
Semua orang tua tidak dapat melarai pertarungan ini,yang bisa dilakukan oleh mereka,hanya melindungi area sekitar.
"Apa syarat dari pertarungan ini."tanya pangeran.
."kalian bisa menggunakan apapun kecuali racun."ujar Qin Sian dengan tatapan mencibir.
Mereka ber-empat merasa kesal dan marah dengan tatapan mencibir milik Qin Sian."memang nya kami akan melakukan cara kotor itu?."ujar mereka dengan serempak.
Mata Qin sian langsung tertegun dan menyeringai,dia tidak menggunakan pedang nya dan menggunakan sedikit Teknik Qinggong." Kenapa anda menyarungkan pedang anda?."tanya yin .
Qin Sian memiringkan kepalanya."memang nya pedang ku layak bertarung dengan kalian?."balas Qin Sian
Sontak mereka langsung terkejut dan kesal karena sehingga mereka gemetar."bagus..!kalau begitu siap siap lah!!."
Mereka berempat langsung menyerang Qin Sian."sungguh implusif. Jika ingin menyerang musuh, pakailah otak."
Sontak bibir mereka semua mengkerut kesal.
Di sela sela itu, kabut hitam mengelilingi Qin Sian.
Dalam sekejap Qin Sian menghilang kan kabut itu dengan aura milik nya.
Setelah itu,Qin Sian berdiri tepat di tengah tengah dan melihat mereka semua.senyum kecil lagi lagi dipancarkan oleh nya.
Lin mei menggunakan teknik api nya dan menyerang Qin Sian, ketika Qin sian menghindari nya yin datang dan mengarah kan pedang nya kepada Qin Sian.
Qin Sian mengerut kan kening nya dan melompat jauh menggunakan teknik Qinqong nya dan tepat berdiri di sebuah batu kerikil.
"Apa?! Berdiri di batu kerikil?!!."
"Apa apaan?!."
"Teman-teman jangan fokus kalian di alihkan!!."teriak kakak Li mei menggunakan teknik telapak tangan kepada Qin Sian
"The thousand thunder!!."seketika sebuah telapak tangan dengan ukuran besar muncul ke arah Qin sia seolah olah ingin menghantam nya.
Qin Sian menatap itu dengan tatapan yang sedikit aneh,alis nya naik ke atas seolah olah mengatakan bahwa dari pandangan nya seperti, apakah ini benar benar kekuatan?.
Qin Sian menghela nafas nya dan menjulurkan jari telunjuk nya dan menyentuh telapak tangan itu."hancur."
Qin Sian langsung membuka mata nya."Qin sian di belakang mu."ujar beast yang ada dalam diri Qin Sian
Sontak Qin sian langsung mengindari nya dan melompat ke arah udara."nyaris saja."ujar batin Qin Sian kepada beast itu.
"Bagaimana Master? Apakah anda terpesona?."ujar Lin mei.
Lin mei menatap Qin Sian dengan tajam dari atas, namun -tatapan itu sangat aneh."Dimana yin?."ujar batin nya Sambil melirik ke tempat lain.
"Apakah anda mencari saya?."
Dalam sekejap yin tiba tiba muncul dari atas Qin Sian,Yang sedang berusaha mengarah kan pedang nya.
Jika Qin Sian tidak memiliki insting yang tajam, mungkin dia akan terluka. Dia menyerang Qin Sian Dengan pedang nya namun Qin sian menghindari nya,mereka berdua bertarung di atas udara.
Aku tahu mereka tidak seperti itu.
Lin mei menyerang ku dengan api nya, ketika dia menyerang ku dengan api nya itu sangat aneh,ada yang aneh dengan api itu.
Kemudian kakak nya menyerang ku dengan teknik telapak tangan nya,teknik itu lumayan kuat namun di level ku itu tidak ada gunanya.
Lain halnya dengan pangeran itu,dia menyerang ku dari belakang , sebelum itu yin juga menghantam ku dengan Pedang nya,namun mereka berhasil.
Tapi-bukan nya mereka sudah tahu,bahwa itu akan sia sia untuk melawan ku? tapi-ini aneh,aku merasa gugup.
Gugup?
Aku?
Yang bahkan saat pertarungan dari sekte Tang Hao saja tidak membuat ku gugup,jika bukan karena ingatan xu mei, tidak, ingatan Ku dikehidupan Sebelum nya mungkin aku akan kalah.
Tetapi -ini hanya pertarungan anak anak?kalau begitu kenapa aku-
Um.
Sungguh konyol.