
Dan" panggil Bevan yang kini tengah berkumpul dikediaman Erlangga tepatnya dikamar Ardan
"Hmm?" balasnya
"Lo kok diem aja dari tadi?" tanyanya yang bingung melihat ekspresi sahabatnya yang menurutnya aneh setelah pulang dari pesta pertunangan Wawa
"Gak!" jawabnya singkat
"Patah hati dia Van haha" celetuk Jojo yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ardan "Upss, Sory Dan" lirihnya dengan senyum tanpa dosa
"Lo gak bisa bohongin perasaan lo sendiri Dan" ujar Bevan sambil menepuk bahu Ardan
"Maksud lo?" balasnya sambil menatapnya sinis
"Udahlah Dan akuin aja kalo lo udah jatuh cinta sama si Adzwa" ujar Jojo
"Gak ada!" tegasnya
"Ck" decak Bevan "Masih gengsi aja lo Dan? sekarang lo liat kan akibat gengsi lo yang terlalu gede itu apa?" lanjutnya
"Bukan urusan lo!" balasnya lalu pergi meninggalkan Jojo dan Bevan
"Temen lo kalo keras kepala nya kumat ya gitu tuh Jo" ujar Bevan kesal
"Temen lo aja kali gue kagak" sahutnya sambil fokus membalas chat seseorang di ponselnya, sementara itu dilain tempat Ardan kini sedang melajukan mobilnya dengan kencang, entah mau kemana ia pergi yang jelas fikirannya hanya ingin bertemu dengan Wawa, kini dia sampai ditempat dimana Wawa sering datangi, tempat yang sangat menyejukkan bagi Wawa, Ardan mendudukkan dirinya di kursi tepi danau ditaman itu, matanya memandangi langit-langit yang bersinar akan cahaya bintang, ingatannya bersama Wawa kembali memutar di fikirannya membuatnya begitu sangat kesal.
"Aaaarggghhhhhh" teriaknya lantang sambil mengacak-ngacak rambutnya, perlahan air matanya mulai jatuh bersamaan dengan derasan air hujan mengguyur tubuhnya, langit seakan mengerti akan kesedihan yang dirasakan Ardan "Kenapa? Kenapaaaa ini terjadii?" lanjutnya sambil terisak
"Kenapa gue begitu bodoh hiks? gue udah menyia-nyiakan orang setulus dia? dan sekarang? sekarang apa? apa yang perlu ditangisi? gue gagal jagain diaa hikss" lirihnya
"Lo gak gagal Dan" ujar seseorang dari belakang Ardan, merasa ada orang lain, Ardan pun menoleh keasal suara, dilihatnya sosok pria tampan, putih nan manis yang begitu sangat dikenalnya
"Faldi?" lirihnya
"Iya Dan, lo gak gagal" lajutnya sambil mendekat kearah Ardan "Lo tahu kan Wawa mencintai lo? Wawa itu hanya butuh waktu Dan buat nginget semuanya, dan lo hanya perlu nunggu waktu itu datang" lanjutnya sambil mendudukkan dirinya disamping Ardan
"Kenapa? bukannya lo gak rela kalau gue bersanding dengan Wawa?" tanyanya datar
"Gue emang gak rela Dan, tapi gue juga gak bisa maksain diri gue ke dia, gue tahu cinta dia, dan sejauh ini gue juga tahu cinta lo ke dia" jelas Faldi
"Semuanya percuma, gue udah kehilangan harapan, lo tahu kan dia udah jadi tunangan orang?" pasrahnya
"Baru tunangan kan? belum nikah? bukannya lo bilang Aryan itu gak baik buat Wawa? Lo jangan putus asa kayak gini lah bro" balas Faldi sambil menepuk punggung Ardan
"Maksud lo?" sahutnya
"Lo bener cinta kan sama Wawa? Lo perjuangin dia, lo rebut lagi hati dia" ucapnya mantap
"Lo fikir semudah itu? lagian apa hak lo buat ngomong gitu sama gue? ini hidup gue, lo gak perlu susah-susah urusin hidup gue dan nentuin jalan cinta gue, urus aja percintaan lo sendiri" ujar Ardan datar
"Gue tahu, gue gak berhak ikut campur urusan lo, tapi gue gak rela Wawa harus hidup dengan pria yang gak dicintainya sama sekali, gue lebih rela dia hidup sama lo, pria yang sangat amat ia cintai" balas Faldi getir
"Udahlah! Gua gak peduli, lo tahu kan ini bukan urusan gue, gue gak mau ngejar gadis gila itu, biarin aja dia hidup sama pria sialan itu" ucaonya datar
"Ardan! lo gila hah?! Lo rela ngebuang cinta lo bahkan dengan pria yang lo tahu sendiri karakternya gak baik" bentak Faldi
"Udahlah! ini hidup gue Fal! lo gak perlu ikut campur! dan lo jangan pernah ngatur-ngatur gue!" tegas Ardan sambil bangkit lalu berlal meninggalkan Faldi.
