
Anyongaseo readers ku semua😊😊
Ada yang kangen kah sama ceritanya?sama tokohnya?atau sama authornya? eak eak hayo ngaku🤭🤭
Mon maaf sebelumnya author kebanyakan tugas jadi sibuk (edit : sok sibuk ding). Jadi jarang update, coba itung deh, ini udah hari keberapa setelah terakhir author update kemarin? udah luammaaaaa banget kan?
Jujur sebennarnya tuh Belle juga agak gimana gitu kalo telat update, yah tapi mau gimana lagi? nasibnya jadi warga penghujung sekolah mah gini.
untuk mengganti itu semua, jadi aktor mau kebut2 tan nih (edit : kebut2 tan biar cepet tamat loh. bukan kebut2 tan motor liar di jalanan). Jadi buat yang nggak suka aku bakalan cepet2 tamatin ini cerita, jadi mon maaf, dari pada aku keseringan hiatus, mending di percepat penamatannya.
So, sebelum kalian lanjut baca, komen dulu, siapa yang jadiin cerita this crazy sebagai vibes nya?
atau cuma suka sama tokohnya doang? atau ada yang cuma mampir habis itu nggak balik2?
tolong yah, author bikin cerita buat di baca. Jadi author pingin kalian juga suka sama alur ceritanya, bukan cuma tokohnya doang. Jadi plis plis like yang banyak dan rekomendasiin temen2 kalian semua!!!!!! karena kalo nggak, cerita author di lapak ini cuma bakal 3 doang, nggak bakal update cerita dengan judul baru lagi.
sekian lah, selamat membaca🤗🤗🤗
...♡♡♡♡...
...^_^...
Beberapa anak lelaki sedang duduk melingkar di ruang tamu.
“ABC ada berapa” mulai Zadit.
tiba tiba....
JEDUARRRRR
“Eeee buset buset!!!!! “ sontak semua yang ada di sana terlonjak kaget dengan suara pintu yang di buka paksa.
mereka menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang gadis berdiri di ambang pintu dengan mata yang nyalang.
“Waduhhh, betinanya ikut dateng” bisik Rozy.
“Mana bos kalian” kata Aka spontan.
“Tuh di kamar” kata Samuel apa adanya.
“Ngapain? “ tanya Aka mengejar.
“Lah mana kita tahu” kata Rozy cuek.
“Pada ngapain lo disini? “ tanya Aka lagi.
Radit memutar bola matanya sebal.
Ni cewek kebanyakan nanya lagi.
Radit terlihat berfikir
gue jawab lagi Ng***k? Mau lo? gitu aja apa?
“Ngerokok. Mau? Nih masih banyak” kata Radit merubah pikirannya.
“Ogah!!! Eh, Nicko juga? “ kata Aka was was.
“Mungkin” kata Rozy sambil memakan permennya.
Tanpa babibu, Aka segera masuk ke dalam kamar.
“Nicko!!!!!” teriak Aka seketika. Nicko yang melihat Aka tiba tiba datang sangat terkejut.
Aka segera berhambur memeluk Nicko. Nicko jadi kebingungan sendiri.
“Kenapa Ka?” tanya Nicko.
“Jahat banget lo ninggalin gue sendirian di rumah. Gue kira lo di culik tante tante genit" kata Aka sambil kesejukan.
“Nggak lah" kata Nicko sambil membelai rambut panjang Aka.
“Jangan ninggalin gue lagi" kata Aka cemberut.
“Iya, udah jangan nangis lagi" kata Nicko menenangkan.
“Nih Hp lo,tinggal 30 persen tuh” kata Aka sambil memberikan benda pipih itu kepada pemiliknya.
“Lo kesini pake apa?” tanya Nicko sambil menerima hp nya.
“Pake motor" jawab Aka sambil mengusap sudut matanya.
“Oh....”
GLUDUKKKK CTARRRRRR
“Ka, hujan nih. Nginep aja gimana? ” usul Nicko.
“Kamarnya masih ada yang kosong? “ tanya Aka.
