
“Haha!!! Lo bisa aja. Itu dulu!! Bukan sekarang” kata cowok yang ada di depan Aka.
“Tapi emang si, lo dulu juga sering beli arum manis sampai gigi lo sakit” kata cowok di depannya lagi.
Dari kejahuan sepasang manik jelaga menatap mereka tidak suka.
“Jadi, lo mau nginep di rumah gue nih? “ tanya Aka penasaran.
“Ehhh” kata Aka kaget saat sikunya di tarik tiba tiba dari belakang.
“Pulang sekarang” kata Nicko dingin. Y
“Duduk dulu lah. Lo baru nyampe kan? Nggak mau pesen apa gitu? “ tanya Aka santai. Nicko melirik ke arah cowok di depan Aka dengan sinis.
“Siapa dia? “ tanya Nicko tanpa sungkan. Cowok yang ada di depan Aka segera mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah.
“Kenalin, gue Gufron. Kakak sepupunya Aka” kata Gufron santai. Nicko segera menjabat tangannya setelah Aka menyikut pinggangnya.
“Nicko, cowoknya Aka” kata Nicko penuh penekanan.
“Umm, elo ternyata” kata Gufron santai. Nicko mendelik penasaran.
“Gue udah tau semua. Kalian udah nikahkan? “ tanya Gufron sambil menyunggingkan senyum manis.
Nicko mengangguk dengan angkuh.
“Nggak usah cemburu. Aka temen gue waktu kecil. Nggak bakal gue pacarin apalagi gue rebut dari lo”
“Jangan di recokin dulu. Dia masih bayi”
“Sans. Gue bisa jaga komitmen kok”
“By the way, sorry ya gue nggak bisa dateng waktu kalian ijab qobul. Tapi gue janji deh waktu resepsi besok gue dateng”
“Malah gue sekarang yang di anggurin”
“Dasar manja”
“Ih!!! Jangan nyubit nyubit tambah tembem nanti”
“Lah nyadar juga”
“Gimana rasanya”
“Rasa apa? “
“Nikah muda”
“Asik sih. Gue juga sekarang bisa punya hobi baru”
“Apaan? “
“Nih bikin Doberman ini kesel”
“Haha!! Selamat ya. Gue yakin lo bisa ngurisin ini anak”
“Aka sering malu maluin nggak sih? “
“Banget”
“Ihhhh!!! Apaan sih kalian?!!! Mulutnya udah mirip kayak cewek, suka ghibah”
“Tapi beneran loh. Dia itu emang masih kayak anak kecil. Masih suka kalo di beliin boneka apalagi coklat. Kamar lo penuh bonekanya dia kan? “
“Kok lo tau? “
“Gue udah kenal ni anak dari masih nyemil upil”
“Gufron!!! “
“Waktu dia kecil emang suka maen sama anak laki. Tontonannya aja film trailer, action, laga. Pokoknya semua yang di sukai cowoklah. MotoGP, tinju sama sepak bola aja dia betah liat. Terus, kalo di suruh pake rok, susahnya minta ampun”
“Udah ih. Aib tau nggak!!!”
“Lah biarin. Biar laki lo itu tau lo luar dalam. Kasian kalo ngurusin lo yang masih sok sokan kayak anak koala”
“Eh, masih kayak dulu nggak? “
“Enggak lah. Sekarang udah mendingan. Udah tau ngerawat diri. Ngurusin gue. Apalagi kalo waktu bikin masker kebanyakan, pasti nanti gue yang make sisanya”
“Eh tunggu, lo anaknya pak Joshua Alvino kan? “
“Iya”
“Woaaa!!! Hebat lo Ka, udah jadi nyonya besar, bikin masker kebanyakan sisanya di pake tuan CEO”
“Paan sih. Ih"
●●●●●●●
“Eh Nicko” panggil Aka saat Nicko baru pulang dari kantor. Hari sabtu, sekolah libur, kantor masuk.
Nicko meletakkan tas kerjanya di meja. Ia tiba tiba menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.
“Di lepas dulu jasnya” kata Aka mengingatkan. Nicko menggeleng samar.
“Entaran aja lah” kata Nicko.
“Cium” panggil Nicko.
“Ya? “ sahut Aka.
“Gue pegel nih. Pijetin dong” kata Nicko serak. Aka menghela nafas pelan. Sepertinya Nicko benar benar lelah saat ini. Ia memutuskan menuruti permintaan Nicko.
