
"tidakkah itu cukup memalukan jika orang diluar sana mengetahui jika dua pewaris bangsawan Italia bertengkar di bar tanpa peduli apapun" kata Mr. andreas yang membelah keheninggan yang terjadi setelah mempersilahkan kedua pewaris itu untuk duduk dengan sajian wine kualitas terbaik di depan mereka.
"maafkan atas kelancangan kami Mr. andreas, lady andreas" kata james dengan sopan yang dibalas lambaian tangan santai Mr. andreas
"nah nah tidak perlu formal begitu, santai saja" ucap Mr. andreas dengan sedikit kekehan kecilnya
Ruangan kembali hening setelahnya, tidak ada yang berbicara sedikitpun. Dahi Mr. andreas berdenyut pelan melihat keheninggan yang terjadi berdehem pelan yang membuatnya menerima pandangan dari empat orang lainnya di ruangan tersebut, akhirnya Mr. andreas memutuskan keheninggan yang mencekam tersebut dengan melakukan basa basi pada dua orang pemuda yang duduk di depannya ini.
"apakah kalian sedang berlibur?" tanya Mr. andreas
"ah... Saya kemari untuk menjemput teman saya" kata thomas dengan nada formal dan sedikit menekan saat mengatakan 'teman'
"tidak tidak jangan berbicara formal, santai saja. Jika boleh kuasumsikan teman yang kau maksud adalah heir adam, apakah aku benar?" ucap Mr. andreas dengan senyuman tipisnya dan dibalas anggukan kecil oleh thomas
"melihat kalian aku seperti melihat diriku dan sahabatku dulu saat masih seusia kalian, kami bertengkar karena sebuah perempuan hingga membuat persahabatan kami terancam rusak. Namun dia dengan nekat menyusulku yang saat itu berada di Las Vegas dan membawaku pulang ke Italia secara paksa" kata Mr. andreas dengan tawa kecilnya saat teringat peristiwa yang tidak jauh berdebat dengan dua pemuda yang duduk depannya itu.
Dahi irene berdenyut sesaat saat mendengar cerita singkat sang kakek yang memiliki peristiwa masa lalu yang serupa dengan permasalahan dua pewaris bangsawan Italia didepannya tersebut.
"aku tidak pernah tahu kejadian itu" ucap irene dengan pelan namun tentu saja dapat didengar oleh sang kakek yang masih memiliki pendengaran yang amat sangat sehat
"tentu saja, grandpa tidak pernah menceritakan hal itu ke kamu" kata Mr. andreas masih dengan tawa kecilnya karena melihat dahi irene yang berdenyut karena berpikir, irene yang mendengar perkataan sang kakek pun hanya mengangguk - anggukan kepalanya dengan pelan namun masih terlihat elegan.
"kalian harus menyelesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, coba dengarkan dari pihak masing-masing mungkin saja itu hanya kesalahpahaman" kata Mr. andreas dengan nada suara yang lembut membuat irene memandang sang kakek dengan aneh
"kurasa grandpa sudah mabuk, daniel panggil paman lee untuk membawa grandpa pulang" kata irene yang langsung di laksanakan oleh daniel, sedangkan Mr. andreas kini hanya melotot horor kepada cucu perempuan satu satunya.
"aku yakin grandpa mabuk, jadi pulanglah masalah ini biar irene yang lanjutkan" kata irene masih dengan pandangan yang tidak bisa dijelaskan
Tepat setelah irene mengatakan itu pintu ruangan terbuka dengan perlahan daniel dan seorang paruh baya yang merupakan asisten pribadi mr. Andreas yang biasa di panggil paman Lee memasuki ruangan dengan sopan. Mr. andreas yang melihat itu tentu saja memprotes ke irene jika dia tidak ingin pulang namun mau bagaimana lagi irene sudah memerintahkan daniel dan paman lee untuk membawa tubuh Mr. andreas dengan paksa agar di bawa pulang karena kata 'mabuk' dari Nona muda mereka.
