The Magical Of Love

The Magical Of Love
Penculikan Wawa



Setelah keluar dari toilet Wawa merapikan pakaian nya di depan cermin, dan  tiba-tibaaa.......


"Mppphhhh" seseorang membekap mulut Wawa, dan mengapit lehernya, sehingga membuat Wawa sukit berbicara, ia hanya memukul-mukul lengan orang itu, entah apa yang ada di kain yang digunakan orang itu, mungkin seperti obat bius atau yang lainnya, karena tak lama setelah itu Wawa pun tak sadarkan diri, orang itu pun membopong tubuh Wawa dan memasukkannya kedalam mobil, mobil itu lalu melaju menjauh dari restoran itu


Setelah dua puluh menit perjalanan, Wawa pun tersadar tanpa diketahui orang itu pandangannya kabur, ia mengingat kejadian saat di toilet tadi, perlahan ia membuka tas nya dan meraih ponselnya, yang ada difikirannya saat ini hanyalah membutuhkan pertolongan, dengan diam-diam dia mengirim pesan kepada seseorang, yang Wawa pun tak tahu pada siapa, karena dia asal menekan nomor saja saat itu, isi pesan itu hanyalah


✉SOS!


Send.....


Setelah mengirim pesan itu, ia pun tak lupa menyalakan gps di hp nya, untuk memudahkan seseorang melacak keberadaan nya, saat penjahat itu menoleh ke belakang, Wawa pun pura-pura tak sadarkan diri kembali


"Yallah, lindungi aku yaallah, jauhkan aku dari segala perbuatan orang-orang jahat" do'anya dalam hati


Sedangkan di kediaman Ardan


Nampak seorang pria muda nan tampan tengah tertidur dengan lelapnya, handphone yang berbunyi pun nampak tak membangunkan pria itu, ponsel nya menyala, menandakan ada sebuah pesan masuk tertera di layar ponsel itu


Cewek Gila


📨SOS!


Namun pria itu sama sekali tak terbangun, pria itu masih saja terlelap dalam mimpinya, sedangkan di lain sisi, tepatnya di restoran tempat Wawa dan Aryan berkencan, ia nampak mulai kebingungan mencari Wawa yang tak kunjung kembali dari toilet, sudah hampir setengah jam lamanya, ia sudah mengecek di toilet namun tidak ada siapa-siapa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin larut, ia oun mengirim pesan pada Fanni, menanyakan keberadaan Wawa, yang mungkin pulang duluan fikirnya, namun sama halnya dengan Ardan, ia kini telah tertidur lelap


Kembali ke Wawa


Kini mobil yang membawa pergi Wawa, nampak berhenti di sebuah gudang tua yang gelap, seluruh lingkungannya hanya di penuhi dengan pepohonan yang rimbun, Penjahat itu membopong tubuh Wawa masuk kedalam Gudang tersebut, yang ternyata di dalamnya sudah ada seorang gadis yang cantik tengah menunggunya


"Bos ini gadis itu!" ujar si gondrong, pria yang hendak menculik Wawa kemarin


"Kerja yang bagus" ujar gadis itu membelakangi si gondrong "Letakkan dia disana dan ikat dia sekencang mungkin, dan ini ambil bayaran mu, dan pergi dari sini sekarang" ujarnya lagi, sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang, si gondrong pun akhirnya menuruti perintah dari bos nya itu, dan segera pergi


"Akhirnya, lo ketangkep juga Wawa! Lo liat aja, gue bakal buat hidup lo menderita! Gue bakal bales semua perbuatan keluarga lo ke gue!" pekik gadis itu, sedangkan Wawa ia sudah tertidur dengan lelapnya dalam sandraan itu


Keesokan paginya


#Kediaman Erlangga


Pria, yang semalam tertidur dengan sangat pulas itu akhirnya bangun dari tidurnya saat matahari sudah menerobos masuk melalui jendela kamarnya, ia segera bangkit dan meraih ponsel nya yang dari semalam berbunyi, segera ia buka ponsel itu, dan membuka salah satu aplikasi chat yang ada disana, matanya tertuju pada salah satu chat yang tertera dengan nama "Cewek gila" disana, dengan segera, ia membuka pesan itu


@Cewek Gila


📨SOS!


