
"saya yang akan melakukannya" kata james
Irene mengalihkan pandangannya kearah james dan menganggukan kecil kepalanya sebagai tanda mempersilahkan james untuk berbicara.
"saya berteman dengan Thomas sejak junior high school, awal pertemanan yang saya ketahui adalah thomas dari keluarga kalangan biasa yang berkecukupan karena dia memperkenalkan diri sebagai thomas tanpa menyebutkan nama keluarga devons. Namun 2 bulan yang lalu pada saat pertemuan tahunan keluarga bangsawan, dimana para keluarga inti diwajibkan untuk datang semua. Aku melihatnya sebagai anak bungsu dari keluarga inti devons dia berdiri tepat di sebelah heir devons pada saat pengumuman tiba. Dia menipuku lebih dari 7 tahun, buruknya lagi orang yang kusukai malah menolakku saat ku tembak dan tidak lama kemudian aku melihatnya menyatakan cinta padanya. " ujar james dengan berbagai nada selama berbicara.
Ruangan hening kembali ketika james menyelesaikan cerita dari pandangannya, Irene mengalihkan pandangannya kearah thomas untuk melihat reaksi dari pemuda itu. Seperti dugaannya thomas terdiam dengan pandangan terkejut di wajahnya yang irene yakinkan jika pandangan permasalahan yang thomas liat bukanlah yang james katakan.
"aku..... aku tidak pernah bermaksud, aku... minta maaf karena telah berbohong, namun aku tidak bermaksud aku berani bersumpah untuk itu aku benar-benar tidak bermaksud. Aku hanya ingin mendapatkan teman yang tulus tanpa memandang statusku, kau adalah satu satunya orang yang mau berteman denganku james meski aku tidak mengatakan nama kekuargaku bahkan saat aku dibully karena dianggap anak yang tidak diinginkan atau karena aku tidak memiliki nama keluarga kau ada di sampingku berdiri melindungiku maka itu..... aku pikir aku ingin membuka identitas ku pada mu di acara tersebut dan untuk gadis itu, gadis yang menembak ku 2 bulan yang lalu aku menolaknya karena aku tau kau menyukainya dan aku tidak sekejam itu untuk merebut orang yang kau sukai saat kau sendiri selalu melindungiku saat aku masih menutup identitasku...... sekali lagi aku minta maaf" kata thomas panjang lebar
Ruangan itu lagi dan lagi hening tidak ada yang membuka suara setelah james dan thomas menyuarakan pandangan masing-masing, dapat irene lihat jika james maupun thomas memiliki sorot mata menyesal yang ntah untuk apa karena bukankah permasalahan sudah selesai lalu ada apa dengan mereka?
"pandanganmu daniel?" tanya irene singkat yang memutuskan keheningan
"jika boleh jujur Nona, maka saya akan mengatakan mereka bodoh" kata daniel jujur dan jangan lupakan nada datarnya
Baik james dan thomas merasa tidak terima dikata bodoh oleh daniel namun pikiran mereka juga mengatakan jika mereka bodoh karena terlalu kekanak-kanak kan dengan masalah mereka, sedangkan irene dia justru tertawa kecil mendengar perkataan daniel yang mana selalu jujur tidak peduli perasaan orang lain.
"mereka bertengkar seakan akan mereka tidak boleh memiliki privasi antara satu dengan yang lain dan juga mereka bertingkah seakan didunia ini hanya ada satu gadis" lanjut daniel yang masih tidak peduli jika yang dia beri pendapat adalah dari dua keluarga bangsawan
Irene tertawa kecil mendengar perkataan kelewat jujur sekretarisnya tersebut, lalu mengalihkan pandangannya kearah james dan thomas yang terlihat sedikit jengkel kearah daniel
"kalian sudah mendengar penjelasan masing-masing bukan, aku akan meninggalkan kalian berdua untuk meluruskan ini, itu tidak seperti kalian akan menghancurkan ruangan ini saat kalian telah mengetahui masalah kalian" kata irene dengan berdiri dari sofanya dan beranjak dari ruangannya diikuti daniel meninggalkan james dan thomas.
"apa jadwalku besok?" tanya irene yang masih melanjutkan jalannya dan seraya melihat sekeliling club
"besok anda harus keperusahaan untuk menandatangani beberapa berkas selain itu anda bebas" kata daniel seraya melihat jadwal irene di iPadnya.
"ah benar, bagaimana dengan adison adison itu apakah dia sudah membayar hutangnya?" tanya irene setelah irene dan daniel telah duduk di kursi mobil
"belum nona, dari data yang saya dapatkan jika adison baru membayar 200 dollar selama ini dan besok adalah hari terakhir mereka untuk melunasi 9.800 dollar sesuai surat perjanjian " kata daniel
"besok siapkan apapun yang kita butuhkan kita akan ke adison itu untuk menagih sisanya" kata irene dengan tegas
"baik nona" jawab daniel
.
.
.
