
Di seluruh kekaisaran,semua lentera di lepaskan sebagai bentuk kepedulian kepada para prajurit yang berperang untuk negara.
semua kekaisaran di penuhi Isak Tangis.
Di sisi lain, wanita itu Putri kekaisaran berada di danau tepat Dimana seluruh masyarakat biasa melepaskan bunga teratai yang di hiasi lilin.
semua orang berdoa mendapatkan semua yang diinginkan.
"orang orang ini berdoa?bahkan Ryung."ucap nya dalam batin yang dia tujukan kepada pelayan nya.
Qin Sian menatap danau itu dan melihat diri nya di pantulan air, kemudian dia tersenyum kecil dan berkata."kenapa orang orang begitu semangat nya untuk berdoa? begitu banyak nya doa , bisakah sang dewa mendengar nya? betapa lucunya."ucap nya berdiri di pinggir danau.
kemudian seseorang tiba tiba menyahut nya dan berkata."setidaknya sang dewa mengetahui bahwa diluar sana ada yang berharap akan sesuatu."ucap nya .
seketika qin Sian menoleh dan melihat seorang yang menyahut nya.
"senang bertemu dengan anda Putri."ucap nya.
"anda.."ucap Qin Sian memiringkan kepalanya bertanda bahwa dia tidak mengenal nya
sontak pria itu tersentak dan tersenyum kecil namun sedikit ada kepahitan yang tersirat dari senyum nya.
"maaf jika saya terlambat mengenal kan diri.saya Yun pemimpin menara Obat "ucap nya sambil memberikan hormat nya.
Qin Sian mengangkat alis nya dan berkata sambil berjalan."tidak perlu sampai seperti itu menundukkan kepala anda tuan pemilik menara obat."ucap Qin sian pergi melewati nya
kemudian dia membuka mata nya dan mengenang kembali saat dia bertemu dengan Qin Sian
Qin Sian putri kerajaan yang terkenal karena kecantikan nya dan kehebatan nya dalam menggunakan pedang.
saat itu aku bertemu dengan nya ketika sang kaisar memanggil ku untuk membuat pil Yuan.
awal aku menolak nya karena ada kesibukan namun..suatu hari aku mendengar beberapa rumor tentang nya di menara ku, tentang betapa luar biasa nya dirinya.
semakin hari rumor itu menyebar dan terdengar di telinga ku, karena hal itu membuat ku penasaran dengan nya dan pergi ke istana dengan alasan membuat pil Yuan meskipun aku sudah menolak nya.
saat melangkah kan kaki di istana,aku mendengar suara pedang di taman kerajaan,saat itu aku melihat seorang wanita yang sangat cantik, kecantikan yang membuat siapapun iri melihat nya.
mata, hidung,nafas dan rambut nya tidak ada satu kata pun yang dapat mendeskripsikan nya.
saat itu selama dua tahun,saat kaisar meminta ku membuat obat lagi,itu adalah kesempatan ku melihat nya,saat itu juga aku langsung datang ke Istana.
terkadang ada saat nya aku menantikan perintah dari raja untuk datang ke istana, kadang kala nya mata kami bertemu namun..bagi wanita berhati dingin itu.. keberadaan ku tidak ada artinya.
"jika benar benar ada dewa ..aku berharap wanita dingin itu melihat ku dan saling menatap untuk waktu yang lama."ucap nya sambil menyentuh bunga osomontuhs yang berguguran.
"Xia kong,hari ini malam nya dingin, ayo kembali."ucap nya sambil berjalan memegang baju nya .