanti lo di marahin guru lo gara gara melihara rambut panjang lagi. Kalo udah kayak gitu, jangan sangkut pautin gue” kata Aka menimpali. Ia berharap Nicko masih memejamkan matanya. Ia tak mau melihat Nicko mengetahui pipinya yang sedari tadi memerah tanpa di komando.


“Lo selalu aja bikin gue makin sayang sama lo” kata Nicko sambil membuka sebelah mata dan mengusap pipi Aka perlahan. Blush!!!! Itu berhasil membuat pipi Aka kembali memblushing. Nicko kembali menutup mata setelah puas membuat Aka tersipu habis habisan. Aka mencoba mengontrol debaran jantungnya.


Semakin lama memainkan rambut Nicko, sifat jahil Aka kembali muncul. Ia mengambil ikat rambut dari sakunya dan mengucir rambut Nicko dengan perlahan agar Nicko tak mengetahuinya. Ia mengikik tertahan dengan hasil karyanya.


“Lo ngapain Ka? “ tanya Nicko karena mendengar kikikan Aka.


“Ups nggak papa “ kata Aka kikuk. Ia takut kalau ketahuan menertawakan Nicko. Nicko mengerutkan kening. Ia segera beranjak dari pangkuan Aka. Aka langsung buru buru berlari takut ketahuan.


“Lo kenapa sih Ka? “ tanya Nicko heran. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gerakan Nicko terhenti begitu menyentuh sesuatu yang terasa asing di rambutnya. Ia begitu kaget setelah mengetahui bahwa rambutnya di ikat menggunakan ikat rambut yang entah bagaimana bentuknya. Nicko langsung berlari mengejar Aka kembali.


“Aka!!!!! Lo keterlaluan!!!!! “ kata Nicko berteriak. Aka berlari sambil tertawa sampai puas.


“Nggak papa Nicko. Lo tambah cakep kok kalo gitu “ kata Aka sambil terus berlari menjauh dari Nicko. Mereka kembali kejar kejaran dengan seru.


“Hahaha!!!!!! “ Aka masih tertawa dengan riangnya. Ia menertawakan Nicko yang mulai kelelahan mengejarnya. Tiba tiba langkahnya terhenti begitu saja setelah melihat seorang cowok berdiri tepat di depannya.


“Hay” panggil cowok itu. Aka was was seketika. Nicko yang berada tiga meter di belakangnya juga ikut berhenti. Ia heran kenapa Aka tiba tiba berhenti mematung saat di hadang cowok itu.


“Apa kabar? “ tanya cowok itu sambil memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya dengan santai. Aka merasa nafasnya sesak. Matanya mulai memanas melihat cowok itu kembali. Potongan memori kembali berputar dalam otaknya. Aka menggigit bibirnya takut. Wajahnya mulai pucat pasi. Ia kembali teringat kenangan bersama cowok itu. Kenangan yang begitu ingin ia lupakan selamanya.


...buat chapter selanjutnya, sengaja aku bikin flash back nih. Sabar ya....


...


...


...