The Journey

The Journey
Part 18



Setelah kejadian dimana Alex dan irene yang menangis cukup lama itu, kini mereka sudah tenang dengan irene yang berada di gendongan ben dan terlihat akan terlelap beberapa saat lagi. Sedangkan Alex tetap berada di gendongan Marcus dan tidak jauh berbeda dengan irene, Alex juga akan tertidur beberapa saat lagi dilihat dari matanya yang terbuka sedikit.


Marcus dan ben kini berada di restauran yang cukup mewah setelah Marcus mengikuti ben yang ada urusan di perusahaan andreasCorp karena baik Alex maupun irene tidak ingin berpisah dengan ben.


"apa kalian menunggu la...."


Terkejut itulah yang tergambar di wajah orang yang menghampiri mereka hingga tidak dapat melanjutkan kata katanya.


simon adalah orang yang menghampiri Marcus dan ben membuat percakapan kecil keduanya terputus dan menatap simon dengan tatapan maklum akan reaksinya.


ben meminta simon duduk di sebelahnya dengan perlahan takut jika gerakannya membangunkan irene yang sudah tertidur dipelukannya, mata simon berkaca - kaca dan memandang tubuh Alex dan irene yang tertidur dengan sorot mata kerinduan. ben pun tau bagaimana rasanya saat pertama kali melihat Alex dan irene yang sudah lama mereka cari, kerinduan yang sangat besar, kekhawatiran yang hilang dan keinginan untuk memeluk kedua anak itu. simon dengan emosi yang tidak stabil tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi saat akhirnya melihat Alex dan irene setelah berusaha mencari mereka lebih dari 1 tahun.


Marcus seakan mengerti dengan keadaan segera memberikan Alex yang sudah tertidur ke pelukan simon dengan perlahan takut membangunkan Alex yang sangat terlihat kelelahan karena menangis. simon dengan sangat hati-hati dan lembut menerima Alex yang tertidur seakan akan jika dirinya sedikit saja kurang hati-hati maka tubuh kecil Alex akan hancur dan kembali menghilang lagi.


Tes..


Air mata simon jatuh mengenai pipi Alex, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara isakannya simon memeluk Alex dengan sedikit erat dan dengan tubuh gemetarnya yang masih berusaha menyembunyikan tangisannya. Marcus dan ben memaklumkan kejadian ini karena baik Marcus maupun ben mengetahui jika simon yang paling tersiksa disini saat kehilangan Alex dan irene.


"eungh..." erangan Alex saat merasa tidurnya terganggu


simon yang mendengarnya berusaha untuk menenangkan Alex agar kembali tertidur walaupun kesulitan karena dia juga harus memastikan jika tubuhnya tidak gemetar karena menahan tangisannya


Perlahan namun pasti mata Alex terbuka, berusaha mencerna apa yang terjadi. Setelah beberapa saat dia melihat sekitarnya terlihat ben yang masih memeluk irene yang tertidur dan Marcus yang duduk di depannya dengan tersenyum padanya. Otak Alex mencerna dengan cepat hingga kesadarannya muncul saat pikirannya menemukan jawaban jika bukan pamannya yang memeluknya terus siapa?!.


Alex memutar kepalanya menghadap belakang agar dapat melihat siapa yang memeluknya dan mengusik tidurnya, mata Alex langsung berkaca-kaca saat mengetahui orang yang memeluknya yaitu simon sang daddy yang menyelamatkan mereka dulu. Memutar badannya agar dapat memeluk simon erat adalah hal pertama yang langsung Alex lakukan


"hiks.... Daddy" isak pelan Alex kembali dan terdengar oleh ketiga orang dewasa itu


(maaf nak)


"daddy Sorry.... Hiks hiks" kata Alex membuat simon semakin erat


(papa maaf)


"ini bukan.. Hiks.. Salah mu boy, it's my fault" kata simon masih dengan isak tangisnya


(ini salahku)


Marcus dan ben tersenyum saat melihat simon menjadi lebih hidup kembali setelah melihat Alex dan irene, setelah beberapa saat kemudian Alex yang masih kelelahan karena menangis tertidur kembali dengan posisi memeluk erat simon dan simon yang telah mengendalikan emosinya kembali.


Jam berlalu dengan cepat, terhitung sudah lebih dari 2 jam Marcus, ben dan simon berbincang - bincang tentang kegiatan Alex dan irene hingga pembicaraan tentang bisnis. Langit semakin berwarna orange, mereka tidak merasa jika sekarang sudah pukul 4 sore dan Marcus punya jadwal janji untuk makan malam bersama dengan rekan bisnisnya. Ketiganya sepakat untuk membawa Alex dan irene yang masih tertidur untuk pulang ke mansion andreas bersama ben dan simon.


"kalau begitu aku titip Alex dan irene ya, aku tau kalian pasti menjaga mereka dengan baik. Aku pergi dulu" kata Marcus tersenyum sejenak ke arah ben dan simon yang sama sama mantan adik kelasnya seraya menepuk pelan bahu mereka


"hati-hati Marcus" kata ben dan simon bersamaan dan mengucapkan terima kasih lagi kepada marcus yang di balas lambaian tangan oleh marcus.


"aku akan menelepon sam untuk membeli segala perlengkapan mereka, kau jaga irene sebentar" kata ben setelah melihat Marcus keluar dari toko lalu memberikan irene yang tertidur pulas ke dalam gendongan simon dan berlalu pergi meninggalkan simon tanpa mendengar balasan dari simon.


irene bergerak sejenak mencari posisi nyaman sebelum tertidur kembali karena usapan halus simon di punggung kecilnya. simon tersenyum lembut dan tulus saat ini, momen yang dia tunggu tunggu selama satu tahun ini adalah memeluk kedua anak angkatnya kembali dan itu terjadi sekarang. Simon mencium puncak kepala alex dan irene dengan lembut secara berulang-ulang hingga sedikit menganggu tidur alex dan irene barulah simon berhenti.


ben kembali setelah beberapa saat kemudian dan mengajak simon untuk pulang setelah memastikan jika simon dapat menggendong irene dan Alex yang tertidur dengan aman barulah ben menyusul dengan membawa dua tas kecil milik irene dan Alex di tangan kanannya sedangkan tangan kiri ben membukakan pintu penumpang yang terletak di sebelah kursi pengemudi untuk simon karena ben yang akan menyetir mobil simon untuk pulang sedangkan mobilnya akan diambil supir.


simon dengan perlahan duduk di kursi mobil dengan sangat pelan agar tidak membangunkan Alex dan irene yang masih tertidur nyenyak di gendongan koalanya. ben juga dengan perlahan membantu simon untuk duduk dan mengubah posisi kaki Alex dan irene agar tidak tertekan oleh tubuh simon, setelah memastikan jika simon dapat duduk dengan benar. Dengan perlahan ben menutup pintu mobil dengan pelan agar tidak membangunkan Alex dan irene lalu berjalan memutar menuju pintu pengendara setelah menaruh kedua tas kecil milik Alex dan irene kursi belakang mobil.