
...By the way, kok judulnya serem banget ya :v ??,...
...jangan pada kabur dulu, kalo nggak baca nyesel loh....
...Cuma dikit doang sih, aku juga nggak ngasih skip tempat berbeda. Moga ngefeel and suka....
...Selamat membaca...
...•...
...•...
“Sampai disini meeting kita hari ini. Kesepakatannya sudah saya tulis di sini. Saya harap kita bisa mematuhinya bersama” kata Nicko mengakhiri. Semua orang yang ada di ruangan itu segera berkemas untuk pulang.
Seseorang menepuk bahu Nicko dari belakang. Nicko otomatis menoleh ke belakang. Denis tersenyum ke arahnya. Dia adalah salah satu teman Nicko yang waras. Auranya sungguh membuat orang di sekitarnya terpesona. Pokoknya dia dan Nicko adalah most wanted-nya SMA PERMADANI BESI.
Bedanya, kalau Nicko terkenal dengan sikapnya yang dingin, sedangkan Denis kebalikannya.
“Lo ingat nanti malam ada apa? “ tanya Denis santai. Ia memang selalu terlihat tenang dalam keadaan apapun. Nicko mengernyit heran.
“Nggak tuh. Emang kenapa? “ tanya Nicko penasaran. Denis bersiul pelan.
“Nanti malam Halloween, lo lupa? “ tanya Denis dengan ekspresi tenangnya. Nicko kembali mengerutkan kening.
“Terus? “mengernyit tanya Nicko. Denis tersenyum ramah.
“Mati lampu juga” kata Denis sambil menelengkan kepalanya sedikit, lantas menegakkannya lagi dengan santai.
“Gue harap lo nggak pergi keluar rumah” kata Denis kembali. Nicko terkekeh samar.
“Karena mitos?” tanya Nicko menahan geli. Lagi pula, jaman sekarang masih percaya dengan mitos seperti itu terdengar menggelikan.
“Bukan” kata Denis tetap tenang.
“Lalu? “ tanya Nicko.
“Biasa, pasti ada anak anak yang akan meminta permen” kata Denis santai. Ia terkekeh renyah dan melangkah mendahului Nicko.
“Gue duluan” kata Denis sambil melambaikan tangannya. Nicko mengangguk dan segera membereskan peralatan menulisnya dan keluar dari ruangan itu.
Ponselnya tiba tiba bergetar. Sebuah notife masuk. Nicko segera men-swipenya.
...Chat room...
My wife;)
Lo udah selesai?
^^^Nickogans_^^^
^^^Iya, gue jemput. Lo dimana?^^^
My wife;)
Gue di halte. Jangan lama lama ya, gue takut. Udah sepi, gelap lagi
^^^Nickogans_^^^
^^^Lo jangan kemana mana. Gue otw nyusul kesana^^^
My wife;)
Cepetan!!!! Gue takut gelap. Nanti ada yang nyulik gue gimana? 😰😰😰
^^^Nickogans_^^^
^^^Nggak bakal adayang mau nyulik lo😒😒^^^
Nicko segera memasukkan kembali ponselnya dan menyalakan mesin mobil. Sebuah notife muncul kembali. Nicko memilih fokus menyetir.
Sebuah gerbang dari baja kokoh terpampang megah di depannya. Nicko menepikan mobilnya persis di depan halte. Seorang gadis langsung menghampirinya dengan tergesa gesa. Aka segera masuk ke dalam mobil.
“Lama banget lo. Gue hampir ngompol saking takutnya tadi” kata Aka dengan gemetar. Nicko tersenyum tipis.
“Jadi? “ tanya Nicko tiba tiba. Aka menoleh seketika.
“Apanya? “ tanya Aka bingung.
“Ngompolnya lah” kata Nicko santai. Aka mengernyit heran. Dia benar benar bingung dengan Nicko.
“Nggak ngompol malah di suruh ngompol. Aneh” kata Aka mencibir. Nicko kembali fokus menyetir. Aka melirik ke arah Nicko.
“Ngomong dong. Diem aja lo” kata Aka mencoba mengusik Nicko.
“Gue harus fokus nyetir Aka” kata Nicko tenang. Aka mencebik kesal.
