The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 89



Qin sian memusatkan perhatian nya dan menghindari nya.


Tunggu?!


."kau.. bagaimana bisa kau bertarung di udara?!."ujar Qin Sian dengan tatapan yang terkejut.


Yin menyeringai kecil dan berkata."anda terlambat menyadari nya.Lin mei sekarang..!."


Hanya dalam hitungan detik,posisi Lin mei bertukar dengan yin,Lin mei segera memusatkan seluruh energi dalam nya ke telapak tangan nya dan mengarahkan nya kepada Qin Sian


Dalam waktu singkat itu Qin Sian tidak dapat menghindari nya,dia menarik pedang nya dan menahan serangan itu,hal itu membuat semua orang kaget namun siapa yang menang sudah di tentukan.


Qin Sian memutar kan tubuh nya dan mengarahkan pedang itu ke punggung Li mei.beruntung Lin mei bisa menghindari nya dalam jarak sedekat itu, tidak,dia tidak mengindari Nya melainkan menghilang.


"Master..!!."teriak ayah Lin mei.


"Tenang saja.aku tidak berniat menyakiti nya."


Lin mei, menghilang?!


Bagaimana dia bisa melakukan itu?!hm?!


Ah.


Array.!


Array ruang?!


Kapan?!


Array ruang, adalah array tipe legendaris,array itu memakai banyak mana dan tenaga dalam,karena itu mereka yang bisa menggunakan ini, setidaknya berada di tahap martial invite tahap sembilan.


Meskipun aku juga sudah berada di tahap itu, tapi -aku tidak sampai memikirkan menggunakan itu saat pertarungan.


Anak anak ini.. monster..!!


"Hm?apa yang kalian lakukan? kenapa tidak maju."


Senyum kecil dari mereka semua membuat Qin Sian tertegun, tatapan yang sedikit kesal ,yin maju ke arah depan. Dan berkata."bukan nya sudah jelas,kami menang."ujar yin.


Qin sian mengkerut kan keningnya dan berkata."Menang? memang nya kalian bisa menyen-." Secara tiba tiba yin menunjuk ke arah pedang milik Qin Sian , sambil menatap Qin sian dengan tatapan seperti mengatakan bahwa kami adalah pemenang nya."bagaimana?anda menarik pedang milik anda?bukan nya anda mengatakan bahwa kami tidak layak bertarung dengan anda karena itu anda menyarungkan pedang anda, tetapi anda menarik pedang anda, bertarung melawan kami,bukan kah artinya kami melainkan kami layak."ujar yin dengan senyum licik nya.


Qin sian yang mendengar itu melotot dan tertawa kecil,dia turun ke tanah dan berkata."terus kenapa?bukan nya peraturan nya yang menyentuh pakaian ku."ujar Qin Sian.


Yin tertawa kecil dan berkata."aku tahu anda mengatakan ini, tapi-apakah pakaian lebih penting dari pedang anda?."balas yin.


Mendengar itu,semua orang kaget, terutama batin keempat orang yang bertarung dengan Qin Sian, sebenarnya mereka takut namun berusaha ber-ekspresi tenang.


Qin Sian menyilangkan kedua lengannya dan berkata."baiklah Aku kalah. Membuktikan bahwa kalian bisa menang dengan kekuatan kalian, sudah membuktikan kalian kuat,jadi-tentang meminta menjadi kan murid ku, sebaiknya kalian urungkan saja niatnya,karena membuat ku kalah saja sudah menakjubkan."ujar Qin Sian sambil menutup sebelah mata nya.


"Mana bisa begitu. Kami malah tetap ingin menjadi murid anda."ujar kakak Li mei dengan percaya dirinya.


!!!!


Qin sian mengangkat alisnya dan berkata."sungguh keras kepala."ujar nya.


Mereka semua tersenyum kecil dan mereka berlutut ke kepada Qin Sian, sejujurnya tindakan mereka membuat nya sedikit tidak nyaman."master..!! Kami mohon ajarkan kami semua yang anda ketahui.?!!jadi kan kami kuat..! jadikan kami seorang yang berdiri di puncak kultivasi!!."teriak pangeran.


"Kami mohon master...!!."


"Berdiri di puncak kultivasi?!b-bukan nya itu terlalu berlebihan..!."


."bukan nya itu seolah-olah mengatakan bahwa master ini yang akan menjadi yang terkuat..??!."


"Ini sungguh mustahil..!."


Banyak kegaduhan dari tiga keluarga,namun anak anak nya sangat ingin belajar dari Qin Sian.


."hei Qin Sian. Kenapa kau tidak menerima manusia ini saja."


Beast mistik milik yin menunjuk kan keberadaan nya."hm.bukan kah sudah kukatakan jangan panggil dengan Nama ku."ujar Qin Sian dengan mata nya yang kesal.


"Qin Sian!!!. apakah itu nama master?!."balas mereka serempak dalam batin.


"Ya ya, kenapa kau tidak ingin menerima mereka, apalagi manusia yang membuat kontrak dengan ku,yin. dia ini sangat berbakat tahu."ujar beast itu.


Qin Sian menarik satu alis nya dan berkata."ya sudah,kau saja yang mengajari nya."balas qin Sian


"Lebih baik, manusia belajar dengan manusia."ucap Beast itu sambil menatap Qin Sian.


