This Crazy

This Crazy
TC chapter 24 {you know, i dont know}



...Jika mencintai sama dengan memiliki, lalu untuk apa orang mencintai lalu dengan mudahnya melupakan pergi ?


...


...Akasia Violetta Brian ...


Aka masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Rangga berdiri sambil memasang wajah tanpa dosa ke arahnya. Nicko masih dibelakang Aka sambil menahan amarah.


“Gue kangen banget sama lo” kata Rangga sambil berjalan mendekati Aka. Nicko masih menahan amarahnya dengan mengepalkan tangan. Membuat buku buku tangannya memutih. Aka tersenyum mengejek.


“Kangen?!! Are you lie with me?!!! “ kata Aka sambil tersenyum meremehkan. Rangga mematung seketika. Kakinya tiba tiba berhenti melangkah.


“Apa maksudmu Ka? “ tanya Rangga seolah tak paham. Aka mendengus kesal.


“Bahkan lo pura pura nggak tau apa yang udah terjadi waktu itu. Haha you are *****!!! Big *****!!!! “ kata Aka keras. Baik Rangga maupun Nicko sama sama kaget dengan perkataan Aka. Seingatnya gadis itu tidak pernah sekalipun berkata kasar.


“Oke gue minta maaf, sekarang kita baikan ok? “ kata Rangga tanpa dosa. Ia baru ingat dengan kejadian dua tahun silam. Kejadian yang membuatnya harus mencari Aka.


“Apa nggak ada yang bisa lo omongin selain itu setelah semua yang lo perbuat sama gue?!!! “ kata Aka lagi.


Kemarahannya benar benar memuncak sekarang.


“Gue harus bilang apalagi sih Ka? Itu masa lalu, lupain aja. Gue masih cinta sama lo. Gue masih miliki lo. Gue mau kita balik lagi kayak dulu. Mulai dari awal. Anggep aja diantara kita nggak ada masalah sama sekali” kata Rangga terlihat memohon.


“Bullshit!!!!!! Lo bilang cinta?!!!!!! Cinta yang lo kasih ke gue Cuma love shot!!!!! Jika mencintai sama dengan memiliki, lalu untuk apa orang mencintai lalu dengan mudahnya melupakan pergi ?” kata Aka tajam.


Rangga tak dapat berkata apa apa. Dia bungkam dengan penuturan Aka.


“Gue salah apa lagi Ka? “ tanya Rangga tak paham. Nicko semakin geram melihatnya.


“Lo masih tanya apa kesalahan lo sama gue?!! Lo bener benar brengsek ya!!! Dengan mudahnya lo ngehancurin hati gue, dan tiba tiba datang lagi sambil minta maaf seolah lo adalah orang paling suci di seluruh dunia. Enak banget ya jadi lo. Sepertinya sekarang penjara udah nggak ada gunanya. Buktinya, orang bersalah kayak lo masih aja bisa bebas kayak gini” kata Aka. Nafasnya naik turun tak karuan. Hatinya benar benar panas saat ini.


“Lo tau Ga apa yang gue rasain waktu itu?Lo tau?!!Gue bener bener hancur sehancur hancurnya Ga. Gue kira lo bisa mengantikan Reval, tapi apa yang gue dapet?!!! Hanya penghianatan tak berkesudahan. Gue hampir bunuh diri saking frustasinya waktu itu Ga. Lo tau? Kepergian Reval jauh lebih baik dari pada lo. Reval mungkin udah mati, tapi yang mati cuma raganya. Sedangkan elo?!!! Hati lo yang mati gara gara seorang cewek penggoda. Gue bener bener nyesel Ga. Nyesel senyesel nyeselnya kenal sama cowok brengsek kayak lo!!!!! “ kata Aka dengan marah. Rangga terdiam seketika.


“Ka, udahlah, gue udah minta maaf. Kenapa lo masih kayak gini? Iya gue tau gue salah. Kita bisa mulai baik baik dari awal lagi bukan? “ kata Rangga memohon. Ia tidak menyangka Aka akan berubah seperti ini. Aka tersenyum sinis.


