
"Kakashi sensei apa yang membuat anda kemari" Hephaestus langsung melepaskan tangan Zeus. "Bukan kah sudah ku bilang mari kita sudahi drama keluarga ini" ujar Kakashi.
...(kek gini pakaian nya Kakashi)...
Tiba tiba Zeus menghilang dan muncul di depan Kakashi. Ia hendak meninju Kakashi namun yang terjadi tinju sang dewa petir menembus tubuh Kakashi.
Zeus pun tidak berhenti sampai di situ ia langsung menyerang Kakashi dengan serangan yang membabi buta namun tetap saja Zeus tidak bisa menyentuh tubuh Kakashi.
Melihat hal itu Hephaestus hendak melawan Zeus sekali lagi namun Kakashi menghentikan murid nya itu. "Bukan kah sudah sensei bilang untuk menghentikan drama keluarga keluarga ini" ujar Kakashi dengan tegas.
"Ma...maaf Sensei" Hephaestus hanya bisa pasrah saat mendengar keputusan Kakashi.
"Nama mu Zeus kan" tanya Kakashi. "Ya dan aku akan menghabisi mu sekarang juga" Zeus melompat mundur dan menurunkan puluhan petir dari langit ke arah Kakashi.
"Mari kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan dari serangan ini" senyum penuh kemenangan terukir di wajah Zeus.
Namun senyum itu seketika runtuh saat melihat petir petir kebanggaan terhisap sebuah lingkaran spiral yang muncul dihadapan Kakashi.
"Ku kembali kan ke pada mu" sebuah lingkaran spiral muncul di hadapan Zeus. Petir petir nya langsung menyambar diri nya sendiri.
"Aaaaaaaaaaarggggh"
Zeus menjerit kesakitan saat ia terkena petir yang selama ini dibanggakan oleh nya. Namun Zeus masih tetap berdiri walau tubuh nya penuh luka.
"Aku baru tau kalau petir tidak mempan pada Zeus" ujar Hephaestus terkejut. "Aku mengurangi jumlah kekuatan dari petir Zeus jadi serangan mematikan milik nya tidak akan membuat ia terbunuh" jelas Kakashi.
"Sensei terlalu lembut" ujar Hephaestus.
"Tidak juga kok aku hanya ingin melihatkan sesuatu pada nya" tepat di akhir kalimat mereka sudah berada di tempat pertarungan Sousuke dan Ares dan Kakashi langsung bergerak untuk menahan tubuh Sousuke yang hendak jatuh.
"Tou-san" ujar Sousuke dengan lemah sebelum tak sadarkan diri.
Hephaestus vs Zeus POV end.
"Hahaha ya ampun dia benar benar memaksakan diri nya" Kakashi tertawa kecil saat melihat putra nya yang babak belur.
"Semua ini karena cinta nya pada putri mu Hephaestus" tambah Kakashi.
"Bagaimana bisa kita bisa berpindah ke sini secara instan" ujar Zeus kaget.
"Ini adalah kemampuan sensei ku dia bisa mengendalikan ruang sesuka hati nya" penjelasan Hephaestus membuat Zeus terkejut sebab ia tidak melihat Kakashi menggunakan lingkaran sihir.
"Zeus apa kau tau apa yang sebenarnya terjadi di sini" tanya Kakashi pada sang dewa petir.
Zeus diam ia tidak peduli apa yang terjadi di sini. Dia hanya ingin menolong anak nya. "Ares baru saja menculik putri Hephaestus dan putra ku ini berusaha menyelamatkan putri Hephaestus" Zeus membelalakkan mata nya.
Hephaestus sudah mempunyai anak berarti ia sudah menikah lagi. "Memang apa yang spesial dari anak nya Hephaestus" tanya Zeus.
"Tidak ada hanya saja kecantikan anak ku membuat Ares menginginkan diri nya" ujar Hephaestus.
"Dan asal kan kau tau Zeus, aku akan memberikan peringatan tegas pada mu agar tidak menganggu murid ku dan keluarga ku" ujar Kakashi dengan datar.
"Tunggu apa yang akan kau lakukan" teriak Zeus yang mulai memahami maksud Kakashi namun Hephaestus mendorong tubuh ke tanah agar dewa petir itu tidak bisa menolong Ares.
"Zeus aku bukan lah orang yang menyukai konflik namun bukan berarti aku akan diam saja jika seseorang menganggu kedamaian murid dan keluarga ku" sebuah cahaya berwarna kuning keemasan muncul membentuk seekor rubah berekor sembilan.
