
"sweety bagaimana jika hari ini kita ke mall??" kata Alex dengan antusias
"untuk apa?" tanya irene bingung
"tentu saja untuk membeli pakaian kita dan beberapa barang yang kita butuhkan mungkin, kita juga harus sekolah sweety" ucap Alex yang dibalas anggukan oleh irene
"baiklah, tapi kakak bukankah kita harus mengatakan pada uncle jika kita mau sekolah. Kau masih ingat bukan jika uncle membuat data tentang kita karena uncle tidak memperbolehkanku untuk membuatnya dan data itu masih ada pada uncle" kata irene dengan melanjutkan sarapan paginya
"kau benar, data data kita masih di uncle. Kita juga tidak mempunyai ponsel untuk menelepon uncle" ujar Alex
Setelah perkataan Alex, suasana menjadi hening seketika mereka melanjutkan sarapan mereka dengan diam.
Jam sudah hampir menunjukan jam makan siang, Alex dan Irene baru saja keluar dari apartemen mereka untuk menuju mall seperti rencana mereka. Setibanya mereka di mall terbesar di New York mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran yang bisa dibilang cukup mahal
"adik kecil apakah kalian tersesat?" tanya pelayan wanita yang menghalangi jalan mereka untuk masuk lebih jauh kedalam restoran itu dengan nada sinis dan tatapan merendahkan yang dilayangkan kepada Alex dan Irene
"tidak" jawab Alex datar
"tapi ini bulan tempat mainan" kata pelayan itu kembali dengan nada sinis yang masih melekat
"kami ingin makan, apa kau tidak bisa berpikir. Setiap orang memasuki restoran tentu saja untuk makan, apa kau segitu bodohnya hingga tidak tau" kata Alex dengan nada sinis
Pelayan itu yang mendengar perkataan Alex segera melotot marah kearah Alex
"ini itu restoran mahal dan kalian ini tidak bersama orang tua kalian jadi jawabannya kalian tidak akan mampu membeli makanan disini. Diliat dari pakaian kalian saja bukan pakaian bermerek" kata pegawai itu masih dengan nada sinisnya
"kami mampu membeli makanan disini dan bahkan kami mampu membeli harga dirimu yang hanya seorang sampah" kata Alex hal itu sukses membuat pegawai itu semakin geram dan menampar pipi Alex dengan keras
PLAK!!!
"kakak" panggil irene dengan nada lirih dan suara yang bergetar, Alex yang berada dipelukan pengunjung wanita mendengar irene memanggilnya dan segera melihat kearah adiknya dan melepaskan pelukan wanita yang memeluknya dan beralih memeluk irene yang menunjukan wajah yang memerah seakan akan menahan tangis. Alex tentu saja mengetahui jika irene mengingat tamparan dari ibunya yaitu Mrs davidson namun hal itu juga yang dimanfaatkan irene dengan ditambahi sedikit akting jadi alex hanya perlu mengikuti permainan irene untuk membuat pegawai itu berada di posisi yang lebih susah dan membuat mereka tidak mengkotori tangan mereka.
Para pengunjung yang melihat Alex memeluk irene langsung saja menjadi semakin marah, pegawai itu menampar Alex dengan keras dihadapkan adiknya membuat mereka semakin murka. Keheboan tersebut terdengar hingga manager mall tersebut hingga sang manager datang dan berusaha meredakan Keheboan itu.
"mohon tenang para pengunjung, saya manager mall ini biarkan saya menyelesaikan permasalahan ini dengan tenang" kata manager mall itu
Hal itu sukses membuat para pengunjung memprotes perkataan manager mall tersebut karena mereka yakin jika kedua anak kecil itu akan diminta untuk memaafkan pelayan itu
"tidak bisa begitu! Kau pasti akan meminta anak anak ini untuk memaafkan wanita j****g itu!" kata wanita yang memeluk Alex tadi
"benar mereka hanya anak kecil yang tidak melakukan kesalahan! Mereka hanya ingin masuk untuk makan dan perempuan j****g ini menampar anak lelaki ini. Emang dia pikir dia siapa hingga bisa melakukan pengunjung seperti itu! Saya saksi matanya jika kedua anak kecil ini tidak bersalah!! " kata seorang pria yang dari awal sudah memperhatikan kedatangan Alex dan Irene saat memasuki restaurant tersebut karena bertepatan dia ingin keluar dari restaurant
Perkataan lelaki itu semakin membuat suasana gaduh. Bahkan manager mall sudah tidak dapat mengendalikan kegaduhan para pengunjung yang mengatai pelayan wanita itu dengan kata kata kasar. Suasana yang tegang itu semakin tegang dan saat beberapa pria berbadan besar, berpakaian hitam dan earpiece ditelinga mereka masing masing membelah kerumunan mereka hal itu sukses membuat keadaan hening seketika. para pengunjung bertanya tanya bodyguard milik siapa yang tiba-tiba datang kearah mereka itu.