“Lo tidur sama gue” kata Nicko santai.
Aka melotot seketika.
“Tapi, temen lo? “ tanya Aka takut.
“Mereka udah tau” jawab Nicko.
“Mereka udah tau? “
“Iya, lo tenang aja. Kalo mereka sampai bocorin gue bakal bikin mulut mereka lebar sampai ke telinga”
Aka jadi bergidik ngeri sendiri membayangkannya. Iya tidak mau melihat replika hantu mulut sobek di Indonesia. biar di jepang aja!!!
“Bener kan? “ tanya Aka memastikan.
“Iya. Lo takut sekamar sama gue?"
Aka menggeleng cepat.
" Sebenernya gue bisa aja bikin lo tidur sendiri, Cuma kan ya gue nggak mau temen temen gue gangguin lo”
Aka hanya mengangguk paham.
"Gue keluar bentar ya?" Nicko pamit.
Aka kembali mengangguk.
“Cewek lo tidur sini bro? “ tanya Haga.
Nicko hanya menjawab dengan gumanan.
“Kalo gue lihat lihat, nggak bunting ah” kata Eden.
“Mana bisa bunting. Belum gue apa apain sengklek!!!! “ kata Nicko berapi api.
“Lah, Dodi bilang....... “
“Gila tu orang” potong Nicko .
“Neng, masih aman kan? Belom kebobolan? “ teriak Eden.
“Apaan sih lo? Gue nikahin dia baik baik. Nggak gara gara nafsu. Belum gue rusak sama sekali” jelas Nicko.
“Eh bro, nanti malam jangan lupa denger lagu bagus ya. Nanti kita tungguin di depan kamar mereka” kata Rozy mengompori.
“Mau ngapain woy” geram Nicko.
“Kali aja mau bikin ponakan buat kita. Gue tau lo sengaja ke sini biar art lo nggak ngaduin kalo lo mau asek asek kan sama cewek lo”
“Otak kalian kebanyakan nyemilin micin . Sono liat sendiri di hape kalian”
“Lo lupa hape kita nggak bisa buat gituin setelah lo sadap dulu? “
“Itu demi keselamatan otak kalian biar nggak oon”
“Halah, bilang aja”
“Neng, jangan lupa besok pagi ceritain ke kita rasanya gimana ya”
“Setan!!!! Jangan rusak pikiran cewek gue”
“Lo yang setan kalo lupa baca doa. Harus gue ajarin ya? Bismil...... “
“Nggak perlu, gue udah tau”
“Nah, tu tau. Jangan lupa pelan pelan aja”
“Setan kalian!!!! Pada ngomongin apa sih?!!!! “
“Pada ngomongin sesuatu”
“Cih, najis rahasiaan”
“Lah lo juga”
“Udah!!! Kalian itu kelas berapa sih? Kok jadi kekanakan gini?" kata Aka sebal. ia ikut melihat keluar.
“Kami kelas purnama dari TK pertiwi”
“Najong!!!! Lo sendiri sana yang TK pertiwi lagi”
“Nicko udah” lerai Aka.
“Kok gue jadi pingen nikah ya? “
“Sono nikah sama kambing”
“Dih, cewek masih banyak ngapain nikah sama kambing”
“Trus istri lo mau lo kasih makan apa? Pasir sama batu? Uang jajan aja masih minta ortu kebanyakan gaya minta nikah. Kalo lo kayak Nicko baru lo minta nikah nggak papa “
“Nikah itu suatu tanggung jawab. Lo nggak bisa nikah Cuma nyari enaknya doang”
“Cie..... Pak Kyai ngasih mukhafadoh”
“Al Mukarom Haji Haji Haji Haji Haji Profesor Drs. Joshua Nickold Mpd, MH, ME. Lc”
“Keterlaluan kalian”
“Amini napa. Di doain malah ngatain”
“Ogah"
•••••••••••
Selimut kembali di tarik ke atas. Aka mencoba memejamkan matanya.
Tidak berhasil. Ia kembali mengubah posisinya. Entah rasanya beda saja tidur di sini.
