The Magical Of Love

The Magical Of Love
Hal Tak Terduga



"A-a-air" lirih gadis itu, yang kini mulai mencoba membuka matanya


"Tante, lihat! Wawa sadar!" seru Aryan, yang langsung terbangun dari tidurnya, teriakan nya pun sontak membangunkan yang lainnya


"Ah benarkah?!" sahut Fanni


"Wawa? Wawa sadar?" seru Faldi


"A-air" lirihnya lagi


"Ah iya benar, Wawa sadar!" sahut Faldi


"Air! Cepat kasih Wawa air" panik Fani, Aryan pun segera memberi Wawa Air


"G-gelap? Kenapa gelap?" ujar Wawa panik, membuat semuanya heran


"Wa, ini mamsky" sahut Fanni


"D-dimana aku? K-kenapa gelap sekali? S-siapa kalian? Mengapa ini gelap? tubuh ku juga sulit di gerakan" lirihnya panik, sambil mencoba mengangkat tangannya


"Dokteeerr!Dokterrr!" pekik Fanni panik, dokter segera datang dan memeriksa Wawa


"Tante Fanni kenapa? dia kayak panik gitu? apa  terjadi sesuatu sama Wawa?" gumam Ardan, yang kini tengah berada di koridor rumah sakit dekat ruangan Wawa, perlahan ia mulai mendekat kearah ruangan Wawa, dan saat hendak membuka pintu, niatnya terurungkan saat ia mendengar perkataan dokter


"Wawa kenap dok? Kenapa dia sepertinya tidak mengenali siapapun?" histeris Fanni


"Dia gak ingat siapapun?" gumam Ardan diluar ruangan, dengan tangan menggenggan gagang pintu


"Iya dok, dan tadi juga dia bilang badan-badannya gak bisa digerakin terus gelap" sahut Faldi


"Begini, setelah saya periksa, seperti yang saya perkirakan kemarin, karena benturan dengan bagian depan mobil yang membuatnya terpental jauh, membuat beberapa tulangnya patah, sehingga menyebabkan untuk sementara dia bisa dikatakan mengalami kelumpuhan" jelas dokter Davin


"Lalu matanya? Apakah bermasalah? Dan ingatannya?" tanya Aryan


"Benar sepertinya akibat pemdarahan yang sangat hebat dikepalanya sepertinya ada syaraf pusat yang sedikit bermasalah, sehingga menyebabkan ia kehilangan ingatannya, dan menyebabkan kebutaan, karena syaraf yang menghuhungkan kearea penglihatannya juga sepertinya mengalami masalah akibat benturan yang keras" jelas dokter " Tapi saya belum bisa memastikan apakah dugaan saya benar atau salah, untuk itu kami pihak medis harus melakukan rounsen terlebih dahulu" lanjutnya


"Wawa buta?" ujar Fanni lemah


"Tante, tante ayo duduk dulu" ujar Faldi sambil memapah Fanni untuk duduk


"Kalian siapa?  dan siapa saya?" tanya Wawa lemah


"Wa, ini, ini mamsky" jawab Fanni, sambil menggenggam tangan Wawa "Dan ini,  ini Aryan calon tunangan kamu" lanjutnya, sambil meraih tangan Aryan, lalu mendekatkan dengan tangan Wawa


"Nama saya Wawa?" tanyanya


"Iya, lo Wawa, dan ini gue,  sahabat lo paling ganteng" sahut Faldi


"Dokter Fanni, ada hal yang harus saya bocarakan perihal putri anda" ujar Davin


"Baik dok" sahut Fanni, Fanni dan Davin pun keluar dari ruangan, sedangkan Ardan langsung mencari tempat persembunyian, entah apa yang ada difikiran pria itu, dia malah memilih menunggu diluar dari pada masuk kedalam


"Eh bro, gue balik dulu, nyokap  gue nelpon tadi, lo jagain princess gue baek-baek" pamit Faldi, sambil menyentuh bahu Aryan


"J-jadi kamu tunangan aku?" lirih Wawa


"Iya" sahut Aryan malas


"Apa aku cinta sama kamu?" tanyanya


"Benarkah? Tapi apakah kau mencintaiku?" tanya Wawa lagi


"Itu sudah pasti, aku sangat sangat mencintaaiiimu" jawabnya


"Bahkan setelah kondisi ku sekarang?" ujar Wawa


"Apapun kondisi mu tidak akan merubah apapun, cintaku tetaplah satu hanya untukmu" balasnya meyakinkan