“Sini in hp lo” kaga Aka ketus. Tangannya terulur ke arah Nicko. Nicko mengernyit heran.
“Hp lo? “ tanya Nicko.
“Low bath. Udah buruan siniin!!!!!” kata Aka kesal.
“Tuh ambil sendiri di saku gue” kata Nicko. Pandangannya masih fokus ke depan. Aka segera mencondongkan badannya ke arah Nicko. Ia meraih hp Nicko yang menyembul dari balik saku celananya.
“Game lo banyak amat” kata Aka berkomentar. Nicko hanya menjawab dengan deheman singkat. Selebihnya Aka memilih diam sambil memainkan salah satu game dalam hp Nicko. Nicko melirik sekilas lantas tersenyum manis melihat Aka mulai anteng. Gadis itu memang terlalu hiperaktif dalam segala kondisi. Melihat Aka yang tenang sangat menyejukkan mata.
...•••••••••••••••••••••••••••••••••••...
Tengah malam Nicko terbangun dengan tenggorokannya yang terasa kering. Nicko segera beranjak dari ranjang dan menuju dapur.
Beberapa menit setelahnya Aka juga ikut terbangun. Bedanya Aka terbangun akibat suara guntur yang sangat kencang. Aka segera membuka matanya seketika. Suara guntur itu malah masuk ke dalam mimpinya dan mengusiknya. Aka mengucek kembali matanya. Gelap. Hanya kegelapan yang ia lihat. Aka menolehkan kepalanya ke arah kanan tempat Nicko tertidur.
“Nicko, kok gelap? Gue takut” kata Aka memelas. Aka menggoyangkan kembali apa yang dia pegang. Aneh, mana mungkin tubuh Nicko seempuk ini?.
“Kok nggak jawab? “ tanya Aka mulai takut.
Sebuah sinar masuk ke kamarnya di iringi dengan suara geledek yang memengkakkan telinga. Aka terlungkup ketakutan.
“Ihhhh Nicko!!! “ kata Aka mulai histeris. Aka menarik benda yang dikiranya tubuh Nicko itu. Aka semakin kaget saat benda itu sangat ringan.
Gluduk cetharrrrr!!!
Suara guntur dengan kilatan cahaya kembali terdengar. Aka menjerit seketika. Bukan, bukan karena Aka terkejut dengan suaranya, namun karena dia melihat benda berwarna putih terbaring di sampingnya dengan bentuk seperti permen sugus.
“Waaaaaa pocong!!!!!!!!!!! “ jerit Aka histeris. Tanpa menunggu lama, Aka segera berlari tak tentu arah. Tangan Aka meraba sekitarnya, mencoba mencari jalan keluar. Setelah mendapat akses keluar pintu kamar, Aka segera berlari hati hati.
“Nicko ~~~ , lo dimana? “ kata Aka sambil terisak. Tubuhnya mulai bergetar ketakutan. Hanya satu harapan Aka, bertemu dengan Nicko.
Di lain tempat, Nicko menuju tangga dengan membawa senter. Rumahnya terasa sunyi saat ini.
“Nicko!!!!!!!! “ jerit Aka keras. Nicko mendengarnya dan segera menghampirinya. Ia tahu Aka pasti ketakutan. Gadis itu benci kegelapan.
“Ka, Aka!!!! “ Nicko berteriak keras. Aka melihat sebuah cahaya di lorong menuju tangga. Tanpa menunggu lama, Aka segera berlari ke arah Nicko.
Bruk!!!
Aka berhambur memeluk Nicko dengan erat. Isakan keluar dari bibirnya.
“Gue takut. Gue nggak suka gelap” kata Aka. Isakannya semakin keras.
“Udah Ka, ada gue disini. Tenang ya” kata Nicko membujuk.
“Gue takut, di kamar tadi ada pocong” kata Aka histeris. Nicko mengernyit heran. Mana ada pocong di kamarnya?.
“Nggak ada yang kayak begituan Aka. Lo lupa kita tiap hari sholat sama ngaji di kamar? “ tanya Nicko mencoba menepis anggapan Aka.
“Beneran tadi ada pocong di samping gue” kata Aka ketakutan.
“Mungkin cuma bantal guling” kata Nicko memberi sugesti.