Mereka bertarung dengan tatapan mereka."huh?!."


"Jadi benar -apa yang dikatakan Putri ku, apakah itu beast mistik yang tersegel di tubuh putra mu?."ujar ayah Li mei


Marquis langsung menaiki kuping nya dan serasa hidung nya lebih panjang."luar biasa bukan pak tua yoo?."ujar Marquis.


Qin Sian menatap mereka semua dan berkata."apakah kalian tidak malu? meminta seseorang yang bahkan tidak jauh berbeda dengan umur kalian meminta nya menjadi murid?."balas Qin Sian.


Keempat orang itu menatap Qin Sian dan mereka sama sama saling menghela nafas nya."seperti kata pepatah, untuk menjadi yang terkuat tidak dipandang dengan umur. Kami memohon kepada anda,karena kami yakin jika berada di bawah bimbingan anda ,kami akan menjadi kuat."ujar pangeran.


Qin sian pun merasa terkejut dan takjub mendengar jawaban nya,dia mengarahkan tangan nya ke arah tempat lain yang dimana ada kursi dan dalam hitungan singkat muncul di depan mereka."hm."


"Itu telekinesis bukan?!."ujar sang kaisar merasa takjub.


"Baiklah,aku menerima kalian jadi murid ku,Jika aku mengajari kalian,aku akan mengajari kalian segala hal,dan tidak berbelas kasih."ujar Qin Sian menatap tajam


"Sungguh anda menerima kami?!."


"Murid memberi hormat!."ujar mereka dengan serempak dengan kepala menyentuh tanah.


"Bagus bagus! Pelayan! Ambil kan empat cangkir teh untuk memberikan penghormatan kepada Master mereka."


"Tidak empat.melainkan lima."ujar Qin Sian.


"Maaf?! Siapa satu lagi."tanya kaisar yang merasa bingung.


Qin Sian tertawa kecil dan menunjuk ke arah belakang kaisar dan mengarah kan nya kepada anak kecil yang dibawa oleh pak tua pelelangan itu."nak,kemari."ujar Qin Sian


"Ya? saya? k-kenapa?."


Pak tua itu merasa tertegun namun juga sedikit senang,karena dia mengatakan bahwa dia menerima cucu nya sebagai muridnya


Pak tua pelelangan itu mendorong punggung cucu nya dan berkata."maju lah."


Cucu nya sedikit gelisah namun dia menarik nafas pendek dan menghampiri Qin sian."ada apa master?."


"Siapa nama mu?."


"Saya Wiji Cheon."balas nya.


Senyum kecil tersirat dari Qin Sian,."Huang Yu. Keluarlah."


Seorang pria dengan pakaian hitam seperti bayangan,yang bahkan wajah nya saja tidak terlihat, seperti seluruh tubuh nya dipenuhi api hitam,namun samar samar wajah nya sedikit terlihat."akhirnya kau meminta ku muncul."


Sontak mereka yang menyaksikan pun terkejut,beast mistik milik yin langsung mundur dan berkata."kau-adalah beast legenda!yang dapat berubah menjadi manusia!!."ujar beast mistik itu kepada Huang yu.


"Ha? seekor kucing?"balas Huang yu.


"Dasar beast sialan..!aku bukan Kucing..!."


"Beast sialan? apakah kau bukan beast.."balas huang yu dengan candaan


Beast mistik itu pun seperti akan mati kesal jika dia melanjutkan kalimatnya."hentikan."


"Tsk.


"Huang yu,apa ada yang ingin kau katakan kepada anak ini?."tanya Qin Sian.


!!!


"Ya."


Bocah,kau memiliki bakat yang hanya muncul seribu tahun sekali .


Anak yang memiliki tubuh spritual yang paling langkah,yaitu tubuh mu itu sendiri,nadi mu, seluruh anggota tubuh mu benar benar seperti spritual itu sendiri.


Kau,lebih berbakat dari manusia yang membuat kontrak dengan beast Kucing itu.


Atau bahkan kau lebih berbakat dari Qin Sian yang jenius spritual.


"Apa?!."


"Jadi? apakah itu luar biasa?aku-maksud saya,saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan spritual."ujar nya.


"T.. tidak tahu?."ujar Huang yu dengan kaku.


"Maaf memotong pembicaraannya master.. sejujurnya Cheon tidak pernah belajar kultivasi karena dia menghabiskan waktu nya membaca buku, sebagai seorang kakek saya khawatir,dimana semua orang di dunia ini ingin jadi seorang master namun,Cheon tidak tertarik untuk itu suatu hari bagaimana dia bisa melindungi dirinya."ujar nya.


Qin sian menatap Wiji Cheon yang merasa sedih Melihat kakek nya "hm. Wiji Cheon? bagaimana menurut mu tentang pertarungan tadi."tanya Qin Sian meminta jawaban nya


"Ah."


"Pertarungan tadi sangat luar biasa, api yang tiba tiba keluar dan pedang yang anda gunakan Sangat hebat."ujar Wiji Cheon yang tertarik untuk itu.


Qin sian tersenyum kecil dan berkata "Wiji Cheon, apa kah kau suka baca buku?."


"Ya."


"Lalu, apakah kau tahu akademik azure dragon?."tanya Qin Sian