The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 96



Sejak hari itu,ke-enam Murid Qin Sian tahu bahwa Master nya yang berwajah kaku itu,akan sentimental jika berbicara mengenai Murid nya.


begitu lah hari hari yang mereka habiskan, melatih ke-enam Murid mereka, setiap hari mereka hanya berlatih dan berlatih,sampai satu Minggu berlalu.


hari ini, suasana di halaman manor sangat baik, terlebih orang tua dari murid nya datang dan setelah perjanjian setiap tahun mengunjungi anak mereka.


kecuali yuo,bagi anak itu master nya adalah orang tua nya,jika bukan karena master nya dia tidak akan seperti ini


sampai-


Qin Sian sedang berlatih pedang nya dan mengernyitkan alisnya.."hm?."



"master?.."ujar mereka dengan serempak.


Qin Sian pun menatap ke langit Utara dan melihat se-ekor burung spritual menuju ke arah mereka,sontak mereka semua yang ada di sana menarik pedang nya, sambil bertanya tanya kenapa ada burung Spritual masuk ke hutan? bahkan bisa melewati array ilusi?


Qin sian yang melihat itu, terkejut tentang burung yang terbang ke arah mereka,dia pun segera meminta semua nya untuk menurunkan pedang mereka.


Qin Sian tersenyum kecil dan mengangkat tangan nya, seketika mereka kaget dah tidak bisa berkata apa apa karena mereka melihat Qin Sian seperti mengenal burung itu."hm? apakah ini surat ayah?."ujar Qin Sian membuka surat dari burung itu.


...Ayah?!!!...


mereka semua saling menatap dan menelan air liur mereka masing masing.


Qin sian yang membaca surat nya sangat terkejut dan serasa menggelitik nya,ia pun tertawa kecil."pengangkatan? memang nya siapa yang mau menduduki kursi nya?."ujar nya sambil merobek nya.


Seketika aura gelap menyelimuti belakang Qin Sian,dan mereka yang ada di sana sedikit merasa tertindas."menarik, seperti nya ayah mu tidak sabar menjadi kan mu sebagai penerusnya..bahkan mencarikan mu seorang suami?hahahaha."tawa menggema di hutan itu.


sontak Qin sian mengerut kan kening nya dan menoleh."apa apaan?aku bertanya dengan serius."balas nya


Huang yu pun segera berhenti dan mulai tersenyum."entah lah,aku tidak memahami sifat manusia terlebih sifat mu. menurut ku menjadi seorang yang menduduki tempat itu , tidak buruk juga.."ujar Huang yu sedikit ada nada bercanda.


Qin Sian menatap langit nya dan berpikir.


...aku tidak khawatir tentang menjadi kaisar wanita,hanya saja jika aku menjadi Kaisar wanita aku tidak memiliki kesempatan untuk mencari pria itu, meksipun aku tahu jika menjadi kaisar adalah pilihan yang tepat karena memiliki kekuasaan,hanya saja..aku tidak bisa melakukan itu..pada akhir nya kehidupan pemerintah istana harus di dahulukan daripada pribadi....


tetapi memikirkan bahwa ayah ku akan mencari seorang suami, Justru membuat ku marah.


Qin Sian tertawa terbahak-bahak."hah..hahahahahahaha..! Konyol sekali..! Bagaimana ini..aku sudah tergila gila dengan nya."ujar nya sambil melirik Huang yu.


Huang yu pun merasa kaget."a-apa?."


Qin Sian mengeluarkan pedangnya dan mencampakkan nya ke tanah dan berdiri tegap sejajar dengan Pedang nya sambil menyentuh pedang tajam nya dan berkata."kekasih ku..!! Cepat lah datang..!! sebelum aku,wanita mu memiliki suami..!!."teriak Qin Sian membuat seluruh tanah bergetar.


Tekanan yang kuat, tatapan yang seolah olah menantang langit,dia mengeluarkan sedikit aura nya,namun itu cukup membuat semua orang merasa sangat tertekan sampai tidak bisa mengangkat tangan nya,bahkan aura nya terpencar hingga ke seluruh alam semesta seolah olah menanti kan seorang penguasa.


Qin Sian menarik kembali pedang nya dan berkata kepada burung yang bertengger di pohon itu sambil melirik."aku menolak kursi itu,dan.."-smirk-


"katakan kepada ayah ku yang manis itu,anak nya tergila-gila dengan seorang pria.hahahahahaha."suara tawa Qin Sian kembali bergema ,dan dia kembali masuk ke manor.


sang burung pun kembali terbang,Huang yu pun tertawa kecil dan menghilang,ke-enam Murid nya serta orang tua mereka sangat kaget dan seolah olah apa yang di katakan itu benar benar nyata bahwa master nya sedang tergila-gila?