“Gue nggak bakal pernah balik sama cowok yang lebih jelek ahlaknya daripada iblis kayak lo!!!! “ kata Aka penuh penenkanan.


“Gue udah terlalu kecewa Ga, kecewa. Gue udah pernah bilang kan, kalo lo nggak bisa nyembuhin luka hati gue, mending Jangan buat lagi. Gue tuh cewek Ga, cewek!!! Gue bukan boneka yang bisa lo mainin sesuka lo. Andaikan gue bisa milih, gue milih jadi boneka Annabell, Tiffany, atau jailangkung sekalian juga nggak papa biar bisa balas dendam ke elo. Tapi apa?, gue cuma cewek biasa Ga. Lo kalo nggak bisa ngehargain cewek, sama aja lo nggak bisa ngehargain ibu lo sendiri. Sekarang, semua udah terlambat. Gue sempat heran, kanapa lo pake balik lagi nyariin gue? Kenapa nggak sama Frezy yang udah pernah tidur sama lo. Katanya waktu itu kalian pingen nikah. Mana buktinya?!! Heh, udah punya anak kan? Mana anak lo? Siniin gue pingen gendong” kata Aka sambil tersenyum getir. Air mata terlanjut luruh dari pelupuk matanya. Ada nada kekecewaan yang sangat mendalam terselip dalam kalimatnya.


Rangga menggeleng kuat. Ia kembali melangkahkan kaki ke arah Aka. Aka mundur dengan waspada seolah olah jika dia dekat dengan Rangga akan terkena penyakit menular.


“Lo salah Ka, Lo salah tentang gue. Gue nggak pernah nggak cinta sama lo. Gue selalu cinta sama lo. Lo selalu membayangi mimpi mimpi gue setiap malam. Mungkin lo benar tentang gue sama Frezy. Ok gue jujur soal itu. Tapi itu bukan keinginan gue Ka. Gue terpaksa kayak gitu buat apa? Buat memenuhi kehidupan gue. Lo tau sendiri kan kalo orang tua sama kakak gue kerja ke kota. Gue nggak mau nyusahin mereka. Gue mau ngebantu mereka cari uang. Dan hanya itu cara gue untuk dapat uang saat itu. Frezy memaksa gue untuk melakukan itu dengan iming iming bayaran besar untuk gue. Gue nggak pernah cinta sama dia Ka, nggak pernah. Gue nolongin dia waktu malam itu agar dia selamet. Kalo nggak gue tolongin, dia bakal mati di tangan lo. Lo jangan salah sangka dulu Ka, Gue...... ” kata Rangga tiba tiba terpotong.


“Kenapa lo nggak nolongin gue waktu itu?! “ tanya Aka penuh penekanan. Rangga terdiam kembali. Aka sekarang sangat berbeda dengan Akanya yang dulu.


“Lo lebih milih orang yang nyelakain dirinya sendiri dari pada nolongin orang yang baru saja di sakiti sama dia waktu itu? Hah perfect, you are couple perfect “ kata Aka sambil menepuk tangannya dan tertawa hambar.


“Aka dengerin gue” kata Rangga yang tiba tiba mencengkram bahu Aka kuat. Aka mematung seketika. Nicko tidak bisa lagi menahan kegeramannya. Tangannya semakin mengepal kuat.


