
Aku menangis tersedu, meratapi nasib ibu ku, yang terlalu terobsesi pada pria bernama Richardo, ia sama sekali tak pernah memperhatikan ku, bahkan ia tak menganggapku ada, dan tak menginginkan kehadiranky, yang ada di otaknya hanyalah Richardo saja, setiap hari aku melihat oertengkaran ibu dan ayahku, di usiaku yang sangat kecil ini, aku harus menyaksikan hal yang tidak sepantas nya bocah saksikan, tepat dimana ibuku membunuh ayahku sendiri tepat di depan mataku.
#Flash Back Off
Di sudut ruangan yang begitu gelap, aku terduduk tersedu-sedu menyaksikan kedua orang tua ku
"Apa yang kamu lakukan hah?! kita sudah menikah dan sudah memiliki seorang putri, dan kau masih saja terus mngehar pria itu! aku ini suamimu! seharusnya kau urus anak mu! bukan sibuk menyusun rencana untuk menghancurkan keluarga pria itu! apa lau sudah gila! Pria itu sudah jelas-jelas berkali-kali menolak mu! " Pekik Susanto Herlambang, Ayah dari Tari Anindita Herlambang
"Anakku? aku tidak memiliki anak! Anak mana yang kau maksud? aku tidak pernah ingin mengakui itu sebagai anakku! kau tahu itu! aku juga tida sudi menganggap nya sebagai anakku! aku hanya akan dan ingin memiliki anak dari richardo saja tidak pria lain! Bahkan aku tidak sudi memiliki suami sepertimu!" seru Santi, ibu dari Tari
"Apa kau fikir aku juga senang menukah denganmu?! kau tahu aku tersiksa menikah dengan mu! aku menyesal telah menikahi pria tidak waras sepertimu! pantas saja jika Richard lebih memilih Fanni dari dirimu! karena jelas dia lebih baik darimu! dalam hal apapun! aku menikahimu hanya karena untuk membalas segala jasa orang tua mu yang sudah merawatku! jika tidak mana mau aku haru menikahi wanita yang sudah kehilangan kepera*anannya, dan sedang mengandung anak orang lain?" balas Susanto
"Kurang ajar kau! beraninya kau berkata seperti itu padaku! dan membanding-bandingkan ku dengan la*jang murahan itu!" Pekik Santi
"Kau benar-benar wanita tidak tahu malu! kau ini sudah bersuami! dan aku suami mu! dan aku sebagai suami mu melarang keras dirimu untuk membahas pria lain selain aku!" tegas Susanto
"Aku tidak oernah menganggap nu suamiku! aku tak sudi! suamiku hanyalah Richard, cintaku, bahkan jiwa dan ragaku ada padanya" balas Santi "Dan kau dengar aku baik-baik! aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan cintaku! dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menghalangi jalanku untuk mengejar cintaku! kau mengerti! dan itu termasuk pada mu! jika kau berani menghentikkan ku, aku tidak akan segan-segan menghabisi mu sekarang juga!" ancamnya, sambil mengambil pisau yang ada diranjang buah, dan tunjukkan kepada Susanto, dengan perlahan mundur
"Tidak! kau tidak boleh pergi! kau adalah tanggung jawabku! ayah dan ibu sedang tidak disini! aku harus menjaga mu" ujar Susanto sambil mendekat kearah Santi
"HEH ! aku sidah memperingatkan mu! jangan mendekat atau aku, aku akan .... " ancamnya
"Akan apa?!" tanya Susanto
Tiba-Tiba........
Blessshh, pisau itu menusuk dalam tepat pada bagian dada Susanto, seketika Santi panik dan terhuyung lemas, sedangkan
aku hanya bisa mengangis tanpa suara, menyaksikan kejadian tragis yang menimpa ayahku, yang di sebabkan oleh ibu ku sendiri, aku melihat kearah ibu yang terhuyyng lemas melihat darah yang mengalir dari dada ayah, namun perlahan ia bangkit dan pergi keluar entah kemana ia lari, aku pun keluar dari tempat persembunyian ku, dan mendekat kearah ayah, yang kini telah tewas di tempat itu, dengan darah yang terus saja mengalir, dan pisau yang tertancap tegak tepat di depan dada nya, tak ada yang bisa aku lakukan saat itu, aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya, meratapi kepergian sang ayah
#Flash back On
"Adzwa sayang anak nya mamii, kami udah makan nak?" tanya Mama padaku, aku tersenyum getir mendapati perlakuan itu, bagiku itu sudah biasa, namun hal yang menyakitkan bagiku adalah, ketika ia sadar dalam khayalannya bahwa ini adalah aku Tari, dia selalu menyiksaku
"Mamaa" lirihku, sambil membelai lembut pipi mama, mama menangis melihat ku menangis
"Sayang kamu kenapa? kamu sedih papa Richard belum pulang? kamu tenang ya, bentar lagi dia pulang kok" ujarnya
"Ma, Ini Tari anak mama! mama Yari mohon Mama sadar! ini Tari ma! Tari!" seru ku lantang, ekspresi mama ku tiba-tiba berubah ia mendorongku dengan kasar
"Adzwa! kamu apa-apaan si! kamu jangan bajas anak sialan itu di depan mama! mama gak suka!" tegasnya padaku
"Ma hikss... mama.... hiks... ini aku ma" lirih ku, Mama tersadar kembali dalam khayalannya, ia pun menarikku dam memelukku erat
"Sayang? kamu gak papa? maafin mama sayang, mama gak sengaja! mama kira kamu itu anak sialan itu" rintihnya, perlahan ia mulai melepas pelukannya, dan menatap ku dalam, secara tiba-tuba pula ia mendorongku keras, hingga kepalaku terhantam tembok
"Awwss" ringis ku
"Kau! Anak sialan itu! Dimana kau sembunyikan suami dan putriku?! aku bukan ibumu! aku tidak pernah ingin memiliki putri sepertimu! mana suamiku Richard dan Adzwa putriku?" pekik Mama sambil menjambak Rambutku keras
"Keluar kamu! ayo keluar kamu sekarang!" tegasnya, sambil menyeret ku paksa, lalu melemparkan tubuhku, hingga aku terhuyung jatuh ke lantai, air mataku mulai mengalir nembanjiri pipi ku, dalam hati ku aku sudah bertekad bahwa aku akan membalaskan segala dendam ku pada keluarga Richard, terlebih Pada Wawa
"Aku tidak akan tinggak diam atas segalanya! lihat saja pembalasnku!" umpatku, lalu bangkit dan meraih ponselku yang berada diatas nakas ruang kekuargaku, dan aku mulai menekan nomor telepon seseorang
"Kerjakan tugasnya besok! tepatnya setelah pulang sekolah tepat pada jam 13.30! jangan sampai gagal! aku sudja tidak sabar untuk memberinya pelajaran! selama ini aku sudah cukup menahan diri dengannya! tapi kali ini aku benar-benar bertundak!" ucapku pada orang yang ju telpon lalu memutuskan sambungan telponnya.
Notes:
Usiaku sebenarnya tiga tahun lebih tua dari Adzwa, hanya karena memang aku sengaja telat mendaftarkan diri ke sekolah, itu sebabnya aku bisa seangkatan dengan Wawa, karena memang sedari kecil aku sudah bertekad untuk membalaskan dendam ku, terlebih semenjak ibuku menjadi gila, tepat setelah kematian ayah dari Adzwa.
Happy Reading sayang kuuh😍