“Nggak!!! Itu bukan bantal!!!! “ kata Aka keras.
“Udah udah, kita tidur lagi aja ya” kata Nicko menenangkan.
“Takut, gue gendong” kata Aka dengan melambaikan tangan ke arah bahu Nicko.
“Iya gue gendong” Nicko berjongkok. Senter dia berikan kepada Aka. Aka segera naik ke atas punggungnya.
“Nggak ada yang namanya begituan Aka” kata Nicko menenangkan. Mereka sudah sampai di kamar. Nicko menurunkan Aka di kasur. Aka turun dengan perlahan. Namun tiba tiba....
“Udah nggak ada. Tidur lagi ya? “ kata Nicko tenang. Aka masih menangis kesegukan. Ia menggeleng samar.
“Nggak mau, masih takut” kata Aka sambil menyeka air matanya.
Nicko menghela nafas pelan. Apa dia harus menengangkan Aka seperti menenangkan adiknya saat menangis?.
Nicko menarik kepala Aka agar berbantal pahanya. Aka terkejut dengan tindakan Nicko.
“Ko, apa nggak masalah gue tidur kayak gini” tanya Aka gugup.
“Nggak papa, lo takut kan?. Mending lo tiduran aja” kata kata Nicko tenang. Bahu Aka masih bergetar hebat.
“Beneran nih? “ kata Aka semakin gugup. Sesuatu yang aneh mulai bergejolak di dalam dirinya.
“Nggak papa. Bawel lo ah. Gue tinggal loh? ” kata Nicko tanpa beban.
“Jangan!!!! “ kata Aka ketakutan. Aka menenggelamkan wajahnya menghadap perut Nicko Yang bisa dia jadikan sandaran saat ini hanya Nicko. Kalo Nicko tidak ada di sini, lalu siapa yang akan menemaninya dengan mata yang tak bisa melihat keadaan yang gelap gulita? . Nicko terkekeh samar. Ia mencubit pipi Aka pelan. Aka melongo seketika. Apa Nicko kesurupan jurig?!!!!
“Ka~~” panggil Nicko tiba tiba. Aka hanya berdehem singkat.
“Lo lagi bayangin siapa kalo lagi kayak gini? “ kata Nicko. Entah, dia ingin saja bertanya begitu. Aka terdiam sejenak.
“Maksudnya? “ tanya Aka bingung.
“Lo nganggep gue siapa kalo lo lagi tiduran kayak gini? “ kata Nicko masih bersabar.
“Oh, nggak tau tu. Papi gue mungkin, atau kakak gue” kata Aka tanpa beban.
“Seperti dugaan” batin Nicko mencoba tenang.
“Ko~~” panggil Aka tiba tiba.
“Hmmm” sahut Nicko dengan deheman.
“Nyanyiin dong biar gue ngantuk” kata Aka merengek manja.
“Nyanyiin apaan? “ tanya Nicko. Sebenernya matanya juga mulai mengantuk kembali.
“Terserah, penting bisa bikin gue ngantuk” kata Aka terus terang. Nicko memikirkan sebuah lagu penghantar tidur. Ia pun segera mendendangkannya.
“Nina bobo, oooo Nona bobo, ka~~” dendang Nicko.
“Hwaaaaa!!! Jangan nyanyi itu!!!!! “ Aka tiba tiba berteriak. Aka mempererat pelukannya di perut Nicko.
“Iya, gue nggak nyanyi itu lagi” kata Nicko pasrah. Nicko mendengus kesal. Sekarang sudah jelas. Aka terlalu parno.
“Woy!! Jangan kenceng kenceng!!! Perut gue sakit!!! “ kata Nicko memperingatkan Aka. Aka kembali melonggarkan pelukannya.
“Maaf, itu nggak sengaja” kata Aka gugup.
“Nyanyiin lir ilir aja. Mama selalu nyanyiin itu kalo gue mau tidur” pinta Aka.
Nicko hanya bisa menurut. Ia pun segera mendendangkannya.
...Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir...
...Tak ijo royo royo...
...Tak sengguh panganten anyar, tak sengguh penganten anyar...
...Cah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi...
...Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro, kanggo mbasuh dodotiro...
...Dodotiro, dodotiro kumintir bedah ing pinggir...