“Lo salah Ka. Gue waktu itu emang nolongin Frezy. Tapi ada sesuatu yang nggak lo tau sama sekali. Waktu gue habis nganterin Frezy ke rumah sakit, gue langsung cariin lo. Gue ke rumah lo tengah malam buat ngelurusin omongan gue. Tapi apa yang gue dapet Ka? Rumah lo kosong, nggak ada barang barangnya, apa lagi orangnya. Gue segera manjat pohon saat gue lihat salah satu lampu di lantai dua nyala. Gue seperti orang kesetanan Ka waktu itu. Gue cuma nyariin lo. Dan akhirnya gue sadar. Gue terlambat buat jelasin semua ke elo. Lo tau, setelah kejadian itu, gue langsung ngumpulin semua uang gue buat nyariin lo. Gue sampai lupa berapa banya stasiun kereta api, terminal bus, pangkalan ojek, bahkan bandara yang gue lewati. Gue cuma pingen ketemu lo waktu itu Ka, gue nggak punya harapan hidup seolah olah elo adalah harapan hidup gue yang sedang gue cari. Gue udah telanjur nggak ngelanjutin sekolah. Bahkan jarang makan, buat cari lo. Tapi apa yang gue dapet waktu ketemu lo? Gue cuma dapet penyesalan yang tak berkesudahan kayak gini? Jawab Ka, jawab!!! “ kata Rangga penuh emosional. Nafasnya memburu tak berturan. Matanya kini telah basah. Aka masih kesegukan sedari tadi. Rangga segera menarik Aka ke dalam pelukannya. Ia tak tahan orang yang dicintainya menangis seperti ini.


Nicko membulatkan matanya seketika saat melihat adegan itu. Dengan gerakan cepat Nicko menarik pinggang Aka ke arahnya dengan keras.


“Nggak ada yang boleh sentuh milik gue” kata Nicko penuh penekanan di setiap kalimatnya. Nicko memeluk pinggang Aka dari belakang dengan posesif. Deru nafasnya semakin memburu menahan amarah. Rangga tertawa mengejek.


“Lo nggak usah ikut campur urusan gue anak kecil” kata Rangga dengan sombong.


Aka semakin ketakutan, dia membalikkan badannya dan memeluk Nicko dengan takut. Nicko memeluk Aka seakan tidak akan pernah melepaskannya terutama untuk orang yang ada di hadapannya saat ini.


“Jangan panggil gue anak kecil Om. Lo hanya perlu pergi dari sini atau memilih mati sekarang juga? “ kata Nicko mengeram. Aka semakin ketakutan di pelukannya.


Rangga membulatkan matanya geram. Dia baru sembilan belas tahun, kenapa sudah di panggil Om?!!. Dia benar benar kesal dengan Nicko saat ini.


Rangga yang terlalu menuntut kemarahannya. Ia segera mengarahkan tinjunya ke arah Nicko. Nicko segera menghindar dengan cepat. Nicko menangkis tinju Rangga dengan begitu lihai. Rangga semakin geram. Nicko menyuruh Aka untuk mundur. Ia takut Aka akan terkena serangan Rangga. Aka segara bersemunyi dibalik pohon besar. Ia mengamati pertarungan sengit itu dari kehahuan dengan was was. Ia tidak tahu perasaannya saat ini. Haruskah ia khawatir pada Rangga, atau pada Nicko.


Rangga masih menyerang Nicko tanpa ampun. Nicko tak tinggal diam. Ia juga membalas serangan Rangga. Nicko sengaja pura pura tersungkur saat Rangga mensleding kakinya. Ia segera berdiri dengan akting sempoyongan. Nicko yang masih membelakangi Rangga menunggu Rangga bertindak. Rangga segera mencekal bahu Nicko kuat. Nicko tersenyum miring.


“Masuk jebakan” katanya mendesis pelan. Nicko segera mencekal tangan Rangga yang ada di bahunya ia menahannya sambil mengambil posisi rukuk. Dan seketika, BRAKKKK!!!!!! Dengan mudahnya Nicko membanting Rangga. Suara tubuh terhempas membuat Aka menutup matanya kuat kuat ia ketakutan melihat pertarungan bebas itu.


Aka kembali menutup mata saat mendengar teriakan Nicko yang sedang di tinju bagian perutnya.


“Tolonglah Nicko Ya Allah. Aku mohon” kata Aka sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Tangannya tiba tiba merasa berat. Ada yang memegangnya. Aka menghentakkan tangannya, ia tak mau di pegang oleh Rangga.


“Ka ini gue” sebuah suara membuatnya tersentak kaget. Ini bukan suara Rangga. Ini suara orang yang baru ia doakan tadi. Aka segera menurunkan tangannya. Si pemilik suara tersenyum hangat melihat Aka walau dengan lebam di bagian pipinya yang sepertinya sangat menyakitkan.


