
Bulan demi bulan, tahun demi tahun sudah terlewati, selama 5 tahun ini banyak kejadian yang terjadi baik pada alex, irene, Marcus maupun keluarga andreas. Baik alex dan irene masih tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian besar keluarga andreas, hanya simon, ben, jay dan alvin saja yang sudah menerima keberadaan mereka dengan tulus. Ada juga kejadian kejadian yang dimulai dari seseorang yang menculik irene yang sukses membuat mereka khawatir dan saat mereka menemukan irene, tubuh kecilnya malah penuh dengan darah dari atas kepala hingga ujung kaki dan jangan lupakan genangan darah ditempatnya berpijak dan 3 tubuh orang dewasa yang sudah dalam keadaan tidak utuh. Lalu kejadian dimana alex membuat heboh keluarga andreas dan Marcus dikarenakan alex mempunyai dua kartu black card yang salah satunya di berikan kepada irene
"kau dapat dari mana?!" tanya Marcus kepada alex
"membuatnya" jawab alex dengan polosnya, tidak memperdulikan tatapan melotot seluruh orang di ruang tamu mansion andreas
"ap-apa?! Ba-ba-bagaimana?!" tanya ben dalam keadaan shock
alex hanya melihat sekitar dengan tatapan polos miliknya seakan sedang mencerna apa yang terjadi disini atau ada apa dengan para orang tua ini
" aku membuatnya uncle, aku melakukannya dari laptop milikku. Lalu tadi pagi maid memberikan paket yang isinya kartu ini" kata alex seraya melihat kartu hitam di tangannya. Seluruh orang di ruangan itu terdiam dengan pandangan kosong kearah alex yang dibalas tatapan polos milik alex
"apakah ini ada isinya?" tanya irene dengan santai yang masih memutar mutar kartu ditangannya dan melihatnya secara teliti
"tentu saja, kau tau? Aku mengambil uang dari beberapa negara dan beberapa perusahaan besar" kata alex dengan semangat tidak memperdulikan seluruh orang yang pingsan karena terkejut
"ada apa dengan mereka?" tanya alex dengan nada tidak bersalahnya
"I don't know, mereka kan emang aneh" jawab irene dengan polosnya.
Lalu kejadian dimana alex dan irene ikut jay dan alvin ke perusahaan keluarga andreas, saat itu jay ada meeting di luar perusahaan punĀ memutuskan menitipkan alex dan irene di ruangan alvin yang sibuk bekerja. Kejadian berjalan begitu cepat saat tiba-tiba alaram perusahaan berbunyi dan ada insiden tembak menembak di lobby perusahaan membuat alvin segera turun ketempat kejadian dan mengisyaratkan alex dan irene tetap berada di ruangan miliknya yang tentu saja di lakukan oleh alex dan irene karena mereka fokus pada kegiatan mereka masing masing. Hingga pintu di buka dengan keras dan alvin masuk dengan diikuti 3 orang dibelakangnya dan jangan lupakan pistol di pelipisnya, alex dan irene melihat itu dengan pandangan berbinar seakan melihat film di tv. Mengetahui jika ketiga orang itu tidak menyadari keberadaan alex dan irene membuat alvin menginstruksikan mereka untuk diam dan tidak bersuara, sedangkan salah satu dari tiga orang itu segera menuju komputer alvin dan mengeluarkan flashdisk miliknya. Belum sempat mendapatkan file dari komputer alvin tiba-tiba layar komputer alvin mati dan tidak bisa di nyalakan kembali
"bukankah anda bersikap lancang ?" tanya alex yang melihat pria itu dengan santai dari sofa dan mainan rubik ditangannya. Mendengar suara orang lain selain mereka membuat pria di sebelah alvin melihat kearah alex dan kemudian tersenyum remeh
"hey bocah! Kau tau apa tentang urusan orang dewasa?! Pergi sana ke ibumu dan mengadulah" sinis orang itu dan tak lupa nada remehnya
"usiaku 12 tahun! Aku bukan bocah lagi, bodoh." jawab sinis alex membuat orang itu menggeram marah kearah alex
"yah kau jaga orang bodoh ini! Aku akan menghabisi bocah kurang ajar itu" ucap lelaki itu seraya berjalan menuju alex
"kau berbicara dengan siapa paman jelek?" suara irene tiba-tiba terdengar membuat mereka mengalihkan tatapannya kearah irene yang sedang berdiri tepat disebelah tubuh salah satu rekan mereka yang sudah tidak bernyawa dengan leher yang nyaris putus.
alvin orang yang paling dekat dengan mayat itu sudah lari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya sedangkan dua orang dewasa lainnya masih mencerna kematian rekan mereka yang tanpa suara itu, setelah mengumpulkan kesadaran mereka. Mereka dengan cepat mengarahkan pistol mereka kearah alex dan alvin yang masih bersikap santai seolah olah tidak ada yang terjadi.
