The Unidentified Project

The Unidentified Project
Epilogue



Keesokan harinya, Galuh, Hina, Clara, dan Owen di panggil kembali oleh APD untuk menjelaskan kejadian yang kemarin. Penjelasan yang disampaikan oleh mereka cukup membuat was – was Kotarou. Pengamanan diperketat terutama pada Bandara dan Pelabuhan.


Menciptakan perang dunia ketiga dengan mempelajari sejarah Akari merupakan hal yang sangat konyol. Sains yang ada di Akari memang benar – benar maju namun apa yang sebenarnya sedang dicari oleh BIRDS. Itulah yang akan menjadi pertanyaan berikutnya.


Organisasi macam apa yang akan membuat sengsara setiap warga yang ada di dunia ini. Hal ini terkadang selalu berputar di kepala Galuh. Kehidupan tatanan dunia akan berubah jika perang dunia benar – benar dimulai lagi.


Kotarou kemudian sepakat dengan usul Shirou tentang dilarangnya warga sipil ikut terlibat dalam masalah keamanan. Hal ini juga ditanda tangani oleh walikota Akari.


Kini kehidupan Galuh kembali normal yang setiap harinya berkuliah. Pengalaman yang telah ia lalui tidak terlalu buruk juga. Dirinya kini duduk di bangku kantin sembari memandang langit.


“Aku tidak yakin jika Kotarou benar – benar melepaskan diriku.”


“Apa maksudmu?” tanya Hina.


“Ya kau tahu. Aku pasti akan dibutuhkan lagi.”


***


Sebuah pesawat lepas landas. Owen dan Clara kini akan menuju ke tujuan berikutnya.


“Kemana kita akan pergi?”


“London. Mereka akan menyerang London.”


Misi yang berat kini mereka mulia kembali. Tak disangka jika Owen sangat menikmati misi ini. Misi yang rumit kesalahan sedikit bisa menyebabkan perang dunia ketiga.


***


Kotarou menunggu seseorang di Bandara. Ia terlihat melihat jam arlojinya terus menerus. Seketika ada yang menyapanya dari belakang. Seorang wanita yang menjadi cinta pertama Kotarou.


“Selamat datang, Ina.”


Wanita yang bernama Ina tersebut tersenyum dan mengucapkan. “Aku pulang.”


***


Banyak hal yang terjadi secara tiba – tiba. Galuh merasa jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Ini masih berupa jeda saja. Tidak ada yang lainnya. Setelah hal buruk tersebut pasti akan ada hal baik yang menanti. Tidak ada yang abadi. Semuanya seimbang.


Meski begitu Galuh merasa penasaran dengan proyek yang digarap oleh BIRDS. Mungkin suatu saat dia pasti akan melupakannya begitu saja.


“Maaf aku melamun lagi.” Jawab Galuh. “Sebelum itu aku ingin pergi ke suatu tempat.”


“Ke mana?”


“Pantai, aku ingin melihat matahari terbenam.”


Mereka berdua pergi ke Pantai dengan DBS nya. Menikmati pemandangan yang indah di hadapannya. Langit berwarna oranye. Burung – burung bertebangan di langit.


Dunia ini sudah cukup indah. Tidak perlu adanya peperangan lagi. Aku berharap agar hal tersebut tidak terjadi lagi.


Galuh seketika membuka matanya. Apa yang ada hadapannya benar – benar pemandangan yang indah. Setelah matahari tenggelam di lautan, Galuh menyalakan mesin mobilnya.


“Hina, ada yang ingin aku bicarakan padamu.”


“Apa?”


“Soal itu, aku mencintaimu.”


“Eh, kenapa tiba – tiba?”


“Maafkan tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku. T-tapi jika kau menolak, aku tidak masalah.”


“Galuh memang selalu saja unik sejak dulu.” Ujar Hina sambil tertawa. “Aku pun juga begitu.”


Saran Shirou ternyata tidak sia – sia juga rupanya.


“Yosh, kini aku akan mentraktirmu.”


“Di mana?”


“Distrik tiga ini memiliki salah satu kedai yang cukup enak.”


“Wahhh, baiklah ayo ke sana.”


Malam pun tiba. Mobil tersebut kembali ke jalanan. Kota Akari mulai bersinar. Cahaya – cahaya gemerlapan tersebut sangat indah layaknya legenda Akari


BAGIAN 1: THE UNIDENTIFIED PROJECT (SELESAI)