
Memang benar-benar kuasa Allah itu sungguh menkajubkan, Wawa yang dinyatakan telah meninggal beberapa menit yang lalu, kini kondisinya sudah cukup stabil, hanya tinggal menunggunya sadar
"Ini benar-benar sebuah keajaiban, selama saya menjabat sebagai dokter, saya tidak pernah melihat hal seperti ini" ujar dokter Davin pada perawat
"Dokter benar, cinta dari pria itu, membangkitkan kembali raga gadis ini" ujar salah satu suster
"Mari kita keluar" ajak dokter, lalu berlalu mendahului para perawat itu, dan ternyata saat ia diluar ternyata sudaah banyak orang yang menunggnya disana, Ardan dkk, Yaya dkk, dan Aryan sudah ada disana, setelah mendengar bahwa kondisi Wawa mulai membaik
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Fanni penasara
"Sungguh benar-benar keajaiban dok, putri anda kembali hidup dan sudah melewati masa kritis nya, sekarang kita hanya tinggal menunggu nya sadar" jelas domter Davin
"Hah?syukurlah" ujarnya lemah dengan senyum bahagia, semua orang yang mendengarnya pun tersenyum lega, tak terkecuali Aryan
"Beruntung kau masih hidup, jika tidak, aku tidak akan bisa membalaskan dendam ibu ju" batin Aryan
"Apakah kita sudah boleh masuk kedalam dok?" tanya Caca
"Silahkan, tapi jangan terlalu banyak, diharapkan sebagian nya menunggu diluar, agar tidak mengganggu kenyamanan pasien" jawab dokter itu "baiklah, saya pamit undur diri terlebih dulu" lanjutnya. Lalu berlalu pergi meninggalkan mereka, sedangkan Fanni, Caca, Yaya, Jejes, Faldi dan Aryan masuk kedalam, dan Ardan dkk mereka menunggu diluar
"Sekarang lo bisa tenang Dan, Wawa udah lewatin masa kritisnya" ujar Bevan, sambil menepuk bahu Ardan
"Gue masih belum tenang sebelum tahu kondisi selanjutnya Wawa setelah sadar gimana? Kalian lihat sendir kan? Ditubuhnya banyak banget bekas luka cambuk, dan sayatan ditambah kayaknya, dipukul besi panas" ujar Ardan lemah
"Iya Dan gua ngerti, tapi kota berdo'a aja, semoga dia baik-baik saja" ujar Jojo
"Bener Dan apa yang dibilang Jojo, kita berdo'a aja Dan" ujar Bevan menimpali "Lo gak mau kedalem?" lanjutnya
"Gua mau pergi!" jawabnya, lalu berlalu pergi meninggalkan Bevan dan Jojo
"Temen lo napa si Jo?" tanya Bevan
"Tau tuh, habis obat kali" balas Jojo
"Dah Yok masuk" seru Bevan, dan dianggukki oleh Jojo, mereka pun masuk beriringan kedalam ruangan Wawa
"Lo pada ngapain si kesini? Mana temen kulkas lo itu?" tanya Faldi
"Bukan urusan lo!" sahut Bevan dan Jojo kompak, posisi mereka bersebrangan, Faldi, Caca, Jejes, Fanni, disebelah kiri ranjang Wawa dengan Fanni duduk dikursi samoing ranjang Wawa, dan Yaya, Aryan, Bevan, dan Jojo, berada disamping kanan ranjang Wawa
"Udah ssstt brisik lu pada! Lagian mgapa rame bener si ini disini?bukannya tadi dokter bilang sebagian-sebagian" ujar Yaya
"Iya tuh atuuu ih, ngapa lo pada disini?" sahut Jejes
"Ssstt! Kalian bisa diem gak sih!" seru Caca
"Wawa! Wawa mulai gerakin jarinya!" seru Fanni girang saat melihat jari telunjuk Wawa bergerak-gerak dan benar saja, bahkan matanya perlahan mulai terbuka
"Ah tante! Wawa mau buka mata!" seru Jejes heboh
"Panggil dokteer! Ceet oanggil dokter!" titah Fanni, Yaya oun segera berlari keluar memanggil dokter "Ah, syukurlah makasih yatuhan, terima kasih banyak" gumamnya senang
"Dook! Dokteer!" pekik Yaya sambil melirik kekanan dan kekiri, dokter Vandi pun datang dengan tergesa-gesa
"Ada apa?" tanya dokter Davin