“Lo habis ngapain sih? Kok sampai kayak gini? “ tanya Aka. Ia mulai memijat lengan kekar Nicko. Nicko menghela nafas.
“Gue habis ngurusin klien. Gila tu orang ngeyel banget, kalo nggak niat kerja sama yaudah, pake acara ngasih sarat banyak lagi. Yang ngajak kerja sama juga dia. Bikin kepala puyeng. Gue tolak aja tuh orang” kata Nicko mulai curhat. Aka hanya mendengarkan dengan sabar.
“Cuma gitu doang masak sampai kayak gini? “ tanya Aka memastikan. Nicko mungkin sengaja mencari perhatian kepadanya.
“Nggak Cuma itu, gue tadi juga ngecek di kebun coklat, lo tau kan gue jarang ngecek. Gue juga tadi pergi ke area yang akan dijadikan cabang pabrik yang baru, sekitar empat tempat tadi. Gila pegel gue Ka. Rasanya mau rontok tulang gue” kata Nicko mendramatisir. Aka hanya tersenyum gemas.
“Kan itu udah jadi tanggung jawab lo” kata Aka santai. Nicko malah cemberut.
“Iya sih, tapi gue bosen. Bakal beda ceritanya kalo gue ngecek kandungan lo. Gue bakal semangat terus” kata Nicko sambil terkekeh renyah. Aka melotot seketika.
“Coba ulangin lagi?!!! “ kata Aka. Ia sengaja menekan betis Nicko kuat.
“Akh!!! Sakit Ka, Bukan sekarang maksud gue, besok besok maksudnya. Kalo sekarang lo udah hamil gara gara cuma tidur sebelah gue, jantungan gue” kata Nicko sambil meringis.
“Kalo gitu biar gue nggak hamil sekarang, mendingan kita tidurnya pisahan aja” kata Aka enteng. Nicko segera membuka matanya.
“Eh jangan dong. Lo masih aman kok. Suwer gue nggak ngapa ngapain lo waktu tidur” kata Nicko sambil mengembungkan pipinya. Aka tergelak seketika.
“Orang sengkle kayak lo nggak pantes masang wajah sok imut” kata Aka.
“Ka~~~” panggil Nicko lagi. Aka mendengus kesal. Nicko jadi lebih cerewat sekarang.
“Apalagi? “ tanya Aka jengkel. Tangannya masih memijat lengan dan bahu Nicko.
“Gerah nih. Mandiin ya? “ pinta Nicko. Aka melotot seketika. Ia segera mendorong Nicko menjauh.
“Ogah banget!!! ” kata Aka tegas. Wajahnya memerah seketika.
“Lah napa? Gue kan suami lo” kata Nicko enteng. Aka cemberut seketika. Kedua alisnya bertaut sebal.
“Ye ngambek ni ye? Mau di cium mbak? “ kata Nicko sambil menoel pipi tembam Aka.
“Dasar pedofil lo!!! “ kata Aka sarkas. Nicko terkejut seketika.
“Elah kasar amat. Gue juga masih kecil kalik waktu pertama suka sama lo. Pedofil dari mana? Kalo gue om om umur tiga puluh tahunan pingen nikahin lo yang baru lima belas tahun, nah itu pedofil namanya” kata Nicko tanpa dosa. Aka masih sebal.
“Ka~~” panggil Nicko lagi.
“Cerewet banget sih lo” kata Aka ketus.
“Kalo nasib kita kayak gitu gimana? “
“Maksud lo? “
“Ya, andaikan tuhan nakdirin gue umur 30 han nikahin lo yang masih 15 tahun. Lucu nggak? “ kata Nicko aneh.
“Lucu apanya?!!? Gue jijik ya iya” kata Aka sambil bergidik ngeri. Nicko tergelak seketika. Ia tiba tiba memeluk Aka dari belakang.
“Untung nggak gitu Ka” kata Nicko sambil memposisikan dagunya di atas kepala Aka. Aka hanya mendengarkan dengan malas.
“Andaikan kayak gitu, gue nggak bisa jamin lo masih perawan” kata Nicko aneh.
“Lepas!!!!! “ kata Aka yang mulai tegang. Nicko masih menahannya.
“Enggak deh, becanda” kata Nicko santai.
“Lo mandi sana, bau tau. Bentar lagi sore “ kata Aka mencoba melepaskan diri.
“Iya istriku sayang. Emang Cium udah mandi? “ tanya Nicko.
“Hehe, belum” kata Aka sambil meringis lucu.
