The Legend Of Xu Mei

The Legend Of Xu Mei
chapter 104



namun mereka bertanya tanya kenapa dia mengenakan topeng? apakah ada luka di wajah nya?


Qin Sian berjalan ke arah tahta menghampiri ayah nya dan menundukkan kepalanya serta meletakkan tangan kiri nya di dada kiri nya dan."hidup yang mulia Kaisar."


."bagus, Putri ku duduk lah di samping pria yang akan menjadi calon suami mu."ujar kaisar menjulur kan tangan nya.


Qin Sian menatap ayah nya dan mengangguk kan kepalanya, kemudian duduk di samping pria yang akan menjadi suami nya ,sang pria melirik sedikit Qin Sian.


Mereka yang memiliki kekuatan hebat itu terkejut bahwa mereka berdua saling melawan dengan aura masing masing,Qin Sian hanya terpancing oleh pria itu, meladeninya adalah hal yang wajar untuk Qin Sian.


para tetua serta ayah nya berkata."sudah cukup."ujar dengan pelan


sontak mereka mengentikan pertarungan aura mereka dan seolah olah tidak terjadi apa apa,saat Qin Sian melihat lihat tamu yang hadir,dia terkejut karena ada seseorang yang familiar,siapa lagi pria yang tidak tahu malu di bukit?


senyum tipis Qin Sian terlihat oleh mereka yang memperhatikan nya."apa yang sudah menjadi takdir, tetap akan terjadi."ujar batin Qin Sian.


suara musik sitar, tarian dari penari serta suara seruling memenuhi Aula istana , tidak ada pembicaraan diantara dua pasang ini,sampai sang Kaisar memperhatikan mereka berdua dan saling mengangguk dengan ayah dari sang pria."pernikahan ini akan diadakan tiga hari lagi, apakah putri ku dan tuan yang Lin menerima nya?."ujar nya.


Qin Sian tidak berekspresi dan kemudian meletakkan teh nya ,semua orang terdiam dan memperhatikan Setiap kata kata nya."aku tidak punya pendapat untuk itu."ujar nya.


..!!


Yang Lin yang mendengar nya tersentak dan menatap Qin Sian ,namun qin Sian hanya fokus melihat pantulan wajah nya di cangkir teh nya."kaisar,saya juga tidak punya pendapat untuk itu,anda bisa memutuskan nya."balas yang Lin menatap ayah Qin Sian.


kaisar pun menganggu kan kepalanya dan mengumumkan pernikahan nya tiga hari lagi,mereka yang datang pun sangat terkejut bahwa mereka baru saja bertemu namun pernikahan diadakan begitu cepat.


ditelinga Qin sian hanya ada terasa sepi ,dia menghela nafas nya dan berdiri."kaisar,saya akan pergi menghirup udara bebas anda sekalian bisa melanjutkan perbincangan kalian yang tertunda."


Qin Sian pergi melangkah raut wajah ayah nya pun sangat khawatir melihat Qin Sian ,tak lama kemudian dia berhenti dan berkata."dimana kakak dan adik ku yang konyol itu ayahanda?."ujar Qin Sian berbalik badan dan menatap ayah nya.


..!!


"mereka tidak bisa hadir, tetapi aku mengabarkan tentang pernikahan mu,ayah jamin mereka akan datang."balas nya


Qin Sian pun menatap ayah nya dan berbalik pergi."begitu ya."dia melangkahkan pergi keluar dari aula


Di luar Qin Sian hanya berjalan menikmati udara segar,tujuh tahun dia sudah merindukan Angin di negara Nya.


Dia tersenyum pahit dan berkata dalam batin nya.


ada beberapa hal yang memang tidak bisa di paksakan, jika kau menyukai sesuatu bukan berarti kau bisa memiliki nya,semua yang ada dikehidupan sebelum nya belum tentu dapat aku miliki dikehidupan nya nya.


Namun, apakah takdir itu benar-benar mempermainkan ku?siapa aku? aku pernah menyukai seseorang namun pria itu menghianati ku,di depan cinta semua nya murni,bahkan dewa sekalipun bisa menjadi gila karena cinta yang bergejolak itu.


senyum pahit terpancar di wajah Qin Sian,dia mendengar mendengar ada langkah kaki menunju ke arah nya."hm? tuan pemilik menara?."balas nya.