"Apa maksudnya ini? dia butuh pertolongan?" gumamnya, namun ia tak menghiraukannya " Ah oasti dia iseng saja, ingin mengerjaiku" ujarnya tak percaya, dan segera bergegas mandi, untuk berangkat kesekolah


Sedangkan dikediaman Richardo


Fanni pun nampak baru saja terbangun


"Wawa udah pulang kali ya?" gumamnya " kok aku ketiduran disini si? Wawa udah pulang belum ya?" lanjutnya, ia pun beranjak kedapur, untuk minum, dan di dapur ia berpapasab dengan mang Udin


"Eh mang, kemaren Wawa pulang jam berapa?" tanyanya


"Non Wawa? Semalam dia gak pulang nyonya" jawab mang Udin, Fanni terkejut mendengarnya


"Mang Udin becanda kan?" seru Fanni tak percaya


"Tidak nyonya, semalam saya berjaga diluar, tapi saya tidak melihat non Wawa datang" jawabnya jujur, dengan perasaan cemas ia pun berlari kearah tangga, untuk pergi kekamar putrinya untuk memastikan bahwa mang Udin hanya bercanda, namun sayang nya , ternyata ucapan mang Udin benar gadis itu benar-benar belum pulang


"Wawa? Dia dimana? Aryan! Iya Aryan aku harus menanyakannya pada Aryan" ujar Fanni khawatir, dengan tergesa-gesa Fanni pun mulai menuruni tangga, dan meraih ponselnya yang berada di meja ruang keluarga, saat ia menyalakan ponsel nya, ada satu chat masuk dari Aryan yang bertanya bahwa "Apakah Wawa sudah sampai rumah?"  isi dari pesan itu, dengan segera ia menelpon Aryan, perasaan benar-benar kacau


"Hallo, Aryan apakah kemarin kau tidak pulang bersama Wawa?" tanyanya Panik


"Tidak tante, saya fikir Wawa sudah pulang duluan, kemarin dia sebenarnya pamit untuk ke toilet, tapi saya sudah satu jam menunggu, dia belum juga kembali, saya fikir dia sudah pulang duluan" balas Aryan


"Tidak Aryan! Dia tidak oukang semalam! Oh yaampun kemana anak itu?" ujarnya panik


"Apa tante serius? Tante, tante tenang dulu ya, biar saya cari tau keberadaan Wawa" ujar Aryan menenangkan


"Baiklah Aryan, tante mohon bantuan kamuu ya" ujarnya, dan langsung memutuskan sambungan telponnya.


Sedangkan ditempat Wawa disekap, gadis itu kini perlahan membuka matanya, perlahan nyawanya mulai terkumpul, penglihatannya pun sudah jelas, matanya terbelakak sempurna saat mendapati dirinya disebuah ruangan yang gelap dan rapuh dengan kondisi lengan dan kaki nya diikat


"Akhirnya lo bangun juga" ujar gadis semalam


"T-ta-tari?" lirihnya, yaaps benar sekali gadis itu adalah Tari Anindita Herlambang


"Gue kira lo mati! Kenapa lo gak mati aja si sekalian! Eh tapi jangan gak seru dong kalo lo mati tanoa di siksa dulu" ujar Tari  sambil mencambuk tubuh Wawa


Plaaaaak


Suara cambukkan itu menggema dimana-mana


"Kenapa? Gimana udah puas? Udah ya? Tapi gua belum" balas Tari, sambil kembali mencambuk tubuh Wawa


Plaaak


"Awwhhhh" ringisnya lagi


"Sakit ya sayang? Uu maafin gue ya, gue sengaja, sakit ya?" ujar Tari " Lo denger! Rasa sakit ini gak sebanding dengan apa yang gue rasain selama ini karena perbuatan keluarga lo!" lanjutnya geram


"M-maksud lo apa?" tanya Wawa bingung


"Lo gak usah sok polos! Gue jijik liat muka lo yang kaya gitu! Lo tau, gara-gara lo, ibu gua sendiri ngebenci gua, dia gak oernah nganggep gue ada! Dan gara-gara lo dan keluarga lo juga, nyokao gue gila" pekik nya lantang " dan sekarang? Sekarang lo rasain pembalasan gue ini!" lanjutnya sambil mencambuk lagi tubuh Wawa


Plaaak


"AWWWHHH" pekiknya kesakitan, Tari mendekat, dengan sebuah pisau kecil di tangannya, ia mensejajarkan dirinya dengan  Wawa, Ia mengarahkan pisau itu di kaki Wawa dan


Sreeett.....