Sesuai dengan jadwal irene saat ini irene baru saja tiba di perusahaannya dengan daniel yang mengikutinya dari belakang, saat akan memasuki lift seseorang wanita menghalangi jalannya.
"siapa kau?! Berani sekali ingin menaiki lift ceo?! Apakah kau karyawan baru?" kata wanita tersebut dengan wajah angkuhnya
"menjauh dari jalanku" kata irene datar
"huh kau pikir kau siapa?! Sudah kubilang ini lift ceo dan hanya orang tertentu yang bisa menaikinya dan aku adalah salah satunya sebagai sahabat dan calon istri dari ceo" kata wanita itu masih dengan nada angkuh
"saya tidak tau nona" jawab daniel dengan datar
"ah... Benar aku belum memperkenalkan diri, aku Chyintia calon istri ceo" kata Chyintia dengan angkuh dan jangan lupakan tatapan merendahkannya itu
"memuakan! Apakah begini karyawan yang diterima manager?! daniel panggil turun dia sekarang!" kata irene sedikit keras membuat orang orang yang menontonnya terkejut
"heh! Kamu itu siapa gak usah sok berkuasa disini! Karyawan baru aja sok berkuasa!" ujar Chyintia yang sama sekali tidak di anggap oleh irene sedangkan daniel menelepon manager utama untuk turun dengan ancaman akan di pecat jika dalam 5 menit tidak tiba.
Tidak sampai 3 menit manager utama perusahaan tersebut muncul dari lift membuat karyawan yang menonton memberikan jalan kepada manager tersebut
"Nona!" ujar manager utama tersebut dengan kaget membuat seluruh orang menatap irene dan manager bingung tidak termasuk Chyintia yang masih memandang irene rendah
"apakah begini caramu merekrut karyawan?! Kau merekrut orang gila untuk menjadi karyawan ku?!" desis irene dengan nada berbahaya
Suhu di sekitar semakin turun manager utama semakin ketakutan dan karyawan yang semakin penasaran sedangkan Chyintia sedikit memandang irene dengan penasaran
" no.. nona maafkan saya! Akan akan saya pecat dia"kata manager utama yang bernama Rey yang membuat Chyintia kaget
" apa apaan kamu ingin pecat saya?! Apakah kamu tidak tau jika aku sahabat dan calon istri ceo?! Aku akan mengatakannya untuk memecat kalian!! " teriak Chyintia murka yang membuat irene tertawa sinis
"Calon istri ceo?! Yang benar saja! Menjijikan" desis irene dengan menatap jijik Chyintia
"Nona...irene?"
Suara itu mengalihkan seluruh pasang mata dan terlihatlah office girl yang memandang irene dengan ragu, irene berbalik dan melihat asal suara itu dengan keterkejutan diraut wajahnya sebelum suhu disekitar semakin menurun
"haha... Apa ini?! APA MAKSUDNYA INI MR. REY!! Pertama kau mempekerjakan orang gila sebagai karyawanku dan kedua orang yang ku rekomendasi sendiri diberi posisi office girl" kata irene dengan nada berbahaya membuat tanpa sadar semua mundur selangkah
"n...nona...t..tapi a..anda yang merekomendasikan Chyintia.." kata Rey dengan suara yang pelan namun masih terdengar jelas
"merekomendasikan?! Aku merekomendasikan orang yang bernama cillya bukan chyintia! Aku merekomendasikan cillya yang berasal dari kantor pusat bukan orang gila!" desis irene membuat semua orang terdiam lalu irene mengalihkan tatapannya kepada Chyintia
"calon istri ceo huh?! Aku adalah ceo perusahaan ini dan kau bilang kau calon istri ku?! Menjijikan. Kau kupecat" ucap irene kepada Chyintia yang tersentak dan shock
Setelah itu daniel yang mengerti jika nonanya sudah selesai segera mendorong kasar Chyintia yang menutupi lift hingga terjatuh dan menekan tombol lift yang membuat pintu terbuka dan membiarkan irene berjalan masuk, irene menatap daniel dan Cillya. daniel yang mengetahui tanda itu segera melihat kearah Cillya yang masih terdiam
"sekretaris Cillya, kita memiliki pekerjaan" kata daniel yang mengejutkan cillya dari lamunannya sebelum melangkah dengan anggun kearah lift.
Sesaat pintu lift tertutup suasana lobby semakin kacau dengan adanya kenyataan jika Chyintia bukanlah sekretaris dari pusat yang asli melainkan cillya sang office girl ternyata sekretaris dari pusat
"pantas saja Chyintia tidak pernah melakukan pekerjaannya yang dia, kerjaannya adalah menyombongkan jika dia calon istri ceo dan Sekretaris dari pusat" ucap karyawan 1
"kau benar. Apanya calon istri ceo, ceo kita aja perempuan" ucap karyawan 2
Sedangkan chyintia saat ini di bawa paksa oleh bodyguard keluar perusahaan dengan kasar dan tidak hormat, mari doakan saja Chyintia akan mendapatkan pekerjaan setelah menyinggung irene.