"Ah aku sangat beruntung bisa bersama mu" lirih Wawa, Ardan memilih pergi dari tempat itu, ia tak ingin lagi mendengar hal itu, betapa ia tak menduga, kondisi Wawa sekarang sangatlah buruk, dia kehilangan penglihatan dan kehilangan ingatannya, di tambah banyak tulang-tulang yang patah, betapa menyedihkannya gadis itu, dan yang lebih tak Ardan terima, kenapa? kenapa disaat ia mulai menyadari perasaan nya, Wawa malah tertipu dengan buaian manis dari


pria itu? sungguh sangat menyedihkan.


Sementara itu delain tempat, Fanni kini tengah berada diruangan dokter Davin untuk membicarakan kondisi putri semata wayang nya itu


"Jadi bagaimana dok?" tanya Fanni memulai percakapan


"Begini, dokter Fanni dengan berat hati saya mengatakan, kemungkinan Wawa akan kehilangan ingatan dan penglihatannya secara permanen, karena dari hasil rounsen, ada beberapa yang menjanggal diotak nya, sehingga beberapa syaraf motorik otaknya bermasalah terlebih pada syaraf pusat otak, dan syaraf yang menghubungkan korneo mata dengan syaraf otaknya tegang, sehingga mengakibatkan kebutaan, dan yang lebih mengkhawatirkan, syaraf motorik otak nya yang dapat beralibat buruk bagi Wawa, jika syaraf tersebut tegang, itu akan berakibat fatal baginya, bahkan bisa menyebabkan kematian, maka dari itu, saya sarankan jangan buat dia tertekan atau memaksanya untuk mengingat sesuatu apapun, biarlah dia mengingat dengan sendirinya, semoga saja terjadi sebuah keajaiban lagi, sehingga ia dapat kembali normal" jelas dokter Davin


"Jadi apa yang harus saya lakukam dok?" tanya Fanni


"Dokter Fanni hanya cukup menjaganya dengan baik, agar dia tak merasa tertekan" saran dokter Davin


"Baik dok, terimakasih" ujar Fanni, lalu pamit pada Davin untuk pergi keruangan Wawa lagi.


_


_


_


_


Oh iya, aku lupa cerita soal dokter nya Wawa, seperti kalian tahu, dokter yang awalnya nanganin Wawa kan dokter Hendra ya kalo gak salah? Nah takut nya kalian nanya nanya, nih aku jelasin, karena dokter Hendra dipindah tugaskan, jadi dokter nya di ganti, ini juga atas rekomendasi dari dokter Hendra sendiri gitu😅


Dokter Davin ini, merupakan dokter tertampan dan termuda dirumah sakit ini, ia berfrofesi sebagai dokter sudah sekitar tiga tahun, tapi walaupun masih terbilang sebentar, dia merupakan dokter profesional dan handal dirumah sakit tempat sebelum nya bertugas, ia juga merupakan ponakan dari dokter Hendra, dokter Hendra merupakan adik dari ayah Dokter Davin yakni Indra jaya Permana, nama lengkap dokter Davin sendiri pun Anderal Davino Permana


Penasaran kan siapa sebenerbya doter Davin? setelah ini pasti dia akan sering dimunculkan😅


Oh iya, maap ya, di episod ini aku uo nya dikiit, soalnya pusing ni pala akunya, anemianya kumat lagi kek nya maap ya😆


tapi nanti do'ain ya, supaya aku kuat ngetik panjang-panjang bangeet alias panjang pisan gitu ya hhi


kasih komenan kalian yaaa😢


aku masih butuh saran dan dulungan dari kalian😢


aku juga minta sama kalian buat votr aku dong sebanyak-banyaknya😢


dan buat yang udah vote banyak aku ucapin makasih yang segede-gedenya kek cireng, makasih ya kalian😢


semoga karya aku kedepannya lebih banyak diminati lagi, dan episod-episod aku selanjutnya lebih menarik.


Semoga kalian senang dengan cerita aku😙


Jangan Lupa Like, Vote, And Rate start five yaa😆😙


Happy Reading😙