The Magical Of Love

The Magical Of Love
New Day



Nampak Ardan kini tengah berjalan menusuri jalan dinegara itu, tujuannya kini adalah mencari restoran untuknya mengisi perut yang lapar, tak sedikit dari kaum wanita yang Ardan lintasi mengagumi ketampanan yang dimiliki Ardan, dan gaya cool nya yang membuat wanita meleleh, banyak pula waniya yang ingin berkenalan dengan Ardan namun tak ia hiraukan.


"Aduh" ucap seorang wanita dengan bahasa indonesia yang tak sengaja tertabrak Ardan, wanita itu berjongkok dihadapan Ardan untuk memungut buku-bukunya yang berjatuhan


"Iam sory" ucap Ardan sambil membantu wanita itu memunguti bukunya


"Suara itu?" lirih wanita itu, ia menoleh kearah Ardan, sambil menatap nya lekat


"Hello?" ucap Ardan sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wanita itu


"Ah iya?" ucap wanita itu tersentak


"Are you fom Indonesia?" tanya Ardan


"Yes, Iam from Indonesia" jawab wanita itu


"So, you can speak Indonesian?" tanya Ardan lagi dengan nada datarnya


"Oh, Sure" balasnya


"Baiklah, maafkan aku, aku tak sengaja menabrakmu" ucap Ardan, lalu hendak berlalu meninggalkan wanita itu disana


"Tunggu" cegahnya, Ardan pun menoleh


"Kau tak mengenaliku?" ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri dan berjalan mendekat kearah Ardan, Ardan menautkan kedua alisnya tanda tak tahu "Kau yakin sama sekali tak mengenalku?" tanyanya lagi


"Sory, gue gak punya waktu buat ngeladenin cewek kaya lo" balasnya dingin


"Ck, gitu banget sih lo Dan" ucap wanita itu sambil menyenggol bahu Ardan "Ini gue, Dan, lo gak inget sama sekali?" tanyanya lagi, Ardan pun memilih pergi dari pada menggubris pertanyaan dari gadis itu.


***


Nampak Wawa dan teman-temannya kini sedang berkumpul disebuah caffe yang berlantunkan musik dj semua orang nampak bersorak gembira menikmati suasana kecuali gadis itu, senyum pun bahkan tak terlihat dari bibir ranumnya


"Oooy Wa, Loo kenapa?" tanya Yaya sedikit berteriak


"Gue gak apa-apa" jawabnya


"Lo gak nyaman ya disini Wa? kita balik aja yuk!" ucap Caca


"Ayolah Wa jangan gitu, kita kan ajak lo kesini buat menghibur lho, ini udah seminggu lho masa iya lo terus mikirin si Ardan sih Wa" protes Yaya


"Lo tahu kan gu-..."


"Iya Wa gue tahu, tapi lo liat sendiri dong bahkan dia aja pergi ninggalin lo tanpa meninggalkan secerca cahaya, tanpa memberi sebuah oesan sama lo ! Lo itu harusnya sadar dong Wa jangan mau dibodohin begini terus sama dia" ucap Yaya terlanjur kesal akan sikap sahabatnya yang selalu saja memikirkan Ardan


"Ya udah " bisik Faldi menenangkan


"Lo gak tahu Ya rasanya diposisi gue, karena apa? karena ko gak pernah ngerasain jatuh cinta!" balas Wawa lantang


Deg..


Bak disambar petir siang bolong, Yaya tak percaya sahabatnya akan mengatakan hal itu padanya


"Tahu apa lo tentang kehidupan gue?!" ucap Yaya


"Emang bener kan?! lo gak pernah merasakan yang nama nya jatuh cinta lo itu cowok tomboy, lagian apa ada cowok yang mau sama lo? setahu gue kan semua cowok takut sama sikap lo yang tomboy dan kasar sama cowok, atau jangan-jangan lo suka salah satu diantara kita iya?" ucap Wawa


Plak....


Tamparan keras mendarat dipipi mulus gadis itu, manik mata Yaya berubah seketika bagai singa yang ingin menerkam mangsanya, Wawa meringis kesakitan sembari memegangi pipinya yang terasa perih, lalu menatap Yaya tajam dengan bulir bening yang menggunuk dipelupuk matanya, tangannya dengan segera meraih tas slempang mungilnya, lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu, hatinya begitu sakit menerima perlakuan seperti itu dari sahabatnya, terlebih Yaya ia sangat tak menyangka sahabat terbaiknya mampu mengatakan hal itu? ditempat umum pula? rasanya begitu teriris harus menerima kenyataan bahwa tadi bukanlah khayalan apalagi mimpi


"Wa!" pekik Faldi


"Fal lo kejar Wawa dulu, biar gue nenangin Yaya" ucap Caca panik, tanoa fikir panjang Faldi pun langsung menuruti perintah Caca


"Lo tenang Ya tenang, gak seharusnya lo nampar dia Ya, lo tahu kan hati dia itu paling lembek diantara kita" ucap Caca


"Tapi gue gak suka omongan dia yang kek gitu, seakan-akan gue itu bener-bener gak laku gitu sama siapapun" ucapnya kesal


"Ya tapi kan Ya-..."


