The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 85



Dalam hitungan detik mereka saling menyerang.


Pertarungan mereka memancarkan sinar yang cerah, seperti menghiasi langit sore.


Mereka bahkan menghabiskan tenaga dalam mereka masing masing. Qin Sian tidak peduli apapun yang dia inginkan hanya lah kemenangan, meskipun dia mengeluarkan darah dari sudut bibir nya


Senyum kecil tersirat."ini akhirnya."gumam nya sambil menatap tajam lawan nya


Lawan nya terkejut mengetahui fakta bahwa dia kalah,di detik kemudian Qin Sian memenggal kepala lawan nya."m.. mustahil."


Dia melihat musuh nya jatuh tanpa kepala dengan tatapan dingin,semua yang melihat langsung merasa iba dengan pria itu,namun mereka yang kuat yang hanya bisa bertahan hidup."tadi itu, pertarungan yang menyenangkan "ujar Qin Sian dengan dingin.


Dia memejamkan mata nya dan kemudian membuka mata nya, dengan mata yang tajam,dia berbicara dengan menggunakan teknik capture.


Teknik yang dapat membuat suara terdengar lebih kuat."apakah ada yang berani menantang lagi? jangan sebagai seorang pengecut,kalian bajingan!! bersembunyi seperti tikus."teriak nya sambil melirik tempat tempat tersembunyi.


Qin Sian menunggu beberapa menit untuk menjawab siapa yang maju dalam pertarungan berikut nya,namun tidak ada satu orangpun yang maju.


Qin Sian turun dan mendekati muridnya, menghapus array yang melindungi nya."guru!! a-apakah g-guru baik baik saja!!."ucap yuo sambil memeluk guru nya.


Qin sian menatap yuo dan turun ke bawah penginapan.


"Guru!!? Bocah itu murid Nya!?!!."ujar musuh yang melihat Qin Sian dari jarak jauh dengan serempak.


Qin Sian sedikit merasa kesakitan karena punggung nya, seperti terbakar .luka yang besar di punggung nya membuat dia seperti ingin pingsan..."selamat master atas kemenangan anda."ucap seorang pria tua yang tidak lain ayah Li mei.


"Ayah!!kau sangat tidak tahu malu!?!!."ujar kedua anak nya dengan serempak Dalam batin mereka masing masing masing.


Qin sian menatap pak tua itu dan melirik Marquis yang menatap ayah Li mei seolah olah berkata dasar pak tua yang tidak tahu malu dengan wajah nya yang datar.


Qin Sian mengabaikan pak tua itu dan menghampiri Marquis."hei."


Marquis tersentak dan memberikan hormat nya."y-ya master?."


Qin Sian menatap tajam Marquis dan berkata."dimana sekte Tang Hao?."tanya Qin Sian.


!!!!!!


"K-kenapa dia mencari sekte Tang Hao?."


"Apakah dia ingin balas dendam?."


"Mustahil. Dia balas dendam dengan Luka di punggung nya."


"Dasar, apakah kau tidak tahu,lihat mata nya dia seolah olah ingin membunuh semua orang."


Bisikan dari tempat tersembunyi membuat Qin sian menjadi pusat perhatian."i-itu sekte Tang Hao ada di sebelah barat,m-mereka ada di atas gunung."ujar Marquis yang sedikit gugup.


*Tersentak*


Qin Sian menghela nafas pendek dan berkata secara tiba tiba." Hei, pergilah kau ke sekte Tang Hao?."ujar Qin Sian.


!!


"Maaf?saya???."ujar Marquis menunjuk dirinya sendiri.


Tiba tiba suara muncul,suara yang kuat,suara yang penuh dengan tekanan,lebih menekan dari beast mistik terakhir kali."aku? kenapa harus aku?."


Suara yang muncul di antara mereka semua, seolah berterbangan.


"S-suara yang sangat menekan!!."


"Apakah kau menolak perintah ku."


"Hm. Bukan nya kau bisa menghancurkan sekte itu sendiri?."


"Aku tidak tertarik. Pergilah ke sekte Tang Hao,hancurkan semua yang ada sekte itu,bunuh mereka semua."ujar Qin Sian dengan ekspresi yang dingin,dia menguatkan suara nya sampai orang yang sembunyi mendengar nya.


"Bahkan jika anak anak?."ujar suara itu.


Qin Sian mengernyitkan dahinya dan melirik Yao,samar samar Yao membungkam mulut nya.


"Tidak perlu, lepaskan saja anak anak."


!!


"Apa? apakah aku tidak salah dengar? Siapa yang menyangka kau berubah pikiran,apa karena murid mu?."


Mendengar itu Qin Sian geram dan berkata."bukan nya karena itu kau bertanya?."


"Baiklah. Banyak hal yang menarik ya,saat aku beristirahat. Master ku bahkan mempedulikan perasaan muridnya,dan keluar dari rumah hanya untuk mencari seorang pria."


Semua yang mendengar terkejut,wajah Qin Sian menjadi geram."hm. Itu karena aku menyukai nya, memang nya beast seperti mu mengerti tentang itu."ujar Qin Sian tersenyum kecil


Ekspresi kaget terselimuti di wajah mereka semua, seorang wanita yang tidak peduli dengan apapun, seorang wanita yang misterius,yang sangat kuat,hanya dengan sekali tatapan nya seolah olah dapat memakan orang lain dengan mudah nya.


Memang ada beberapa orang yang melihat Qin sian tersenyum saat di rumah Marquis


Namun,Qin Sian yang tersenyum sekarang memasang ekspresi yang sangat lembut,mata nya yang hangat dan aura nya yang dingin tiba tiba menjadi lembut,dan itu hanya karena seorang pria."cih. Jangan tersenyum seperti itu,kau membuat ku merinding."


"Pergilah.karena mungkin seekor tikus mengejar ku."ujar Qin Sian menekan kan kepada mereka yang sembunyi.


"Hahaha.. sesuai perintah mu."