
Orang itu mulai turun dari mobil, dan mendekat kearah gudang, orang itu tak lain adalah Ardan, sebenarnya ia hendak berangkat kesekolah, namun niatnya ia urungkan ketika melihat gadis yang begitu dikenalnya, berlari seakan tak tahu arah, dengan air mata yang mengalir di pelupuk matanya "Apa yang dilakukannya disini ya?" Monolognya "Ah! Sudalah, bukan urusanku!" Lanjutnya sambil membalikkan badan dan hendak melangkahkan kakinya kembali ke mobil, namun suara segukan tangis dan rintihan dari dalam membuatnya menghentikkan niatnya, lalu membalikkan badannya dan kembali mendekat kearah gudang tersebut.
Perlahan ia mulai mencari celah untuk mengintip kedalam dan melihat apa yang terjadi, setelah menemukan celahnya, ia pun segera melihat apa yang terjadi didalam melalui celah itu, matanya membelalak lebar, saat manik matanya menangkap tubuh sosok gadis yang begitu di kenalnya sedang terduduk sambil memegangi kakinya, dengan membenamkan wajahnya didalam pelukkan kakinya dengan suara tangisan dan rintihan yang terdengar begitu sakit, tanpa berfikir panjang Ardan membuka pintu gudang dan masuk kedalam gudang itu lalu membawa tubuh gadis itu kedalam dekapannya, ia memeluknya erat sambil mengelus-ngelus rambutnya, Wawa pun tak melakukan penolakan atau memberontak, awalnya ia terkejut mendapati perlakuan itu, tapi tenaganya seakan terkuras habis untuk memarahi orang yang sudah mendekapnya tiba-tiba itu, yang jelas dia hanya terus menangis tersedu-sedu dalam dekapan Ardan yang menurutnya nyaman, perkataan tadi yang dilontarkan Tari seakan menghancurkan tubuh dan hatinya.
"Lo kenapa?" Tanya Ardan lirih
"G-g-gue bukan pem-pembu-bunuh! G-gue gak b-bunuh s-siapa pun" rintihnya gemetar,dengan suara putus-putus, sambil kepala terus menggeleng
"Lo tenangin diri lo ya, gue percaya kok sama lo, lo bukan pembunuh, lo gak mungkin jadi seorang pembunuh" ujar Ardan mencoba menenangkan
"Gue b-bukan pembunuh.....hiks...hikss" rintihnya lagi
"Iya, iya gue tau, lo bukan pembunuh, sekarang lo tenang ya" balas Ardan datar
"G-g-gue gak b-bunuh P-papsky" ujar Wawa sambil terus menangis
"Baru kali ini gue liat, gadis yang segila dan seceria dia rapuh banget kaya gini" lirih Ardan "Ko gue ngerasa kasian ya sama dia? Seakan gue juga ngerasain apa yang dia rasain?" Lanjutnya "Kasian banget si lo, kek nya lu sedih banget" gumamnya,Wawa mendonggakkan kepalanya saat ia sudah mulai tenang, dan saat ia menyadari ia tengah berada dalam dekapan seseorang
"A-a-ardan?" Ucapnya terbata-bata, sontak membuat Ardan kaget dan segera melepaskan pelukannya
"Lo jangan mikir macem-macem!" Tegas Ardan, sambil menormalkan kembali ekspresinya
"Ardan, Hiks hiks" ujar Wawa kembali menangis "lo p-percaya kan sama gue? kalo gue gak pernah bunuh orang? Hiks hiks" lanjutnya
"G-gue gak pernah bunuh siapapun! Apalagi papsky gue sendiri! hiks hiks, t-tapi ke-kenapa semua orang ny-nyalahin g-gue?!Ke-kenapa M-mereka g-ga per-caya sa-ma g-gue?" Lirihnya, Ardan terdiam tak merespon perkatakaan Wawa, hatinya begitu tersentuh melihat gadis didepannya yang begitu rapuh, namun egonya terlalu tinggi sehingga hatinya terkuasai oleh ego itu sendiri, menjadikan ia menolak peduli akan kesedihan yang dirasa Wawa.