"Wa tunggu" ucap Faldi seraya menggenggam tangan Wawa


"Lepasin gue!" tegasnya sambil menepis kasar lengan Faldi


"Lo kenapa sih Wa? kok lo gitu sama Yaya" tanya Faldi


"Gue kesel aja sama dia, dia gak bisa ngertiin gue, coba aja kalau dia ada diposisi gue, ngerasain gimana rasanya kehilangan seseorang yang bener-bener kita cinta" lirihnya


"Ya tapi lo gak harus ngomong gitu juga Wa, kasian kan Yaya dia pasti tersinggung banget"


"Kalau lo ngejar gue cuman buat bahas ini lagi gue gak ada waktu gue mau balik!" ucapnya sseraya menengok ke kanan dan ke kiri mencari taksi, sampai akhirnya datang sebuah taksi berwarna biru mendekat ia ounelambaikantangannya dan taksi pun berhenti, ia menaiki taksi itu dan segera melajukannya sampai dirumahnya.


***


"Aku tidak mau tahu ma, pokoknya aku harus menjadi milik Ardan!" ucap seorang gadis bertubuh sintal itu pada seorang wanita parubaya yang tak lain adalah ibunya


"Tapi sayang, bukankah Ardan ada di Indonesia?" balas sang ibu


"Nggak ma, Ardan ada disini tadi clara liat sendiri kok! pokoknya aku gak mau tahu gimana pun caranya mama harus bisa buat aku sama Ardan bersatu!" rengeknya


"Iya iya sayang udah ya, nanti mama mgomong sama mama nya Ardan ya" ucap sang ibu menenangkan


"Janji ya ma?" lirihnya dan dijawab anggukan oleh sang ibu.


Sementara itu dilain tempat Ardan kini sedang duduk termenung disebuah cafe yang nampak ramai, cafe yang dihiasi oleh kerlap kerlip lampu warna-warni dengan alunan musik yang sungguh merdu, ia menatap layar ponselnya dimana terdapat foto seorang gadis yang ia cintai yang tak lain adalah Wawa, ia menatap foto dilayar itu dengan seksama diiringi dengan lantunan musik yang sangat sesuai untuk mencurahkan segala isi hati pria itu


"Wa gimana kabar lo? apa lo udah mendapatkan cinta yang sesungguhnya?" lirih Ardan


"Gue rindu sama lo Wa"


"Excusmee?" ucap seorang pria yang sebaya dengan Ardan, Ardan yang terlalu larut dalam kerinduannya pada Wawa tak mendengarkan sapaan pria itu "Hallo, Excusme Sir?" ucapnya lagi seraya melambaikan tangannya dihadapan Ardan hingga membuat pria itu tersentak


"Ah yes" balas nya


"What do you do?" tanya pria itu


"Sory sir" balas Ardan


"Oh no problem, What is your name?" tanyanya


"Iam Ardan Erlangga Sayhputra" jawabnya seraya mengulurkan tangannya pada pria itu


"Are you, Erlangga Family? You from Indonesia?" ucap pria itu senang


"Yes" ucap Ardan


"Ah jika begitu kenapa tidak bilang dari tadi sih, Gue Alvan Atmajaya gue dari Indonesia" ucap pria yang ternyata bernama Alvan


"Oh oke, gue Ardan"


"Gue boleh gabung?" ucapnya seraya menatap kursi kosong dihadapan Ardan


"Yah tentu silahkan duduk" balas Ardan


"Gue gak nyangka gue bisa ketemu sama anak sang pengusaha paling sukses se-Asia" ucap Alvan kagum


"Lo bisa aja"


"Oh ya, ngomong-ngomong lo disini liburan?" tanya Alvan


"Gue cari kuliah disini, gue daftar di salah satu universitas negeri disini namanya eum apa ya.. ah ya!" ucapnya seraya mengingat-ngingat nama Fakultasnya saat di London.


Wawa Ardan come back geengs:)


aku mohon ya semoga kali ini tingkatin lagi like sama Vote nyaa😢


Biar akunya juga semangat up mya wk


Happy Reading❤