
Setelah kekacauan tadi semua kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, sama halnya dengan irene, daniel dan cillya. Setelah cillya mengganti pakaiannya dengan pakaian pemberian irene, mereka bekerja dengan amat sangat serius terlebih lagi cillya yang memiliki berkas berkas menumpuk karena selama 3 bulan ini chyintia tidak menyentuh berkas-berkas tersebut sama sekali. Menit berganti jam tidak terasa 3 jam terlewati sebuah bunyi notifikasi menarik perhatian mereka.
"Nona sudah saatnya kita kerumah adison setelahnya anda memiliki waktu bebas" kata daniel kepada irene yang dibalas dengan anggukan
"cillya selesaikan pekerjaanmu 3 bulan kedepan gajimu akan naik dan daniel potong gaji Mr. Key" ujar irene seraya berdiri dari kursinya
Perkataan irene tentu saja segera dilaksanakan oleh mereka setelahnya daniel membereskan barang barangnya dan mengikuti langkah irene bersama cillya menuju lobby, lift ceo yang terbuka membuat perhatian beberapa karyawan yang sedang ada di lobby melihatnya. Keluarnya mereka dari lift mendapatkan sapaan hormat dari para karyawan khususnya irene, dan pandangan kagum pada cillya yang benar benar terlihat pintar dan anggun setelah memakai pakaian kantor dan daniel dengan muka tampannya, setelah sampai pintu luar terlihatlah supir telah berdiri disamping mobil siap membukakan pintu untuk irene.
"hati hati dijalan nona irene" ucap cillya dengan nada hormatnya yang di angguki oleh irene
.
.
.
Di sinilah irene, daniel dan beberapa bodyguard berada didepan pintu rumah kecil menunggu pintu tersebut untuk terbuka setelah salah satu bodyguard mengetuknya, tidak memerlukan waktu yang lama hingga seorang wanita paru baya terlihat membuka pintu tersebut dan memandang mereka dengan raut kebingungan sebelum berubah dengan raut panik dan ketakutan. Wanita paru baya tersebut berusaha untuk menutup kembali pintu tersebut sebelum salah satu bodyguard menahannya dan mendorong pintu tersebut secara paksa membuat wanita paru baya itu mundur beberapa langka karena dorongan tersebut.
"Mrs. Adison kami kemari untuk meminta pelunasan uang sesuai dengan kontrak yang keluarga anda setujui dan sebaiknya anda membiarkan kami masuk untuk membicarakan hal tersebut" kata daniel datar
"mr, saya mohon beri kami waktu. Saya janji, kami akan melunasi utang kami hanya saja tolong beri kami waktu" kata Mrs. Adison tanpa menyingkir dari tengah-tengah jalan masuk yang menandakan dirinya tidak memberi ijin mereka untuk masuk lebih jauh kedalam rumah tersebut.
"tidak bisa, sesuai dengan kontrak jika kau tidak melunasinya hingga tanggal yang disesuaikan maka kami akan mengambil segala hal yang keluarga anda miliki untuk menutupi kekurangan uang yang belum anda bayar" kata daniel
"tuan saya mohon..."
"masuk" kata irene singkat yang memotong perkataan Mrs. Adison
Mendengar perintah dari irene sontak saja bodyguard tersebut mendorong Mrs. Adison untuk menyingkir dan memberi jalan untuk irene dan daniel untuk memasuki rumah, Mrs. Adison memberontak dalam penjagaan bodyguard agar dapat terlepas dan mengusir mereka dari rumahnya. Sedangkan beberapa bodyguard lainnya berkeliling rumah mencari benda maupun berkas yang dapat menutupi utang mereka, kegiatan mereka membuat penghuni rumah keluar semua dan dua orang bodyguard menjaga mereka untuk stay di ruang tamu dengan irene dan daniel yang melihat sekeliling rumah keluarga adison.
"kami janji, kami akan membayarnya hanya saja kami mohon untuk beri kami waktu" kata pria paruh baya yaitu Mr. Adison
"miss, kami janji akan berusaha untuk membayarnya bahkan jika anda menggunakan saya sebagai pekerja anda bisa memotong gaji saya atau bahkan tidak mengaji saya" kata pria disebelah Mr. Adison yang irene yakini adalah putra keluarga adison.
Irene memberikan tatapan merendahkan saat mendengar perkataan pria tersebut yang seakan akan jika dirinya tertarik dengan pria itu. Seorang bodyguard yang bertugas memeriksa kembali ke arah irene dengan berkas-berkas dan beberapa barang yang terlihat sekali memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
"well well look at this, One apartment ownership file, One file of cafe ownership, One file ownership of sports cars and motorbikes, And a lot of gold, diamond and silver jewelry And how come you guys still can't pay?" tanya irene dengan nada penasaran yang dibuat buat.
