
Ini pertama kali nya dia pergi ke dunia luar,namun ada perasaan yang familiar seolah-olah dia sudah bertahun tahun ke alam liar.
Qin Sian menggunakan jubah hitam,namun wajah nya ditutupi oleh sebuah renda.
menjelajahi hutan,pergi ke semua tempat, bertemu banyak orang dan dia berkunjung ke sebuah benua.
dua bulan kemudian -
Qin Sian tiba di sebuah negara,yang terkenal karena kemakmuran nya,Xian.
Qin sian berdiri di depan gerbang,dan siap memasuki pintu gerbang .
pertama kali nya , wanita itu sangat takjub,di tempat itu semua pedagang bersorak Sorak untuk mengajak para pengunjung dari wilayah lain untuk membeli dagangannya.
semua orang melihat penampilan Qin Sian,yang mencolok dari diirinya adalah mata emas nya yang indah dan tajam.
"apa yang terjadi di tengah jalan?."tanya nya Kepada seseorang.
"jangan ikut campur.seorang Putri dari Marquis menyiksa seorang penjalan kaki,ini sudah biasa."ucap pria muda itu ,dan dia melanjutkan kalimatnya."apakah anda seorang pengelana?."tanya nya.
Qin Sian hanya mengangguk kan kepalanya,saat pria muda itu mengatakan untuk tidak ikut campur,dia melakukan apa yang diminta,Qin Sian mengabaikan hal itu.
"dasar orang rendahan!! Kenapa kau melewati kuda putri ini!!."ucap seorang wanita dengan rambut merah nya yang menyala dengan mata yang tajam menatap seorang anak kecil bertubuh mungil itu dengan rendah nya.
"m-maaf saya putri."meski pun anak itu mengatakan hal itu,sang wanita hanya menghiraukan nya dan mencambuk punggung anak kecil itu.
di sana tidak ada satu pun yang menolong nya,dia menatap orang orang untuk meminta tolong kepada nya,samar samar mata Qin Sian dan anak itu saling bertemu dan qin Sian mengabaikan nya."maaf nak..aku tidak tertarik ikut campur dalam masalah."ucap batin nya.
saat dia ingin melanjutkan perjalanan nya ,sang putri mengangkat cambuk nya dan menyelimuti cambuk nya dengan aura nya,di detik selanjutnya Qin Sian tiba tiba menahan cambukan nya."sialan.kenapa aku bisa terbawa perasaan."balas nya dalam batin
Qin Sian tidak menjawab nya dan hanya menatap anak itu,lagi lagi Mata mereka saling bertemu,dan semua orang membicarakan nya, seperti bahwa dia akan mati jika dia menolong anak laki laki itu.
Qin Sian menghela nafas nya dan menatap tajam wanita itu."hanya seorang putri Marquis, Berani nya membuat masalah..!!!" sentak Qin Sian.
ia mengalahkan aura milik putri Marquis itu dan menarik balik cambuk itu dan membuat sang putri Marquis itu jatuh ke tanah,sontak para pengawal nya membantunya, tindakan itu membuat Qin Sian marah.
Qin Sian menghela nafasnya dan menyentak kan kaki nya ketanah,aura kuat keluar dari dirinya,semua orang di sekitar langsung tertekan dada mereka terasa sesak , seperti ditusuk pisau.
"siapa yang memberi kalian izin membantu nya,enyah kalian..!!!"hanya dalam beberapa kata,para pengawal nya kesakitan.
mereka ingin melawan Qin sian namun tidak ada keberanian untuk itu, putri Marquis itu batin nya terguncang hebat, melihat itu Qin Sian tersenyum kecil dia mengambil cambuk milik putri itu ,dan menyebar kan aura nya."dimana tadi kau memukul anak ini?!kau hanya orang yang berani menindas orang lemah..!jika orang kuat menindas mu kau akan menundukkan kepala mu..!! seperti dugaan ku kau benar benar sampah."Qin Sian memukul sang putri,di sana tidak ada yang dapat menghentikan nya, memukul seluruh tubuh nya dan Qin Sian hanya menikmati nya.
saat Qin melayangkan satu cambukan terakhir, seseorang berteriak kepada nya."tolong hentikan nona pendekar!."
mendengar itu,Qin Sian mengernyitkan kening nya dan bersmirk,dia berhenti memukul ."k-kakak..!!!t-tolong aku..!"saat wanita itu berteriak,pria yang meminta nya berhenti, langsung menghampiri adik nya.
lagi lagi tindakan itu membuat Qin Sian merasa Dejavu.
tanpa basa Basi Qin Sian meluruskan cambuk itu dan menghalangi mereka."apakah aku mengizinkan mu mendekati nya." ucap Qin Sian menatap tajam
kedua mata mereka saling bertemu,pria itu merasa tertekan merasakan tekanan nya."nona pendekar..saya minta maaf jika adik saya menyinggung anda."ucap pria itu menundukkan kepalanya.
Qin sia menatap tajam pria itu dan berkata."baiklah.. hanya saja perhatikan tingkah laku adik mu,dia hanya seorang putri Marquis bukan putri kekaisaran.mengerti?."
"saya mengerti,saya akan memperhatikan perkataan anda."
Qin Sian melepaskan cambuk itu dan dia berjalan pergi,saat dia berjalan pergi dia teringat sesuatu dan berhenti.kemudia dia menyampaikan nya."adik mu itu.. mengingat kan ku akan seseorang,dia memiliki rambut merah yang indah sangat menyala,mata yang tajam,dan senyum dingin yang misterius,dan orang yang kuat,sayang nya adik mu itu bagian belakang nya,bodoh dan tidak bijaksana,bisa bisa nya aku membandingkan Nya dengan adik mu yang pembuat onar."ucap Qin Sian pergi begitu saja.