
"Ck, kok gue bosen di rumah ya? Tu anak belum balik lagi dari ekskulnya. Nggak ada yang bisa gue bullyi'in. " kata Nicko saat jam di dindingnya menunjukkan angka pukul empat.
Sejak tinggal dengan Aka entah kenapa dia sangat suka sekai menggoda gadis itu hingga merengek kesal.
Entah, Padahal saat di rumah Nicko tidak pernah sekalipun menggoda adiknya, tapi saat dengan Aka entah setan darimana sifat jahilnya kambuh tidak ketulungan.
"Mau di samperin, eh nggak boleh sama dia. Maen aja kali ya? " kata Nicko. Tanpa pikir panjang, dia segera mengambil jaket, kunci motor, serta dompetnya.
Nicko melajukan motornya dalam kecepatan sedang. Di waktu sore jalanan memang di dominasi dengan para orang orang pekerja kantor dan pabrik serta beberapa anak sekolah yang sengaja pulang telat.
Sekitar duapuluh menit, sebuah rumah berbentuk minimalis terpampang di depannya. Nicko segera turun dari motornya.
"Assalamualaikum" sapa Nicko saat memasuki ruang tamunya.
Terlihat dua anak manusia sedang asik berkutat pada ponselnya tengah terduduk di shofa ganda.
Tempat ini sengaja mereka buat untuk acara kumpul kumpul.
Bangunan serta tanahnya sendiri pemberian dari Johan. Maklum anak pengusaha lahan, jadi punya tanah banyak deh.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Woy bro tumben lo mau kesini" kata Ziedan sambil mem-pause gamenya.
"Nggak boleh? " tanya Nicko datar.
"Boleh sih. Terserah lo lah" kata David menimpali.
"Hm, gue mau nginep" kata Nicko sambil beranjak ke ruang tengah.
"Serius lo?!!!!! " tanya Ziedan tak percaya. Nicko jarang sekali menginap di sini.
"Hmm" jawab Nicko dengan gumanan.
"Terserah sono. Lo masih inget kan kamarnya? " tanya David sambil kembali memainkan gamenya.
"Iya" jawab Nicko singkat. Dai segera berjalan tegak menuju bilik kamar yang ada di lantai dua.
Nicko segera merebahkan tubuhnya di atas kasur yang lebar itu. Tak lama, kesadarannya segera terganti masuk ke alam mimpi.
••••••••••••••
"Assalamalaikum!!! Akasia Violetta Jhosua yang chetar membahana paripurna namun tidak jumawa datang membawa kebahagian!!!! " seru Aka saat masuk rumah. Aka masih melebarkan senyumnya.
Tidak ada jawaban.
Rumah terasa sunyi.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Bahkan batang hidung Nicko tidak kelihatan sama sekali. Padahal Aka ingin sekali di gendong berkeliling rumah seperti biasanya kalau dia lelah pulang dari sekolah.
"Nicko!!! " panggil Aka sambil menenteng tas ranselnya menuju lantai dua.
"Huh, paling ngorok tu orang" kata Aka menebak nebak.
"Aka yang cans datang!!!! " teriak Aka kencang saat kenop pintu telah di putar sempurna.
"Lah tu orang mana? " tanya Aka keheranan.
Aka akhirnya menelfon nomor Nicko.
Berdering
Tapi, suaranya sangat jelas terdengar di dalam rumah.
Aka menemukannya di atas bantal shofa.
"Huh, awas aja tu orang" geram Aka.
••••••••••••••
"Bos, bos" sebuah suara mengusik tidur nyenak Nicko. Nicko mengernyitkan dahinya dan membuka matanya perlahan.
"Kenapa?" tanya Nicko sambil mengusap lebar.
"Maghrib tuh, sholat" kata Evan mengajak.
Nicko hanya mengangguk singkat dan segera bangkit dari tempat tidur.
"Kita lama nggak maen. Gimana nanti kalo kita pergi soulland? " tanya Evan.
Mereka pun akhirnya pergi ke mall untuk bermain. Tak lupa sebelum itu, Nicko sengaja menyembunyikan dompetnya agar kedua temannya tidak merengek kepadanya agar meneraktirnya.