(oh oh liat ini, surat kepemilikan apartemen, surat kepemilikan kafe, surat kepemilikan mobil sport dan motor sport dan sangat banyak emas, berlian hingga perhiasan perak murni. Bagaimana kalian masih tidak dapat membayar?)
Sedangkan ketiga orang tersebut hanya diam dengan badan bergetar, tidak lama kemudian seorang gadis remaja berjalan masuk kedalam rumah dengan banyak kantong belanjaan dari toko toko ternama dan itu sukses membuat seluruh perhatian tertuju padanya. Seorang bodyguard segera meminta gadis itu duduk bersama keluarga adison yang dijaga ketat sedangkan bodyguard lainnya memeriksa tas dan belanjaan gadis itu yang tidak dapat protes setelah mengetahui siapa mereka
"Nona semua yang sudah dikumpulkan tidak memenuhi kekurangan dan semua berkas yang ditemukan atas nama orang lain kecuali rumah ini yang mengatas namakan keluarga adison, sedangkan yang lainnya tertulis jika pemiliknya adalah jackson Anderson" kata daniel setelah menghitung seluruh berkas dan barang yang memiliki nilai jual agar dapat membayar kekurangan hutang keluarga adison
"siapa dia? Cari tau siapa Jackson Anderson dalam 5 menit" kata irene yang masih melihat keluarga adison dengan senyuman manisnya
"baik nona" kata daniel
Tidak perlu sampai 5 menit dengan kemampuan daniel yang terlalu pandai pada bidang IT, mencari informasi adalah hal yang sangat mudah baginya. daniel memberikan iPad miliknya yang berisi informasi kepada irene dan diterima irene dengan senang hati
"wow.... Harta kerabat ya? Dipercaya menjaga harta untuk anak mereka namun kalian sudah menjual perusahaannya, rumahnya, dan beberapa mobil" kata irene dengan senyuman yang semakin lebar membuat keluarga adison semakin berusaha menjauh dari irene yang terlihat seperti malaikat maut bagi mereka
Tepat setelah irene selesai berbicara salah satu bodyguard yang sedari tadi tidak kembali akhirnya kembali dengan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun yang tertidur di gendongannya.
"Nona, saya menemukan anak ini di gudang belakang" ucap bodyguard tersebut membuat irene melihatnya lebih tepatnya anak kecil dengan baju yang cukup lusuh tersebut
"dia Jackson benar?" tanya irene kepada keluarga adison yang masih terdiam
"benar bukan?" tanya irene lagi dengan lebih ditekan membuat keluarga adison mengangguk cepat untuk menjawab
"bagus bagus jika kalian menjawab" kata irene dengan kekehannya
"I.. Iya benar anda bisa membawanya sebagai bayaran tapi kami mohon kembali yang lain" kata gadis remaja tersebut membuat irene melihatnya dengan pandangan aneh
"kau menjual anak ini untuk bayaran? Anak kerabat keluargamu yang berarti sepupumu sendiri? Yang bahkan warisannya kalian gunakan? Miris sekali nasibnya" kata irene dengan tertawa
"kami tidak peduli! Hanya saja kembalikan perhiasan dan berkas-berkas kami!" kata remaja itu dengan sedikit berteriak membuat anak kecil dalam gendongan bodyguard itu terusik sebelum bodyguard tersebut menenangkannya kembali
"oh..... menarik juga..... daniel kembalikan berkas rumah mereka, kita mendapatkan bayaran yang lebih menarik. Bawa anak itu kemobil dan seluruh warisan anak itu. Aku sudah mengembalikan rumah kalian kesepakatan selesai" kata irene dengan senyuman kepada keluarga adison yang masih mematung setelah mendengar perkataannya
"he..hei! Kembalikan perhiasan dan berkas berkas kami bukan hanya rumah ini!" teriak anak lelaki adison
"hei hei hei kalian yang mengatakan jika anak itu adalah bayarannya berarti segala sesuatu yang terdapat bersama anak itu ikut bersama anak itu bodoh, oh ya sama barang barang kalian untuk membayar sisa hutang kalian karna harta anak itu bahkan tidak cukup untuk melunasinya " kata irene santai setelah itu berlalu keluar diikuti oleh Daniel dan bodyguard tidak peduli teriakan marah keluarga adison yang masih di tahan dua orang bodyguard agar tidak mengejar mereka.
Setibanya dimobil irene dapat melihat anak kecil tersebut yang tertidur di kursi sebelahnya sedangkan daniel di depan bersebelahan dengan supir yang menyetir.
"daniel bakar rumah mereka saat dini hari pastikan jika itu adalah kasus gas yang meledak, pastikan mereka mati dan dapatkan hak tanah kita masih bisa menjualnya" kata irene datar dengan mata yang masih melihat anak laki-laki lucu itu bahkan tanpa sadar tangan irene mengusap pipi bulat anak itu
"lucu" kata irene dengan amat sangat lirih dan jangan lupakan senyum kecilnya.