
Aku merupakan putra angkat dari keluarga Herlambang, ayah angkat ku dulu menemukanku tepat didepan kantornya, beliau memutuskan untuk mengangkat ku sebagai anaknya, Aku hidup berkecukupan, ayah angkat ku tidak pernah membedakan ku, Ayah dan ibu memang selalu bertengkar, karena akupun tahu ibu terobsesi pada seorang pria bernama Richard.
Ibu sangat amat mencintaiku, beliau menyayangiku bahkan lebih dari saudara angkat ku Tari, aku sangat bersyukur memiliki keluarga seperti mereka, tempat dimana aku tumbuh, dulu aku memang seperti wanita, karena aku hanya bergaul bersama ibu dan juga kakak ku, karena usia kami tidak berbeda jauh, hanya berbeda sekitar tiga bulan saja, tepatnya saat usiaku dua tahun, ibu menitipkan ku pada nenek karena beliau disibukkan dengan urusannya yang entah apa itu, aku sangat menyayangi ibu dan ayah angkat ku, sampai akhirnya saat usia ku menginjak lima tahun, aku dikembalikan lepada kediaman Herlambang saat dimana seharusnya aku memasuki masa taman kanak-kanak, aku tidak disekolahkan, begitu pula dengan Tari kakak angkatku, karena memang, kondisi keuangan keluarga yang sangat terbatas, membuat ibu semakin menjadi orang yang kasar pada Tari, hingga pada suatu hari, ada seseorang yang datang pada keluarga angkat ku, mengaku sebagai orang tua kandung ku, dan aku pun harus ikut bersama mereka, mereka pun menjamim kehidupan keluarga angkat ku sebagai tanda balas budi mereka, setelah itu aku tak tahu lagi tentang keluarga angkat ku.
Karena sikap ku yang seperti perempuan, karena terbiasa bergaul dengan kakak angkat ku, membuat ku selalu dijadikan bahan bullying disekolah ku, terutama saat aku menginjak SMP, akhirnya saat aku memasuki kelas tiga SMP, ayah ku membawa ku keluar negeri untuk melanjutkan study, dan baru beberapa hari kemarin aku kembali ke Indonesia, dan itupun karena perjodohan.
Kini, Aku terduduk di salah satu meja Cafe, menunggu kedatangan kakak angkat ku, yang akan membahas rencana pembalasan dendam ibuku
"Lo nunggu lama?" ujar nya saat baru saja tiba
"Lumayan" jawabku, kami pun mulai memesan dan berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum akhirnya pada topik
"Heem, jadi gimana? Lo serius kan mau bantuin gue bales dendam?" tanya nya
"Apapun demi ibu" balasku mantap
"Gue tahu lo sayang banget sama mama, karena mam juga sayang sama lo, lo tahu? semenjak kepergian lo, dan juga kematian Richardo mama defresi, awalnya mama biasa aja, tapi mungkin karena dihantui rasa bersalah sama Richard dia selalu terbayang-bayang wajah pembunuh itu! Dan Mama juga berfikir bahwa wajah lo dan Adzwa mirip, itu sebabnya, saat ada lo di sisi dia, dia biasa aja, karena mungkin ngerasa anak Richard ada disini diurus sama dia, jadi dia gak akan terbebani oleh masalah apapun, tapi semenjak kepergian lo yang dibawa oleh keluarga kandung lo, perlahan bayangan di masa lalu saat itu menghantui nya lagi, sampe-sampe membuat dia kehilangan akal" jelas nya, dan aku hanya mengangguk-ngangguk tanda mengerti
"Apa yang harus gue lakuin?" tanyaku
"Lo cukup jadi calon suami yang baik aja buat dia, sisanya gue bakal kasi tahu nanti, sekarang lo cukup yakinin dia aja, kalo lo cintanya, dan lo cinta sama dia" jelasnya padaku
