The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 64



Di kereta kuda-


"hm..itu ..anu.. putri.. seperti nya..tuan pemilik menara obat itu menyukai anda."ucap Ryung.


Qin Sian menggelengkan kepalanya dan berkata."Ryung..kadang kalanya ,kita lebih baik untuk berpura pura tidak tahu."ucap nya dengan tersenyum kecil.


Ryung tertegun dan berkata."bukan nya pemimpin menara akan terlihat menyedihkan?."ucap nya.


"terlihat menyedihkan atau tidak nya,bukan nya lebih baik seperti sekarang."jawab Qin Sian dan menoleh ke jendela kereta kuda.


kemudian mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan sampai ke istana.


...


"Qin Sian? bagaimana? apakah jalan jalan mu menyenangkan?."ucap ayah nya sambil membantu Qin Sian turun.


"tidak buruk.ayah...apa yang menggantung di baju mu?."tanya Qin Sian


ayah nya melihat apa yang dimaksud oleh Qin Sian dan berkata."oh!ayah membeli nya di pelelangan!kata nya batu giok ini pernah dipakai oleh dewa perang di sebuah kota misterius!!"ucap nya dengan bangganya.


Qin sian menatap ayah nya dengan tatapan datar dan berkata."apakah ayah baru saja ditipu."ucap Qin Sian


sontak sang kaisar langsung keringat dingin dan berkata."t-tidak mungkin!!ayah bisa merasakannya! aura yang luar biasa dari sini!."


"t-tapi Jika putri ku yang memiliki mata hebat seperti mu tidak mungkin salah!! pengawal! hancurkan pelelangan sialan itu!! hancurkan kaisar itu!.!"ucap sang kaisar.


"baik!"


"tunggu sebentar!!aku akan melihatnya!"ucap Qin Sian


kemudian ayah nya mengedipkan mata nya dan langsung memberikan nya,Qin Sian melihat nya dan Seolah-olah tenggelam dalam air.


sang raja yang curiga akan itu,dia mencoba menyadarkan Qin Sian.


entah apa yang terjadi, putrinya yang berhati besi itu,yang tidak pernah tersenyum hanya tersenyum ketika ada sesuatu yang membuat nya tertarik, tidak pernah menangis.. sekarang tiba tiba menangis.


"...a..ah..ay..ayah...apa yang terjadi?aku menangis?."ucap Qin Sian dengan suara yang gemetaran.


melihat itu sang raja memeluk nya dan berkata."tenanglah..apa yang kau lihat sampai seperti itu?apa kah ada yang salah?aku akan menghacurkan seluruh baru giok di benua ini!jika kau menginginkan nya.!"


"ayahh...ahkhhhh!!sakit...sakit..."ucap Qin Sian memegang dada nya.


"apa yang Terjadi?! dimana yang sakit!!"


saat dia menanyakan itu,Qin sian menunjuk dada nya dan menangis,semua yang melihat hanya menutup mata nya dan seolah olah tidak tahu bahwa sang putri menangis.kaisar berusaha menenangkan Qin Sian dan akhir nya pingsan di depan pintu istana.


..


di seluruh kekaisaran dipenuhi oleh keributan, terdengar bahwa sang putri mengalami sakit,bahkan ada yang mengatakan bahwa dia sakit parah,semakin lama rumor itu semakin menjadi.


kaisar memiliki dua orang pangeran, meskipun selir selir raja sudah tiada,dan hanya menyisakan dua pangeran dan satu Putri.


kedua pangeran mendengar bahwa saudari nya sedang jatuh sakit membuat nya langsung pulang ke istana.


"hei..!! pemilik menara obat! kenapa obat obat mu tidak ada efeknya untuk kakak ku!? apakah kau seorang penipu.!"sentak seorang pangeran dengan penuh kemarahan sambil menarik kera nya.


"menjengkelkan!"


sang kaisar jatuh sakit ketika putri nya tidak sadarkan diri.


di sisi lain,sang putri sedang berbaring dengan wajah yang pucat dan di batin nya bergejolak sesuatu.


....


aku ada di mana?


tempat ini sangat gelap.


di sana Qin Sian hanya bingung menghadap situasi yang dia alami.


berjalan di ruang hampa, tidak ada siapapun.


"apakah aku dipermainkan.!"gumam nya.


dia mengernyitkan alisnya dan menghela nafas nya,saat dia ingin menutup mata nya,tiba tiba seorang wanita terlihat , dengan posisi sedang berdiri sendirian.


sontak dia terkejut dan berlari dengan cepat menghampiri wanita itu.


"kau..?!siapa kau?!apa kau yang membawa ku kemari.!!akan ku bunuh kau!."teriak Qin Sian mencoba mencengkeram leher wanita itu.


pakaian yang gelap, tertutup, rambut yang ditutupi oleh jubahnya dan pedang ditangan nya .


"pedang? apakah kau ahli pedang?."


meskipun begitu, wanita itu tidak menjawab nya dan mengabaikan nya, seketika qin Sian melayang kan tinju nya dan wanita itu menghilang begitu saja seperti asap.


"apa.?!apa tadi?!apa itu ilusi! bisa membuat ilusi dan memenjarakan kan ku diruang hampa ini setidaknya di ranah emperor!! Berani nya!"ucap batin nya.


"wanita ku..."


dia mendengar sebuah suara yang dingin,serak dan ada perasaan kehilangan.


siapa?!


dia menoleh ke arah itu dan dia membeku melihat nya.


"siapa..dia?".


di sana ,dia melihat seorang pria yang sedang memangku wanita cantik dengan rambut merah nya dan menyentuh pipi nya sambil menangis.


"wanita ku..xu mei..kemana pun kau pergi..aku akan mengikuti mu,bahkan jika itu ke neraka sekali pun.kumohon jangan mati. jangan meninggalkan ku."ucap pria itu memegang pipi nya dengan tangan yang gemetaran.


ketika melihat itu Qin Sian tertegun, pupil mata nya bergetar,entah kenapa dia beranjak pergi mencoba menghampiri nya.


berjalan,kaki nya tidak mengizinkan nya menghentikan nya


"kau.. kenapa kau begitu menyedihkan? kenapa kau menangis?."ucap Qin Sian mencoba menyentuh nya


saat dia menyentuh nya,tangan nya menembus pria itu,dia terkejut dan sedikit panik,Qin Sian melihat wanita berjubah hitam itu dan mata nya menjadi tajam."kau?!"


seorang wanita dengan pakaian gelap,dia mengangkat tangan nya dan menunjuk ke arah Qin Sian, samar samar mata mereka saling bertemu dan rambut nya terlihat.


warna merah yang menyala!


dia kaget dan melihat wanita yang berbaring itu?!dia berlari kearah wanita itu dan berkata."siapa kau?! kenapa kau ada?!siapa aku..?! kenapa aku merasa sedih melihat mereka berdua..!!? beritahu aku!!".teriak dia sampai memenuhi seluruh ruang hampa itu.


wanita itu hanya tersenyum kecil dan berkata."aku?adalah kau..kau adalah aku."ucap nya dan menghilang.


"berani nya kau?!!! kembali!."teriak nya.