Ia menggores kaki Wawa dengan sangat kasar, darah bercucuran disana, Wawa hanya bisa meringis kesakitan


"Ss-sakit Tar" lirihnya


"Gue gak peduli!" tegas Tari, sambil bangkit dari duduknya "Hari ini, siksaan lo, di cukupkan sampai disini, tapi siapin diri lo biat nanti malem ya" lanjutnya, lalu berlalu pergi meninggalkan Wawa.


#Di kantin Sekolah


"Eh Si Anak lampir gak masuk ya?" tanya Faldi


"Iya ya? Tuh alien kemana ya?" timpal Jejes


"Tadi tante Fanni nelpon gue nanyain Wawa" ujar Yaya murung


"Lah emang tu anak kemana?" sahut Faldi


"Katanya semalem dia gak pulang, sehabis dinner sama  anak temen tante Fanni" balasnya, Ardan yang sedang lewat, tak sengaja mendengar percakapan mereka


"Hah? Wawa ilang? Apa pesan itu beneran ya?" gumam Ardan, lalu berlalu pergi untuk menghubungi seseorang


"Gimana ceritanya tu anak ilang?!" pekik Faldi sambil menggebrak meja, sontak semua orang menoleh kearahna


"Woyy santay broo! Lo gak liat mereka liatin kita!" ujar Yaya "Gue gak tau dia ilang apa gimana, Tante Fanni juga bingung, apa kemungkinan Waaa diculik?" lanjutnya


"Hah? WAWA diculik?!" seru Jejes


"Itu kemungkinan Jes, gue gak tahu pasti" timpal Yaya


"Si anak curut kemana si? Masa iya dia di culik? Emang ada gitu yang mau nyulik anak yang suka ngabisin makan?" batin Caca


"Eh Ca! Lo gak khawatir ama sama kembaran lo, dia ilang tau!" seru Jejes


"Apa si! Udah gede ini, dia pasti bisa jaga diri!" sahutnya, dan bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Yaya dkk


"Eh tu anak malah cabut" umpat Faldi


"Si Caca lempeng nya kebangetan banget dah, sahabatnya ilang juga dia cuek bangettt buseeet" celetuk Jejes


"Lu kaya kagak tahu dia aja Jes, walaupun raut wajahnya cuek, tapi di lubuk hati dia yang paling dalem dia tu khawatir banget sama si Wawa, kan dia sayang banget sama tuh si anak lampir" ujar Yaya


Dilain tempat, di tempat Caca berada, kini gadis itu tengah melamun di taman sekolah, fikirannya begitu kalut memikirkan Wawa yang hilang, sama hal nya Ardan, ia terus saja berfikir kemana gadis gila itu pergi? Akankah Wawa diculik? Mungkin saja, karena hari itu pun seseorang mencoba menculiknya bukan? Akhirnya ia memutuskan untuk menelpon orang kepercayaannya


"Hallo, bagaimana? Apakah kau sudah tau orang yang kumaksud kemarin?" tanya Ardan ditelpon


"Ya, bos, mereka adalah orang suruhan, saya baru saja menangkap salah satu dari mereka" ujar orang itu desebrang telpon


"Dan bagaimana informasi mengenai Tari Anindita Herlambang?" tanyanya lagi


"Ya bos saya sudah mendapatkannya, Tari adalah anak dari Almarhum Santoso Herlambang, yang dulu sempat dibunuh oleh istrinya sendiri, Santi Herlambang, menurut kabar terakhir Santi mengalami gangguan kejiwaan setelah membunuh pria yang dicintainya, namun itu bukanlah suaminya" balasnya menjelaskan "Dan bos, seperti yang bos duga, Tari lah dalang dari penculikan gadis itu bos" lanjutnya


"Tapi apa mptif penculikan itu?" gumamnya


"Jika itu, saya tidak tahu, begitupun orang suruhannya, dia hanya ditugaskan untuk menculik gadis itu saja, dan dia juga mengatakan, bahwa gadis itu kini berada dalam sekapan Tari bos, hanya dia tidak tahu dimana gadis itu disekap" jelas orang itu lagi


"Oke, terimakasih atas informasinya" ujar Ardan, lalu menutup telponnya secara sepihak, ia pun bergegas pergi keluar dari area sekolah itu.


Gimana? Seru gak ceritanya? Semoga seruu ya😢


Jangan  lupa likee nya, vote nya, sana rate nyaa huaaaa, biar aku semangat nulis nyaaa😊


Happy Reading😍