“Lo nggak papa kan? “ tanya Nicko khawatir. Aka tersenyum mengiyakan.


“Matilah kau!!!!!! “ tiba tiba suara Rangga terdengar menggelegar. Nicko segera memeluk Aka dengan erat. Ia takut Aka akan terkena serangan Rangga.


BUK!!!!!!!! Suara balok kayu menghantam sesuatu. Rangga memukul kepala Nicko dengan sebuah balok kayu yang cukup berat dan keras. Nicko meringis saat darah mengalir di pelipisnya. Warna merahnya sangat kontras dengan seragam putihnya saat ini. Sorot matanya berubah kelam. Ia segera melepaskan Aka untuk membalas serangan Rangga. Aka menutup mulutnya kaget. Ia tak percaya Rangga akan seberani itu melukai seseorang.


“Hahaha!!! Lo bukan tandingan gue bocah tengik!!!!! Aka milik gue dan selamanya milik gue!!!!! “ kata Rangga berapi api. Nicko menggelengkan kepalanya sekali saat kepalanya berdenyut hebat. Meninggalkan sensasi pening luar biasa di dahinya. Dia menatap tajam ke arah Rangga.


“Aka selamanya milik gue dan akan menjadi milik gue seterusnya. Karena dia adalah istri gue!!!! Belahan jiwa gue. Gue nggak akan membiarkan cowok sebrengsek lo gangguin dia. Selama gue masih hidup jangan ngimpi bisa ngerebut dia dari gue. Pulang lo sana ke neraka!!!!!!! “ kata Nicko menyerang Rangga dengan membabi buta.


Nicko menahan sekuat tenaga rasa sakit yang menyerang kepalanya bertubi tubi. Nicko segera menyerang Rangga dari atas sambil menahan ngilu di dahinya. Ia tak memberikan Rangga kesempatan sedikitpun untuk membalas. Nicko meninju perut dan dada Rangga dengan brutal.


Kepalanya tiba tiba berdenyut tak karuan. Nicko berjalan mundur dengan sempoyongan. Ia tertuntuk sambil memegang kepalanya. Rangga yang melihat kesempatan itu segera berdiri tegak. Rasa mual di perutnya masih terasa bergejolak akibat tinju dari Nicko. Ia segera belari ke arah Nicko. Nicko yang melihatnya dari sudut matanya segera merundukkan kepalanya lebih dalam. Dengan gerakan cepat saat Rangga semakin dekat ke arahnya, Nicko segera mengambil roll depan. Saat tubuhnya terlentang, ia segera menekuk kaki kirinya dan mengangkat kaki kanannya sejajar paha Nicko. Nicko menendang tepat di daerah vital milik Rangga. Bukan hanya sekali, Nicko segera berdiri dan menendangnya secara bergilir dengan kaki kanan dan kirinya. Rangga menjerit seketika. Pangkal pahanya terasa sakit luar biasa. Bukan hanya tertunduk, Rangga sampai tersungkur saking kesakitannya. Air mata menetes begitu saja dari sudut matanya.


Nicko segera menggandeng Aka dan membawa Aka berlari menjauh. Kepalanya kembali berdenyut hebat. Nicko berhenti saat merasa mereka telah jauh dari.


“Lo baik baik aja kan? “ tanya Nicko khawatir. Aka tak bisa menahan air matanya yang terlanjur mengalir deras. Nicko menangkup pipinya khawatir.


“Mana yang sakit? “ tanya Nicko was was saat Aka menangis begitu saja di depannya.


“Bodoh!!!! “ kata Aka sambil masih berderai air mata. Nicko menatapnya bingung.


“Jelas jelas lo yang lagi sakit, kenapa lo nanyain keadaan gue?!!! “ kata Aka. Isakan tangisnya semakin keras. Aka segera memeluk Nicko erat.


“Jangan terluka lagi!!!! “ kata Aka tersedu sedu. Nicko tersenyum simpul.