"ntahlah" jawab alex yang sudah kembali ke kegiatan awalnya yaitu bermain rubik
"mainan? Ck, ini pistol asli dan aku akan membunuh kalian" kata orang yang berada di meja alvin,setelah mengatakan hal itu orang tersebut menarik pelatuk pistol dan menembak kearah irene. Keadaan hening seketika setelah kejadian itu semua orang memandang kearah irene yang masih berdiri dengan santai lalu kembali melihat kearah penembak yang telah jatuh dalam keadaan tidak bernyawa, melihat satu rekannya mati membuat pria itu semakin waspada dan mulai ketakutan kepada irene dan alex apalagi melihat pistol airsoft gun berwarna perak dan hitam ditangan irene dan senyuman irene dan alex yang senang karena melihat ketakutannya. Tidak lama kemudian suara tangisan irene dan alex memecahkan keheningan ruangan itu membuat pria itu semakin kebingungan dengan keadaannya, irene berlari kearah pelukan alex yang kini sudah berada di belakang alvin dan meringkuk ketakutan. Pria itu masih mengarahkan pistolnya kearah alvin, alex dan irene seolah siap menembak mereka hingga seseorang melumpuhkannya di lantai dan masuklah pasukan polisi untuk mengamankan situasi. Keadaan masih ramai dengan suara polisi dan tangisan alex dan irene, jay yang datang bersama para polisi langsung saja berlari menuju alex dan irene yang masih menangis dengan keras dipelukan alvin.
Para polisi memeriksa sekitar dan cctv gedung dan beberapa mengintrogasi para pegawai dan alvin dan jay yang masih berusaha menghentikan tangisan alex dan irene yang sangat keras dan selalu menjerit ketakutan saat beberapa orang polisi mendekat kearah mereka butuh waktu cukup lama untuk memenangkan alex dan irene, para polisi berusaha setenang mungkin saat menanyai alex dan irene dan sedikit menggeleda badan kecil mereka. Para polisi mengerti jika alex dan irene pasti ketakutan apalagi melihat pembunuhan diumur mereka yang masih belia, setelah para polisi selesai mengintrogasi alex dan irene dan sudah dipastikan jika mereka sebagai saksi seorang polisi yang bertugas mengintrogasi pegawai dan melihat cctv datang dan melaporkan jika ketiga pelaku yang datang dan melepas tembakan kepada orang orang hingga beberapa pekerja perusahaan harus dilarikan ke rumah sakit untuk operasi dan rekaman cctv yang terputus saat pelaku yang menyandra alvin masuk ke ruangan alvin. Saat itu juga kasus di bawa ke hakim dan pelaku di jatuhi hukuman seumur hidup tanpa mengetahui jika alex dan irene tertawa dengan keras di dalam mobil alvin yang membawa mereka pulang sedangkan alex, jay dan supir keluarga andreas sudah sangat ketakutan melihat tingkah alex dan irene yang tidak dapat mereka prediksi dan jangan lupa kepintaran mereka yang bahkan bisa menipu aparat hukum.