"Bro, kayaknya ada yang salah deh sama lo" kata Evan memonolog.
"Apaan?!!!! " tanya Nicko yang sengaja ketus.
"Ck, sans lah. Gue rasa lo lupa sesuatu" kata Evan lagi.
"Nggak" kata Nicko datar.
"Bentar, gue inget inget dulu" kata Nicko sambil mengingat apa yang terlupa.
"Ngos" panggol Nicko setelah mengetuk dagunya.
"Hm" jawab Evan sambil memberikan ekspesi wajah datar.
"Gue baru inget!!! " seru Nicko.
"Apa" jawab Evan.
"Hape gue ketinggalan di rumah" kata Nicko sambil menyugar rambutnya frustasi.
"Ampun deh. Woy!!! Bukan itu" kata Evan geram.
"Apaan lagi? " sahut Nicko kebingungan.
"Lo lupa yang di rumah? " kata Van menahan rasa kesalnya.
"Rumah? " ulang Nicko bingung.
"Iya" jawab Evan sedikit tenang.
"Siapa? " tanya Nicko yang masih bingung.
"Simpanan lo" kata Evan.
"Simpanan? Gue nggak nyimpen es pino" kata Nicko jujur.
"Astojim!!!!!!! Bini lo, ******!!!!!! " kata Evan yang sudah terlanjur kesal. Ia sudah idak eduli lahi dengan tatapan oranv ang melintas di sekitarnya.
"Iya!!!! Gue hampir lupa kalo di rumah punya bini!!!!! Lo sih ngomongnya simpanan. Gue mana paham" kata Nicko yang akhirnya paham. Alhamdulillah.
"Kan emang simpanan lo sebelum kita semua tau" kata Evan.
"Iya sih. Lah, lo tau dari mana kalo gue punya bini? " tanya Nicko.
"Dari Dodi sama Edo. Mereka bilang lo habis buntingin anak orang. Jadi nikah deh" kata Evan.
"Mereka bilang gitu?Sialan!!! Awas mereka kalo sampe ketemu gue" kagw Nicko berapi api.
"Jadi gimana? Mau balik? " tanya Toni yang tiba tiba datang sambil membawa tiga buah minuman dingin.
"Nih" Toni memberikan dua cup kepada Nicko dan Evan.
"Gue mau cari something dulu. Biar dia nggak marah" kata Nicko.
"Iya, sono cari yang banyak. Jangan lupa nanti kalo sampai rumah langsung bikinin kita ponakan ya, yang banyak" kata Toni pengawuran.
"Ponakan pala lo peang!!!! " kata Nicko kesal. Untung tidak ada orang di area mereka berjalan saat ini.
"Kita kan cuma request. Lagipun, kalian kan udah pernah kayak gitu " kata Toni asal. Nicko mendelik seketika.
"Lo mau fitnah gue?!!! Gue nggak pernah ya ngerusak anak orang. Bini gue aja nggak perna gue recokin. Gada!!!! " kata Nicko kesal.
"Lah harus tahan nafsu lagi dong" tanya Evan sambil terkikik. Nicko ternyata sebodoh ini.
"Maksud lo? " tanya Nicko heran.
"Gue nyindir lo ******!!!! " kata Evan keras.
"Nggak usah ngatain gue ****** juga kali!!!!! " kata Nicko ikut sebal.
"Iya bos, you most brilliant deh" kata Evan mengalah.
"Nah itu lo tau" kata Nicko bangga.
"Iya briliant, tapi udah di kasih kesempatan nggak di pake percuma juga. Sama aja ******" kata Toni.
"Apa lo bilang?!!!!! " tanya Nicko keras.
"Nggak, gue kayak monyet" kata Toni asal.
Nicko memilih mengabaikannya. Dia malah sempat kepikiran dengan omongan Toni barusan.
"Apa nggak masalah kalo gue ngelakuin itu ke Aka sekarang? " bati n Nicko bertanya tanya.
"Ck, buruan ngos!!!! Letoy lo" kata Nicko sebal.
"Iya bosqu" kata kedua temannya pasrah.
•••••
Yuhu!!! Ia am come back lagi setelah sekian lama hiatus. Janagn lupa bantu vote yah
See you
Tbc