"Arrrgghhhhh" pekiknya frustasi, Ardan membuka pintu mobilnya dan menutupnya keras, lalu melajukan mobil itu dengan kencang menuju ke bar.
Sesampainya di Bar ia mendudukkan dirinya dan memesan dua botol Wine, tak lama kemudian pesanannya datang, dan segera diteguknya sampai ia mulai mulai mabuk dan kehilangan kesadarannya, tapi tak berhenti sampai situ, ia mulai meneguk lagi satu botol Wine nya , perlahan penglihatannya mulai kabur, langkahnya mulai melemas, mulutnya tak hentinya meracau
"Wawa......ahhhaaaaa gue cinta sama loooo hiks, lo kenapa gini sama gue? lo tahu? cowok lo itu jelek lo bodoh Wa lobodoh!" racaunya, bayangan akan wajah cantik nan lucu milik Wawa selalu saja menghantuinya, dan membuat Ardan semakin frustasi "Wawa?" racaunya, terus saja memanggil Wawa "Apa yang mesti gue lakuin sekarang hah?" ujarnya yang semakin hilang kesadaran
"Sepertinya dia minum banyak" ujar seorang pria
"Astaga Ardan!" pekik teman yang satunya
"Lo kenal?" tanya pria tadi
"Iya, dia temen sekolah gue dulu" jawab pria itu "Dev, lo tunggu bentar, gue harus hubungin kerabatnya" lanjutnya, ia pun menjauh dari keramaian dan menelpon seseorang
"...."
"Ini gue, Mic, tadi gue liat Ardan mabuk parah, dan dia racauin nama siapa ya, eum Wa, Wa apa ya? Ah ya Wawa kalau gak salah" ujar pria yang bernama mic itu sambil kembali mengingat nama yang disebut Ardan
"...."
"Gue di Bar Xxx"
"...."
"Oke gua tunguu!" serunya lalu mematikan sambungan teleponnya dan berjalan kembali ketempat Ardan berada
"Gimana?" tanya pria yang Mic panggil Dev tadi
"Bevan sahabat deket nya bakal segera datang" balas Mic sambil menatap Ardan iba
"Wawa, gue cinta sama lo" lirihnya sambil mencoba berdiri namun tak mampu, dengan sigap Mic dan Dev menolongnya
"Dan lo diem dulu aja disini" ujar Mic menenangkan
"Lo siapa?" tanyanya sambil menyetabilkan penglihatannya
"Lo tenang aja Dan gue gak bakal melukai lo kok" jawab Mic
"Mic, kita bawa aja dia kekamar, kayaknya dia makin parah deh mabuknya, biar dia istirahat dulu aja" usul Dev, Mic pun mengiyakan dan menyewakan kamar untuk Ardan
"Dimana ini?" tanya Ardan bingung
"Dan lo istirahat aja dulu disini oke" ujar Mic
"Sebenarnya lo siapa?" tanyanya heran
"Lo gak inget gue?" tanya Mic, Ardan menggeleng layaknya anak kecil
"Gue Mic, teman SMA lo yang lama" ujar Mic memperkenalkan diri, Ardan nampak mengingat-ngingat nama itu dengan mengangguk-,ganggukkan kepalanya sambil memukul nya dengan telunjuk pelan
"Mic? Mic? Mic? ah ya!" serunya
........
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
DUAAARR......😅
yaampun maaf bangeet ya aku lama gak up huaaa kemaren up pan aku ditolak karena secara gak langsung ada unsur sex nya yaalloh ampuni hambamu yang bodoh inii huaaaa, aku deg deg gan nulis ituu yaalloh maaflan aku, dan pada admin noveltoon aku minta maaf yang sebanyak-banyaknyaa 😢
Aku harap episod ini dan seterusnya lagi diterima😢