The Journey

The Journey
Part 19



Didalam ruangan besar dengan design elegant dan mewah dengan nuansa baby blue ini, hanya terdengar nafas tenang dari para penghuninya yang sedang terlelap menjelajahi alam mimpinya itu.


Perlahan namun pasti salah satu dari penghuni kamar tersebut membuka matanya sedikit dengan sedikit, menggerakkan sedikit badannya lalu berusaha untuk duduk di kasur miliknya sendiri. Mata bulat itu memandang sekitarnya mencari sosok yang dia cari, tidak mendapatkan sosok yang dia cari mata bulat itu berkaca-kaca siap menumpahkan air matanya.


"Ung" lirih sosok itu dengan air mata yang sudah jatuh dengan perlahan namun pasti isakan kecil keluar dari mulutnya membuat orang yang lebih besar darinya yang juga berada di ruangan tersebut terbangun seketika dan melihat sosok yang menangis.


"ciel" ucapnya lalu dengan segera menghampiri sosok yang menangis itu yang dipanggil ciel /Aciel dan memeluknya


"kaka?" tanya Aciel yang berada dalam pelukan sang kakak yaitu Brian


"sst.... Tenanglah ciel, kaka-nya ciel sekarang bersama kakak Nathan. ciel sama kakak dulu ya, nanti kalau sudah besar kita akan ke kaka sama kakak ciel" kata Brian yang masih memeluk sang adik dan menyembunyikan air matanya dari sang adik yang masih menangis di pelukannya


' clarry maaf, maaf maaf maaf. Jika saja, jika saja kakak tidak terlambat beberapa menit mungkin kita akan bersama-sama. Where are you clarry, Nathan? I miss you' batin Brian


(dimana kamu clarry, Nathan? Aku merindukan kalian)


Flashback


Brian pov


" lebih baik kita bawa Aciel ke rumah sakit mom" kataku dan kita semua pergi tanpa menyadari jika aku meninggalkan clarry yang masih duduk diatas rumput dan menangis karena aku yang masih shock dengan keadaan Aciel


Semua orang terburu-buru untuk tiba kerumah sakit agar Aciel selamat, setibanya di rumah sakit dan memastikan Aciel mendapatkan penanganan. Aku memperhatikan sekitar satu persatu kejadian tadi masuk kedalam otakku clarry dan Nathan yang tertinggal dan dimana orang tuaku dengan tega mengusir adikku, tanpa memperdulikan semuanya aku segera menyuruh supir untuk kembali kerumah secepat mungkin. Namun,


Aku terlambat


Kamar kita kini sedikit berantakan dengan alat obat dan lemari pakaian Nathan dan clarry yang berantakan dan tidak sepenuh biasanya


"bibi!!! Nathan, clarry dimana mereka ?!" tanya Brian dengan nada ketakutan yang sangat terdengar


"maaf tuan muda, saya tidak bisa menghentikan mereka" jawab kepala pelayan seraya bersujud di depanku yang tidak kupedulikan


Normal pov


Tanpa bicara apapun Brian langsung berlari keluar mencari keberadaan kedua adiknya yang benar benar meninggalkan rumah seperti keinginan orang tuannya. Berjam - jam Brian berlarian di jalanan dengan diikuti beberapa maids dan bodyguard yang mengikuti Brian untuk mencari Nathan dan clarry.


Hari sudah sore saat Brian kelelahan karena berlari dari beberapa jam yang lalu, mengistirahatkan tubuhnya sebentar dan memperhatikan sekitar dengan cermat. Brian yang ingin menyerah karena kelelahan dan dehidrasi karena berlari Berjam - jam langsung membelakkan matanya saat melihat siluet Nathan dan clarry yang bergandengan tangan didepannya dengan jarak yang cukup jauh


"NATHAN !!! CLARRY !!" teriak Brian lalu mulai berlari kembali tanpa memperdulikan kondisi fisiknya dan tatapan orang orang yang merasa terganggu dengan teriakkannya


"TIDAK !! TIDAK !! LEPASKAN !! NATHAN !! CLARRY !!hiks" teriak Brian dengan diikuti oleh isakan tangisnya dan masih tidak memperdulikan sekitarnya yang kini melihat kearahnya


Para bodyguard dan maids yang mengikuti Brian baru saja tiba ditempat dan langsung membungkuk dengan hormat kepada orang yang menggendong Brian


