The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 73



Suasana menjadi hening,di dalam ruangan,xu mei hanya mengetuk meja nya bahkan master guild ada di sana,namun di dekat pintu memperhatikan Qin Sian.


Qin Sian menghela nafas nya dan berkata."saya tidak ingin membimbing seseorang dengan gratis."ucap Qin Sian.


sontak mereka yang menyaksikan langsung kaget dan sebuah jawaban yang mengejutkan.


"anda ingin dibayar berapa banyak?."


"dibayar?itu kata yang buruk."ucap batin Qin Sian.


Qin sian berdiri dan menutup jendela Nya,yin langsung kesal dan mata nya melotot,Qin Sian hanya menjawab."aku tidak tertarik dibayar dengan uang,aku ingin lebih dibayar dengan barang yang berharga."ucap nya.


hening -


....


Qin Sian turun dari ruangan nya,saat dia ingin turun , master Guild memberikan kan sebuah cincin yang berisikan uang lima ratus koin emas, master guild ingin bertanya kenapa Qin Sian membagikan setengah penghasil lelangnya namun dia tidak dalam posisi untuk menanyakannya.


Qin sian berjalan bersama dengan master guild dan menceritakan beberapa tentang pil,awal nya Qin Sian merasa kesal bahwa pria tua itu berjalan bersama dengan nya.


yuo luo menarik jubah Qin Sian dan berkata."master..aku mengantuk."ucap yuo luo menatap Qin Sian dengan tatapan berkaca kaca.


"sigh..aku melatih Seorang murid, kenapa aku merasakan bahwa aku memiliki seorang anak , tidak ini lebih seperti adik kecil."ucap batin Qin Sian dengan pasrah.


"baiklah.. kita akan pergi ke penginapan."ucap Qin Sian.


yuo luo mengangguk kan kepalanya.kadang kalanya Qin Sian tertawa melihat yuo Karena pakaian milik nya sangat panjang,bahkan menutupi bawah kaki nya.


Qin sia menggandeng murid nya, Master guild melihat nya dengan tatapan yang aneh."anak muda ini, seberapa kuat di, sampai dapat melatih seorang murid?."tanya batin nya sendiri.


tap


"huh?."


"siapa kau?."tanya Qin sian yang diberhentikan langkah nya.


"master.. maafkan kesalahan pengawal saya."


"bagaimana jika aku tidak memaafkan nya?."tanya Qin Sian


dia menghela nafas nya dan berkata."bukan nya anda yang membeli pil saya,apa yang anda lakukan sekarang?."ucap Qin Sian sambil menarik memegang pedang yang dia sembunyikan di belakang jubah nya


mereka langsung tersentak dan yin mengepalkan tangannya"Apakah dia tidak mengenali ku!! selama ini aku berpikir untuk mengalah kan nya,namun dia tidak mengenali ku..!!"ucap batin nya.


yin menghela nafas nya."saya ingin mendapatkan bimbingan anda untuk menyerap pil nya,saya akan membayar dengan barang yang berharga."ucap yin menatap Qin Sian.


Qin sian menggenggam tangan Yuo dan tidak jadi menarik pedang nya dan berjalan, sambil berkata."aku berubah pikiran.aku tidak tertarik lagi."ucap Qin sian berjalan sambil mengabaikan nya.


detak jantung yin berdetak kencang,wajah nya menjadi masam,tangan nya dia kepalkan dan dia merasa kan sebuah deja vu,lagi lagi perlakuan Qin Sian Sudah dua kali terjadi kepada nya.


melihat itu, pengawal nya langsung ingin menghampiri Qin sian,namun yin menghentikan nya.


pria itu mengecak Gigi nya dan berpaling sambil berusaha menyamakan langkah nya Qin Sian."lalu bagaimana cara nya agar master untuk membimbing saya?."balas yin.


Qin Sian tidak menjawab nya dan yin kehabisan kesabaran nya."master..!!!."teriak yin sambil berlutut.


semua pengunjung Langung Kaget dan tidak berkutik.


teriakan nya menarik perhatian orang orang di luar pelelangan,Qin Sian langsung kaget mendengar pria itu berlutut kemudian dia berpaling dengan satu tatapan yang dapat membunuh orang."apakah kau sudah gila..!! jika aku tidak ingin,jangan melakukan hal bodoh.menjijikan."ucap Qin Sian menatap dingin pria itu.


yuo melihat master nya yang sedang marah,namun di satu sisi dia merasakan kasihan kepada pria itu.


yuo membungkam mulut nya dan mengangkat sedikit topi dijubah nya dah dia terkejut melihat siapa itu.


seketika,dia melepaskan tangan master nya dan berjalan menghampiri pria itu."kenapa anda harus berlutut seperti itu?jika anda ingin guru membimbing anda dalam menyerap pil itu, Kenapa anda tidak memberikan Master Teh?."ucap yuo memiringkan kepalanya.


yin tertegun melihat yuo,dan samar samar melihat anak yang beberapa Minggu lalu disiksa oleh adik nya sendiri di pasar ,dan sekarang dia menjadi murid wanita itu.


yuo menyadari ekspresi nya dan mengangkat tangan nya ke bibir nya seolah olah meminta untuk tetap berpura-pura untuk melupakan segalanya.


yin menyadari nya sedikit merasa bersalah,dia melirik qin Sian yang sedang melotot."t-teh?tapi itu bukan barang yang berharga? master mu lebih suka hal yang berharga."ucap yin mengangkat kepala nya.


"teh tidak berharga,tapi bagi master..teh yang enak adalah barang yang berharga untuk nya,jika kau memberikan nya mungkin anda akan dapat bimbingan dari master, iyakan master?."ucap yuo menoleh ke arah Qin Sian


selama beberapa Minggu ini, tidak sampai satu bulan ,Qin Sian Sudah diamati oleh murid nya yang cerdik itu, setiap hari dia selalu minum teh, selesai makan ,dia minum teh, sebelum latihan dan setelah latihan dia selalu meminum teh,bahkan saat yuo bangun tengah malam,dia melihat master nya duduk di depan rumah kecil itu sambil didampingi teh, sekarang dia tahu betapa suka nya Qin Sian dengan teh.


namun tidak sembarang teh membuat seorang Qin Sian tertarik, mungkin bagi orang ada teh yang sangat enak namun belum tentu untuk nya.