
Semua orang shock dan terdiam setelah mendengar perkataan alex dan irene apalagi dengan pistol hitam di tangan kecil alex. Simon adalah orang yang pertama kali sadar dari rasa shock nya berusaha meminta pistol ditangan alex dengan pelan dan memberikan pengertian tentang benda tersebut yang sangat berbahaya
"sayang itu berbahaya untukmu, bisa berikan pada daddy?" tanya simon dengan lembut
"ini?" tanya Alex seraya melihat pistol ditangannya dan kembali melihat kearah Simon dengan senyum manisnya
"ini tidak berbahaya daddy" kata alex masih dengan senyum manisnya ke Simon
"sayang kau bisa melukai siapapun dengan itu" kata Simon dengan sabar untuk membuat Alex memberikan pistol tersebut ke Simon
"aku tau" jawab Alex seenaknya
Jawaban Alex membuat ben turun tangan untuk mengambil pistol ditangan Alex dengan cara membawa irene yang masih diam kedepannya
"sayang kau lebih baik menyerahkan pistol itu atau kau tidak akan bertemu adikmu lagi" ucap ben dengan senyumnya hal itu sukses membuat Alex mengarahkan pistol tersebut kearah ben yang lagi lagi membuat seluruh orang terkejut.
" kau tau uncle, aku tidak takut untuk menembakmu atau bahkan membunuhmu" kata Alex dengan tatapannya yang datar kali ini dan nada bicara yang sangat serius
"sayang jangan bermain main dengan kami, kau tidak tau siapa lawanmu" kata ben berusaha untuk menakuti alex
"aku tau uncle, sangat amat tau. Yang tidak tau adalah kalian, kalian tidak tau siapa kami dan kalian tidak tau kenapa kami di latih dari kecil" kata Alex dengan senyum licik
"uncle kuberi tau satu hal, aku bisa lebih berbahaya dari kakak" kata irene yang sukses membuat seluruh mata menatapnya sedangkan ben yang mematung shock.
Mereka yang melihat ben tidak bergerak menjadi waspada kepada 2 anak kecil yang kini Alex mengarahkan pistolnya kekepala Simon dan Irene dengan pisaunya berada dititik vital perut ben. Mereka berusaha mengambil pistol mereka namun mereka tidak menemukan dimanapun
"mencari pistol kalian?" tanya irene dengan senyum manisnya namun sukses membuat seluruh orang semakin waspada kepada mereka
"pistol kalian ada di tasku jika kalian mau ambil saja, itupun kalau kalian bisa" kata irene dengan nada bergurau dan senyum manis
Mr. Andreas langsung segera mendekat kearah Alex dan pemuda yang diketahui bernama jimmy mendekat kearah irene dengan waspada. Irene yang merasa jimmy mencoba melukainya segera melumpuhkan ben, dalam hitungan detik tepat ben kehilangan kesadaran jimmy segera menyerang irene yang tentu saja bisa irene hindari dengan mudah.Bunyi pukulan menggema di ruangan itu, pertandingan antara anak kecil dan orang dewasa adalah hal yang mustahil untuk semua orang. Namun semua perkataan itu terbantahkan saat dua anak kecil tersebut berhasil menyumbangkan 4 orang dewasa dan 6 pengawal hingga tidak sadarkan diri.
"brother, it's enough for now" ucap irene
"because I'm sleepy" kata irene yang dibalas tatapan datar sebelum anggukan kepala dari alex. Selagi mereka masih berbicara seorang bodyguard maju mendekati Alex yang kehilangan kewaspadaan dan hal itu sukses membuat badan kecil Alex berada didalam kuncian sang bodyguard. Irene yang melihat itu pun segera kembali waspada dengan melihat sekitar dimana ada 5 bodyguard melingkar disekitar irene dan Alex. Melihat muka Alex yang memerah karena kuncian yang cukup kuat itu membuat irene mengambil tindakan yang tidak diprediksikan oleh seluruh orang dewasa di sana.
SYUUT!!
JLEB!!
pisau yang ada ditangan irene kini telah berpindah di kepala sang bodyguard yang mengunci pergerakan Alex, sedangkan Alex yang telah bebas tanpa perlu waktu lama segera menembak 1 persatu bodyguard yang sedang bertarung dengan adiknya,5 bodyguard tergeletak tak bernyawa di sekitar mereka dengan darah yang mengalir keluar dari tubuh mereka karena pisau maupun peluru Alex. Mrs Andreas dan 2 pemuda di sekitarnya benar benar menunjukan raut terkejut dan kewaspadaan kepada 2 anak kecil itu.
Merasa tidak ada lagi yang menyerang Alex, sang kakak segera mengambil tangan irene lalu berlalu pergi tanpa meninggalkan kewaspadaannya bagaimanapun mereka masih di sarang lawan itu yang ada di pikiran Alex.
"kalian keluarga mafia dan kami di didik untuk meneruskan keluarga mafia juga" kata alex sebelum mereka keluar dari pintu utama
Setelah mereka keluar dari rumah atau mansion besar itu tanpa pikir panjang mereka segera berlari menuju jalanan yang padat orang. Mereka sangat amat yakin jika mereka akan diikuti diam diam dan saat mereka lengah mereka akan di serang. Irene yang sangat peka dengan keadaan sekitar segera menarik ben menuju salah satu gang kecil yang kotor, sedangkan Alex selama berlari dia memikirkan rencana untuk mereka berterima kasih lah pada otaknya yang tidak pernah berhenti berpikir itu. Alex segera menarik irene menuju tempat yang sangat gelap yang berada di samping tempat sampah besar,menyuruh irene jangan berisik sementara beberapa orang dewasa dengan pakaian full hitam menyusul langkah mereka yang memasuki gang kecil ini.
"kemana mereka?!" tanya bodyguard 1
"cepat sekali mereka pergi" kata bodyguard 2
"kalian tetap waspada, mereka itu berbahaya kalian dengar sendiri jika mereka di didik untuk urusan dunia bawah" kata bodyguard 1 yang dijawab anggukan oleh teman temannya. Para bodyguard itu mencari keberadaan irene dan Alex dengan tenang bahkan amat sangat tenang. Namun, mereka juga tidak sadar jika anggota mereka satu persatu menghilang hingga kini hanya meninggalkan satu orang bodyguard yang sangat waspada.
"keluar kalian!" kata bodyguard itu seraya melihat keselilingnya
"paman kenapa kau sangat ketakutan" kata irene yang tiba-tiba sudah berada dibelakang sang bodyguard membuat sang bodyguard segera membalikkan badannya dan melihat irene dengan tajam.
"melihatku seperti itu adalah kesalahan" kata irene dengan nada yang polos.
"emang kau siapa? Hanya iblis yang berkedok anak kecil" kata bodyguard itu membuat senyuman sinis muncul di wajah cantik irene tak lama bodyguard itu kaku saat tiba tiba rasa yang amat sangat sakit menyengatnya dibagian perut belakang, bodyguard itupun segera memegang perut belakangnya dan bisa dia lihat jika tangannya sudah penuh dengan darah, lebih tepatnya darah milik dirinya sendiri saat dia ingin menyerang anak yang ada dibelakangnya
JLEB!!
sebuah pisau tertancap dibahu miliknya. Rasa sakit ditubuhnya semakin besar dan itu sukses membuat dirinya semakin waspada kepada 2 anak di depan dan belakang dirinya. Dia tidak memiliki banyak tempat untuk bergerak jika 2 anak itu berada di depan dan belakang dirinya, bergerak sama saja mencari kematiannya sendiri.