The Magical Of Love

The Magical Of Love
Pertunangan



Tiga minggu sudah berlalu, kini hari yang ditunggu-tunggu datang, hari dimana Wawa dan Aryan akan melangsungkan pertunangan, nampak kini gadis itu tengah duduk ditepi ranjang dengan tatapan gelap nan kosong waktu masih menunjukkan pukul 14.30 WIB, menandakan waktu untuk menjelang malam masih panjang.


Semua orang nampak sibuk mendekor rumah Fanni, karena acara yang digelarnya tidak akan berlangsung mewah itu sebabnya acara itupun di gelar dirumahnya atas permintaan Wawa.


Merasa ada sesuatu yang mengganjal ia pun berniat pergi keluar untuk menghirup udara  segar, ia pergi ketaman belakang, dengan tongkat ditangannya yang tak pernah terlepas darinya selama ia buta, ia meraba-raba sekitar, mencari bangku taman untuknya duduk, setelah merasa menemukannya, iapun mendudukkan dirinya dikursi tersebut tepatnya ditepi kolam ikan,  matanya memandang jauh kedepan, ia bingung dengan perasaannya, hatinya bilang ini tidak benar, seakan ada sesuatu dihatinya yang tak merelakan pertunangan ini, tiba-tiba suara panggilan dari seseorang membuyarkan seluruh lamunannya, ia menengok, mencari asal suara


"S-s-siapa?" tanyanya takut


"Wa, ko gak kenal suara gue?" tanya orang itu


"L-lo Ardan? Mau ngapain lo kesini?" ujar Wawa sambil meraba-raba sekitar mencari keberadaan Ardan


"Gue mau bilang seharusnya ini gak terjadi Wa, gue mohon lo percaya sama gue, lo gak bisa tunangan sama cowok yang jelas lo gak cintai" jelas Ardan


"CUKUP!" pekik Wawa "Ardan, lo punya dendam apa sama gue? Kenapa lo segitu niatnya mau ngerusakin pertunangan gue? Apa salah gue sama lo?!" lirihnya


"Wa! Gue gak maksud buat ngehancurin acara pertunangan lo, ta-..."


"Udahlah! Gak perlu lo ngomong apa lagi tentang Aryan, asal lo tahu Aryan cinta sama gue, dan gue pun begitu!" tegasnya "Dan Ya, gue ngundang lo buat dateng keacara pertunangan gue, supaya lo yakin kalo gue emang bener-bener cinta dan bisa nerima Aryan sepenuhnya!" lanjutnya lalu berlalu meninggalkan Ardan yang masih mematung.


****


Waktu menunjukkan pukul 17.00, nampak kini seorang gadis tengah duduk didepan cermin dengan beberapa perias yang memolesi wajah cantiknya, pandangan gadis itu menatap lurus kearah cermin, matanya nampak berkaca-kaca, mungkin ia merasa sedih tak dapat melihat pantulan dirinya didepan cermin, setelah selesai bermake-up, peria itu menyuruhnya untuk berganti pakaian dan bersiap untuk acara pertunangannya, gadis itupun menurut patuh, tak butuh waktu lama untuknya mengganti pakaian, kini ia telah siap dengan balutan gaun berwarna putih yang melekat pas ditubuh mungilnya, gaun yang menampakkan bahu jenjangnya yang mulus dengan baguan belakang yang terurai panjang menyapu jalan, gaun yang nampak sederhana namouk nampak samgat elegant dilihatnya, dengan tatanan rambut yang dikepang disisi kanan dan kirinya, lalu disatukan menjadi sebuah sanggul dibelakang, dengan tambahan mahkota bunga berwarna putih yang bertengger cantik dikepalanya dan juga polesan make up yang natural semakin menambah kesan kecantikkan gadis itu malam ini



(Kira-kira begitu yak gaun yang di pake nya, kalo soal tatanan rambut sama make up nya coba kalian imajinasi sendiri sesuai itu ya😆).


"Waah cantik sekali" ujar perias itu takjub saat melihat Wawa keluar dari ruang ganti


"Benarkah?" tanya Wawa "Sayangnya aku tak bisa melihat kecantikkan ku sendiri malam ini" lirihnya


"Hei nak, kau tak perlu bersedih, ini adalah hari pertunangan mu, memangnya kenapa jika kau tak bisa melihat penampilannu malam ini? calon suamimu bisa kan melihat nya? Ini adalah hari bahagia, jadi kau harus tersenyum bahagia" hibur perias itu


"Terimakasih" ujarnya memandang kelain arah sambil tersenyum getir


"Sudahlah, mari aku antar kebawah" ujar perias itu, lalu beralih mendekap bahu Wawa


"Ah tidak, temanku akan menjemputku" tolaknya


"Ah, baiklah nona maniss" balas perias itu sambil mencolek dagu Wawa, membuat gadis itu tersipu malu. Ia lalu meraba-raba kasurnya mencari Hamdphonenya, setelah ditemukan ia menggenggamnya "Euh maaf, bisakah kau membantuku mencarikan nomor telpon temanku?" tanya sambil menyodorkan Handphone nya pada salah satu perias


"Tentu saja, dengan senang hati" balas perias itu ramah, lalu mengambil alih Handphone Wawa "Apa nama kontaknya?" tanyanya


"Euh, Yaya" jawab Wawa, perias itu pun mulai mencari kontak yang disebutkan Wawa, dan tertera nama YayaGopalSobatBoboyboy disana


"Maaf nona, apakah nama kontak nya YayaGopalSo-..."


