This Crazy

This Crazy
31_misteri



...Mohon maaf sebelumnya, kepada seluruh pembaca This Crazy yang terhormat. Belle selaku author tidak bisa update dalam waktu yang cukup lama di karenakan urusan penting. Jadi mohon pengertiannya.🙏...


â—Źâ—Źâ—Źâ—Źâ—Źâ—Ź


“Udah semua kan berkasnya?” sambil menyatukan berkas lembaran hasil anak anak klub, cowok itu berujar.


“Udah kak" jawab Aka dengan sopan. Virgo hanya menganggukkan kepalanya perlahan.


“Untuk kali ini segini aja. Thanks bantuannya" kata cowok itu sambil menyunggingkan senyum manis.


“Kalo gitu gue boleh duluan kak?” tanya Aka pamit.


“Oh iya, udah mau istirahat ya? Duluan aja nggak papa”


“Permisi kak"


“Iya”


Aka melemaskan jari jarinya. Menata berkas memang kadang melelahkan. Ngomong ngomong, Aka sekarang masuk klub keterampilan di sekolahnya. Kadi jangan heran kalau dia kadang pulang sore.


...Ono sikel ongklang angklung...


Aka mengernyitkan dahi. Tumben jam segini klub musik latihan. Tapi, untuk apa? Bukankah masih lama lombanya?.


Aka kembali menajamkan pendengaran. Dia tidak mau salah dengar.


...Cah ayu lunggoh nang nduwur wit...


Suara itu masih terdengar. Aka bahkan melangkah tanpa suara demi bisa mendengarnya jelas.


...Duh gusti sopo toh cahe kui?...


...Ndak marai atiku kesemsem...


...Ayune ngungkuli dewi madrim...


...Linggeh nang kono karo jongkatan...


...Duh nopo kok pasuryane mendung?...


...Nangis mengkono gregele...


...Klambi putih seng wes rusoh...


...Pasuryo pucet karo suco belo...


...Rambut dowo kang keterak angin...


Aka mengernyit heran. Apa ini syair kuno? Kenapa aneh sekali?. Gadis itu memilih mendekat ke arah sumber suara. Bukan, asalnya bukan dari klub musik maupun bestcame paduan suara.


Asalnya dari....


Gudang lama?!!


Ngomong ngomong, gudang yang baru berada di lantai dua.  Dan Aka sekarang berada di lantai tiga sekolahnya.


Mencoba menghilangkan pikiran ataupun bayang bayang negatif dari cerita yang beredar tentang gudang ini, Aka memberanikan diri mendekati jendelanya.


Aka berjinjit dan mengintip lewat jendelanya. Matanya mengitari isi di dalamnya. Tidak ada yang aneh memang, hanya benda benda usang yang tidak terpakai.


Gadis itu menghela nafas. Mungkin hanya halusinasi, pikirnya.


Aka berbalik dan hendak pergi. Namun suara itu terdengar kembali.


...Sopo kui kang pengen reti?...


...Meneo rene tak kandani...


...Ojo wedi ojo kaget...


...Rene tak kandani opo seng pengen dak kue ngerteni...


Aka reflek menoleh kembali ke arah jendela. Di sana, tepat di atas susunan kursi rapuh Aka melihat makhluk.....


Aka menutup mulutnya tak percaya. Matanya membelalak tak dapat menerima apa yang dilihatnya.


Aka mundur dengan perlahan dengan penuh ketakutan.


“Nggak....gue pasti salah lihat" kata Aka dengan suara bergetar.


Aka segera lari sekencang kencangnya. Dia tidak mau melihat makhluk itu lagi.


Aka duduk di kursi setelah capek berlari. Dia mencoba mengatur nafasnya.


Entah apa yang dilihatnya, mata Aka terus fokus ke arah gudang tadi.


“Aka” panggil seseorang di belakangnya. Aka segera menoleh.


“Lo ngapain disini?, nggak takut kesambet lo? “ tanya Luna. Aka tersenyum.


“Nggak, Cuma gue heran aja ada orang yang lewat tadi. Tadi waktu gue ikutin, malah dia ngilang sampai sini” kata Aka apa adanya. Luna bergidik ngeri.


“Jangan ngaco ah. Bikin parno aja, nggak lucu tauk” kata Luna sambil tertawa hambar.


“Balik ke kelas aja yuk” kata Luna sambil menarik tangan Aka.


“Nggak ada nanti nanti, bentar lagi mau masuk Ka” kata Luna tak mau di bantah. Aka hanya bisa merelakan tangannya di tarik menuju kelas.


••••••••••••••••••••••


Nicko pulang lebih awal dan menemukan Aka dengan berbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menuyupi tubuhnya sebatas bahu. Nicko segera menghampirinya.


“Napa lo, lemes bener tumben"


“Nggak tau tuh. Lagi nggak enak badan aja"


“Mau gue bikinin sesuatu?”


“Nggak ah, tadi gue juga udah makan"


“Ok, gue ganti baju dulu"


“Nicko"


“Hmm"


“Sinian bentar”


“Kenapa?”


“Gue boleh minta sesuatu nggak?”


“Apa?”


“Tapi jangan ngatain gue aneh ya?”


“Nggak”


“Lo lepas baju"


“Hah? Seriusan? Bukannya kalo gue nggak pake baju lo marah marah sendiri?”


“Nggak. Gue cuma pengen lo nggak pake baju"


“Tapi gue jarang nge gym loh ka sekarang, jadi mungkin nggak terlalu jelas abs nya"


“Terserah, nggak papa"


“Sini bobok “


“Jangan megang kayak gitu ka"


“lah, kenapa?”


“Aneh aja gitu rasanya"


“Ka?”


“Ya?”


“Lo kan udah sering megang badan gue, boleh nggak sekali kali megang badan lo?”


“Nggak boleh la"


“Boleh la"


“Nggak boleh!”


“Hahaha, nggak deh. Boongan kok"


“Perut lo masih sakit?”


“Nggak sih. Tadi mama ngirim sup kunir. Habis aku minum jadi enakan"


“Bagus deh"


“Nicko"


“Hmm. Gue bau ya?”


“Nggak. Wangi kok. Gue cuma mau bilang, kali gue meninggal nantinya, lo jaga diri baik baik ya"


“Jangan ngomong kayak gitu"


“Gue lebih tua daripada lo"


“Jadi seharusnya gue dulu yang mati"


...♡♡♡♡♡♡♡...


 


...Jadi gini, niatnya Belle mau update kemarin. Tapi gara gara lagi nggak enak badan, Belle pending dulu. Belle kira hari ini bakal sembuh. Nggak taunya malah tambah parah. Yah biasa, gara gara cuaca sih kayaknya, jadi jangan paksa Belle buat ngebut kayak dulu lagi. Kalo nggak dalah sih kena flu, radang tenggorokan sama gejala muntaber. Nggak berharap banyak sih, mungkin lagi banyak dosa kali ya makanya kena penyakit....


Sekian dulu ya, Belle harus banyak istirahat. Sampai jumpa đź‘‹


Â