
Tujuh tahun adalah waktu yang panjang membuat ke-enam Murid nya menjadi orang yang kuat.
malam hari -
"kau bajingan..!! kenapa kau memakan daging ku!!."teriak seorang pria dengan raut wajah yang kesal yang dia tunjukkan kepada seorang pria yang mengikat rambut nya dengan menyelipkan pedang di pinggang nya.
"Hoamm~ aku pikir tidak ada yang punya."ujar nya sambil menutup mata kiri nya.
pria itu pun di penuhi kekesalan,dia mengeluarkan sedikit aura nya dan menatap teman nya dengan tatapan yang tajam."kau memakan daging ku?! tanpa izinku..!."
pria itu pun tertawa kecil dan menarik pedang nya dari sarung pedang nya sambil berkata."oh.apakah pangeran kita ini sedang kesal hanya karena daging?."balas nya sambil menatap tajam balik teman nya
"Ying, hentikan itu. Apakah kau tidak malu kau memiliki adik di sini."ujar yin menatap Ying.
Ying adalah kakak nya Li mei, sudah cukup bahwa Li mei adalah pembuat onar di hutan,minum alkohol,dan berkata kasar, tindakan nya membuat Qin Sian pun sakit kepala.
Ying pun mengerut kan kening nya,yin pun melirik Xin yu dan memegang bahu nya."sudah lah,kita sudah bersama selama tujuh tahun,kita ini sudah seperti saudara. Tidak perlu memperpanjang masalah,lagian..ini sudah malam,guru sebentar lagi akan turun."ujar yin tersenyum kecil.
Xin yu pun mengangkat alis nya dan berkata."cih, sudah lah."balas Xin yu.
Xin yu meletakkan mangkuk nya dan berdiri dari kursi nya saja berbalik."Hari ini guru tidak akan turun, aku yang akan mengantar kan makanan untuk guru."ujar nya sambil mencoba mengambil kan sebuah piring di meja.
Saat xin yu ingin mengambil sebuah piring, anak kecil sekitar berumur dua belas tahun mengambil terlebih dahulu piring di atas meja yang akan di berikan kepada guru nya."hm?! Cheon!."
Wiji Cheon, sudah berumur sekitar dua belas tahun, tidak jauh berbeda dari yuo, mungkin perbedaan mereka hanya satu tahun atau dua tahun saja.
Meksipun begitu,bakat mereka tidak berubah.
Cheon pun berbalik badan sambil bersiul,Ying yang melihat nya Tertawa kecil, tetapi berbeda dengan Lin mei dia Lebih fokus terhadap makanan nya.
"Cheon...aku saja..! Aku lebih tua ,karena itu aku akan mengantar kan makanan kepada guru."balas Xin yu muncul tiba tiba di depan Cheon sambil menggenggam piring nya.
Cheon menatap Xin yu Dan kemudian memalingkan wajahnya."hmm..bukan nya seharusnya kakak itu mengalah kepada mereka yang lebih muda."ujar nya.
Xin yu pun menggenggam erat piring itu."siapa yang membuat peraturan itu? berikan piring nya kepada ku."ujar Xin yu sambil tersenyum namun tangan nya berusaha mengambil piring nya.
"aku tidak akan memberikan nya."ujar Cheon.
suasana pun menjadi hening,mereka saling menggenggam piring itu dengan kuat,mereka pun mengeluarkan aura nya masing masing dan saling menatap,namun tiba tiba seseorang datang di antara mereka,yang tidak lain adalah Qin Sian."apakah kalian tidak bisa membuat hari ku tenang."ujar Qin Sian yang tiba tiba muncul.
sontak mereka berdua terkejut,piring itu tiba tiba terhempas hingga mengenai wajah Qin Sian, seketika wajah mereka dua pun terkejut dan segera mengambil kain untuk membersihkan wajah nya."h-hei..! Ambil kan kain."
"t-tolong t-tenang kan guru."
"b-baik..!."
"yuo,Lin mei..! Tidak bisakah kalian meninggalkan meja makan itu!."teriak Xin yu
Lin mei dan yuo saling memiringkan kepalanya."bukan nya itu salah kalian? selesai kan sendiri."balas mereka dan Kembali makan.
Seketika Xin yu merasa membeku dan melirik guru nya dan ketakutan melihat ekspresi nya.