Ares berusaha menciptakan lingkaran sihir namun rubah itu mengaum kencang membuat semua lingkaran sihir Ares hancur.
"Ini adalah peringatan dari ku pada mu dan mitologi Yunani serta hukuman bagi Ares karena sudah menganggu kedamaian orang orang yang berada disekitar ku" Kakashi langsung menggunakan beberapa segel tangan.
"Shiki Fujin"
Sebuah proyektil mahkluk mirip manusia dengan baju putih dan rambut putih serta tanduk merah muncul sambil membentangkan tangan nya.
Di mulut nya terdapat sebuah pisau serta sebuah cahaya berwarna biru yang menyerupai manusia sedang terikat.
"Tunggu hentikan apa yang kau lakukan pada Ares!!!" teriak Zeus panik.
"Hukuman dan peringatan itu lah sedang kulakukan sekarang" Sosok mahkluk itu langsung melepaskan pedang nya dari mulut kemudian terbang ke arah Ares dan menarik jiwa nya.
Jiwa Ares mulai di tarik keluar namun mahkluk itu langsung menebas tangan dari jiwa Ares.
Ares berteriak kesakitan perlahan mahkluk itu menghilang. "Aku sudah mengambil tangan mu sehingga kau tidak bisa menggunakan tangan mu untuk berbuat kejahatan" ujar Kakashi saat Ares mencoba menggerakkan tangan nya
"Cih....sialan kembali tangan ku" teriak Ares mencoba bangkit. "Se... sebenarnya siapa kau" ujar Zeus yang masih kaget ada seorang manusia biasa bisa menyerang jiwa seorang dewa.
"Orang orang banyak memanggil si pembawa lentera padahal aku tidak pernah membawa lentera" ujar Kakashi dengan santai
Tiba tiba muncul cahaya berwarna biru dan merah muda yang perlahan berubah wujud menjadi lentera dan rubah berekor sembilan tadi juga berubah menjadi lentera.
Pandangan Zeus terasa sangat berat dan tiba tiba ia terjatuh ke tanah begitu juga dengan Ares.
"Akhirnya drama keluarga ini selesai juga" hanya itu lah yang bisa di dengar oleh Zeus sebelum ia kehilangan kesadaran secara total
Flashback off
"Begitu lah pertemuan ku dengan si pembawa lentera" ujar Zeus. "Astaga dia bisa menyerang jiwa seorang dewa dan tidak bisa serang dengan serangan fisik itu kemampuan yang sangat mengerikan" ujar Hades.
"Jangan lupa kan dia bisa menggunakan sihir ruang" ujar Poseidon.
"Benar benar kemampuan yang sangat mengerikan dan Ares membuat masalah dengan pria seperti itu" ujar Hestia tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya pria itu.
"Sensei ku tidak semengerikan itu kok Bibi Hestia dia adalah pria baik" Hephaestus berusaha menjelaskan sosok Kakashi sensei pada dewa dewi yang berada di ruangan ini.
"Hephaestus aku meminta datang kemari untuk meminta bantuan mu agar bisa membujuk guru mu itu untuk bersekutu dengan mitologi Yunani dan aku sedang mengusahakan agar perjanjian damai dengan Fraksi Injil berjalan lancar" ujar Zeus (Fraksi Injil: Angel, Fallen Anggel, Demon).
"Oh iya Hep apa tawaran ayah kemarin sudah kau pikirkan" tanya Zeus. "Aku sudah menyampaikan tawaran ayah pada istri dan anak ku tapi sayang nya mereka menolak tawaran itu" ujar Hephaestus.
"Begitu ya tapi kapan kapan bawa lah mereka kemari Hephaestus, ibu mu pasti mau bertemu dengan istri dan anak mu" Zeus melirik Hera sebentar ia yakin istri nya itu pasti mempunyai banyak pertanyaan dibenak nya.
"Oh iya apa si bocah Camelot itu masih dekat dekat dengan Emelda" tanya Zeus. "Aku tidak pernah menghalangi hubungan asmara anak ku jadi ya terserah dia mau berpacaran dengan siapa" jawab Hephaestus dengan santai.
