The Magical Of Love

The Magical Of Love
Berteman?



Sesuai janji Ardan, sepulang sekolah ia akan mengantar Wawa pulang, kini Ardan tengah bersandar dimobilnya diparkiran sekolah, menunggu Wawa, tak lama gadis itu pun muncul dengan senyum manis kearahnya bersama keempat kawannya, Faldi menatap kesal kearah Ardan


"Dia belum balik? Nunggu siapa?" batin Faldi


"Hai, sory ya my prince nunggu lama" ujar Wawa, dan dibalas senyuman oleh Ardan


"Hah?! Gue gak salah?! Dia nungguin Wawa? Ngapain?" batin Faldi lagi


"Oh iya gaessss ku tercintaaa maapin incees yang cantiknya cetar membahana bagai badai ini ya" ujar Wawa alay " Inces gak bisa balik bareng kaliaaann huaaaa, soalnya inces ada janji sama my prince nya Incesss huaaa" lanjutnya so dramatis


"Lebay banget si lo!" cibir Caca


"Iihs Caca marica hehey maah! Incess tau kok, kalian bakal ngerasa sepi kalo gaadak incess,tar kalo kalian nangis-nangis darah gimanaa?" balasnya


"Lo mau balik sama si Es ini?" tanya Faldi


"Iiihh babang Faldi kejam banget daah huaaaa, masa iya si my prince nya incess manusiaa es si mending dia manusia es, daripada lu curut got! Wlek" sahut Wawa alay, sambil menjulurkan lidahnya


"Yaudah, hati-hati Wa!" ujar Yaya


"Oke incess duluaa ya byee!" pamitnya, dan menaiki mobil Ardan, dan langsung melajukan mobilnya, selama perjalanan Wawa terus saja mengoceh pada Ardan, dan Ardan hanya memperhatikannya dan membalasnya dengan senyum termanisnya, lalu Ardan memberhentikan mobilnya didepan restoran Xxx


"Lho kok kesini si?" tanya Wawa heran


"Kita makan dulu aja, gue laper" jawabnya datar, mereka oun turun dan masuk kedalam restoran tersebut


"Hallo mbak? Mas? Silahkan mau pesan apa?" ujar Pelayan, sambil menyodorkan daftar menu, Wawa menatap kearah Ardan


"Lo, mesen aja sepuasnya, gue yang traktir!" Ujarnya, Wawa pun tersenyum senang


"Oh iya bak saya mau  Ramen seblak, sphagethi Woku, Nugget, French Fries, burger nya satu, mochi ice cream nya juga terus mineral water samaa jus stawbery tambahin  susu nya oke" ujar Wawa, membuat Ardan membelalakkan matanya apa tidak salah? Dia makan sebanyak itu? Fikirnya


"Kalo lo mau apa Dan?" lanjutnya sambil menatap kearah Ardan


"Ah iya? Saya mau nasi goreng seafood sama udang bakar madu, terus minumnya mineral water sama orange juice" ujar Ardan, pelayan itu pun mencatat pesanan mereka satu persatu


"Silahkan ditunggu mas mbak" ujarnya, lalu pergi meninggalkan meja Ardan dan Wawa,tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang, Wawa nampak antusias sekali memandang makanan nya, dan langsung melahapnya tanpa jeda, Ardan yang melihat hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran


"Pelan-pelan Wa makannya, gak bakal ada yang nyolong makan lo" ujar Ardan sambil memandangi Wawa, Wawa hanya cengengesan mendengarnya "Wa?"  lanjutnya


"Huamam?" sahutnya dengan mulut penuh, dan saus spagethi yang kemana-mana sambil mendonggak menatao Ardab


"Ck ck" decak Ardan sambil menggelengkan kepalanya, tangan Ardan mulai terangkat kesudut bibir Wawa, dan membersihkan saus spagethi di bibirnya, membuat Wawa membelalakkan matanya, matanya beralih menatap tangan Ardan yang ada disudut bibirnya " Makan aja lo belepotan gimana si!" Ujar Ardan, lalu menjauhkan tangannya dari Wawa