"tuan besar!" ucap para maids dan bodyguard secara bersamaan membuat banyak orang melihat kearah mereka dengan penasaran dan bertanya-tanya


"jika aku terlambat satu detik saja, maka Brian mungkin saja terluka dengan parah! Apakah begini cara kerja kalian? Membiarkan tuan muda kalian terluka?!" ucap tuan besar keluarga davidson dengan murka membuat para bodyguard maupun maids semakin membungkuk meminta permohonan maaf karena kelalaian mereka


Brian melihat sosok yang menggendongnya sesaat lalu semakin menangis dengan hebat didalam gendongan kakeknya, sang kakek hanya berusaha menenangkan cucunya itu yang masih sedikit memberontak untuk turun dan mencari nathan dan clarry kembali


"sst.... It's okay Brian, mereka akan baik baik saja. Kakek tetap akan mengawasi mereka jangan khawatir" kata tuan besar davidson dengan menepuk punggu kecil Brian dengan lembut agar Brian tenang


"kakek.... Hiks... Tidak akan bohong..... Hiks... Kan?" tanya Brian dengan isakannya


"tentu saja mereka cucu kakek juga" jawab tuan besar Brian dengan cepat


"ta... Tapi.... Hiks.....marcus uncle... Kakek yang... Hiks... Usir" kata Brian dengan polosnya dan berhasil membuat sang kakek mendengus kesal


"dengar boy, kakek tidak mengusirnya dia itu disuruh mengurus perusahaan tidak mau makanya melarikan diri. Walaupun diancam di coret dari kartu keluarga dia tetap saja kabur, pamanmu itu sekarang ada di New York membangun bisnisnya sendiri dan diakui dunia  jika dia berkuasa namun tidak pernah muncul di tv, bahkan dia berani mengganti nama keluarga davidson menjadi David itu pasti ulah adik nakalku itu" kata kakek davidson seraya berjalan pergi menuju mobilnya dengan yoongi di gendongannya


" dan pamanmu itu masih keluarga davidson, dia kabur karena tidak mau mengurus perusahaan dan sekarang dia malah membangun perusahaannya sendiri" lanjut kakek davidson dengan nada kesal


"ta-tapi daddy bilang..." kata Brian terputus


" sayang kakek mempunyai 4 orang putra tentu saja mereka akan memperebutkan perusahaan dengan berbagai cara, namun Marcus  dan Michael adalah dua dari empat anak kakek yang tidak tertarik dengan perusahaan keluarga. Dan ayahmu dan marvin adalah yang tertarik untuk bersaing mendapatkan perusahaan, mereka bermain licik namun bukan berarti mereka akan memutuskan hubungan keluarga, dan mereka akan memastikan jika Marcus dan Michael tidak berbalik arah menjadi saingan mereka untuk perusahaan " kata kakek davidson yang memberikan pengertian pada Brian


" tapi kenapa Marcus dan Michael uncle tidak tertarik? " tanya Brian dengan suara kecilnya dan matanya yang sudah memberat karena menangis hebat dan kelelahan


" Marcus dari dulu memang ingin membangun perusahaannya sendiri apalagi setelah melihat minat kedua kakaknya yang berminat pada perusahaan keluarga. sedangkan Michael, kakek juga tidak tau jelas, yang kakek tau dia tidak ingin berurusan dengan berkas berkas dan memilih untuk menjadi artis" kata kakek Choi


"nah sekarang minum air ini, lalu tidurlah suhu badanmu naik" kata kakek davidson dengan memberikan botol minum kearah Brian yang masih memeluknya, setelah memastikan jika Brian sudah minum cukup banyak, tuan besar davidson mengusap punggung Brian agar tertidur. Tidak membutuhkan waktu banyak Brian dengan cepat tertidur mengingat jika tidur itu kesukaan cucunya ini.


Flasback off


Tersadar dari lamunannya dan tidak mendengar isakan sang adik membuat Brian mengalihkan tatapannya kearah aciel yang telah kembali terlelap dalam pelukannya, menidurkan aciel dengan perlahan agar tidak kembali terbangun. Brian pun kembali menuju kasurnya untuk kembali tidur, melihat sesaat kasur milik Nathan dan clarry yang kosong lalu mengalihkan tatapannya kearah jam di meja sebelahnya pukul 02.30 pagi. Menghela nafas dengan pelan lalu berlanjut tidur dengan memeluk boneka koala milik Nathan dan rubah milik clarry dengan erat.