The Journey

The Journey
Part 15



Setelah kejadian tersebut, Alex, irene dan Marcus dibimbing kepala sekolah untuk keruangannya sedangkan Gilbert sudah pergi ke kantor setelah mencium pipi cucu cucu imutnya itu. irene yang masih nyaman tertidur dalam gendongan Marcus itu tidak merasa terusik sama sekali oleh keributan disekitarnya baik dari murid junior maupun senior yang rela berlari ke gedung elementary (sekolah dasar) karena penasaran dengan mereka bertiga. Kedatangan tentang Alex dan irene menjadi heboh di sekolahan itu, dimulai dari bagaimana mereka datang hingga betapa imutnya mereka berdua dan bagaimana wajah rupawan Marcus yang mereka duga ayah dari Alex dan irene


"oh my god oh my god oh my god!! Did u see that?! A young daddy!! Damn he is so f*****g hot"


(yaampun yaampun yaampun!!! Kau melihatnya?! Ayah muda!! Gila dia sangat amat mempesona)


" I want to be his wife, His wife must be lucky. I don't know her but I'm envy her, I feel like I would kidnapped him and make him mine"


(aku mau menjadi istrinya, istrinya pasti sangat beruntung. Aku tidak mengenal sang istri namun aku iri terhadapnya. Rasanya aku ingin menculik pria itu dan menjadikannya milikku)


" you right, she must be lucky had a husband like him and two f*****g cutie children. But before you kidnapped him, I'm will make sure I'll made him mine" percakapan itu dari siswi sma


(kau benar, dia pasti sangat beruntung memiliki suami seperti pria itu dan dua anak yang amat sangat lucu. Tapi sebelum kau menculik pria itu akan kupastikan ku buat dia menjadi milikku terlebih dahulu)


Melihat banyak siswi senior maupun junior yang ada di gedung elementary (sekolah dasar) membuat sedikitnya Alex merasa tidak nyaman, apalagi beberapa siswi yang nekat berusaha menyentuh dirinya maupun sang uncle membuat Alex tambah tidak betah berlama lama di lorong. Tapi apa boleh buat jika saja jalannya tidak di blokir oleh kumpulan siswi yang berdesakan dan berusaha mendorong para guru yang menjaga mereka agar tidak terkena serangan dari para siswi.


"eungh....." suara lirih dari irene yang merasa terganggu dalam tidurnya itu terdengar jelas oleh Marcus dan Alex, dan secara refleks baik Marcus maupun Alex langsung melihat sekitarnya dengan tatapan tajam. Membuat seluruh orang di sekitarnya secara serentak tersentak kaget dan dengan refleks memberi jalan bagi mereka, Marcus sudah tidak peduli lagi dengan orang orang disekitarnya. Jika saja tadi dia hanya diam karena tidak ingin mengganggu irene yang tertidur ditangan kirinya sekarang Marcus bahkan menggendong Alex di tangan kanannya dan berjalan lurus tidak peduli jika dia menabrak orang atau bahkan membuat orang lain terjatuh.


Alex dan irene saat ini sudah berada di lorong yang sepi bersama dua orang guru di depannya yang berjalan menuntun mereka menuju ruang kelas mereka masing masing. Sedangkan Marcus sudah pergi menuju kantornya setelah memastikan jika Alex dan irene sudah bertemu dengan wali kelasnya masing masing. Alex refleks menahan tubuh irene yang hampir oleng karena masih mengantuk dan sukses membuat irene terkejut sendiri karena tubuhnya oleng, kedua guru di depannya juga sudah menahan nafas mereka saat melihat badan kecil irene yang hampir saja terbentur kerasnya lantai. Jika marcus tau maka habislah mereka karena tidak dapat melakukan tugasnya dengan benar, mengingat mereka orang Marcus yang mendapatkan tugas menjaga tuan dan nona muda.


"hey sweety, wake up! Do you want to wash your face?" ucap Alex


(hei, ayo bangun! Apakah kamu mau cuci muka?)


"no sweetie! Let's wash your face" kata Alex lalu segera membawa irene menuju wastafel yang terletak di kamar mandi antara perempuan maupun laki laki


(tidak! Ayo cuci muka)


Dengan telaten dan sangat lembut Alex mencuci muka irene agar irene kembali terbangun. Setelah merasa irene sudah sadar, Alex segera berjalan menuju guru yang menunggu mereka dan mereka berpisah untuk masuk kekelas mereka masing masing.


Time skip


Pukul 13.20


Bel pulang sekolah berbunyi banyak para murid yang membersihkan barang bawaannya agar mereka dapat pulang secepat mungkin namun, hal itu tidak berlaku pada irene yang kembali tertidur sejak beberapa menit yang lalu. Mejanya tidak terlalu berantakan hanya satu buku dan tempat pensil miliknya yang ada di meja jadi dia sangat cepat membersihkan meja miliknya.


Asik dengan dunianya irene tidak sadar jika murid kelasnya yang lain sudah berlarian keluar kelas setelah guru memperbolehkan mereka pulang dan tak lama kemudian Alex yang berjalan memasuki kelas adiknya itu dan sukses menghela nafas setelah melihat adiknya yang tertidur di tempatnya.


"hey wake up! Let's go home and then you can sleep" bisik Alex disebelah telinga irene


(ayo bangun! Ayo pulang dan kau bisa tidur lagi)


Kaget dengan bisikan Alex, irene segera mengangkat kepalanya dan langsung berhadapan dengan wajah kakaknya, menganggukan kepalanya irene segera berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dengan tangan kiri Alex yang menggenggam tangannya sedangkan tangan kanan alex membawa tas ransel cokelat Louis VuittonĀ milik irene. Mereka berjalan beriringan di lorong sekolah yang tentu saja tidak luput dari pandangan anak anak, sekolah mereka sekolah internasional dengan biaya yang mahal tidak menutup kemungkinan jika sekaya apapun keluarga murid mereka semua akan memiliki mobil sport.


Setibanya mereka di pintu keluar gedung sekolah mereka dapat melihat banyak orang dari berbagai kalangan baik sd, smp dan sma yang berbaur menuju pintu pagar sekolah yang terbilang cukup jauh dengan tempat parkir yang jauh dari anak anak sd. Alex dan irene duduk di tempat tunggu jemputan, Alex yang sibuk dengan buku ditangannya dan irene yang sibuk iPad milik Alex. Mereka sibuk dengan dunia mereka masing masing walaupun kadang mengecek satu sama lain hingga sepatu sneakers warna putih berhenti di depan mereka dan menarik perhatian mereka.