
Beberapa jam sebelumnya…
Owen dan Clara tengah pergi ke distrik 3 untuk melihat kembali lokasi tersebut.
“Jadi apa yang akan kau rencanakan?” tanya Clara.
“Kita akan melihat penjahat tersebut kemari atau tidak,” jawab Owen. “Aku merasakan hal yang buruk di distrik 3.”
Owen mengendarai mobilnya dengan cemas. Sesuatu yang buruk tengah terjadi di Distrik 3.
Setibanya di Distrik 3, Owen menuju ke bangunan tua yang tadi ia kunjungi. Dirinya memakir mobil jauh dari bangunan tua tersebut agar hal yang buruk tidak terjadi.
***
Hina dan Fubuki tiba di Distrik 3. Mereka tengah menuju TKP yang berlokasi di acara festival Akari tersebut. Tidak ada orang sama sekali di sana. Hanya sebuah garis kuning dan bekas darah yang mengering.
“Aku pikir Galuh berada di sini.”
“Entahlah,” jawab Fubuki. “Aku tidak begitu tahu.”
Hina kemudian memperhatikan lokasi TKP tersebut. Bekas darah tidak ada senjata sama sekali. Barang bukti juga tidak ada. Hina penasaran kemana Galuh pada siang tadi pergi. Hina kemudian mengajak Fubuki untuk mengikuti lajur yang tadi siang Galuh lewati.
Mereka berdua berjalan di sore hari. Lautan membentang sangat luas dan indah bersamaan dengan matahari terbenam. Mereka terus berjalan hingga menemukan bangunan tua. Seperti pabrik namun bukan pabrik. Mereka berdua berjalan menuju tempat tersebut.
***
Terdengar suara teriakan dari kejauhan. Owen seketika terkejut setelah mendengar teriakan tersebut. Ia turun dari mobil bersama Clara dan berlari menuju bangunan tua tersebut.
Saat Owen memasuki bangunan tersebut, dirinya melihat Hina dan Fubuki disandera. Owen kemudian menodongkan pistol tersebut dan memulai menembak beberapa orang yang berada di bangunan tersebut.
Seseorang tengah berteriak dan menyuruh mereka berhenti menembak. Orang tersebut keluar dari bayang – bayang kegelapan tepat berada di belakang Hina dan Fubuki.
“Fred Hunt.”
“Cukup tahu juga kau rupanya, Owen. Kau pikir aku akan mati semudah itu,” ujar Fred.
“Ya setidaknya aku sudah mencurigaimu. Menghasut detektif tersebut dengan orang asli yang bernama John Flint. Untungnya saja aku bisa memprediksinya jika wajahmu dan John Flint kembar.”
“Jadi apa langkahmu selanjutnya?” tanya Fred.
“Menyelamatkan mereka.”
Owen kemudian mulai menembaki orang yang berada di lantai dua dengan cepat. Dirinya kemudian mencari tempat persembunyian.
Pistol yang digunakan Owen tidak sebanding dengan senjata milik mereka. Ia kemudian mengambil ponsel lalu berusaha untuk menghubungi seseorang.
***
Mobil Aston Martin melaju dengan cepat dan menabrak pintu bangunan tua tersebut. Galuh mengambil pistol Shirou yang terpasang diikat pinggangnya. Dirinya kemudian membuka kaca mobil dan mulai menembakinya.
DB5 kemudian menysul dan mulai menembaki beberapa penjahat. Karena terbantu, Galuh turun dari mobilnya dan berlari menuju ke Hina dan Fubuki. Dia melepaskan ikatan yang ada di tangannya. Lalu, Galuh menyuruh Hina dan Fubuki mencari tempat yang aman.
Galuh melihat orang yang tengah ketakutan berdiri tepat di dinding yang berlubang yang cukup untuk dilewati manusia. Dia kemudian mengejar orang tersebut.
Fred menyuruh anak buahnya untuk membunuh Galuh. Namun refleksi Galuh muncul secara cepat. Fred kemudian berlari entah menuju ke mana. Galuh mengikutinya. Fred berlari hingga sampai menemui tangga yang menuju ke ujung pulau.
Sekian terus berlari, Fred kehabisan jalan di depannya. Galuh menodongkan pistol tepat di belakangnya. Dengan ketakutan Fred kemudian mengeluarkan sesuatu yang berada di balik sakunya. Sebuah flashdisk.
“Disk ini memiliki beberapa data tentang Akari yang dapat dijual dengan harga sangat mahal. Jika kau membunuhku,” ancam Fred. “Disk ini akan jatuh tepat di laut.”
Galuh kini dilema memilih pilihan yang sangat sulit. Tiba – tiba tangan Fred terluka karena terkena tembakan. Galuh kemudian berlari dan mengambil disk yang melayang tersebut. Tanpa disengaja, dirinya tiba – tiba saja mendorong Fred hingga terjatuh, Galuh kemudian meraih tangannya.
“Katakan siapa pemimpin BIRDS? Apa yang dia mau dari kota Akari?”
Fred hanya tersenyum dan mengatakan. “The Unidentified Project, itulah proyek yang akan digarap untuk menciptakan perang dunia ketiga. Kini aku sudah membeberkan rahasianya. Lepaskan aku dan biarkan aku mati.”
Galuh kemudian melepaskan pegangannya tanpa segan – segan. Pria tersebut kemudian tercebur dalam lautan. Galuh berhasil mendapatkan disk tersebut.
Owen muncul di belakang Galuh. Kemudian Galuh memberikan disk tersebut pada Owen.
“Apa ini?”
“Sebuah disk, berisi data – data kota Akari. Kode proyeknya adalah The Unidentified Project. Kau harus memperlihatkan ini pada APD. Sebuah proyek yang akan menciptakan perang dunia ketiga.”
Galuh kemudian berjalan, Hina kemudian muncul dihadapannya. Kemudian Galuh memeluk Hina.
“Bodoh, aku sudah menyuruhmu untuk tetap di APD. Apa yang kau lakukan?”
Hina seketika menangis. “Maafkan aku.”
“Sekarang kau aman.”
Shirou, Fubuki, dan Clara mengampirinya.
“Seharusnya kita tidak membiarkan warga sipil terlibat dalam kasus ini.” Ujar Shirou. “Aku akan memberi tahu Kotarou jika kasus ini sudah tuntas.”