"baiklah aku akan memberikan kalian waktu sebentar untuk meluruskan permasalahan kalian" kata irene seraya beranjak dari sofa mewah yang dia duduki beberapa saat lalu. Irene hendak berlalu pergi saat pergelangan tangannya ditahan oleh seseorang, irene mengalihkan pandangannya pada orang yang memegang pergelangan tangannya. Melihat orang tersebut dengan pandangan daftarnya membuat orang tersebut seketika merasa gugup
"ah... ah... maaf lady andreas, maafkan ketidak sopananan saya" ucap thomas dengan tergagap karena merasa dia telah melakukan hal yang sangat tidak sopan kepada irene, irene menganggukan sekilas sebagai jawaban permintaan maaf dari thomas.
"kenapa?" tanya irene dengan singkat dan jangan lupakan nada suara datarnya, baik thomas dan james awalnya bingung dengan pertanyaan irene namun tidak lama kemudian thomas pun sadar jika pertanyaan tersebut untuk dirinya
"um... itu bisakah anda tetap disini karena saya tidak yakin jika kami akan membicarakan permasalahan kami tanpa merusak apapun dalam ruangan ini" kata thomas dengan pelan namun masih dapat didengar jelas oleh irene dan james
james awalnya melempar tatapan tajamnya ke thomas sebagai ketidak setujuan, namun dia kembali berpikir jika yang dikatakan thomas tentu saja benar membicarakan permasalahan mereka dalam ruangan yang hanya diisi mereka bukanlah ide yang baik. james tidak mementingkan harga untuk mengganti benda yang rusak begitu pula dengan thomas yang tidak memikirkannya, namun itu beda kasus jika properti yang mereka hancurkan adalah salah satu properti dibawah keluarga andreas terlalu banyak resiko yang akan mereka dapat selain itu nama mereka pun bisa saja menjadi buruk di pandangan publik.
Irene terdiam sesaat seraya melihat kearah Thomas yang masih duduk terdiam dengan gelisah, pandangan irene beralih kearah james yang saat ini telah menurunkan pandangannya kearah meja yang berada didepannya mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu dengan irene. Ruangan itu kembali hening beberapa saat tidak ada yang bergerak dari posisi mereka sedikitpun, james dan thomas yang terlalu terhanyut dengan keheninggan tersentak kaget saat mendengar suara yang berasal dari depan mereka. Mengalihkan tatapannya kearah depan mereka dapat melihat irene telah duduk di sofa depan mereka dengan tangan yang terlibat di dadanya dan melihat mereka dengan tatapan datarnya.
"Nona muda, ini adalah data yang berisi permasalahan tuan adam dan tuan devons" kata daniel yang satu satunya orang yang memecahkan keheninggan yang terjadi di ruangan tersebut, irene menerima data tersebut tanpa mengalihkan tatapan datarnya dari james dan thomas. Setelah beberapa detik kemudian irene mengalihkan fokusnya pada data ditangannya, membacanya secara perlahan dengan diiringi tatapan datar yang ia berikan pada james maupun thomas di sela-sela kegiatan membacanya. Helaan nafas irene terdengar sangat jelas diruangan yang sunyi itu membuat james dan thomas secara serentak berpikir 'apakah masalah mereka sangat besar?'.
"baiklah kita mulai, siapa yang ingin memberi penjelasan tentang masalah ini dari pihaknya?" tanya irene masih dengan nada dinginnya dan tentu saja james dan thomas saling melempar tatapannya seakan saling menyuruh untuk maju duluan, lagi dan lagi irene kembali menghela kan nafasnya saat melihat kelakuan james dan thomas yang seperti anak kecil saat berbuat salah, butuh beberapa saat bagi james dan thomas untuk akhirnya mengakhiri perdebatan pandangan antara mereka.
"saya yang akan melakukannya"