Sementara itu, di lain sisi, sahabat-sahabat Wawa masih sibuk mencari keberadaannya
"Ketemu gak?"tanya Wawa pada Caca dan Jejes yang kini tengah berkumpul di taman sekolah
"Nggak" sahut mereka bersamaan
"Gue, juga sama Faldi gak nemuin dia" ujar Yaya lagi
"Aduuhhh bini guaa kemana yaaa gak tahu apaa ini abang khawatir huaaaaa" celetuk Faldi dengan nada nangis di buat-buat
"Lu, lagi genting kaya gini masih aja alay!" Bentak Yaya
"Gue kan khawatir banget sama bini gua tercinta!"balas Faldi
"Udah! Lo bedua kaga usah ribut napa sih?! Kita tuh harus fokus buat nyari Wawa!" Sentak Caca
"Gue inget!" Ujar Yaya tiba-tiba,lalu bertatapan dengan Caca, Caca seakan mengerti perkataan Yaya pun menyahutinya
"Gudang Lama!" Seru Yaya dan Caca bersamaaan
"Iya, bener gudang lama, dia kan kalo lagi sedih atau ada masalah suak menyendiri disana" lanjut Yaya
"Yaudah nunggu apalagi?!Buruan kita kesana sekarang!" setu Faldi, mereka berempat pun berlari menuju ke gudang lama, sesampainya di gudang itu, mereka melangkahkan kakinya untuk masuk, dan betapa terkejutnya mereka mendapati Wawa sedang menangis tersedu-sedu dengan Ardan disampingnya.
"WAWA!" pekik mereka bersamaan sambil berlari kearah Wawa dan berhambur memeluknya kecuali Faldi, tidak mungkin ia ikut memeluk Wawa bersama para gadis yang ada dia disiksa habis-habisan, Faldi beralih menatap kearah Ardan tajam
"Eh manusia es! lo apain princess gue?!" ujar Faldi sambil menggenggam kerah baju Ardan, Membuat Yaya,dan Jejes menoleh kearahnya, Ardan pun segera mendorong tubuh Faldi agar menjauh darinya
"Gue gak punya Minat buat macem-macem sama gadis gila itu!" tegas Ardan, lalu melangkah keluar meninggalkan mereka.
"Wa, lo gak papa kan?" tanya Caca panik sambil melepaskan pelukannya, Wawa menggeleng lemah sambil mencoba menghapus air matanya
"Tadi ko ada Ardan disini Wa? apa dia nyakitin lo?" tanya Yaya, dan dijawab gelengan pula oleh Wawa
"Lo tenang ya Wa" ujar Faldi yang tengah duduk mesnsejajarkan dirinya bersama yang lain sambil menepuk-nepuk bahu Wawa
"G-Gue bukan pembunuh! hiks" ujar Wawa dengan air mata yang kembali mengalir "G-g-gue gak m-m-mungkin b-bunuh Papsky gue sendiri hiks ... hiks ..." lanjutnya dengan tersedu-sedu
"Iya, Wa iya, lo tenang ya, kita semua tahu lo bukan gak pernah bunuh siapapun, kita semua percaya kok sama lo" ucap Caca menenangkan sambil memeluk Wawa kembali
"M-m-makasih ya, k-kalian u-udah m-m-mau percaya sa-sama g-gue" balasnya
"Wa kita kan sahabat lo! sekarang berhenri dong nangis nya ntar cakep nya ilang lagi haha" ujar Faldi "tar gue janji dah bakal traktir lo cheesse cake sama choclate gimana?" lanjutnya, Wawa pin nampak tersenyum senang, dan segera menghapus air matanya, karena ia juga tak mau membuat sahabat-sahabatnya itu ikut bersedih
"Gue masih marah sama lo!" ucap Wawa berpura-pura marah
"Jangan gitundong! dosa lho marah lama-lama sama laki sendiri!" gurau Faldi, menghibur Wawa
"Ih enak bener lo ngomong! gua kaga mau jadi bini lo ya!" sahut Wawa semangat membuat ketiga sahabatnya pun tersenyum bahagia
"Ah yaudah kalo gitu gua mau kawin lagi aja!" ujar Faldi
"Sono dah sono! emang ada yang mau apa sama playboy kampung modelan curut go ke lu gitu hahaha" balas Wawa sambil tertawa riang
"Sekate-kate lu ya! gini-gini juga banyak yang ngantri sama gua! asal lo tau aja ya, si Caca juga sebenernya ngejar-ngejar gua banget" ucapnya PD
"Idih idih! najis gubluk!" sahut Caca, sambil memutar bola matanya malas
