
Seminggu sudah ia berada dirumah sakit, kini gadis itu tengah bersiap untuk kembali kerumah dengan ditemani Aryan kekasihnya. Nampak Aryan tengah fokus menjalankan mobilnya, tak ada percakapan antara mereka, mereka fokus dengan pemikirannya masing-masing, sampai tiba-tiba datanglah sebuah mobil berwarna hitam menghadang jalan mereka, keluarlah sosok pria tampan, nan dingin dari dalam sana, ia mendekat kearah mobil Aryan dan menggedor-gedor kaca mobil tersebut, tepat di tempat duduk Wawa
"Wa! Wa keluaar! Gue mau ngomong sama lo!" teriak pria itu
"Ah? Aryan? suara siapa itu?" tanyanya bingung
"Ah shit! untuk apa Ardan datang kemari! dia akan mengacaukan semua rencanaku, aku harus melakukan sesuatu" gumam Aryan
"Woyy brengsek! Keluarin Wawa!" Ardan terus berteriak sambil menggedir kaca mobil tersebut
"Aryan, dia siapa?" tanya Wawa lagi dengan menghadap kearah Aryan, dan tatapan yang tak tahu arah "Kenaoa sepertinya aku mengenal suara itu?" batin Wawa, tiba-tiba sekelebat bayangan muncul di ingatan Wawa, membuat dia kesakitan, ia memegangi bagian kepalanya "Aaawhhh, Arrgggghhh sakiit" pekik gadis itu, bayangan itu semakin jelas, suara itu pun sama dengan suara yang ada dibayangannya
"Wa, kamu kenapa" sahut Aryan sambil memegangi tangan Wawa
"Ardan! dia Ardan!" seru Wawa, tiba-tiba wajahnya menjadi berubah ketakutan
"Kamu inget?" tanya Aryan
"Iya, dia orang yang ada dipesta waktu itu, orang yang mempermalukan aku waktu itu" sahut Wawa
"Kamu tenang ya, jangan takut, aku akan melindungi kamu, dia itu pria arrogant yang jahat, dia berniat menghancurkan kamu, jadi kamu diem aja, biar aku yang tanganin, inget kamu jangan kemana-mana, diam dimobil, dia pria berbahaya paham?" hasut Aryan, gadis itu pun mengangguk, lalu Aryan turun dari mobil dan menghampiri Ardan, tanpa ba bi bu Ardan langsung meninju muka Aryan dengan tangannya mencengkram kuat kerah kemeja Aryan
"Gue tahu rencana busuk lo sama saudara lo Tari! Lo jangan pernah macam-macam sama Wawa!" ancamnya
"Kenapa? Apa urusan lo? Lo bukan siapa-siapanya dia kan? dan lo tahu kan gue siapa? gue orang yang dicintai dia, sekaligus calon SUAMInya" tantang Aryan dengan menekan kata suami
"Cuih" decih Ardan "Pria yang dicintai? Asal lo tahu! dia cuman cinta sama gue bukan sama lo! dia bilang cinta sama lo karena ingatannya yang lo hasut dan lo bohongi!" tegasnya
"Ya, Ya , dan asal lo tahu juga, dia udah tahu siapa lo, dan sekarang dia benci sama lo! kenapa? apa lo kalah saing sama gue? orang yang dulu selalu lo bully karena gue? dan ketampanan lo? ketampanan lo ternyata gak berguna!" ledek Aryan, membuat amarah Ardan semakin menjadi "Setelah apa yang udah lo lakuin kedia? Lo masih bilang kalau dia cinta sama lo?" lanjutnya
"Asal lo tahu, gue cinta sama dia!" tegas Ardan
"Cinta? Terlambat bro, kita sebentar lagi akan bertunangan, oh ya, jangan lupa datang ya" balas Aryan dengan senyum meledek
"Mimpi aja lo! Gue, Ardan Erlangga Syahputra, gak akan pernah membiarkan gadis yang gue cintai jatuh ke orang yang salah! orang yang bejad kayak lo!" ancamnya
"Oh bejad? Apa bedanya sama lo? Lo yang suka ngasarin cewek? aan suka semena-mena sama cewek? apa itu bukan yang namanya bejad?" balasnya "Oh dan ya, apa lo punya bukti buat ngebuktiin kebejad-an gue?" lanjutnya
"Lo lihat aja! Gue janji atas nama Wawa, gue bakal bongkar semua didepan semua orang! dan lo, akan ngerasain akibat dari perbuatan lo! camkan itu!" ancamnya
"Oh akuu takuuttt Huwuuuu" ledek Aryan "Sorry, gue gak punya banyak waktu buat melayani ocehan lo yang gak bermutu itu" lanjutnya, lalu berlalu menaiki mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu, sementara Ardan? ia masih saja mematung
"Gue gak akan biarin Wawa jatuh ketangan lo! gadis baik kayak Wawa gak pantes dapetin pria gob*ok macam dia" gumam Ardan "Lo lihat aja Maryan, gue bakal buat lo dan sodari angkat lo itu menyesal atas perbuatan kalian buat nyelakain Wawa" lanjutnya lalu berlalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Malam Harinya, di kediaman Erlangga