"Pokok nya aku tidak terima cucu ku berpacaran dengan bocah Camelot itu tidak ada penolakan" tegas Zeus. "Ya kalau ayah tidak setuju coba bilang langsung pada Emelda" Hephaestus sedang memikirkan beberapa kejadian yang mungkin akan terjadi dan ia tidak akan melewatkan momen itu untuk mendokumentasikan kejadian langkah dimana Zeus si dewa petir harus berhadapan dengan cucu nya sendiri.
"Apa hanya itu yang ingin kita bicarakan" tanya Hephaestus. "Untuk sekarang hanya itu yang kita bicarakan jika ada sesuatu hal yang penting aku akan memanggilmu lagi" ujar Zeus.
"Baiklah kalau begitu aku pamit terlebih dahulu" ujar Hephaestus berdiri dari tempat duduk. "Nak" panggil Hera.
"Iya ada apa ibu" tanya Hephaestus. "Bisa kah kita bicara sebentar" ajak Hera. "Bagaimana kalau kita melanjutkan obrolan di rumah ku" usul Hestia.
"Ah iya seperti itu ide bagus lalu bagaimana dengan kalian" tanya Hera suami nya dan kedua saudara suami nya.
"Aku akan pulang ke neraka terlebih dahulu ada beberapa urusan di sana" jawab Hades. "Aku sudah membuat janji dengan putra ku untuk menonton pertandingan baseball nya" jawab Poseidon.
***
Saat ini Kakashi sedang memancing di sebuah sungai yang dangkal namun kali ini ia tidak sendirian.
Kakashi sedang bersama seorang teman yang menjadi alasan kenapa ia berakhir di kota Kuoh.
"Azazel boleh aku bertanya" ujar Kakashi pada seorang pria yang memiliki rambut hitam dan pirang di bagian depan nya. (Agak bingung ngejelasin rambut Azazel😮💨).
Pria itu mengenakan pakaian berwarna merah hati dengan celana abu. "Tanya kan saja kek orang baru kenal kau Kakashi" ujar Azazel yang masih fokus dengan pancing nya.
"Aku mengakui kalau kau mempunyai otak yang sangat pintar tapi apa kau tidak menggunakan kepintaran untuk hal sederhana seperti ini" tanya Kakashi
"Apa maksudmu" tanya balik Kakashi.
"Maksudku lihat kita memancing dimana bodoh!!! Sungai ini dangkal mana ada ikan di sini!!! Yang ada dari tadi kita hanya mendapat ****** ***** yang entah hanyut darimana" Kakashi menunjuk tumpukkan ****** ***** yang sudah mereka dapat kan sejak sore.
"Bukan kah itu bagus untuk mu maksud ku kau jadi punya referensi ****** ***** untuk istri-istri mu" jawab Azazel dengan wajah tanpa dosa nya.
"Bangsat kau Azazel" Kakashi langsung terbayang istri istri nya yang hanya mengenakan pakaian dalam.
"Tapi aku sedikit kecewa karena apa yang kuharap tidak terjadi" ujar Azazel. "Memang nya kau mengharapkan apa" tanya Kakashi heran.
"Aku berharap kau bertemu dengan Serafall dan Grayfia di Kuoh lalu salah satu istri mu sedang berada bersama mu haha itu pasti akan menjadi konflik sangat panas mengalahkan perang saudara fraksi iblis" Azazel membayangkan adegan istri Kakashi sedang tarik tangan kiri Kakashi sedangkan mantan istri Kakashi menarik tangan kiri.
"Bukan hanya menjebak ku dalam taruhan itu tapi kau sudah mengharapkan banyak masalah yang terjadi di rumah tangga ku" Azazel memang teman yang bangsat tidak seperti Guy yang senantiasa mendukung diri nya Azazel malah lebih ingin melihat diri nya tersiksa.
"Aku tidak menjebak mu kok aku cuma mengajak taruhan dan kau mau" elak Azazel. "Sudah lah aku lelah berdebat dengan mu jadi apa yang ingin kau sampaikan" tanya Kakashi.
"Akan ada pertemuan besar sebentar lagi dan aku ingin menyewa jasa pasukan mu untuk mengamankan pertemuan itu" ujar Azazel. "Pertemuan besar? Siapa saja yang akan hadir" balas Kakashi.
"Ada kami fraksi Injil Malaikat, Malaikat jatuh, dan iblis, Yokai Kyoto, Shinto, Yunani, Nordik" jelas Azazel .
