
Qin sian melanjutkan perjalanannya dan tiba ke negaranya.
memang pantas di sebut sebagai negara kelas satu, perwakilan di alam fana negara yang megah dan rakyat yang sangat makmur.
Qin Sian tiba tiba muncul di hadapan ayah nya dengan mengenakan topeng biru di wajah nya dan tersenyum hangat.sang ayah langsung gemetaran dan memeluk nya.
Keesokan harinya -
sang kaisar mengirim surat kepada kedua Pangeran kekaisaran dan akan segera menerima kabar dari mereka.
selama itu juga Qin Sian tidak memberitahukan dia sudah berada di tahap berapa namun ayah nya tahu bahwa putri nya mungkin sudah melampaui nya namun suatu hal yang aneh adalah Qin sian tidak melepaskan topeng nya.
sampai-
"apa?."ujar Qin Sian dan meletakkan teh nya
"aku ingin kau menikah, ayah sudah mencari calon ."ujar sang kaisar
Qin sian mengerut kan kening nya dan berkata."aku akan berpura-pura tidak mendengar nya ayah."ujar Qin Sian meminum teh nya.
tiba tiba cangkir teh nya bergetar dan dia melirik ayah nya,."apa maksudnya ini ayah?."balas nya.
"menikah lah!!.."
Sang kaisar Sangatlah marah dan menarik pedang nya dan berkata."jika kau tidak menerima pernikahan ini!? Qin Sian aku akan mencabut mu dari keluarga kekaisaran..!! Aku bahkan tidak akan pernah menganggap ku sebagai putri mu!!."teriak ayah nya dengan tatapan dingin
Sontak Qin Sian menatap langit dan berbalik badan."sudah cukup ayah, Kenapa kau melakukan ini?! Kau tahu aku tidak akan menyukai nya!!."teriak Qin Sian Kepada ayah nya
"tidak ada alasan khusus..!! aku sudah tua..! kau bisa menolak lamaran ini jika kau menjadi penerus kursi atau menikah.!!."teriak ayah nya dengan raut wajah yang merah karena marah
Qin Sian yang mendengar terkejut dan berkata.."Bagus,ayah tahu bahwa aku tidak akan menerima yang pertama. Ahh..kalau begitu aku lebih memilih keluar dari keluarga Kerajaan."balas Qin Sian berbalik pergi.
sontak ayah nya yang mendengar merasa jantung nya berhenti dan berkata kepada putri nya."jika satu langkah lagi kau melangkah maka ayah mu akan mati."ujar sang kaisar yang penuh keras kepala namun raut wajah serius.
Qin sian tiba tiba berhenti, ekspresi marah nya tidak bisa disembunyikan lagi."kenapa ayah melakukan ini?!!."Qin Sian menatap ayah nya dengan dingin dan kasar.
"Qin Sian,bukan nya kau sudah menunggu Seseorang selama tujuh tahun? tetapi kau putriku,bukan nya sudah lelah menunggu,kali ini setidaknya dengar kan ayah , menikah lah, apakah aku harus Berlutut untuk mu, Putri ku?."
Ah
ayah sudah tahu bahwa aku menunggu seorang pria selama tujuh tahun tetapi dia melakukan ini?!
menikah? apakah aku bisa melupakan nya!? Tidak, seharusnya aku tidak memiliki hubungan dengan nya?! Mungkin saja pria itu tidak terlahir kembali? Atau mungkin saja dia melupakan ku?
banyak pertanyaan yang tersirat dari nya namun Qin sian menyentuh dada nya dan berkata dalam batin ku."sial,iblis hatiku."ujar batin nya.
"baik,aku akan menikah. Sebaiknya ayah membawa seorang pria yang berguna jika tidak besok hari mayat nya akan ada."balas Qin Sian berbalik pergi.