"Selamat malam bos" ujar Tio yang baru saja masuk kekamar Ardan, sambil membungkukkan setengah badannya
"Ya, bagaimana? Lo udah cari tahu?" tanya Ardan
"Tentu bos, gue udah nemuin bukti yang cukup buat ngebongkar semua keburukan pria brengsek itu, dan gadis yang kita tahan juga sudah memberi tahu rencana mereka dan mengakui kalau ia bekerja sama dengan Aryan" ujarnya
"Kerja bagus, sekarang lo kirim bukti itu lewat e-mail gue" balas Ardan
"Okee bang" sahut Tio, lalu berlalu pergi meninggalkan Ardan
Catatan:
Sekilas tentang Tio
Tio merupakan salah satu sahabat kecil Ardan yang paling setia, dia juga merupakan orang kepercayaan Ardan, usianya empat tahun lebih tua dari Ardan, tapi perbedaan usia itu tak menjadi masalah bagi mereka, Tio merupakan putra dari Alina Indryana Mahesa, dan Bambang Praksa Mahesa, ayah dan ibunya merupakan orang berada kekayaan nya juga tak kalah banyak dengan Juan Erlangga ayah Ardan, Ardan sejak kecil sudah mengenal keluarga Tio, mereka juga menganggap Ardan seperti anaknya, karena mereka tahu bagaimana masa lalu Ardan, nama lengkap Tio adalah Tio Adinata Mahesa, ia juga memiliki adik kecil bernama Tian Purnama Mahesa, keluarga Tio tinggal di inggris untuk mengurus cabang bisnisnya, sedangkam Tio? dia tinggal di apartemen Ardan.
Back to Story
Hp Ardan berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk, Ardan langsung saja menyahuti handphone nya dan benar saja, itu ternyata kiriman bukti dari Tio
"Lo bakal skak matt Maryan! dengan bukti ini gue yakin, Wawa gak akan percaya lagi sama lo!" ujranya yakin "Gue harus segera nemuin Wawa!" lanjutnya, lalu segera meraih kunci mobil dan melajukan mobilnya secepat mungkin.
Sedangkan dilain tempat, nampak gadis itu sedang duduk termenung ditepi kolam ikan dibelakang rumahnya, sambil memainkan air, pipi nya ternyata basah karena guyuran air mata, tanpa dia sadari ada seseorang yang berdiri dibelakangnya
"Wa" ujar orang itu
"Suara itu?" batin Wawa, ia pun mengubah posisinya menjadi menghadap orang itu, lalu berdiri sambil meraba-raba sekeliling, tangannya menyentuh tangan Ardan "L-lo Ardan?" tanyanya
"Iya Wa, ini gue, lo inget?" ujar Ardan senang
"Jauhin gue!" tegas Wawa sambil mendorong tubuh Ardan dengan pandangan yang entah kemana
"Lo kenapa?" tanya Ardan bingung
"Gue tahu siapa lo! Lo itu pria brengsek yang arrogant dan kasar! Lo kan yang mempermalukan gue dipesta?!" pekik gadis itu
"Wa, itu gak seperti yang lo fikirin, lo belum inget sepenuhnya tentang gue" lirih Ardan
"Kalau pun gue inget itu gak akan ngerubah semuanya! Lo mau apa kesini?! Lo mau bunuh gue iya?! Hiks" lantangnya sambil tersedu
"Hei, Wa lo tenang, gue gak ada maksud buat ngelukain lo" ujarnya sambil membawa Wawa kepelukannya dan mengelus rambutnya "Justru gue kesini mau nyelametin lo dari calon suami lo, dia bukan orang baik Wa, percaya sama gue" lanjutnya, Wawa yang tersadar sedang ada dipelukan seseorang sontak melepaskannya
"Lo jangan bicara sembarangan! lo jangan jadiin Aryan pion buat nutupin kejahatan lo! Apa lo fikir gue percaya sama omongan lo?!" tegas Wawa "Lo orang yang paling gue benci didunia ini! Sekarang gue minta lo pergi dari sini!" lanjutnya dengan tatapan lurus
"Tapi Wa-..."
"Pergiii!" tegasnya, Ardan pun mengalah dan pergi meninggalkan Wawa
"Kenapa hati gue sakit pas ngusir dia?" lirihnya "Gak! dia bukan ornag baik! Lo inget kata-kata Aryan Wa! dia berniat jahat sama lo!" lanjutnya menegaskan.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Gimana kisah cinta Ardan dan Wawa selanjutnya? Akankah Wawa akan kembali mengingat Ardan sebagai pria yang paling dicintainya? atau ia malah akan bersatu dengan Aryan? dan bagaimana pula nasib kisah cinta Faldi? ikuti terus kisah nyaa yaa😊😙
Jangan Lupa Like, Vote and Rate bintang lima nyaa sayangkuu😊😍😙
Selamat Membaca😊😍