
Pagi, berganti siamg, siang berganti malam, dan begitu seterusnya mentari telah muncul dengan sianrnya, awan terlihat begitu cerah, seakan mengiringi kebahagiaan yang dirasakan oleh gadis yang terlihat sangat ceria, gadis itu berjalan menyisiri koridor dengan senyum yang terpancar di wajahnya, senyuman itu, seakan menambah kesan kecantika gadis tersebut, gadis yang kemarin sangat rapuh hari ini ia terlihat sangat senang dan bahagia, seakan ia telah melupakan semua yanh terjadi, Kini gadis itu telah sampai dikelasnya, ia mendudukkan dirinya disamping Yaya
"Haaai gaeeesss! jumpa lagi dengan incesss yang syantik nya cetar membahana bagai badai iniii" sapa Wawa alayy
"Brisik!" sahut Caca kesal
" Uuuu cayang kuuu, kemaren aja lu nangis-nangis ngeliat gue yang kaya kaga ada gairah idup, nah sekarang giliran gue ada lo darting mulu bawaannya" balas Wawa
"Sorry gue gak suka nangisin orang!" elak Caca
"Yaelah! si banget dah lu Ca! padahal kan diantara kita semua lu yang paling khawatir kemaren, iya gak jes?" sahut Yaya
"Nah! iya tuh bener! dia sampe-sampe ke orang gila tau gak mikirin lo kemana" seru Jejes
"Huaaaaa Caca marica hehey lembaran cicK cicak didinding khawatirrr yaaa sama inceeeesss? Uuu caiyanggg deh incess ama Caca" pekiknya Alay sambil memeluk Caca erat
" Ihs! gausah peluk-peluk! lepasin gue!" seru Caca "Gue bukannya khawatir sama lo! cuma gue, eum g-gue itu, eih apa ya namanya?" lanjutnya bingung
"Apa?!" timpal Wawa
"Gue cuma kasian ama nyokap lo kalo lo gak ada!" jawabnya datar
"Hilih! dasar gengsian!" cibir Wawa
"Uweeeeyyy Bini guaaa udah ceria aja nih" Heboh Faldi yang baru saja datang sambil merangkul bahu Wawa
"Ihs! Apa si lo! gausah pegang-pegang!" peringat Wawa sambil menepis tangan Faldi dibahunya
"Santuy lah mamang" balasnya sambil cengengesan "Jangan galak-galak dong sama laki sendiri dosa lho!" lanjutnya
"Dih! ogah ya gue jadi bini lo! kalo jadi bini nya si Ardan mah gue mau!" balas Wawa
"Yaelah Wa! apa kurang nya guee sihh huaaaa" sahutnya penuh drama
" Hilangun dulu tuh ke-alayan lo!" jawab Wawa
"Yaelah kek lo kaga alay aja!" sahut Caca
"Ya bodo amat lah gue kan akay gini tetep imutt, nah dia?" ucap Wawa menimpali sambil melemparkan pandangan kearah Faldi
"Emang si Ardan mau sam lo?" celetuk Jejes
" Yajelas lah Jejes kuu tersayangg! siapa si yang gak mau sama Incess" jawabnya PD
"Dih anjirrr narsis banget lo!" sahut Yaya
"Gue yakin! gue bisa naklukin hatinya tuh es batu!" ujar Wawa penuh keyakinan
"Woyyy gaess! kita sekarang jamkos! semua guru lagi ada rapat! "ujar Andre ketua kelas dikelas Yaya sekaligus anggota OSIS di SMA kartini
"Wah seriusan li?!" sahut Yaya
"Yaiyalah! tadi gue ada rapat OSIS dan katanya hari ini semua guru kaga ada" jawabnya, hampir semua orang nampak bersorak riang kecuali Ardan dan Caca. Ardan pun keluar dari ruangan tersebut
"Kenapa kaga dipulangin aja si! kan enak tuh bisa rebahan santuy!" ujar salah satu Siswi
"Wey dasar Kaum rebahan!" cibir siswi lain
"Yes! kesempatan gue nih! Waktunya jalanin aksi gue" sorak Wawa dalam hati, ia pun segera melangkah keluar dengan begitu banyak kertas ditangannya
" Woy! Wa mau kemana lu?!" pekik Yaya
"Kemana-mana aja dah pokoknya! byee!" valasnya sambil terus berjalan
Kini ia telah sampai disebuah ruangan bertuliskan Perpustakaan, ia mulai memasukkan kakinya memasuki area ruangan tersebut, dan mencari tempat duduk, setelah mendapatkannya ia pun segera mendudukkan dirinya dan mulai menuliskan sesuatu pada setiap lembar kertas yang tadi dibawanya.
