
"sebenarnya kami tidak memiliki maksud apapun untuk menyerang mereka, kami senang jika daddy dan uncle mau menerima kami dan akan tetap menerima kami walaupun keluarga mereka yang pada awalnya memberikan kami tantangan dan sekarang menentang untuk memasukkan kami kedalam keluarga mereka. Awalnya saat perjalanan kenegara ini aku dan irene akan berpikir setidaknya mereka berdua adalah orang baik yang mau menerima kami yang saat itu sudah terlantar, sebelum kami mendengar pembicaraan daddy di telepon jika daddy adalah ketua Black mafia. Aku pikir tidaklah menutup kemungkinan jika keluarga daddy juga anggota Black mafia itu sendiri, aku dan irene hanya ingin hidup seperti anak normal biasanya yang bermain dan berkumpul dengan teman teman. Aku tidak ingin latihan beladiri dan menembak itulah keinginanku saat daddy mengatakan akan mengadopsi aku dan irene. " kata Alex dengan pandangannya kearah irene yang sedang tertidur.
" lalu karena itu kalian memutuskan untuk melawan mereka dan kabur? " tanya Marcus yang dibalas anggukan oleh Alex
" tapi pada kenyataannya dimanapun aku dan irene berada pasti tidak jauh dari kelompok mafia" kata Alex dengan menghelakan nafasnya
"selama kalian disini, kalian bebas melakukan apapun. Tidak perlu latihan, kalian bebas bermain dengan anak anak seusai kalian. Uncle akan memasukkan kalian kesekolah agar kalian memiliki teman oke" kata Marcus dengan senyumnya
"benarkah? Tidak perlu latihan? Apakah boleh aku bermain untuk waktu yang cukup lama?? Apa aku boleh pergi ketaman bermain? Dan yang paling penting tidak homeschooling lagi kan? " tanya Alex dengan semangat dan mata yang berbinar menatap Marcus
" tentu, tentu, tentu dan tentu kau boleh melakukan itu semua, asalkan jangan lupa untuk belajar agar nilai mu tidak jelek, jika nilai mu jelek uncle akan melarang kau untuk bermain dan hanya boleh belajar hingga nilaimu kembali bagus. Bagaimana apakah bisa? " tanya Marcus yang dibalas anggukan oleh Alex dan jangan lupa senyumannya yang masih melekat dengan indah di bibir kecilnya.
" uncle thank you " ucap Alex seraya memeluk Marcus dengan erat
(paman terima kasih)
" kau boleh meminta apapun sayang, kau benar bagaimana pun kalian masih kecil. Kalian harus berbahagia oke " kata Marcus dengan mengusap rambut halus Alex
"nah sekarang sudah sore dan kau harus mandi atau uncle akan menangkapmu dan memandikanmu" ujar Marcus dengan senyumannya saat melihat Alex yang berlari kekamarnya dengan meneriakan dia sudah besar
'lucu sekali' ujar batin Marcus yang melihat Alex berlari. Kini tatapan Marcus jatuh kepada irene yang masih setia pada tidurnya
"irene it's time to wake up" bisik Marcus pelan disebelah telinga kanan irene agar tidak mengejutkan irene yang masih menjelajah dunia mimpi
15 menit waktu yang diperlukan Marcus untuk membangunkan irene yang saat ini berada di gendongannya walaupun sudah bangun namun irene masih enggan untuk membuka matanya jadi dengan sabar Marcus menggendong irene dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya berusaha menyesuaikan suhu air di bathup yang akan digunakan irene untuk mandi.
Setelah memastikan suhu air telah hangat untuk dipakai irene mandi, Marcus dengan sabar memandikan irene yang masih betah memejamkan matanya walaupun mulutnya aktif menjawab pertanyaan Marcus.
"kau ingin makan apa untuk makan malem hm" tanya Marcus yang sedang mencuci rambut panjang irene.
"chicken?" dengan mata yang masih tertutup irene menjawab Marcus dengan nada yang tidak yakin. Hal itu sukses membuat Marcus terkekeh
"kau yakin mau chicken hm? Bagaimana dengan sushi atau steak?" tawar Marcus kepada irene yang sukses membuat kerutan di dahi irene yang sepertinya sedang berpikir
"semua boleh" jawab irene setelah terdiam beberapa saat. Mendengar jawaban irene membuat tawa Marcus pecah begitu saja, melihat irene berbicara dengan mata tertutup seperti melihat irene sedang berbicara dalam tidurnya. Tolong ingatkan Marcus jika dia sedang memandikan irene
Setelah beberapa saat Marcus sudah selesai memandikan irene. irene dan Alex saat ini sedang menunggu Marcus yang bersiap untuk pergi makan malam, dengan Alex yang membaca buku dan irene yang masih setia memejamkan matanya dengan tubuh yang tiduran di atas sofa seakan akan dia akan kembali berpetualang di dunia mimpi
"jangan tidur sweety" perkataan Alex itu sukses membuat irene yang hampir tertidur itu kaget hingga mendudukan badannya dengan mata yang terbuka,dengan raut wajah blank nya irene melihat kearah kakaknya yang masih sibuk membaca buku tanpa melihat kearahnya. Kini otak irene berusaha nencerna apa yang baru saja terjadi? Tau dari mana kakaknya jika ia baru mau tidur, hingga tidak sadar irene memiringkan kepalanya dengan masih melihat kearah Alex. Marcus yang baru saja tiba di ruang keluarga mengerutkan dahinya saat melihat irene yang memandang Alex dengan raut wajah blank khas irene yang sangat jarang sekali muncul.