“Nicko, ini beneran nggak ada CCTV-nya kan?” tanya Aka saat Nicko mencabut charger ponselnya. Nicko menggeleng singkat.
“Enggak lah. Buat apa masang begituan” jawab Nicko. Ia ikut naik ke atas ranjang.
Aka menempelkan kedua jari telunjuknya di depan dagu. Ia binging Harus memulainya bagaimana.
Nicko yang melihat gelagat aneh Aka segara tersadar.
“Nggak bakal ada stalker Ka disini" kata Nicko sambil membelai pucuk kepala Aka dengan lembut.
“Tumben rambut lo kusut" tanya Nicko mencoba mencairkan suasana. Aka menengadahkan kepalanya ke atas.
“Belum gue sisir dari tadi sore. Habis mandi langsung pergi nyari lo” kata Aka.
Nicko terkekeh singkat.
“Sorry, Salah gue berarti" kata Nicko. Ia lalu beranjak dan mulai menyisir rambut Aka dengan sisir yang ada di nakas.
“Nicko”
“Hmm"
“Soal perjodohan kita ini, apa orang tua kita hanya mementingkan relasi bisnis dan cucu?”
Nicko terhenyak. Ia bahkan menjatuhkan sisirnya tanpa sengaja.
“Umm, itu gue nggak tahu"
Aka mengangguk singkat.
“Gue heran kenapa gue bisa punya pemikiran kayak gitu"
“Ka”
“Hmm"
“Ini hidup kita, kita sendiri yang nentuin kita mau hidup kayak gimana"
“Iya si, cuma kan biasanya kayak gitu”
“Udah,jangan mikir macem macem"
“Nicko”
“Lupa Mami bilang apa?”
“Eh iya, emm kak maksudnya"
“Iya kenapa?”
“Gue harap...... “
“Pake aku kamu Ka"
“Iya deh. Lo tuh ya gue ngomong di sela mulu"
“Eits, sama suami loh, jangan ngegas ngomongnya”
“Bodo!!"
“Terusin mau ngomong apa tadi"
“Aka harap Kakak jangan ngarep berlebihan tentang anak"
“Aneh gue dengernya”
“Tuh, bikin kesepakatan aja. Kalo ada ortu pakenya aku kamu,tapi kalo nggak ada pakenya elo gue. Gampang kan?”
“Ok”
“Hah beneran?”
“Iyalah, gue juga kagok kali kalo di suruh pake aku kamu"
“Bukan yang itu loh"
“Trus?”
“Tentang ngarepin anak"
“Lo sakit?”
“Nggak juga. Alhamdulillah gue nggak punya kelainan kayak begituan, tapi maksud gue ,gue nggak mau kalo di paksa punya anak dalam waktu dekat ini"
“Phtttttttt Bwahahahahaha!!!!!”
“Cih malah ketawa lagi"
“Lah elo juga, emang siapa yang nyuruh punya anak?"
“Yee,nggak ada sih"
“Nah lo ,kan"
“Tapikan...”
“Shuttt udah,Tidur aja"
“Belum ngantuk, pinjem hape lo"
“Buat?”
“Biasa, stremingan MV suami kedua
“Nih"
“Gue tidur dulu"
“Ok”
"Jangan kemaleman"
“Iya suami"
“Cium dulu, suami pertama lo nanti cemburu"
“Sini"
Cup
"Dah sana tidur"
“Meet malam istri"
“Meet malam suami"
“Udah sana tidur nanti gue cium lagi loh"
“Sini sini cium lagi"
“Ih ogah, menang banyak dong nanti"
“Kalo menang banyak itu waktu bikin baby"
"Dah sono tidur"
"Ogah ah, bikin baby dulu baru tidur"
"Good Night" akhirnya Aka tidak jadi nonton MV bias favoritnya karena takut dengan suami laknatnya.
Nicko terkikik sesaat.
"Good night to, my adorable wife" katanya sebelum memeluk Aka dan melayang ke dunia mimpi.