The Magical Of Love

The Magical Of Love
Meninggal?



Tiga bulan sudah berlalu, namun keadaan gadis otu tetao saja sama,  kondisi nya malah semakin hari semakin melemah, kini Ardan tengah menungguinya dengan setia, sudah tiga bulan pula Ardan menjadi teman setia bagi Wawa, setiap hari ia selalu mengajak Wawa bicara, meski tak ada respon dari gadis itu, bahkan saat ini pun ia masih saja terus mengajak gadis itu bercerita, Fanni yang melihatnya begitu terharu, melihat perjuangan Ardan menantikan kesadaran Wawa, harusnya disaat-saat seperti ini, Aryan lah yang harus nya ada disamping gadis itu, untuk memberinya semangat, namun pemuda itu? Entah kemana dia, sudah sekita satu bulan terakhir dia tak terlihat menjenguk gadis itu, keempat sahabatnya, masih sering mengunjunginya, terutama Faldi, pria itu menjenguk Wawa setiap dua kali dalam sehari.


"Hai Wa, gimana keadaan lo sekarang? Apa lo masih ngerasa sakit? Lo bilang sama gue, bagian mana yang sakit? Lo gak pegel Wa rebahan terus? Badan lo gak kaku gitu? Selama tiga bulan lo udah terbaring disini? Kenapa si? Lo marah sama gue Wa? Lo maarah sama gue karena gue udah nolak lo dulu? Gimana kalo sekarang gue nerima lo? Gue sayang Wa sama lo, tapi gue mohon Wa, gue mohon sama lo lo bangun, lo mau gue jadi pacar lo kan? Sekarang ayok kita pacaran, tapi lo harus bangun dulu dong Wa" lirih nya ditelinga Wawa "Wa, lo tahu? Sekolah sepi gak ada lo, pak bandi ngerasa kehilangan banget dengan kondisi lo yang sekarang, gue? Gue si nggak biasa aja kok" lanjutnya, mencoba untuk tersenyum


"Waaa, kenapa lo gak bangun-bangun si?! Wa lo udah nyadarin gue Wa, lo udah nyadarin gue sekarang, lo bisa ngerubah gue jadi lebih baik, lo kenapa si gak mau bangun-bangun? Lo mau gue mati berdiri karena terus-terusan ngajak ngomong mayat hidup kayak lo? Gue gak mau mati muda Wa, gue pengen nikah dulu, lo juga bilang kan? Kalo lo gak mau mati muda? Gue mohon Wa bangun, oke Wa oke, sebenernya bukan pak bandi doang yang kangen sama lo, ibu lo juga, temen-temen lo, dan... dan gue" lirihnya tepat ditelinga Wawa, dan mencium kening Wawa, tiba-tiba tubuh kejang-kejang setelah itu, layar monitor pemicu jantung menandakan bahwa detak jantung nya melemah, keadaan begitu kritis saat ini, Ardan yang panik segera berlari keluar menanggil dokter


"Dok! DOKTEER!" pekik Ardan panik, Dokter pun berhambur menghampiri Ardan


"Ada apa? Kenapa sama Wawa?" sahut Fanni panik


"Dok, Wawa, dia kejang-kejang Dok!" seru Ardan "Dokter! Saya mohon selametin dia! Saya mohon dok! Kalau nggak saya tuntut rumah sakit ini!" ancamnya sambil menangis tersedu, tangannya mencengkram dasi kemeja dokter itu


"Baik, saya akan berusaha semaksimal mungkin, namun keputusan tetap ditangan tuhan, kita hanya harus berdo'a supaya dia baik-baik saja" ujar Dokter itu sambil melepaskan cengkraman tangan Ardan dari kerahnya, dan mulai memeriksa Wawa, sedangkan Ardan dan Fanni menunggu mereka diluar


"Gawat dok! Pasien semakin kritis! Detak jantung nya juga melemah dok!" ujar salah satu perawat


"Suster! Siapkan alat pemicu jantung! kita harus berusaha menormalkan detak jantung nya" seru dokter itu


"Tapi dok! Kemungkinan nya sangat kecil! Perlahan nafasnya mulai tersengal juga, dan kondisi nya semakin melemah" ujar suster satunya


"Lakukan saja! Kita coba! Berdo'a saja semoga tuhan melakukan keajaiban padanya" ujaar dokter yang bernama David di name tag nya


"Baik dok!" sahut Suster itu, dab mulai menyiapkan alat pemicu detak jantung, setelah semuanya siap, dokter Davin pun mulai memicu detak jantung Wawa, namun tak ada perubahan sama sekali perlahan detak jantungnya mulai tak terdeteksi


"Dok, kondisinya semakin kritis! Detak jantung nya sudah mulai hilang!" seru Suster Nia


Dan.....


Tiiiiiiiiiitttt......


Tertera garis hijau lurus dilayar monitor pemicu jantung itu, menandakan bahwa detak jantungnya sudah tak ada


"Kita sudah berusaha, tapi tuhan yang memutuskan" pasrah dokter Davin " sus, tutup tubuh pasien" lanjutnya, sambil berlalu pergi dari ruang rawat itu, diikuti salah satu suster dibelakang nya


Ceklek....


