The Magical Of Love

The Magical Of Love
Keberangkatan Ardan



"Lo yakin Dan mau kuliah di London?" tanya Bevan saat ia sedang membantu persiapan keberangkatan Ardan


"Yakin" jawabnya datar


"Tapi Dan Wa-"


"Dia udah besar Van! udah bisa nentuin jalan hidupnya sendiri, toh itu juga keputusan dia kan, jadi walau bagaimana pun gua harus bisa menghargainya" potong Ardan tegas


"Yaudah oke gua ngerti, tapi apa lo gak mau menghadiri dulu pesta pernikahannya nanti?" ujar Bevan lagi


"Mohon percepat berkemasnya! Jet pribadi gue udah nunggu!" balas Ardan mengalihkan pembicaraan, dengan sangat terpaksa ia Bevan dan Jojo pun mempercepat kerja mereka.


Sementara dilain tempat Wawa dan kawan-kawannya sedang asyik berkumpul disebuah cafee yang sangat terkenal disana, sambil menikmati hidangan yang dihidangkan


"Eh Wa, gua denger Ardan mau nerusin study nya di London ya?" ujar Yaya membuka pembicaraan


"Nah iya tuh! Gua denger juga gitu!" sahut Jejes semangat sambil melemparkan friench fries yang hendak dimakannya


"Emang iya?" tanya Faldi


"Iyaaa seriuss dah" sahut Jejes


"Lo pada tahu darimana?" tanya Caca datar "Emang bener iya?" lanjutnya


"Heem" balasnya datar


"Kapan berangkatnya?" tanya Faldi


"Yang gya denger sih hari ini" jawab Yaya


"Kok lo tahu semuanya si? Tqhu darimana lo?" selidik Caca


"Eum g-gue" balas Yaya kikuk


"Terus lo gak mau nemuin Ardan gitu Wa?" tanya Jejes mengalihkan pembicaraan


"Buat apa?" balasnya malas


"Yah ini kan hari terakhir lo, setelah itu kan lo bakal nikah, dan ini juga pertemuan terakhir lo, lo gak mau ngucapin selamat tinggal gitu? Apa Ardan gak pamit sama lo? Inget lho, ini HARI TERAKHIR LO dia bakal pergi ke London selama study nya berlangsung lho, atau bahkan mungkin selamanya buat nerusin usaha bokapnya, kapan lagi lo punya waktu buat ketemu sama dia?" ujar Yaya, Wawa pun nampak membenarkan ucapan Yaya barusan dalam hatinya ia sangat amat berat melepas kepergian Ardan, ia filir ia dan Ardan akan bisa bersatu, namun apalah yang terjadi Ardan memilih melanjutkan kehidupannya di London, sedangkan dirinya memilih untuk melangsungkan pernikahan dengan pria yang tidak dicintai nya sama sekali.


"Gua balik duluan!" serunya "Gua pinjem mobil lo bentara!" lanjutnya sambil menyambar kunci mobil milik Yaya dan berlari keluar area Cafee tersebut


"Cinta akan menemukan jalan" ujar Jejes penuh drama


"Sok dramatis lo!" cibir Yaya sambil menoyor kepala Jejes.


***


Wawa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tempat yang ingin ia tuju kini hanyalah satu bandara fikirnya, ia memarkirkan mobilnya diarea parkir dan langsubg berlari kedalam bandara menuju meja resepsionis untuk mencari jadwal keberangkatan Ardan


"Maaf bak, tapi tidak ada daftar nama penumpang atas nama tadi" ujar resepsionis itu


"Coba sekali lagii baa" pintanya, padahal ini sudah kali ketiganya ia meminta resepsionis itu untuk mencari nama Ardan namun hasilnya tetap sama


"Maaf bak, tetap tidak ada" ujar resepsionis itu


"Heem baiklah, terimakasih" helanya dengan raut wajah kecewa, ia pun kembali kemobil yang dibawanya tadi lalu segera melajukannya


Drrt  .... drt.... drtt....


Dering ponsel Wawa  menandakan ada sebuah panggilan masuk, ia pun meraih ponselnya yang berada disamping kemudinya lalu segera menekan tombol hijau tanpa melihat nama orang yang menelpon


"Hallo" ujarnya lesu


"Wa, lo dimana? Lo gak mau melihat kepergia Ardan? Lo gak mau lihat Ardan untuk yang terakhir kalinya, inget Wa-"


"Lo dimana sekarang!" potong Wawa


"Kita dirumahnya Ardan, sebentar lagi jet nya lepas landas gua harap lo dateng Wa buat melepas kepergian Ardan" ujar Bevan


"Gua kesana sekarang!" serunya lalu memutuskan sambungan telpinnya secara sepihak dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tunggu gua Dan gua mohon" gumam Wawa, tak lama kemudian ia sampai didepan gerbang rumah yang begitu mewah dan besar, sebelum turun dari mobilnya ia menarik nafasnya dalam-dalam perlahan ia membuka pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya keluar, nampak seorang penjaga berjaga didepan gerbang itu segera menghadang Wawa masuk


"Maaf anda ada perlu apa?" tanya penjaga itu tegas


"Maaf pak saya buru-buru saya gak punya banyak waktu buat jawab pertanyaan bapak! saya harus bertemu dengan Ardan" ujarnya sambil mencoba paksa masuk