"Kau bilang pertemuan besar tapi yang hadir belum setengah dari mitologi yang ada di dunia ini hanya belum lagi tidak ada satu pun organisasi supranatural yang kalian undang".
"Ya mau bagaimana lagi bukan aku yang mengadakan pertemuan ini tapi Sirzech, jika aku yang mengadakan pertemuan ini sudah ku undang semua mitologi di dunia ini Aztek, Hindu, Budha, Tiongkok, Mesopotamia, Mesir dan masih banyak lagi lalu organisasi supranatural seperti Clover di Rusia, Marine dari USA, IS dari Jerman, Quincy dari Spanyol dan masih banyak lagi lah yang mau ku undang termasuk Konoha" ujar Azazel kemudian ia melirik teman nya itu.
"Seperti biasa iblis selalu merasa tinggi" Kakashi memandang langit malam yang tiada berbintang.
"Ya mau gimana lagi kan mereka memang terlahir dengan sifat seperti itu" Azazel tau apa yang Kakashi maksud namun ia tidak tertarik mengomentari nya.
"Jadi gimana apa kau dan pasukan mu bersedia mengawal pertemuan itu" tanya Azazel. "Tergantung dengan bayaran nya sih dan asal kau tau aku tidak akan muncul di pertemuan itu" jawab Kakashi singkat.
"Ya santai saja soal bayaran nya asal jangan kirim Olivia ke sana" Azazel paling tidak suka berurusan dengan putri tertua Kakashi.
Putri tertua Kakashi memang mempunyai kekuatan yang di luar nalar tapi dia itu sangat mata duitan semua hal yang bisa dijadikan uang oleh nya.
Azazel dan Kakashi pernah melakukan pencarian sacred gaer yang sangat langka bernama Telos Karma karena pemilik asli nya yang bernama Momiji Nakiri sudah di bunuh oleh seseorang.
Telos Karma adalah sacred gaer yang sangat kuat jadi banyak pihak yang menginginkan nya.
Saat ia dan Kakashi sudah hampir mendapatkan sacred gaer itu mereka dihadang oleh musuh yang sangat kuat dan alhasil ia meminta Olivia yang saat itu sedang dalam misi bersama pengawalan bersama kedua adik nya yaitu Sousuke dan Shadiq. Mereka mengawal seorang gadis yang memiliki sacred gaer yang mampu mengendalikan kekuatan dari rasi bintang. Azazel pun minta Olivia untuk mengurus musuh yang sedang mereka hadapi.
Olivia bersedia namun gadis itu meminta bayaran yang sangat tinggi atas permintaan Azazel tapi karena keadaan yang mendesak gubernur Malaikat jatuh itu pun setuju.
Alhasil sampai sekarang ia masih terlilit utang pada Olivia dan karena itu lah ia tidak ingin berurusan lagi dengan Olivia.
"Baiklah aku akan mengirim kan Shadiq atau Tenzo untuk memimpin pasukan ke pertemuan itu" perkataan Kakashi membuat Azazel dapat bernafas lega.
"Ku dengar dari Kalawarner kau mau membuka kedai ramen kenapa kau tiba tiba mau membuka kedai ramen" Azazel mengenal Kakashi dengan cukup baik. Kakashi bukan lah orang yang melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas.
"Sebenarnya Naruto terus merengek minta dibuatkan kedai ramen jadi agar dia berhenti merengek ya ku buatkan saja" jawab Kakashi santai.
"Oh iya apa kau tau gereja yang terletak di kaki gunung itu kelihatan sedang kedatangan tamu, tidak tertarik untuk menonton apa yang sedang terjadi" ajak Azazel.
"Buat apa kita menonton sesuatu yang sudah kita ketahui bukan kah itu buang buang waktu saja" tolak Kakashi.
"Kau benar juga sih menjadi serba tau terkadang tidak enak ya".
"Ya kau benar" jawab Kakashi singkat.
"Oh iya sebenarnya aku sudah lama mau bertanya pada mu Kakashi" ujar Azazel. "Tanya kan saja langsung kau kek orang baru kenal saja" balas Kakashi dengan santai.
"Jika kau bertemu dengan kedua mantan istri mu apa yang akan kau lakukan" tanya Azazel tiba tiba. "Apa ya? Mungkin aku bakal menanyakan kabar mereka......lalu pamit karena ada urusan, cukup gampang bukan"
Kakashi tidak tau kalau pada kenyataannya hal yang menurut nya gampang ternyata sangat sulit di lakukan.