The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 109



sang kaisar Tertawa kecil dan duduk di depan Putri nya.


Mereka bermain catur dan menceritakan hal yang terjadi di istana,namun ayah nya memerhatikan setiap ekspresi putri nya, selalu tenang meksipun tujuh tahun telah berlalu.


Qin Sian tidak menceritakan kemana dia pergi selama tujuh tahun,apa yang dia lakukan atau apa yang terjadi selama tujuh tahun,yang dia lakukanlah hanya menyimak apa yang diceritakan oleh ayah nya.


dia mengetahui bahwa kedua kakak nya pergi ke alam langit dan memulai pelatihan karena itu dia tidak dapat hadir.


di ruangan yang tenang ,lilin yang hampir habis ayah dan anak itu sedang memikirkan langkah selanjutnya apa yang dia lakukan untuk memenangkan catur itu."ayah.. kau sudah kalah lima puluh kali, sekarang giliran ayah yang main."ujar Qin Sian.


saat Qin sian ingin menyusun bidak catur,ayah nya justru kesal dan menarik cepat papan catur."ayah?."balas nya.


sang ayah menatap Qin Sian dengan kesal dan berkata."sudah cukup. Kau melewati hal yang penting." Qin Sian memiringkan kepalanya dan berkata."hal yang penting?aku tidak merasa melewati itu."ujar Qin Sian.


Ayah nya mengerut kan alis nya dan menarik Qin Sian berdiri,ia mendorong Qin Sian keluar dari ruangan nya."pergilah pergilah ini sudah malam,kau tidak boleh melewati malam ini."balas ayah nya menutup pintu.


Brak..!


di balik pintu Qin Sian merasa lesu dan bingung."apa yang-?apa yang aku lewati?."balas nya.


Qin Sian pun menghela nafas nya dan berbalik pergi, kemudian dia teringat apa yang dikatakan ayah nya bahwa dia tidak boleh melepaskan penutup wajah,suara helahan nafas terdengar.


Hanya kali ini saja.


Qin Sian menutup kembali wajah nya dan berjalan di koridor istana menunju kamar nya,saat dia berjalan dia mendengar bisikan para pelayan.


"ini adalah malam pertama putri..."


"t-tapi Putri dimana ya?."


"andai saja Ryung ada di sini."


pelayan itu menghela nafas nya."benar juga kau anak baru,Ryung itu adalah pelayan dari Putri,yang hanya satu satu nya Di sisi putri sayang nya kaisar meminta Ryung untuk bekerja di tempat saudara Kaisar."


"d-daripada itu.?! Putri dingin dari kekaisaran Qin akhir nya menikah.?!."


Qin Sian yang mendengar itu di balik tembok,dia bergumam."Ryung?ah,aku hampir lupa Tentang nya."


Qin Sian berjalan melewati melewati pelayan itu dengan menyembunyikan aura keberadaan nya, sambil berpikir.


Semakin kuat aku ,aku melupakan banyak hal.


Aku bahkan melupakan hal paling penting.


suara langkah-langkah kaki Qin Sian terdengar di koridor itu.


Qin Sian berdiri tepat di pintu nya dan masuk ke kamar nya.


saat dia masuk ke ruangan nya , aroma mawar memenuhi ruangan itu."astaga,siapa yang membuat kamar ku seperti ini.."ujar qin Sian menatap kesal kamar nya yang dihiasi hal yang berlebihan.


Dia menghela nafas nya dan melepaskan kain nya,dan melepaskan setiap hiasan diri nya,sampai Seseorang mengetuk pintu nya."p-putri..i-ini ..


Qin Sian pun membuka pintu nya dan terkejut melihat yang Lin mabuk."Kenapa bisa-sudah lah kalian pergi saja."ujar Qin Sian menutup pintu nya.


Dia menopang yang Lin yang sedang mabuk dan meletakkan nya nya ke ranjang nya , kemudian Qin Sian berbalik pergi dan tiba tiba tersentak."setelah dipikir pikir Kenapa pria ini di bawa kemari?."setelah menyadari nya tiba tiba Qin Sian tertawa kecil."lelucon apa yang mereka lakukan ini?."balas nya


Qin Sian mengerutkan kan Kening nya dan dipenuhi amarah,bibir nya berkedut karena dia tidak suka situasi yang dia alami. dia pun menghela nafas nya dan mencoba pindah keruangan lain


Saat dia ingin berbalik pergi,yang Lin yang tidak sadarkan Diri itu menarik lengan Qin Sian, sehingga membuat nya jatuh dada nya."hei💢."