“Huuuu dasar, gue cium habis lo” kata Nicko sambil melenggang ke kamar mandi.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“Cekrek, cekrek” sebuah suara membangunkan Nicko dari tidur nyenyaknya. Lamat lamat ia mendengar suara orang terkikik. Nicko membuka matanya perlahan dan melihat penampakan kedua teman lucknutnya. Siapa lagi kalau bukan Dodi dan Edo.
“Puas ngambil gambarnya? “ kata Nicko saat matanya telah terbuka sempurna.
“Eh sorry, sengaja” kata Dodii tanpa dosa.
“Pergi lo ganggu aja” kata Nicko. Ia membelai punggung Aka saat gadis itu bergerak dalam dekapannya.
“Lo katanya mau ikut pengajian? “ tanya Edo mengingatkan. Nicko mendengus seketika. Ia hampir lupa dengan itu. Nicko hendak beranjak dari tempatnya. Aka tiba tiba mencengkram bajunya seakan tidak membolehkan Nicko pergi.
“Nih lihat, bini gue rewel “ kata Nicko datar sambil menunjuk Aka.
“Huuu bilang aja masib pingen anget angetan” kata Edo mengejek. Nicko melotot seketika.
“Eh geblek. Lo lihat sendiri nih. Gue aja nggak bisa ngelepasin” kata Nicko sambil menunjuk kausnya yang di cengkram Aka. Edo dan Dodi berusaha membantu melepaskannya.
“Eh busyet!!!! Ni megangnya kenceng amat ya? Susah bener ngelepasinnya” kata Edo salut.
“Amazing bro bini lo. Tangannya kurus kek gitu, eh kekuatannya segede gatotkaca” kata Dodi asal.
“Apa lo bilang?!!!! Bini gue kurus?!!!!! “ kata Nicko tak terima. Edi dan Dodi bergidik ngeri.
“Eh iya. Bini lo paling bohay deh” kata Dodi takut.
“Coba lo bilang lagi?!!!!! “ kata Nicko semakin geram. Ia kembali melotot marah. Dodi kicep seketika.
“Maksudnya bini lo paling sempuna” kata Edo membenarkan. Nicko tersenyum puas.
“Nah itu baru bener. Mata lo jangan senaknya lihat badan bini gue. Gue congkel baru tau lo” kata Nicko kejam.
“Nggak bro. Tenang, kita nggak bakal nikung lo kok”
“Sekarang gimana nih?” tanya Edo meminta kejelasan. Nicko mengendikkan bahunya.
“Nungguin aja bini gue bangun” kata Nicko enteng. Edo dan Dodi segera beranjak keluar kamar. Sebelum menutup pintu, Edo sempat menoleh ke arah ranjang. Tempat kedua mahluk itu berbaring nyaman. Aka mencoba menggaruk punggungnya. Karena lengannya di tahan Nicko, Nicko membantu Aka menggaruk punggungnya.
Edo mendengus lelah.
“Menang banyak tuh si Nicko “
Lima menit kemudian Aka akhirnya terbangun juga. Aka menggerakkan kepalanya ke bawah. Ia begitu terkejut saat menemukan dirinya yang memakai kaus pendek.
“Hwaaaa!!!!! Kenapa gue Cuma pake beginian?!!!!! Lo apain gue?!!!! “
“Ck, santai mbak. Lo masih ke segel. Lo aja yang pake begituan. Untung masih bisa gue tahan. Kalo nggak, gue nggak jamin elo masih bisa duduk sekarang” kata Nicko dengan entengnya.
“Ih, mesum!!!! “
“Lah, malah ngatain mesum lagi. Lo tuh tadi gerah, makanya gue bantu lepas”
“Lo tu ya?!!!!!! Jadi lo udah...... “
“Ck, belum lah. Yakali gue ngelakuin sekarang. Gue nggak mau di penggal sama bapak mertua”
“Beneran kan? “
“hahaha, ia Aka. Lagian lo mikirnya macem macem. Udah ya gue mau pergi pengajian”
“Tumen lo pergi pengajian”
“Ke pengajian salah, pergi maen salah, kalo gue dugem salah juga gitu? “
“Jangan gila lo!!!! “
“Hehe, peace my wife”
“Gue pergi dulu ya. Jangan kangen nanti bisa halu”
“Sana pergi aja”
maaf ya kelihatan ruwet soalenya aku nggak sempat ngedit. nunggu liburan dulu baru bisa sempet.
bagi kalian yang nggak tau doberman itu apa, nih aku kasih gambarnya.
Dah itu dulu. sekian bye bye