"Syukurlah, kondisinya baik, dia juga mulai sadar" ujar Dokter Davin setelah memeriksa
"A-air" lirih nya
"Berikan saya air" ujar Davin, Caca pun segera menyodorkan gelas berisi air putih pada Davin, dan dengan senang hati Davin meraih gelas itu, sebelum ia berikan air itu pada Wawa, ia menaburkan obat pada air itu untuk membuat Wawa istirahat sejenak setelah koma, lalu membantunya meminumkannya
"Bagaimana keadaanya dok?" tanya Aryan
"Syukurlah keadaan nya baik, namun untuk hasil selanjutnya saya belum bisa memastikan kondisinya apakah normal atau tidak, tapi untuk sekarang biarkan dia istirahat pasca koma, dia membutuhkan istirahat dulu yang cukup, baru setelah ia bangun kita bisa mengajaknya berbicara, taoi jangan terlalu memaksanya, sebelumnya saya sudah memberikan obat tidur pada minumnya tadi" jelas Dokter Davin
"Maksud dokter dengan kondisi nya kedepanmya belum dapat dipastikan apakah normal atau tidak nya bagaimana dok?" tanya Faldi
"Begini, dia mengalami kecelakaan yang parah, tubuhnya terpental jauh karena membentur bagian depan mobil dengan sangat keras, kemungkinan ada beberapa tulang yang retak atau yang patah, dan untuk memastikan itu, kita harus menunggu pasien sadar dari tidur nya" jelas Davin "baik saya pamit undur diri dulu, masih banyak pasien yang harus saya tangani, pemisi" pamitnya, ia pun keluar dari ruangan itu, diikuti Bevan dari belakang nya, pria itu sekarang hendak menghubungi Ardan
"Hallo, Dan, lo dimana?" tanya Bevan setelah telponnya tersambung
"Ada apa?" balasnya dingin
"Wawa tadi sempet sadar" ujar Bevan bahagia
"Lo gak bercanda kan?!" tegas Ardan
"Ya kali gua bercanda soal Wawa ke lo, gua tahu lo suka kan sama Wawa!" balas Bevan
"Gua segera kesana!" seru Ardan dan mematikan sambungan telponnya secara sepihak, lalu melajukan mobil nya segera menuju rumah sakit
"Wa! Akhirnya lo sadar jugaa wa" lirih nya"
"Arhggh Shit! Sialan si Ardan! Baru aja gua mau bilang kalo dia udah tidur lagi malah dimatiin telponnya awas lo beruang kutub" umpat Bevan kesal, ia pun segera kembali kedalam ruangan Wawa
#POV Ardan
Ardan nampak begitu bahagia mendengar kabar bahwa Wawa telah sadar dari koma nya, ia menancap gas mobil nya
"Tunggu gua Wa, tunggu, gua dateng Wa" ujarnya dengan senyum yang tak luntur dari sudut bibirnya, ini pertama kali baginya ia terlihat sebahagia ini, dengan senyum seperti ini, menunjukkan sisi lain dari Ardan, sisi yang baik yang selama ini ia sembunyikan, namun tiba-tiba, ponsel nya berdering, menandakan ada telpon masuk, tertera nama Tio disana, dengan segera Ardan mengangkat telpon itu
"Hallo bos!" ujar Tio di sebrang telpon
"Katakan!" sahut Ardan
"Kota sudah mendapatkan wanita ini bos" balas Tio
"Baik! Kau jaga dia di markas! Gua segera kesana" tegasnya, sambil memutuskan sambungan telponnya, dan memutar balik setir mobilnya
"Lo tunggu gue sebentar Wa, lo emang penting, tapi kasih pelajaran ke orang yang udah buat lo kayak gini juga penting Wa" gumamnya
Kira-kira apa yang akan dilakukan Ardan pada wanita itu? Apajah dia akan membunuhnya? Atau mwncincang-cincang dagingnya? Untuk jadi santapan buaya? Apakah menurut kalian Ardan seorang psikopat? Penasarankan? Ikuti terus yaa kelanjutan kisah ya
Aku juga gak ada bosennya ngingetin supaya kalian kasih jejak likenya, kasih vote nya, kasih komen-komen positif dan saran nya, sama rate nya yaa😊
Happy Reading😍