"Ah iya maap hhe" balas nya "Tadi lo mau ngomong?" lanjutnya


"Euh, g-gue mau berteman sama lo! Lo mau jadi temen gue" ujarnya, sontak membuat Wawa tersedak


Uhuk...uhukkk


"Yaampun Wa, nih minum" ujarnya sambil menepuk-nepuk tengkuk leher Wawa dan menyodorkan aor pada Wawa, dengan sigap Wawa langsung mengambilnya dan langsung meminumnya "kalo makan tuh pelan-pelan makannya, kan gue udah bilang!" seru Ardann, mereka tak menyadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, dengan wajah cemburu, dan sakit


"Ah iya, makasih hunny" balas nya alay


"Jadi gimana?" tanya Ardan lagi


"Ya gak gimana-gimana" balas Wawa santai


"Wa! Gue serius!" tegas Ardan


"Serius apanya?" tanya Wawa polos


"Soal yang tadi, lo mau berteman sama gue?" jawabnya


"Oh, kan kita emang temen, masa iya pacaran, kan lo gak mau punya  cewek yang gila kaya gue" canda Wawa, menghilangkan kegugupan dihatinya


" Wa?!" pekik Ardan


"Ah? Iya, iya, gue mau kok berteman sama lo" ujar Wawa, sambil tersenyum dengan sangat manis kepada Ardan, membuat Ardan menjadi salah tingkah


"Manis bangett njirr" batin Ardan


"Sedeket itu Ardan sama Wawa sekarang?" batin Faldi, ya memang benar Faldi lah yang memperhatikan mereka sedari tadi


"Ah, kenyang nya guee" ujar Wawa, sambil mengelus-ngelus perut nya


"Yaudah, mau balik langsung?" tanya Ardan


"Udahlah yuk cepet balik!"ujar Ardan datar, mereka berduapun pergi meninggalkan area restoran setelah membayar makanannya, selama perjalanan, hening diantara mereka, Ardab fokus menyetirr, sedangkan Wawa fokus melihat-lihat jalanan disamping dari kaca mobil, manik matanya berbinar ketika menangkap kedai kue coklat kesukaannya, Tiba-tiba....


"STOP!" pekik Wawa, sontak membuat Ardan kaget dan kangsung memberhentikan mobilnya mendadak


"Ada apa si?!" ujar Ardan Datar


"Eum maaf ya gue ngangetin lo " ujarnya sambil senyum cengengesan " gue cuma mau kesana" lanjutnya sambil menunjuk ke toko kue coklat itu


"Lo mau kue?" tanya Ardan,dan dijawab anggukkan oleh Wawa "oke lo tunggu disini! Gue turun buat beli" lanjutnya, dan hendak turun daro mobil, namun tangannya dicekal oleh Wawa, Ardan pun menoleh kearahnya


"Gue ikuut" pintanya dengan memasang baby face nya


"Ihs! Kenapa harus seluci ini si!" batin Ardan "Yaudah ayo turun!" serunya, Wawa pun tersenyum senang, ia pun segera melepaskan tangan Ardan, dan turunn, lalu berlari memasuki toko itu, matanya berbinar-binar menatap etalase yang penuh dengan kue-kue favoritnya


"Mas, mbak mau pesan kue?" ujar Pelayan


"Saya mau lihat-lihat dulu!" ujar Ardan datar


"Ihss my prince ku tersayang, ngapain si harus liat-liat dulu, ini yang didepan mata aja!" ujar Wawa kesal


"Shht diem lo!" bisik Ardan


"Baiklah mari mas ikut saya" ujar pelayan itu sambil menunjukkan beberapa etalase penuh dengan kue, Wawa memandang semua kue-kue itu takjub


"Saya mau ini, ini juga, ini,itu, dan yang ini!" ujar Ardan, sambil menunjuk satu-persatu kue nya


