The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 108



"ini kabar bahagia..!."


"putri akan menikah.!."


"pajak di turunkan..!."


"putri akan menikah..!.."


"seluruh kota di hias demi pernikahan putri..!."


Riuh picuh dari seluruh masyarakat dihari pernikahan Qin Sian, di istana semua orang memanggilnya Qin Sian,dan yang Lin


para pelayan menghias nya dan menunggu hari pernikahan.


pernikahan dia adakan di aula luar,semua para tamu datang menghadiri pernikahan itu,kaisar menurun kan harga pajak sepuluh persen selama dua ratus tahun,meminta seluruh kekaisaran di hias,dan hanya merayakan pernikahan.


Qin sian hanya melihat ke arah jendela kamar nya yang mengarah langsung ke ibu kota,dia tidak mendapat kan kabar tentang kedua saudara nya,baik itu dari Huang yu atau ayah Nya.


di sisi lain- pemilik menara obat berusaha untuk melepaskan beban di hati nya,dia berusaha untuk menghilangkan rasa suka nya kepada Qin Sian.


Hal yang tidak bisa di hindari oleh siapapun adalah cinta.


Aku orang yang tidak ingin terlibat dengan cinta,karena itu akan membuat ku serasa di penjara tapi siapa yang menyangka aku justru merasakan nya.


Qin Sian pun tersenyum pahit dan menutup jendelanya,dia berdiri di pintu dan pelayan membukakan pintu untuk nya.sang pelayan mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Qin Sian kemudian membimbing nya untuk berjalan ke aula luar.


beritahu aku langit,apa yang aku lakukan ini adalah sebuah kesalahan?atau awal dari diriku


Qin Sian menggertakan bibir nya dan menatap ke arah depan


suara gelang kaki, penutup wajah berwarna merah serta semua orang yang terpesona melihat nya namun ada beberapa yang berbisik bahwa dia mengenakan topeng.


semua rumor beredar tentang kekaisaran Qin. rumor bahwa Putri kekaisaran Qin mengadakan pernikahan dan memiliki suami yang berasal dari alam atas yang semua orang di dunia fana dan alam langit mendengar rumor itu.


"menundukkan kepala kepada pasangan sama saja bersumpah kepada langit..!."ucap pendeta kerajaan.


mereka saling menundukkan kepalanya, tidak ada sedikit pun ekspresi yang muncul di wajah kedua orang itu,namun yang Lin sedikit melirik raut wajah Qin Sian.


kedua orang itu resmi menikah, langit adalah saksi nya dan telah bersumpah di bahwa langit. Qin Sian pun pergi meninggalkan aula dan mendatangi ayah nya."ayahanda."ujar Qin Sian yang berbicara kepada ayah nya.


kaisar sedang berbicara dengan ayah yang Lin tentang kedua anak mereka


"ya?."jawab kedua orang tua itu serempak.


Qin Sian tertegun melihat mereka , mungkin mereka tidak tahu bahwa di balik helaian yang menutupi wajah nya ada ekspresi yang tidak mungkin di pancarkan oleh Qin Sian."itu, bisakah saya berbicara dengan kaisar?."balas nya.


Qin Sian berbicara seperti itu agar mengindari situasi,karna fakta bahwa ayah dari suami nya cepat atau lambat dia akan memanggil ayah ,hanya saja tenggorokan nya merasa padat jika menyebut kan nya."tentu, menantu ku bisa berbicara sepuas nya."balas ayah yang Lin.


Qin Sian mengangguk kan kepalanya dan pak tua itu permisi pamit untuk pergi bersama putri nya.


Qin Sian berjalan bersama ayah nya dan memasuki ruang kerja ayah nya,ruang kerja yang sudah lama tidak dia kunjungi,Qin Sian melirik setiap sudut ruangan nya dan melepaskan helaian yang menutupi wajah nya."arghh! Kenapa kau melepaskan penutup wajah mu? harus suami mu yang melepaskan nya."balas ayah Qin Sian dengan panik ,dia mengelilingi Qin Sian dan melihat raut wajah ayah nya.


Ayah, apakah kau begitu menyukai pernikahan ini?


ini pertama kali nya aku melihat dia sebahagia ini.


Hm?.


Qin sian tertegun dan melewati ayah nya,dia duduk di kursi yang dimeja nya tergelatak papan catur."sudah lama kita tidak bermain catur, kenapa kita tidak memainkan nya.."


Ah..