"Tunggu kejutan dari gue my prince" ujarnya dalam hati, tak lama kemudian, tulisan itu sudah selesau diisi, nampak semua kertas telah penuh dengan tulisan yang sama, ia pun membereskan semua kertas itu sambil menghela nafasnya panjang "Huuuftt.....Akhirnya beres juga! pegel banget nih tangan gue" helanya, lalu ia bangkit dan melangkah keluar, dan membagi-bagikan kertas itu pada seluruh siswa yang ia temui disana sambil berpesan "Kasih ini ke Ardan ya! tapi inget jangan bilang kalo gue yang ngasih nya!"
Dilain sisi nampak Ardan sedang kebibungan, semua orang yang ditemuinya memberikan kertas dengan tulisan yang sama yakni bertukiskan "I Love You Ardan" namun saat ia bertanya dari siapa tidak ada yang menjawabnya sama sekali, mereka hanya menjawabnya dengan gelengan saja, ia nampak kesal dengan itu semua " Ish! siapa si orang gila yang udah bikin kaya gini?! gak ada kerjaan lain apa?!" umpatnya kesal, tak lama ia mendengar keributan diarea lapangan sepertu sedang memanggil-manggil namanya
"Ardan! Ardan !Ardan!" sorak para siswi sambil bertepuk tangan.
karena penasaran dengan apa yang terjadi, ia menghampiri kerumunan dilapang itu, sesampainya di kerumunan ia mulai menatap sekitar yang nampak berdesak-desakkan
"Ada apaan si ini?! siapa lagi yang berbuat hal sebodoh ini!" gerutunya sambil mencoba menerobos masuk kedalam area kerumunan itu,Sementara ditengah-tengah mereka yang dikerumuni itu adalah seorang gadis cantik dengan kulit putih dan rambut sebahu, ia sedang berdiri ditengah-tengah mereka tepatnya ditempat pembina upacara biasa memberi nasehat, gadis itu selalu menyoraki nama Ardan
"Ardan Erlangga Syahputra!" soraknya berkali-kali
Sedang ditempat Yaya dan lainnya mereka nampak bingung dengan apa yang terjadi, mereka menatap kerumunan itu dengan rasa penasaran dihatinya masing-masing
"Eh?! itu ada apaan si tuh?!" seru Faldi
"Iya tuh, tau! kok rame banget gitu ya? mana pada nyebut nama si Ardan lagi? jangan-jangan si anak lampir satu lagi tuh!" ujar Yaya menimpali"
"Si Ardan bagi-bagi sembako kali tuh" celetuk Jejes
"Yaampun Jes, ini sekolah masa iya si dijadiib tempat bagi-bagi sembako!" pekik Faldi geram
"Ya kali gitu" balasnya
"Waah gue curiga sama si anak lampir nih! dia kan dari tadi kaga nongolin barang idung nya!" seru Yaya
"Nah bisa jadi tuh, kan princess gue emang suka bener bikin heboh" sahut Faldi
"Udah! Udah! dari pada lo pada ngira-ngira gak jelas gitu, mending samperin aja langsung!" tegas Caca
"Nah bener tuh!" sahut Faldi, dan dijawab anggukkan oleh mereka, mereka pun berlari menghampiri kerumunan tersebut, sesampainya dikerumunan, mereka menjinjit-jinjitkan kakinya untuk melihat apa yang terjadi
"Eh! Itu si Alien sagitarius kan!" seru Jejes sambil menunjuk kearah Wawa
"Eh?! iya bener tuh, itu bini gua ngapain si disitu!" sahut Faldi
"Nah iya?! ngapain tuh si anak lampir disitu?" ujar Yaya menimpali
"Ngapain lagi kalo bukan buat Onar!" jawab Caca datar
Sementara itu,Ardan masih mencoba menerobos kedalam kerumunan itu, dan al hasil ia berhasil menerobosnya, setelah ia menerebosnya, matanya dikagetkan oleh sosok gadis yang begitu dikenalnya ternyata yang sedang jadi bahan kerumunan, Wawa yang melihat Ardab segera melemparkan senyum manisnya kearahnya