"Maaf tapi tuan muda Ardan sedang sibuk sekarang, hari ini keberangkatannya menuju London"  balas penjaga itu


Sementara itu Ardan sudah bersiap untuk menaiki jet pribadinya itu


"Dan, lo yakin gak mau pamit sama Wawa?" tanya Bevan memastikan


"Lo gak denger apa yang gue bilang tadi?" jawabnya datar


"Tapi Dan-"


"Tuan muda Ardan maaf sebelumnya diluar ada seorang gadis gila yang memaksa ingin  bertemu dengan anda, dia memanggil-manggil anda sedari tadi" ujar salah satu penjaga yang tiba-tiba datang


"Wanita?" heran Ardan sambil menoleh pada Bevan dan Jojo


"Ardaaaan!" pekik Wawa dari bawah yang semakin lantang hingga terdengar hingga keatas


"Wawa?" gumam Ardan, tanoa berfikir ia langsung mengirungkan niatnya untuk menaiki jetnya itu , ia lebih memilih berlari turun kebawah dan menemui Wawa diikuti Bevan dan Jojo dibelakangnya, gadis itu nampak tersenyum senang saat melihat pria yang dicintainya datang membuka pintu rumahnya


"Ardan" gumamnya dengan senyum yang terus merekah, dan air mata yang mulai menetes


"Buka pak" titah Ardan datar pada penjaga itu, penjaga itupun menuruti perintahnya, Wawa pun segera berhambur memeluk Ardan erat, sedangkan pria itu hanya membuang mukanya malas tanpa membalas pelukan gadis itu


"Ardan, lo yakin mau pergi?" lirih gadis itu


"Wa, maaf lepasin gue, gak enak lo udah jadi cakon istri orang" ujar Ardan datar sambil mencoba melepas pelukam gadis itu, namun tak berhasil


"Biarin gue kayak gini sebentar Dan, ini hari terakhir gue melihat lo lagi" lirih gadis itu semakin mempererat pelukannya


"Wa ini gak bener gua harus pergi" balas Ardan sambil terus mencoba melepas pelukan gadis itu


"Dan, maafin gue, gue tahu gue salah tapi apa harus  karena kesalahan gue lo jadi menjauh dari gue? Lo jadi menganggap gue musuh lo?" ujar Wawa sambil melepas pelukannya dan menatap Ardan lekat


"Lo gak akan pernah menjadi musuh gue Wa, sampai kapanpun, tapi Wa ini yang terbaik buat kita, gua harap lo ngehargain keputusan gue sama kayak gue menghargai keputusan lo" balasnya datar tanpa melihat kearah Wawa


"Tatap mata gue Dan!" ujar Wawa sambil menyentuh pipi Ardan agar menatapnya "Gua mohon sama lo ja-"


"Sory Wa, waktu gue habis, ini saatnya gue terbang ke London" ujar Bevan sambil menepis halus lengan Wawa dan pergi meninggalkannya yang masih mematung dengan air mata yang sudah tak terbendung, begitupun Ardan saat ia berbalik badan meninggalkan Wawa ia tak kuasa menahan air matanya "Sory Wa ini yang terbaik buat kita, gua harap lo bisa bahagia dengan pernikahan lo, dan gue? biar gue seperti ini sampai nanti datang seseorang yang bisa merubah rasa ini, tapi gua pastikan rasa ini tak akan pernah berubah sampai kapanpun Wa, gue akan tetap menjadi Ardan yang selalu mencintai lo dimana pun gua berada, gua bakal tetep selalu mencintai lo Wa kapanpun itu" batin Ardan sambil menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh pada Wawa yang masih saja menangis, ia pun melanjutkan langkahnya kembali meninggalkan Wawa, Bevan dan Jojo disana


"Lo yang sabar ya Wa" ujar Jojo menguatkan sambil menepuk bahu Wawa


"Wa, lo percaya sama yang namanya takdirkan? Kalaupun lo emang  ditakdirin untuk Ardan gua yakin, suatu saat kalian dapat bersatu" ujar Bevan


"Tapi Van semuanya hancurr, Ardan sekarang pergi ninggalin gue" lirih Wawa


"Dia gak pergi, dia cuman menenangkan diri" ujar Bevan "Dia hanya menghargai keputusan lo buat menikah bersama Aryan, dia hanya nggak mau menjadi benalu antara kehidupan pernikahan kalian" lanjutnya


"Wa alangkah lebih baik, sekarang lo pulang aja, bukannya besok hari pernikahan lo?" ujar Bevan


"Gua gak yakin Van" lirihnya "Yasudah gua pulang duluan" lanjutnya sambil melangkahkan kakinya dengan langkah gontai, tanpa ia sadari sedari tadi Ardan melihat percakapan mereka dari atas.


"Maafin gue Wa, gue harap setelah ini lo bisa bahagia bersama pria yang lo pilih, yang menurut lo lebih baik dari gue" lirihnya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Jangan lupa Like yaaa, Vote sama Ratenyaa, aku mohoon bangeet sama kalian kasih aku dukungan yang banyaak, supaya aku semangat up nya😢


Semoga kalian suka sama ceritanya ya ❤


Happy Reading😚❤