"Ah? Ya itu" potong Wawa "Tolong tekan panggilan ya aku ingin menelponnya"


"Baiklah nona" balas perias itu lalu menekan panggilan pada nomor Yaya, dan panggilan pun tersambung "Ini nona" ujar perias itu sambil menyerahkan handphone Wawa kembali


"Hallo?" ujar Wawa


"..."


"Ya, lo jemput gue ya dikamar"


"..."


"Oke gue tunggu"


Tutt.... Yaya mematikan sambungan teleponnya dan segera menuju kekamar Wawa diikuti Caca dan Jejes.


Tak lama setelah itu, Yaya, Caca, dan Jejes datang ke kamar Wawa untuk membawanya turun.


"Wawa anak mamsky? Kamu cantik banget sayang malam ini" ujar Fanni saat melihat Wawa turun dari tangga di bantu oleh Yaya dkk, nampak semua mata tertuju pada gadis itu, ada yang melihatnya kagum ada pula yang menggunjingnya


"Gadis nya cantik sih, cuma sayang buta ya" gumam salah satu tamu, namun masih terdengar oleh Wawa, Fanni dan kawan-kawannya


"Ah, sayang, kamu grogi gak?" ujar Fanni mengalihkan perhatian


"Nggak ko mamsky" jawabnya dengan senyum miris


"Yaudah yuk Wa, kita ke panggung pertunangan, bentar lagi mulai" sahut Caca, sambil mengaping Wawa menuju altar pertunangan, Wawa berjalan dengan anggunnya menuju kesana, walau ia tak bisa melihat, tapi itu tak menjadi penghalang aura kecantikan dan keanggunan yang terpancar diwajahnya malam ini


"Lo cantik Wa, hati lo juga baik, apa pantas wanita sebaik dan setulus lo, dapet cowok brengsek kaya Aryan?" batin Ardan, menatap Wawa dengan tatapan sendu, tersirat rasa sakit dihatinya melihat sosok wanita yang dulu selalu mengejarnya kini akan bertunangan dengan orang lain.


***


Acara pun dimulai, satu persatu dari acara telah dilangsungkan, sampai akhirnya tiba pertukaran cincin, Wawa memasangkan cincin dijari manis Aryan, begitu pun Aryan, semuanya nampak bersorak gembira dan bertepuk tangan, acara pertukaran cincin berjalan dengan sangat  baik, namun disalah satu sudut ruangan, ada pria yang menatap altar itu sendu, tersirat rasa sakit dihatinya melihat gadis itu memasangkan cincin dijari manis pria lain


"Lo sabar ya Dan" ujar Bevan menguatkan sambil menepuk bahu Ardan


"Apa? Emg gue kenapa?" tanyanya datar, sambil meneguk bir ditangannya


"Udahlah, lo gak usah pura-pura, lo suka kan sama Wawa" balas Bevan


"Ngomong apa si lo? Gak jelas" elaknya sambil berlalu meninggalkan tempat itu


"Gue kenal lo dari kecil Dan, walau bibir lo nolak, tapi hati lo gak bisa dibohongi" lirihnya sambil menatap kepergian Ardan.


***


"Kamu bahagia?" tanya Aryan


"Bahagia banget, makasi ya, kamu mau nerima aku apa adanya" balas Wawa dengan menatap jauh entah kemana, sambil tersenyum senang, tapi walau begitu entah mengapa sedari tadi seperti ada yang mengganjal dihatinya "Gue kenapa biasa aja gini ya?" batinnya


"Haaaai Alieeen gimana gimanaaa siap malam pertama belom lo? Ena ena dong nanti" ujar Jejes heboh


"Husssh sembarangan lo! Gue baru aja tunangan belum kawin, eh nikah, maen ena ena aja lo" balas Wawa, sambil melirik keasal suara


"Tau tu, lo tuh gimana si Jes otak loo ditinggal lagi ya? Otaknya ngeres bangett kagak pernah di lap ya pasti hahaha" ucap Yaya menimpali


"Eh, semoga kalian langgeng ya, selamatt buat lo pada" ujar Caca datar sambil menyalami keduanya secara bergantian


"Cakep juga nih cewek, tapi kayaknya susah deh, mukanya aja lempeng banget anjirr gimana mau gue deketin" batin Aryan, sambil menatap Caca penuh kekaguman


_


_


_


_


_


_


_


Maap ya aku baru up lagii😢


Aku soalnya maless up nya, like nya dikitt huaaaa sakit akutu, vote nya juga gak ada, kalian pada gak suka ya sama novel akuu😢


Maapkeun aku ya, aku ini kan ini pengalaman pertama buat aku biat sebuah karyaa😢


Aku mohoon bangeeet buat kalian para readers semoga kalian ningkatin like nya, vote sama rate nya jg😭


Biar aku nambah semangat nulis nya, aku sebenernya gak mau lanjutin lagi, karena aku fikir kalian emang gak pernah suka sama karya-karya aku😢


Tapi karena udah terlanjur aku buat, masa iya aku mau tinggalun gitu aja😢


Sekali lagi aku mohooon banget sama kalian, supaya kalian mau nge like bahkan nge buum like nya novel akuu, aku minderr bangett ini, mungkin karya aku gak menarik, atau emang garing gimana gitu maafyaa maaf banget:)