Pening di kepalanya tiba tiba kembali mengerang. Nicko memegang kepalanya kesakitan. Aka yang melihatnya segera menelfon ambulans. Sebelum jarinya sempat mengetik nomor pada ponselnya, Nicko menahan tangannya.


“Nggak perlu, gue baik baik aja” kata Nicko tenang, walau begitu nyeri di kepalanya masih menyerang tak henti henti. Aka menggeleng tegas.


“Gimana lo bisa bilang baik baik aja waktu lo lagi kenapa napa?!! “ kata Aka. Ia menepis tangan Nicko dan segera menelfon ambulans.


“Halo pak tolong kesini sekarang, pacar saya kesakitan” kata Aka, ada nada cemas dalam suaranya. Nicko tersenyum melihatnya.


Tak berapa lama mobil ambulans segera datang dan menjemput mereka.


...•••••••••••••••••••••••••••••...


“Tolong nanti jangan terkena air dulu ya, supaya lukanya cepat mengering. Kami tidak perlu menjahitnya, hanya terdapat goresan dan sedikit lebam saja” kata dokter yang membalut luka Nicko. Nicko dan Aka mengangguk paham. Mereka segera pulang setelah menyelesaikan urusan administrasi.


“Bisa jalan?” tanya Aka khawatir. Nicko terlihat masih sempoyongan.


“Bisa, tapi masih agak pusing” kata Nicko apa adanya. Aka tiba tiba melingkarkan lengan Nicko ke bahunya.


“Lo mau apa Ka?” tanya Nicko terkejut.


“Lo kan masih pusing, nanti kalo tiba tiba lo ambruk gimana? Jadi gue bikin inisiatif gue harus mapah lo sampe rumah” kata Aka.


“Udah nggak perlu Ka nanti lo kenapa napa” kata Nicko.


“Nggak! Lo gini gara gara gue, jadi gue harus tanggung jawab sama lo” kata Aka tegas. Ia berusaha menahan lengan Nicko di bahunya. Nicko tersenyum jahil mendengarnya.


“Beneran mau tanggung jawab nih? “ tanya Nicko dalam hati.


“Akh!!!!!! “ jerit Nicko seketika. Aka sangat terkejut.


“Lo kenapa? Mana yang sakit?!!! “ tanya Aka panik. Ia meletakkan telapak tangannya di siku Nicko. Nicko tersenyum. Ia lantas menarik tangan Aka ke arah dadanya.


“Sini yang sakit kalo lo sedih” kata Nicko pelan.


Blush!!!!!


Aka kembali memblushing. Debar jantungnya kembali muncul. Bisa bisanya Nicko menggombal di saat seperti ini. Aka segera mengalihkan pandangannya.


“Nggak lucu tauk!!! “ kata Aka dengan debar tak menentu. Nicko tersenyum gemas melihatnya.


“Gue telfon supir aja ya, dari pada nanti gue harus gendong lo yang pingsan gara gara kebaperan” kata Nicko tersenyum senyum jahil.


“Bodo ah. Sana lo!!!!! “ kata Aka jengkel. Ia mendorong Nicko seketika. Nicko yang melihatnya terkekeh samar.


...♡♡♡♡♡♡♡...


...Wakakakaka!!!!!!! Wkwkwkkwkwkwkkwk, Ckakakakakaka!!!!!!! Ups haha sorry gue sempet terbawa suasana waktu Nicko manggil Rangga “Om” hahahaha!!!!!. Oh ya sorry pada bab ini babang Nicko terpaksa harus kenapa napa dikit, nggak papa kan? Semoga tambah suka ceritanya ya.....


...


...Btw kalian jadi pendukungnya siapa niehhh???


...


...RAKA as ahjussi Rangga and baby Aka atau


...


...ANO as baby Aka and oppa Nicko


...


...Atau....... SANI as baby Salsa and oppa Nicko juga boleh.


...


...Jangan lupa koment buat nentuin kapal siapa yang bakal berlabuh setelah ini. See you, Salsa sayang kamu.


...