"Baillah mas, mari ikut kekasir, biar pelayan kami yang menyiapkan pesanan Ardan


"Wuaah my prince lo beli kue sebanyak itu buat lo?"celetuk Wawa, sambil berjalan menuju kasir


"Bukannya lo suka kue coklat itu? Jadi gue pesenin itu buat lo!" jawab Ardan datar


"Waah serius lo? Kue sebanyak ini uuwuuhuuy makasiihh my princee, kenyang deh guee" ujar Wawa girang, setelah ditoko kue tersebut, mereka kembali kemobil Ardan, dan langsung melajukan mobilnya kembali sampai kerumah Wawa, Wawa pun turun dari mobil Ardan, diikuti Ardan


"Makasii ya prince traktirannya, kenyang deeh guee" ujar nya


"Hm" balas Ardan "sekarang lo masuk!" lanjutnya, Wawa pun menurut, ia masuk kedalam rumahnya, setelah dirasa Wawa tak terlihat, ia pun segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya.


"Hallo mamsky" sapa Wawa, saat melihat Fanni sedang duduk sofa ruang tengah


"Sayang, kok baru pulang si?" tanya Fanni


"Iya mamsky maaf, Wawa tadi diajak jalan dulu sama temen, mau ngabarin tapi hp Wawa low-bat" jawabnya santai


"Yaudah sekarang kamu mandi, terus ganti baju, abis itu kamu makan ya?" ujar Fanni


"Wawa udah makan kok mamsky, oh iya mamsky tolong simpen ini ya di kulkas" balas nya sambil menyodorkan paper bag besar berisi kue coklat yang di beli Ardan tadi


"Ini apa?" tanya Fanni sambil menerima paper bag yang diserahkan Wawa


"Itu kue coklat favoirt Wawa" jawabnya


"Kamu beli kue coklat sebanyak ini? Habis dong uang jajan bulanan kamu!" tegas Fanni


"Mamsky tenang aja! Ini tuh dibeliin sama temen Wawa! Udah ya Wawa mau kekamar dulu mau mandii! Bye mamsky" ujarnya dan berlari menaiki tangga kekamarnya.


#Dikediaman Erlangga


Nampak seorang pria paru baya sedang duduk menunggu kepulangan anak nya, tak lama setelah itu, datanglah seseorang yang ditungguinya sedaru tadi


"Kamu dari mana aja Ardan! Kenapa baru pulang?!" Tanya Erlangga


"Bukan urusan Papa!" jawabnya tegas, dan berlalu kekamarnya meninggalkan Papanya disana.


Ardan merebahkan dirinya diatas kasur, menatap langit-langit kamarnya dengan begitu sendu, ingatan akan masa kecilnya seakan kembali berputar dikepalanya, tak terasa bulir bening jatuh kepipinya


"Kenapa? Kenapa hidup gue kaya gini? Gue gak pernah ngerasain kasih sayang seorang ibu?! Gue juga gak pernah ngerasain perhatian dari seorang ayah?! Apa mereka gak pernah anggep gue? Gue bencii keluarga! Gue bencii!" Pekik Ardan Frustasi


"Keluarga gue yang menjadi penyebab gue jadi seseorang yang kasar dan suka berbuat seenaknya, pengkhianatan dari seorang ibu, membuat gue jadi anak yang gak bisa mgehargain wanita, kesibukan dan kurangnya perhatian dari seorang ayah, membuat gue jadi anak yang pembangkang, dan pendendam, hidup gue gak pernah berarti didunia ini?! Kenapa  tuhan?! Kenapaaa?! Hiks...hikss..." ujarnya tersedu-sedu, sampai ia kelelahan karena terus menangis dan akhirnya ia terlelap dengan sepatu yang masih menempel dikakinya, dan pakaian yang masih belum ia ganti.


Gak ada bosen-bosen nya author ingetin buat kasih like, vote, and rate nya, jangan lupa kasih masukkan jugaa yaa😍


Happy Reading😙