"Kepada Ardan Erlangga Syahputra, mungkin lo bingung dengan semua ini?! ini semua sengaja gue buat, buat lo, ini kejutan buat lo! Disini, hari ini jam sekian gue ingin nyatain perasaan yang udah lama gue pendam buat lo" jelas Wawa dengan menggunakan toa, sehingga terdengar se area sekolah apalagi Faldi, ia tak menyangka Wawa akan melakukan hal ini hanya demi Ardan "Perkenalan kita mungkin belum jauh, kedekatan kita juga tidak terlalu dekat, tapi itu tidak jadi masalah, yang jelas rasa itu tumbuh dengan sendirinya, jadi biar seluruh siswa-siswi di SMA ini tau kalo gue Adzwa Aulia Tiffani ingin menyatakan Cinta dan biarlah mereka jadi saksi pernyataan cinta gue " lanjutnya dengan senyum yang sama sekali tak pernah pudar diwajah cantiknya, Ardan nampak mengepal lengannya menahan amarah, bagaimana bisa gadi gila itu melakukan ini terhadapnya? fikirinya, sementara Wawa menatap Ardan lekat dengan senyuman itu "Ardan Erlangga Syahputra, maukah kamu menjadi kekasihku?" Ujar Wawa lantang, sontak membuat semua sahabat nya membelalakkan mata, terlebih Faldi, kini ia seakan kehilangan harapan untuk mendapatkan Gadis itu, Sedangkan Ardab tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dengan langkah tergesa-gesa dan Wajah merah menahan Amarah, ia mukai menaikki tempat Wawa berdiri, lalu berdiri disamping Wawa dan menatap nya tajam dengan amarah yang penuh, sedangjan gadis itu nampak tersenyum sumringah ia fikir Ardan akan membalas pertanyaannya lalu mengajak nya berdansa, namun ternyata fikirannya salah, Ardan malah mencengkram kuat lengan Wawa dan menyeret nya keluar dari kerumunan itu dan membawanta ke rooftop sekolah
"Wawa!" pekik Yaya
"Woy! manusia es! itu bini gua mau lo bawa kemana!" Seru Faldi kesal, namun Ardan sama sekali tak menggubris pertanyaan Faldi, ia terus saja menyeretnya, bahkan ringisan Wawa pun tak ia hiraukan sama sekali, Faldi, Yaya, Caca dan Jejes pun berlari mengejar Ardan yang membawa Wawa ke rooftop, sesampainya di Roofrop ia langsung menghempaskan kasar tubuh Wawa ke dinding dan menatapnya tajam "Ish! lo kasar banget si huny!" ujar Wawa kesal "Sakit tau gue!" lanjunya, namun Ardan tak menghiraukannya, ia tetap menatap Wawa tajam, membuat Wawa gemetar melihatnya tangannya meremas rok seragam nya sekuat tenaga
"Puas lo mempermalukan gue didepan semua orang?!" bentak Ardan
"M-m-maksud lo?" balas Wawa gugup
"Lo tau? apa yang lo lakuin di lapangan tadi itu lebay tau gak! dan itu gak bakal ngebuat gue jatuh cinta sama lo! apa lo fikir dengan drama murahan lo itu, gue bakal mau nerima lo?!" ujar Ardan tegas
" Ya jelaslah! lo bakal nerima gue! secara siapa sih yang mau nolak Primadona Sekolah yang secantik gue" balasnya santai sambil mengibas-ngibaskan rambutnya
"Cuih! yang ada gue makin ilfil dan Jiji nge lia lo!" desis Ardan " Cara yang lo pake itu gak akan ngaruh buat hati gue! itu cuma mempengaruhi nama baik gue lo tau gak hah?! lo harusnya mikir dong sebelum bertindak!" lanjunya tegas
"Dengerin gue baik-baik, gue bakal bales perlakuan lo hari ini ke gue!"ancam Arsan sambil menunjuk kewajah Wawa, lalu berlalu pergi begitu saja
"Gue gak akan nyerah gitu aja!" tegas Wawa dalam hati.
**Jangan lupa Like, Rate, and Vote nya yaa😙
Happy reading guys😍❤**