"Oke, gampang" ujarku,
"Oh dan ya, satu lagi, lo kenal Ardan kan? Gue tahu, Ardan temen lo waktu SMA, orang yang suka nge bully lo dulu, pertama, lo harus nyingkirin dia dari kehidupa Wawa" ujar nya lagi
"Ardan? Ah ya, gue kenal, lo tenang aja, gue juga punya dendam tersendiri sama dia, dulu dia selalu ngehina gue semena-mena sama gue, sekarang lo liat Ardan perubahan gue" ujarku meyakinkan
"Oke, karena lo udah setuju, gue pamit, kasian mama gue tinggal" pamit saudari angkatku itu, tak lama setelah ia pergi, aku pun beranjak dari caffe itu, dan pergi untuk pulang kerumah, namun perjalanan ku terhenti, perhatian ku teralihkan pada tiga orang pria yang sangat familiar bagiku sedang berbincang ditaman, aku pun turun dan menghampiri tiga pria itu
"Hai" sapa ku
"L-lo bukannya cowok yang dirumah sakit tempat Wawa dirawat itu kan?" tanya Jojo
"Iya, lo kalian gak kenal siapa gue?" tanyaku
"Siapa ya? Gue kaya pernah liat lo, dan denger suara lo?" gumam Jojo
"Ah Lo Maryan?!" seru Bevan
"Ah bener iya, Maryan, si shemale itu😅 banyak perubahan ya lo sekarang" ledek Jojo
"Setiap orang bisa berubah, kecuali orang disamping gue ini" ujar ku sambil melirik kearah Ardan
"Gue maksud lo?" tanyanya
"Kenapa? Ngerasa kesindir lo?" tanyaku menimpali
"Eh iya, ada hubungan apa lo sama nyokap nya Wawa, kok kayaknya deket banget gitu" tanya Jojo
"Gue calon tunangan nya, oh iya Dan, sory kemarin gue gak terlalu mengenali lo, gue malah main asal tonjok aja" jawabku, sambil mengulurkan tangan kearahnya, sedangkan ia malah memalingkan wajahnya dan tidak membalas uluran tangan ku
"Ck masih aja lo sombong Dan, lo liat aja, gue bakal rebut apa yang lo punya dan yang penting dalam hidup lo, juga buat dia menderita" batinku
"Bro kita balik" ujarnya sambil mendahului sahabat-sahabat nya tanpa menganggapku
"Woy bentar! Yan, kite duluan ya" pamit Bevan
"Iya Yan kita duluan ya" pamit Jojo
"Ah iya, hati-hati bro" balasku, mereka pun pergi meninggalkan ku disana
"Ardan Erlangga Syahputra, ck ck ck,ternyata setelah selama ini, diri lo masih aja sama, gak ada sedikit pun yang berubah dari diri lo ck ck" gumamku "Lo inget kan Ardan, tentunya lo inget kan, gimana lo mempermalukan gue dihadapan seluruh siswa dulu saat SMP, saat gue coba buat deketin lo sama Clara, lo bilang gue apa? Shemale, Guy? Gue inget semuanya Ardan, dan gu, bakal bales penghinaan lo itu! Gue bakal buat lo menyesali perbuatan lo karena udah berusan sama Aryan Nasution" ujarku penuh keyakinan, aku pun segera berlalu meninggalkan taman itu dan pergi kerumah sakit, untuk menjenguk Wawa.
Tiga Bulan kemudian...............
Sesuai janji ya kan? Di episod sebelumnya saat aku pertama kali bawa-bawa nama Maryan, aku janji kan mau buat episod nya? Nah ini dia sinopsis nya, Sementara itu, kalian penasaran gak sama kondisi Wawa sekarang? Nah sebelum lanjut jangan lupa Like, Komen, Vote, and Rate nya ya😙😍
sebelum nya juga aku mau minta maaf, di episod ini up nya sedikit, soalnya aku bingung, munculin Aryan sebagai orang yang akan dijodohin dengan Wawa itu kan dadakan soalnya😅
tadinya, mau dibuat baik si Aryan nya tapi setelah difikir-fikir kayaknya nggak deh😅
semoga kalian suka ya sama ceritanya akuu😙
Happy Reading