"tuan muda, nona muda. Maafkan kelalaian kami menjaga kalian" ucap ketua bodyguard seraya berlutut dihadapkan Alex dan Irene diikuti oleh para bodyguard yang lainnya. Para pengunjung yang melihat itu sontak membesarkan mata mereka, mereka tidak percaya jika keluarga kedua anak kecil itu tidak bisa diganggu dilihat dari beberapa bodyguard yang datang kepada kedua anak kecil tersebut. Pegawai wanita yang sedari tadi melindungi diri dari perkataan para pengunjungpun melihat kearah Alex dan Irene dengan pandangan tidak percaya, seketika dia mengngatai diri sendiri karena tidak mempercayai kedua anak kecil itu. 'bahkan kami mampu membeli harga dirimu' perkataan Alex tadi kembali tergiang di kepala pegawai wanita itu membuat pegawai itu semakin merutuki kebodohan dirinya
"maaf, saya manager mall ini. Apakah anda yang menjaga kedua anak kecil ini?" tanya sang manager kepada para bodyguard yang telah kembali berdiri tegak di belakang tubuh Alex dan Irene
"benar kami yang menjaga tuan dan Nona muda namun kami kehilangan jejak mereka saat masuk pintu utama" jawab salah satu bodyguard
"ah... Maaf atas kelalaian pegawai kami yang telah menyakiti tuan dan Nona muda dari keluarga atasan anda, pegawai kami mengatai dan menampar tuan muda anda. Namun tenang saja kami akan memecatnnya dari pegawai mall ini" kata manager mall itu dengan hati-hati membuat ketua bodyguard tersebut mengangkat satu alisnya dan melemparkan tatapan tajam pada manager mall tersebut.
"apakah anda berpikir hal ini terlihat sepele hingga jika anda memecatnnya semua permasalahan akan selesai? Ada peraturan dikeluarga tuan dan Nona muda 'siapapun yang menyentuh atau bahkan menyakiti anggota keluarga david maka mati' " kata ketua bodyguard itu dengan datar dan tajam namun hal itu sukses membuat seluruh orang yang berada disana kecuali Alex, irene dan para bodyguard jatuh terduduk. Pegawai wanita itu sudah gemetar hebat setelah mendengar keluarga kedua anak tersebut. Keluarga david dimana diketahui keluarga terkaya kedua di Eropa maupun America dan bahkan pemerintah maupun hukum tidak berlaku di keluarga mereka dan keluarga Andreas yang merupakan orang terkaya di dunia saat ini. Rumor keluarga david juga banyak yang mangatakan jika keluarga david dilindungi langsung oleh mafia Deadly Sweet Devil (DSD) yaitu mafia yang paling dihindari oleh negara manapun dan kini mereka yang disana sangat merasa ketakutan.
Keluarga david tidak pernah menampakkan diri dimasyarakat mereka biasanya berbaur dengan orang orang namun tidak memakai marga david. Bahkan orang yang pernah melihat keluarga david tidak pernah mau memberitahu bagaimana rupa mereka karna itu tidak ada yang mengetahui bagaimana rupa keluarga david. Namun kini, mereka berhadapan langsung dengan keluarga david hal itu sukses membuat seluruh orang lemas seketika apalagi pegawai perempuan yang sudah menampar Alex dan pengunjung wanita yang memeluk Alex. Wanita itu mendengar dengan amat sangat jelas jika tidak ada yang boleh menyentuh anggota keluarga david dari perkataan ketua bodyguard tadi.
Ditengah tengah keheningan tersebut seorang pria datang menggunakan pakaian formal berjas abu abu dengan dasi hitam berjalan mendekati Alex dan Irene dimana irene masih berada dipelukan Alex.