"Bagaimana keadaan anak saya dok?!" tanya Fanni cemas


"Iya dok, gimana keadaanya?" ujar Ardan menimpali


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan sebisa kami, tapi tuhan berkehendak lain, kami tak bisa melawan takdir yang telah dituliskan tuhan, dengan sangat berat hati, saya sampaikan bahwa putri anda, meninggal" ujar dokter Davin lemah, tubuh Fanni terkurai lemas seketika, pertahanan tubuh nya mulai goyah, sampai-sampai tak mampu menampung berat badannya sendiri


"Nggaaak! Nggaak mungkin" histeris Fanni tak percaya dengan tangan menutupi mulut nya


"Maksud dokter apa?! Lo dokter kan?! Kenapa gak becus! Lo bohongkan?! Gak mungkin!  Wawa gak mungkin meninggal lo pasti bohong kan!" pekik Ardan kesal bercampur sedih, seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, kedua tangannya mencengkram kuat kerah kemeja dokter Davin, lalu mendorong nya kasar


"Maaf, tapi kami sudah melakukan nya sebaik mungkin, kami tak bisa melawan takdir " lirih Davin


"Nggak! Gak mungkin! Wawa itu gadis kuat, Tante, tante tau kan, Wawa? Wawa itu tangguh, dia gak mungkin mati dengan cara ini, Ardan percaya tante Ardan percaya Wawa kuat" ujarnya seperti orang yang tidak waras,pandangannya teralihkan pada Fanni, lalu segera berlari kedalam ruangan Wawa"Tante gak percaya? Ardan buktiin tante!" lanjutnya, Fanni pun meremas kuat gagang pintu ruangan itu, menatap tubuh anaknya tertutup kain putih


"Apa-apaan kalian! Dia itu masih hidup! dia belum mati! Dia janji sama saya dia gak akan ninggalin saya!" teriak Ardan seperti hilang akal, sambil membuka kain penutup tubuh Wawa dan melemparnya kesembarang arah, matanya menatao wajah gadis itu yang terlihat pucat, tangannya dengan cekap mendekap tubuh gadis  itu untuk memberi kehangatan, berharap ada sebuah keajaiban datang pada gadis itu, dokter suster, dan Fanni pun terharu melihat keyakinan Ardan, sesekali dia menggosok tangan Wawa menyalurkan kehangatan padanya, juga mendarat kan ciuman si pucuk kepala gadis itu dengan air mata yang terus saja mengalir


"Wa! Wa gue mohon bangun Wa, ini gue! Gue Ardan Wa, Ardan!" lirihnya


"Mas maaf, jangan menghambat kerja kami" ujar salah satu suster


"Diem kalian! Lo mau gue tuntut hah?!" bentak Ardan, membuat nyali suster itu menciut, pandangan suster itu beralih pada Dokter Davin, seakan bertanya bagaimana ini? Dokter Davin pun seakan mengerti, ia mengganggukkan kepalanya, seakan menjawab biarkan saja dulu begitu


"Wa, lo kuat! Gua tahu ko kuat! Bangun Wa bangun!" uajrnya lagi, tanggannya beralih mengapit kedua pipi gadis itu, tanpa berfikir panjang, ia langsung mencium bibir gadis itu, guna memberinya nafas buatan, ia tak peduli apa yang orang lain fikirkan, yang ada difikirannya saat ini hanyalah keselamatan Wawa saja, sampai lima belas menit lamanya hingga akhirnya terdengar suara batuk dari gadis itu, semua orang disana terkejut melihatnya, sungguh suatu keajaiban seseorang yang telah dinyatakan meninggal, kini bangkit kembali, dengan ini tuhan menunjukkan kuasanya


"Sungguh keajaiban" gumam dokter itu


"Ah Wawa? Syukurlah" lirih Fanni lemas


"Lihat?! Apa kalian buta? Berkali-kali saya mengatakan dia masih hidup! Dia gadis yang kuat! Lihat kan? Dia masih bernafas! Celat beri dia perawatan lagi segera!" tegas Ardan, dokter lun bergegas memeriksa Wawa kembali, suster mulai memasang infus dan selang pernafasan pada gadis itu, sungguh benar-benar keajaiban, apakah ini yang dinamakan keajaiban cinta? Fikir dokter Davin takjub setelah melihat apa yang baru saja terjadi, terlebih kondisi Wawa yang tiba-tiba berubah normal secara drastis tersebut, bagi medis mungkin suatu hal yang tak wajar, tapi mungkin inilah salah satu kebesaran tuhan, ia menunjukkan kebesarannya dihadapan kita secara langsung dengan menghidupkan  kembali orang yang jelas-jelas dinyatakan  sudah tak bernyawa.


Apakah Wawa akan koma lagi? Atau justru sadar? Apa yang akan terjadi nanti setelah Wawa sadar? Nantikan terus ya kelanjutanyya😆 Tapi sebelum itu, saya mohon sekalii meminta jempol anda untuk mengklik tanda jempol di pojok kiri bawah, biar aku semangat terus ngetiknya, Vote nya juga, sama komen komenan pendapat kalian tentang cerita ini gimana? pokok nya aku butuh banget dukungan kaliaan ya para readers tercintanya aku😢


Happy Reading😙