
malam hari,lebih tepat nya di hutan dekat dengan Istana
Srak srak
ini
seorang pria dengan paras nya yang sangat cantik sedang membersihkan diri nya di danau dekat istana
pria itu mendengar suara langkah kaki dan melirik."siapa?."Nada suara yang dingin dan mata yang dingin.
Seorang wanita tertegun dan merasa canggung."ah."
....!!!
wanita yang mengenakan pakaian putih sederhana dengan menggerai rambut nya serta memabaa pedang di tangan nya , wanita itu tertegun dan merasa canggung."saya akan Pergi, ini hanya kesalahpahaman."ujar Qin Sian berbalik pergi.
Qin Sian berbalik dan melangkah pergi,pria itu melirik Qin Sian dan berkata."putri besok adalah hari pernikahan kita, kenapa pergi terburu-buru?bukan nya sebaik nya kita saling berbicara?."ujar pria itu tanpa melirik Qin Sian.
suara desir desir daun pohon terdengar, angin malam yang dingin ,Qin Sian menghela nafas nya dengan pendek."aku akan menunggu di dekat pohon plum."ujar Qin Sian melangkahkan pergi.
Dia berjalan dengan menatap ke arah bawah serta berpikir."pada akhir nya ,hal yang harus di hindari tetap terjadi. Sial..aku menyesal pergi di tengah malam."
Flashback -
di kamar Qin Sian,dia berusaha tidur tidak peduli berapa kali dia menutup mata nya tetap saja tidak membuat nya untuk tertidur.
"sial, seperti nya aku harus menghirup udara segar sambil berlatih pedang."ucap Qin Sian pergi.
dia melewati penjagaan semua prajurit,Qin Sian berakhir di dekat danau istana, mungkin itu sekat hutan tepat nya di belakang istana kekaisaran,di sana Qin Sian berlatih pedang mengayunkan pedang nya seperti orang gila.
sampai dia merasa sesak."aku harus mencari air,jika aku tidak salah ingat di dekat sini ada Danau.."
sial,karena itu aku pergi ke arah danau siapa yang menyangka bahwa ada seseorang di danau yang sedang membersihkan dirinya. Tidak...yang lebih mengejutkan nya lagi aku tidak bisa merasakan keberadaan nya atau aku yang melepas kan penjagaan ku.
Sekarang -
"tuan..yang Lin apakah ada sesuatu yang harus kita bicarakan?."ujar Qin Sian menatap yang Lin.
yang Lin menatap Qin Sian dengan menatap mata nya."apakah kaisar sudah memberitahu kan Ketika kita menikah anda akan mengikuti saya?."balas nya
Qin Sian terdiam dan menyentuh bibir nya sambil berpikir."tidak, mungkin ayah ku akan memberitahu kan nya setelah pernikahan."balas nya.
"begitu ya, bagaimana menurut anda putri?."tanya nya.
Apakah dia sedang meminta jawaban..
Aneh sekali, tidak,ini seperti lelucon
dia menanyakan sesuatu yang konyol,ini..kepastian.
Qin Sian tersenyum tipis dan berkata."langsung ke inti nya saja tuan."ujar Qin Sian berdiri dengan tegap.
bayangan mereka saling terpantul di mata masing masing,meng Qitian berbalik dan kemudian Qin Sian juga mengikuti nya."saya dengar anda menyukai seseorang."balas nya
Tiba tiba mendengar perkataan nya Qin Sian berhenti dan berkata."dari mana anda mendapatkan informasi itu?."balas nya dengan menatap punggung nya.
yang Ling berhenti dan berbalik menatap Qin Sian."saya tidak sengaja mendengar nya dari pelayan."ujar yang Ling.
"ah."
Apakah aku harus membunuh semua pelayan di Istana?!
ujar batin nya dengan dingin.
"melihat reaksi anda, seperti nya benar, sejujurnya saya tidak menyukai pernikahan ini,kita melakukan nya karena menghormati Janji orang tua."
Nada yang dingin dan acuh tak acuh,Qin Sian memejamkan mata nya dan berjalan."saya tidak tertarik dengan pernikahan ini, memang benar saya menyukai seseorang,bahkan sampai tergila gila dengan nya..jika boleh jujur mungkin suatu hari dia akan datang,jika itu terjadi mungkin dia akan membunuh anda. karena itu,jadilah kuat sampai anda bisa berdiri tegak dengan nya,bahkan aku saja tidak akan bisa menyentuh sehelai rambut nya dengan kekuatan ku,karena orang itu jauh lebih kuat dari siapapun di dunia ini."balas Qin Sian ,dan kemudian dia melanjutkan kalimatnya."karena itu, jadilah kuat karena aku tidak ingin melihat seseorang mati di depanku."balas Qin Sian dan pergi meninggalkan nya.
Suara langkah kaki yang menjauh,pria itu tertawa kecil dan berkata."membunuh ku?lucu sekali aku jadi penasaran siapa orang itu.."gumam nya dan pergi menghilang.