
"Oke, terimakasih atas informasinya" ujar Ardan, lalu menutup telponnya secara sepihak, ia pun bergegas pergi keluar dari area sekolah itu.
"Gue harus cari dia! Apa gue kabarin yang lain?" gumamnya " kayaknya nggak deh, tapi kalo tante Fanni? Jangan, dia pasti khawatir" lanjutnya sambil terus melajukan mobilnya
"Waa lo dimana??" lirihnya dengan nada cemas, ia pun segera meraih ponselnya di dashboard mobilnya, lalu membuka pesan yang kemarin Wawa kirimkan padanya, ia pun berfikir untuk melacaknya melalui ponselnya "Ah iya! Gps! Gue lacak diaa pake gps hp nya, semoga aja aktif" gumamnya, lalu membuka gps di handphonenya, dan seperti yang Ardan duga, Gps Wawa aktif, karena kemarin memang Wawa sengaja mengaktifkannya
"Ah syukurlah aktif! Tapi, ini kaya di hutan? Iya gue tahu hutan ini, disana juga bukannya ada sebuah gudang ya?" serunya, tanpa berfikir panjang, Ardan pun segera melajukan mobilnya ketempat Wawa disekap
"Tunggu gue Wa, lo kuat lo kuat, bertahan Wa! Gue bakal dateng!" lirih nya cemas
Sedangkan dilain sisi, tepatnya ditempat Wawa disekap
"Gimana? Apa lo udah puas nikmatin rasa sakit lo itu?" ujar Tari dengan senyum penuh kemenangan nya "Sekarang lo persiapkan diri lo ya, untuk hal yang bahkan lebih menyakitkan" lanjutnya, dengan memegang besi panas di tangannya
"L-l-lo mau ng-ngapain Tar?" tanya Wawa gemetar
"Gue? Gue mau buat lo gak merasakan sakit lagi sayang" jawabnya, sambil menempelkan besi itu ketangan Wawa
"Aaaaawwwhh" ringisnya kepanasan
"Panas ya? Uhhh maap, gue sengaja, apa lo mau yang lebih panas lagi?" ujar Tari
"T-tar gue mohon hentikan Tar, kalo gini lo bisa bunuh gue hiks hiks" pintanya tersedu-sedu
"Emang itu yang gue mau! Tapi sebelum lo mati, gu mau lo ngerasain penderitaan yang selama ini gue rasain! Gue mau hidup lo tersiksaa Wa! Gue benci sama lo!" pekik nya dengan bercucuran air mata, tangannya pun melemparkan besi panas itu, dan meraih pisau yang ada didekatnya "Dan sekarang, gue mau lo ngerasain perihnya jadi gue!"
sreeeeeeet.....
Suara goresan pisau, Tari menggores jidat Wawa dengan sangat halus, namun perih bahkan panas dari goresan itu sangat terasa
"Aaaaawh" lirihnya dengan air mata yang sudah mengalir deras
"Bagaimana? Oke, kita cukupkan sampai sini dulu ya? Lo laperkan? Gue pergi dulu buat beli makanan buat lo ya" ujar Tari, lalu berlalu pergi dari tempat itu
"Siapapun t-t-tolong g-gue" lirihnya " Tuhan semoga engkau selalu melindungiku" lanjutnya, ia menunduk lemas, betapa kejamnya wanita itu fikirnya, apa salahnya? Mengapa dia setega itu padanya? Dan mengapa tuhan tak adil padaku? batinnya menjerit, tak lama kemudian, ada suara rem mobil yang diinjak secara mendadak, menandakan bahwa ada mobil yang datang, berarti ada seseorang yang datang, Wawa kembali ketakutan, mungkinkah itu Tari, apa lagi alat yang wanita itu bawa untuk menyiksa nya kali ini, perlahan pintu terbuka
Ceklek....