Kejadian masih belum selesai, pada saat itu pada umur clarry atau yang biasa kita panggil irene genap umur 10 tahun. irene membuat keluarga andreas dan Marcus heboh karena menghilang secara tiba-tiba, simon pada saat itu memiliki pertemuan dengan klien yang membeli obat obatan illegal dan melakukan transaksi di bar tanpa menyadari jika irene berada di satu mobil dengan simon. Secara tidak langsung simon membawa irene menuju bar atau club, simon benar-benar tidak menyadari jika irene bersamanya pada saat simon memasuki bar tentu saja ada penjaga pintu yang menjaga agar tidak ada anak dibawah umur yang masuk kedalam namun anehnya irene dapat masuk dengan salah satu penjaga pintu yang menggandeng tangannya dan melihat keseliling. Matanya berkaca-kaca dan tidak memperdulikan orang yang melihatnya dengan penasaran atau perbuatan orang yang dapat mencemari matanya, matanya berhenti saat melihat simon memasuki sebuah ruangan yang dijaga ketat. Tangannya menarik tangan penjaga pintu bar dan menunjuk ruangan yang dimasuki oleh simon sejenak penjaga bar itu ragu namun saat melihat mata berkaca-kaca milik irene akhirnya penjaga pintu bar itu membawa irene menuju pintu untuk tamu vvip tersebut
"apa yang kau pikirkan dengan membawa anak kecil ke bar?!" tanya pria yang menjaga pintu vvip dengan menatap tajam orang dewasa di sebelah irene
"dia menangis katanya dia mencari daddynya lagi pula dia sendirian di luar" kata penjaga pintu luar bar
"ayah mana yang dengan bodohnya membawa anak gadisnya ke bar, demi tuhan dia bahkan masih anak anak" kata penjaga pintu vvip itu
"hey, kau yakin daddy mu masuk ke sini gadis kecil?" tanya salah satu pria penjaga pintu vvip dengan berjongkong di depan irene. irene menganggukan kepalanya dan masih dengan mata berkaca-kaca
"daddy" lirih irene masih dengan mata yang berkaca-kaca
"hey hey jangan menangis! Ayo kita cari daddymu didalam" kata pria itu dengan panik takut jika gadis kecil didepannya itu menangis.
irene dan pria penjaga pintu vvip itu memasuki ruangan vvip dengan perlahan dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mencuri perhatian, menatap sekitar dengan teliti tanpa berpindah seinchi pun dari depan pintu pembatas antara bar umum dan ruang vvip. Tatapan irene berhenti di meja simon yang ditempati oleh simon dan 3 orang berjas hitam yang duduk di depan simon, irene menarik pelan pakaian yang penjaga pintu pakai untuk menarik perhatian sang penjaga yang masih melihat kesekitar. Saat tatapan mereka bertemu irene langsung menunjuk ketempat Simon yang sukses membuat sang penjaga melotot terkejut kearah tempat simon dan irene secara bergantian,merasa jika penjaga pintu itu lama irene dengan cepat melepaskan tangannya dan berjalan cepat ketempat simon dan tentu saja penjaga pintu segera mengejarnya dengan rasa panik. Dia tau seberapa menakutkannya simon itu dan apa profesinya sudah banyak wanita yang mengaku sebagai kekasih simon dan saat menghampiri simon maka nyawa wanita itu akan hilang ditangan simon karena mereka mengganggu dan pada kenyataannya mereka bukan kekasih Simon sang ketua mafia, tapi selama dia bekerja disini dia tidak pernah melihat seorang anak kecil mengaku sebagai anak dari simon
'yang benar saja yaampun apakah ini hari terakhir aku hidup?!' batin pria itu saat melihat badan kecil irene menubruk badan simon yang besar, dia dengan secepat mungkin menghampiri meja simon yang terdiam dan atmosfir yang sangat dingin. Sekarang dia yakin dia akan mati.
"daddy......" panggil lirih irene ke simon yang terdiam membeku, perlu beberapa saat hingga simon tersadar dan mendorong sedikit tubuh irene agar bisa melihat wajahnya dan memastikan jika itu benar irene
" s-sweety?! Bagaimana kau bisa disini?! S-seharusnya kau di rumah bersama kakak dan uncle!" ucap simon dengan panik
Saat irene akan menjawab suara telepon simon mengalihkan tatapan mereka kearah ponsel yang tertera nama ben, tanpa banyak bicara simon segera mengangkat telepon ben yang panik mengabari jika irene menghilang tentu saja simon menjawab jika irene bersamanya dan dia tidak sadar jika irene bersamanya. Beberapa saat kemudian setelah simon dimarahin habis-habisan oleh ben akhirnya telepon terputus dan irene menjawab semuanya jika dia bersembunyi dari alex di mobil simon hingga tertidur dan terbangun saat simon memakirkan mobil dan jangan lupakan petualangannya mencari simon di club yang besar ini, simon segera membawa irene menuju gendongannya dan tidak butuh waktu lama irene kembali tertidur dipelukan sang daddy tanpa peduli sekitar yang ramai sedangkan simon menyerahkan bisnisnya kepada asistennya lalu pergi dari bar itu setelah berterima kasih kepada penjaga pintu tanpa tau jika penjaga pintu itu sudah ketakutan dan shock berat. Dan sejak saat itu baik simon, ben, alvin, jay atau bahkan anggota keluarga andreas yang lain selalu melihat dengan teliti mobil mereka sebelum mereka pergi menggunakannya ya walaupun mereka belum menerima alex dan irene namun tidak menutup kemungkinan jika mereka mulai menerima alex dan irene dengan perlahan.