
"Kenapa? Gak boleh emang aku mau lihat calon istri" balas Aryan menggoda Wawa, namun bukannya malu, ia malah merasa ilfiel mendengar rayuan dai Aryan
"Huweeek jiji bangett guee, alay banget hiks jadi cowok" batin Wawa merasa geli, namun masih saja mencoba tersenyum dipaksakan "Ah, hehe, euh bukannya gak boleh sih, euh udah lama nunggu? Kenapa gak masuk aja?" balas Wawa
"Tadi aku udah ketuk pintu tapi sepertinya tidak ada orang dirumah" sahutnya
"Ah, iyakah? Euh yaudah lo tunggu sini aja ya, kalo gak ada orang dirumah bisa repot urusannya" ujar Wawa, lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya, sementara itu Aryan menungguinya diluar, karena gadis itu tak kunjung keluar, akhirnya ia pun pergi kedalam menyusul Wawa ia mencari disetiap sudut ruangan rumah itu, sampai matanya berhenti disatu titik, gadis itu tengah menyeduh teh hangat untuknya fikirnya, ekspresinya yang seperti itu membuat Wawa semakin cantik dan menggoda dimata Aryan, dengan kaos casualnya yang berwarna putih, dan dipadukan jeans sepaha, yang menampakkan kaki jenjang mulus miliknya dengan rambut yang disanggul acak, ia menyeduh teh sambil bersenandung kecil, Aryan pun perlahan mendekat kearahnya, lalu memeluknya dari belakang sambil menciumi aroma tubuh dari gadis itu yang membuat gadis menjadi geli
"Ihs! Apa-apan sih lepas gak!" tegas Wawa sambil mencoba menepis lengan Ardan dari perutnya
"Kenapa? Akukan calon suami kamu" balas Aryan sambil menciumi ceruk leher Wawa
"Ih lepas!" tegasnya sambil mendorong Aryan dengan kuat, menbuat pria itu terpental kebelakang "Kita itu belum sah! Lo jangan seenaknya gitu dong sama gue!" Lanjutnya
"Tapi aku kan calon suamimu!" tegas Aryan tak mau kalah
"Baru calon kan? Belum jadi suami!" balasnya lalu pergi meninggalkan Ardan
"Kenapa? Buakannya dulu kamu sering menggoda pria?" ujar Aryan dengan senyum liciknya, langkah Wawa pun terhe nti seketika dan menoleh pada Aryan, ia tak mengerti apa maksud dari tunangannya itu
"M-maksud lo apa?" tanyanya gugup
"Iya, lo sering godain cowok! Lo gak tahu kan masa lalu lo?! Kalo lo gak pernah godain cowok lantas buat apa lo berpakaian seperti itu saat ada gue kalo bukan buat ngegoda gue" jawabnya datar
"Jaga ucapan lo ya!" lantang Wawa sambil menunjuk kearah Arda dengan geram
"Kenapa? Gue gak salah, asal lo tahu aja selain ko wanita penggoda, lo juga manusia yang kejam, lo pembunuh, lo udah membunuh bokap lo sendiri" balasnya semakin memanas-manasi, mata Wawa terbelalak sempurna mendengar penuturan pria itu, ia tak tahu apa yang telah terjadi padanya, air matanya jatuh tanpa diminta kedua matanya menatap lekat kearah Aryan, diikuti dengan langkah kakinya yang semakin mendekat kearah pria itu
Plaaak....
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna dipipi Aryan, sampai - sampai membuat sudut bibir laki-laki itu mengeluarkan darah segar
"Cukup! Asal lo tahu aja! Lo baru kenal sama gue! Itupun karena perjodohan! Jangan lo fikir gue bodoh bisa percaya sama omongan lo gitu aja!" tegasnya menatao tajam kearah Aryan, membuat laki-laki itu semakin gencar untuk mempengaruhi gadis itu
"Apa? Gue emang kenal lo karena perjodohan, tapi gue tahu semua tentang lo, dan asal lo tahu semua yang gue omongin itu kebenarannya, lo adalah wanita penggoda dan seorang anak yang tega membunuh aya kandungnya sendiri!" ujar Ardan, Wawa semakin geram mendengarnya ia mencengkram bahu Ardan dan hendak melayangkan pukulan padanya, namun sebuah tangan lembut menghalanginya, gadis itu mengalihkan pandangannya kearah pemilik tangan itu, dilihatnya wanita setengah baya yang begitu dekat degannya sedang menatap tajam kearahnya, wanita itu menepis kasar lengan gadis itu hingga membuatnya meringis kesakitan
"Apa yang mau kamu lakuin Wa!" sentak Fanni
"Tante, tante jangan salah faham ini bu-"
"Cukup!" tegasnya sambil mengangkat tangannya didepan Ardan dengan pandangan yang sama sekali tak beralih dari Wawa
Plakk....
Tamparan keras mendarat di pipi Wawa, membuat mata gadis itu berkaca-kaca, rasanya baru pertama kali ia mendapat tampran sekeras itu dari sang ibu
"Kamu jangan kurang ajar ya Wa! Kamu harus inget! Dia itu calon suami kamu, dia udah baik sama kamu, waktu kamu buta dia masih mau nerima kamu, tapi apa balasan kamu? Kamu malah mau menyiksanya!" sentak Fanni lantang
"Gak gitu mamsky, mamsky dengerin Wawa dulu, dia mau berbuat kurang ajar sama Wawa mamsky, dia juga sebut Wawa wanita penggoda" belanya
"Cukup Wa! Kamu jangan memutar balikkan fakta, mamsky sudah lihat semuanya bagaimana kamu menamparnya dan tadi hendak menyiksanya, asal kamu tahu mamsky udah kenal sama dia juga sama orang tuanya sedari dia kecil, jadi mamsky tahu bagaimana dia!" bantah Fanni
"Tante, sudah lah tante jangan memarahinya seperti itu, saya mengerti kok tante, mungkin dia tak bisa menerima perjodohan ini, biarkan saya yang mundur saja tante, saya tak ingin memaksanya" ujar Aryan seakan-akan dirinyalah yang paling tersakiti
"Tidak Aryan, perjodohan ini tidak bisa dibatalkan, dan kamu Wawa, mamsky sudah bilang kan sama kamu jangan pernah menolak perjodohan ini! dan kalian ingat, setelah lulus sekolah, pernikahan kalian akan dilangsungkan! Biar tante yang bicara nanti sama kedua orang tua mu Aryan" tegas Fanni
"Munafik sekali pria ini" batin Wawa menatap Aryan sinis " Benar apa yang dikatakan Ardan waktu itu" lirihnya, ia pun memutuskan pergi kekamarnya meninggalkan Aryan dan Fanni dibawah
"WAWAA!" pekik Fanni namun tak dihiraukan oleh gadis itu
"Sudahlah tante biarkan saja, lebih baik saya pulang saja" ujar Ardan dengan sedihnya yang dibuat-buat
"Tapi nak Aryan, ah yasudahlah maafkan sikap Wawa ya" ujar Fanni merasa bersalah, Aryan pun keluar dari rumah itu dengan senyum kemenangan
"Kau lihat kan gadis kecil? Ibumu saja menurut sekali padaku, ini akan semakin mempermudah rencanaku" gumamnya dengan senyum sinisnya.
Bersambuung😅
_
_
_
_
_
_
_
_
Tidak henti-hentinya aku mengucapkan jangan lupa Like, Vote, sama Rate dan juga komenannya buat saran dong, karena itu semua berarti banget buat akuu yaaa😢
Dan gak lupa juga semoga kalian senang dan suka sama karya aku❤