Secerca cahaya mulai masuk menyinari tuhuh gadis itu, dan dipintu itu, ada seorang pria yang berdiri dengan tegap disana, matanya menelaah setiap sudut ruangan itu, sampai akhirnya pada satu titik, Wawa yang merasa kedatangan seseorang pun mendonggakkan kepalanya
"S-si-siapa itu?" rintihnya kesakitan, Ardan yang mendengar dan melihatnya segera berhambur berlari kearahnya
"Wawaa!" pekik Ardan
"Iya Wa, gue kesini buat nolongin lo, sekarang ayo! Kita pergi dari sini gue lepasin iketan lo dulu oke?" ujarnya panik, sambil tangannya mulai membuka ikatan di tubuh gadis itu "Wa? Lo kenapa? Lo gak papa kan?" lirih Ardan memperhatikan tubuh gadis itu yang penuh dengan bekas cambukan san luka sayatan, Ardan pun segera mendekap tubuh gadis itu dengan sangat erat, air matanya mulai menetes membanjiri pipi nya, betapa tak kuasanya ia melihat kondisi gadis yang selama ini selalu mengganggunya kini dalam keadaan yang begitu mengenaskan, ada begitu banyak luka sayatan, dan memar memar ditubuhnya matanya sembab karena mungkin terus saja menangis "Waaa, gua janji, gua bakal lindungin lo mulai sekarang" lanjutnya
"G-g-gue takut Dan hiks" lirihnya sambil membalas pelukan Ardan, dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Ardan
"Lo gak perlu takut, gue disini, gue janji gak akan ninggalin lo, gue bakal selalu ada disisi lo, gue bakal ngelindungin lo" balasnya sambil terus menciumi pucuk kepala gadis itu dengan air mata yang terus saja mengalir "Apa yang udah iblis itu lakuin ke lo Wa? Kenapa kondisi lo jadi kaya gini? Gua janji gua gak bakal buat hidup lo tenang Tari, berani-beraninya lo nyentuh Wawa" batin Ardan
"Wa, sekarang lebih baik kita pergi dari sini ya?" ujar Ardan, sambil melepaskan pelukannya, Wawa pun mengangguk lemah, mereka pun berjalan keluar untuk meninggalkan tempat itu, saat telah sampai di mobil, mobil Ardab ternyata kempes
"Ah sial! Mobilnya kempes!" umpatnya kesal, tiba-tiba dua orang berbadan besar meneriaki mereka
"Heey! Mau kemana kalian!" pekik si gondrong, sambil berlaru menghampiri mereka
"Gawat! Gue gak mungkin lawan mereka sekarang, dengan kondisi Wawa yang kaya gini" gumam Ardan
"Ardan, orang suruhan Tari dateng" ujar Wawa lemah
"Wa, gua yakin lo kuat, mobil gua kempes, kita terpaksa harus lari, lo bisa kan?" ujar Ardan terburu-buru
"Iya, Dan gue bisa" jawabnya
"Yaudah ayo kita lari sekarang!" serunya sambil menarik tangan Wawa dan berlari sekencang mungkin
"Hey jangan kabur kalian!" teriak penjahat bertato, namun Wawa dan Ardan terus saja berlari tanpa menghiraukan para penjahat itu, Ardan dengan panik meraih ponsel di saku celananya, dan menelpon orang kepercayaan nya
"Kirim bala bantuan sekarang! Lima menit! Kalian harus cepet sampe!" seru Ardan, lalu memutuskan sambungan telponnya "Ayo Wa cepet kita harus kabur dari sini" ujarnya sambil terus menarik lengan Wawa
"Dan, itu cahay, kayaknya kota udah deket ke jalan raya" seru Wawa
"Nah iya, ayo cepet!" balasnya, sambil terus berlari sampai akhirnya mereka sampai dijalan raya, dan penjahat itu pun masih mengejar mereka
"Heeey! Mau kemana kalian!" ujar penjahat-penjahat itu
"Dan, mereka masih ngejar kita" ujar Wawa panik, sambil menengok ke belakang
"Wa! Kita nyebrang! Mumpung jalanan sepi!" tegas Ardan mereka pun berlari sambil menyebrang, namun, Tiba-Tibaaa.......
Apakah yang terjadi dengan Ardan dan Wawa selanjutnya? Apakah mereka tertabrak atau mungkin preman itu yang tertabrak? Nantikan selalu kisah selanjutnya yaa, jangan lupa like, rate, sama vote nyaa😙
Happy Reading😍