...Dondomano jrumatane kanggo seba mengko sore, kanggo seba mengko sore...
...Mumpung padang rembulane, Mumpung jembar kalangane...
...Sun suroko, surak hiyo...
“Nicko~~” panggil Aka tiba tiba. Nicko berhenti seketika.
“Udah ngantuk kan? Buruan tidur gih” kata Nicko santai.
“Kebelet” kata Aka bercicit pelan.
“Hah? Apaan?!!! “ tanya Nicko yang kurang jelas mendengar suara Aka yang sangat pelan.
“Kebelet!!!!! “ teriak Aka gemas.
“Sono pipis. Pake acara ijin segala” kata Nicko sambil menutup mulutnya yang terus menguap.
“Takut” cicit Aka pelan. Ia hampir terisak kembali.
“Nggak ada apa apa” kata Nicko lirih.
“Nanti ada yang gangguin Aka gimana? “ kata Aka kembali parno.
“Nggak, nggak bakal ada” kata Nicko tenang.
“Lo ikut ya“ kata Aka tiba tiba. Nicko terbelalak seketika.
“Heh?!!!! Gue cowok Ka!! ”kata Nicko memperingatkan.
“Tapi Aka takut di tinggal sendiri” kata Aka. Ia hampir terisak kembali.
“Nggak ada apa apa, gue tungguin aja dibdepan pintunya” kata Nicko.
Aka akhirnya menurut. Ia mengangguk. Nicko memberikan Aka senter dan mengantarkannya sampai depan pintu kamar mandi.
Beberapa menit kemudian
“Nicko” panggil Aka yang ada di dalam kamar mandi.
“Apa lagi? “ kata Nicko mulai jenuh.
“Jangan di tinggal. Gue takut” kata Aka terdengar gemetar.
“Iya, cepetan. Parno banget sih jadi cewek”
“Biarin. Kan emang tugas lo buat jagain gue” kata Aka. Nicko menghela nafas pelan.
“Untung ini istri gue, kalo nggak, bakal gue takut takutin sekalian ampe loncat dari balkon” batin Nicko.
“Lo masih lama nggak? “ tanya Nicko. Rasa kantuk masih terus menyerangnya.
“Emang kenapa? “ tanya Aka polos.
“Ck, cepetan lo udah selesai belum? “ kata Nicko sebal.
“Bentar” sahut Aka singkat.
Aka akhirnya keluar dari kamar mandi.
Tak!!!!
Tiba tiba listriknya kembali menyala.
“Nicko, ngantuk” kata Aka sambil menguap lebar. Nicko segera menutup mulutnya. Ia segera menuntunnya kembali ke kamar.
“Tidur lagi ya” kata Nicko membujuk Aka. Aka mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, Aka segera terduduk di atas ranjang.
”Eh, besok kita mau ke....... “ Nicko kembali melirik ke arah Aka. Aka sudah menghela nafas dengan teratur. Gadis itu sudah tertidur.
Nicko tersenyum melihatnya. Ia segera menata posisinya agar Aka tidak ke kesakitan saat bangun.
Nicko tersenyum bangga. Sepertinya tidak terlalu sulit mengurus Aka. Hanya saja rasanya aneh saja. Aka bukanlah hadis kecil seperti adiknya. Aka seorang gadis yang beranjak remaja.
Nicko mengecup dahi Aka singkat. Entah dapat ide dari mana, Nicko bergerak memeluk Aka dengan erat. Kepala Nicko bergerak menuju atas kepala Aka. Nicko menghirup aroma shampo yang terasa manis di rambut Aka.
Akh, sial. Katakan Nicko mulai kecanduan sekarang. Tangan Nicko bergerak membelai rambut Aka dengan lembut. Nicko kembali melayangkan kecupan hangat di dahi Aka. Rasanya benar benar tentram. Tak lama kemudian, Nicko segera ikut tertidur.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Heyyyo!!!!!!! Nyonge teko maning. Ana yang kangen apa orak kiye karo nyonge? Njaluk panglipure yak, nyonge nulise sitik tok kiye. Ana yang arep takon neng cerito iki? Aje lali vote karo komen yak. Hehe, pada mudeng nggak? Tanya aja sama yang mudeng ya. See you baibai