"Mata cewe nya kali picek tuh! makannya ngejar-ngejar lo hahaha"ucap Wawa menimpali
"Anjirr korban bullying dah kan gua huaaaa, Dady tolong anakmu inii" ujar Faldi sok dramatis dan alay
"Dih anjirr gua punya temen gini-gini amat ya! kaga si Faldi kaga si Wawa, sama-sama alay, yang satu lagi malah lemott nasib dahh" sahut Yaya heran
"Gue juga heran sama lo Ya kenapa lo bisa nemuin makhluk kaya mereka?" ucap Caca menimpali
"Dih ogeb sok dramatis lu!" ujar Faldi sambil menjitak kepala Wawa
"Dih gubluk! sakit tau!" pekik Wawa sambil mengusap usap kepalanya "Katanya gua bini lu! wah lu Krdt sama gua huaaa" lanjutnya sambil pura-pura menangis
"KDRT ****!" sahut Caca datar
"Yaudasi maap kan salah dikit" balas Wawa
"Udah kaga usah alay lo!" ujar Faldi
"Yeah suka-suka dong, kek lu sendiri kaga alay aja!" sahut Wawa
"Oh iya ya, kita kan satu server" balasnya "mari kita berpelukan" lanjutnya sambil merentangkan kedua tangannya dan dibalas oleh Wawa
"Huaaaa kita korban aniayaa" ujarnya bersamaan
"Eh, lu pada kenapa?" tanya Jejes
" Udah jes biarin aja tuh bapa curut sama anaknya" sahut Caca
" Heran dah gua punya temen pada kaga ada yang bener" ujar Yaya
" Apalagi gua Ya, punya temen pada kaga ada otak gitu" ucap Caca menimpali
"Huaaaa samaaa guaa juga heran kok guaa punya temen pada kaga akhlak semua sii huaaaa" sahut Wawa masih sok dramatis sambil melepas pelukannya bersama Faldi "Huaaaa" Faldi dan Wawa pun pura-pura menangis kembali
"Udah! Brisik banget si lo pada!" seru Caca
"Iye! brisik lu!" ucap Yaya menimpali "Eh balik nyok!" lanjutnya
"Kemana?" tanya Faldi dan Wawa bersamaan
"Bolos aje nyok! udah siang ini" jawab Yaya
"Nah! setuju tuh!" sahut Wawa dan Faldi bersamaan lagi
"Kita kan harusnya sekolah" ucap Jejes
"Udah lah Jes, udah tau temen-temen lo pada sesat!" ujar Caca
"Lu emang kaga mau ngikut Caa?" tanya Faldi
"Ya gua ngikut lah!" seru Caca
"Yeah kalo gitu lu sama sesatnya!" sahut Yaya
" Ikut kemana si?" tanya Jejes
"Mapun dah Ca! ini temen lu ko lola si"
pekik Yaya
"Nama gue Jejes ya! buka Lola!" seru Jejes
"Iya iya bodo amatlah siapapun nama lo, mau Jejes, mau katrin mau siapa kek tapi tetep aja lola!" balas Yaya kesal
"Udah lah kaga usah pada banyak nge bacod lu pada!" ucap Wawa tegas
"Wuaah Anjay, Bini gue berubah jadi power rangers ya" ujar Faldi
"Udah diem lo kembaran Bandot! gue lagi laper! mau lo gue makan idup-idup?!" balas Wawa tegas, membuat Faldi menciut seketika
"Kaga-kaga mon mangap Ya Non" sahut Faldi takut, membuat yang lainnya tertawa menatap Wawa
"Untung aja Mood Wawa gampang berubah" batin mereka bersamaan
"Gue gak boleh buat mereka khawatir, gue harus kuat depan mereka!" ujar Wawa dalam hati, lalu tersenyum kearah para sahabatnya yang menatapnya
"Eh! lo pada ngapain ngeliatin gue kaya gitu?! jangan-jangan lu pada naksir ya sama guaa?" ujarnya "Omaygat! Omayno! Omay tu de Wawww! gue masih normall yaa, gue kaga mau tanggung jawab ya, kalo misalnya lu pada naksir sama guee huaaaa" lanjutnya Alay
"Idih najiss!" sahut mereka bersamaan sambil menoyor kepala Wawa
"Duh sakit gubluk! kalian kdrt sama guaa huaaaa..... mamskyy" rengek nya
"Udaah nyok balek!" ujar Caca datar
"Nah nyok!" sahut mereka bersamaan,mereka berlima pun pergi meninggalkan gudang itu, dan pulang kerumahnya masing-masing
Support author terus ya❤😍
jangan lupa like, rate and Vote nyaa☺
kasih saran juga yaaa😍😙
semoga kalian suka sama ceritanya uuu😙
Happy reading😍